Sabtu, 11 Apr 2026
light_mode

Mobil Dinas di Surabaya, Spare Part Diambil di Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 24 Agt 2011
  • print Cetak


Medan,

Meski mobil dinas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Partai Demokrat Syafaruddin Anshari Nasution alias Todong sudah dibawa kembali dari Surabaya ke Madina, terungkap bahwa selama mobil dinas tersebut di Surabaya Todong pernah meminta pergantian spare part (alat-alat) mobil tersebut ke Bagian Umum Sekretariat DPRD Madina.

“Betul Bang, kami memang mengeluarkan permintaan spare part mobil dinas milik Pak Todong, dan kami tidak bisa menolaknya meskipun mobil dinas tersebut tidak berada di Madina. Bukan urusan kami dimana mobil itu berada yang penting ada permintaan pergantian kami keluarkan,” ujar Kabag Umum Sekretariat DPRD Madina Salam Nasution menjawab waratawan melalui telepon, Kamis (18/08/2011).

Salam menegaskan selama tiga bulan terakhir ia memang tidak pernah melihat mobil dinas yang dipakai oleh Todong dengan nomor polisi BB 451 R dan baru beberapa hari lalu dilihatnya berada di Kantor DPRD Madina.

Ketika ditanya kemana spare part mobil dinas tersebut diambil, Salam menjelaskan Sekretariat DPRD Madina sudah bekerjasama dengan Putra Damai Motor di Penyabungan. “Jadi setiap ada pergantian spare part mobil dinas di DPRD Madina itu dilakukan di bengkel tersebut, dan Todong pernah mengajukan pergantian ban mobil dinas tersebut,” ujar Salam.

Mengenai anggaran bahan bakar mobil dinas tersebut, Salam menjelaskan itu bukan bagian kerjaannya sebab itu berada di bendahara pengeluaran. “Silahkan tanya ke Abdul Hadi soal bahan bakarnya,” ujar Salam.

Di tempat terpisah akitivis organisasi Barisan Eksis Masyarakat Oposisi (BEMO) Sumut AT Siahaan menegaskan Todong harus mengembalikan biaya operasional mobil dinas tersebut selama di Surabaya sebab patut dipertanyakan apakah mobil dinas tersebut di Surabaya digunakan untuk kepentingan kedinasan atau untuk kepentingan pribadi.

“Kalau untuk kepentingn pribadi maka dana operasional apakah itu pergantian spare part atau bahan bakar yang berasal dari uang rakyat yang berada di Kas Sekretariat DPRD Madina harus dikembalikan,” tegas Siahaan.

Siahaan juga menegaskan jika ini dibiarkan terus menerus maka akan menjadi preseden buruk bagi pemanfaatan kendaraan dinas di Pemkab Madina khususnya di DPRD Madina. “Kami berharap agar aparat penegak hukum bisa menindaklanjuti penyimpangan kendaraan dinas di DPRD Madina tersebut dan di Pemkab Madina,” tandas Siahaan. (BS-002)
Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inflasi Tahunan Padangsidimpuan Terendah Nasional

    Inflasi Tahunan Padangsidimpuan Terendah Nasional

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sibolga – Secara spasial, Pulau Sumatera mencatat inflasi 1,87% (mtm) pada bulan November 2014, atau lebih besar dibanding kawasan lainnya di Indonesia. Kondisi tersebut terpicu akibat kenaikan harga BBM bersubsidi, juga akibat kenaikan harga komoditas pangan strategis, khususnya cabai merah. "Pada November 2014, Sumatera Barat mengalami inflasi tertinggi di Indonesia dengan mencatatkan inflasi sebesar 3,27 […]

  • Penggalangan Infaq Biaya Berobat Aldi Suphandi, Santri Berprestasi Terancam Amputasi

    Penggalangan Infaq Biaya Berobat Aldi Suphandi, Santri Berprestasi Terancam Amputasi

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Damra Tua Parlindungan Siregar, SHI                 (wali kelas Aldi Suphandi Hasibuan) Setelah membaca berita utama di Malintang Pos dan Mandailing Online, opini publikpun terbentuk. Opini itu sangat urgen dalam upaya menggalang infaq bagi biaya perobatan Aldi Sphandi Hasibuan, santri cerdas dari keluarga miskin yang kini membutuhkan biaya agar kakinya tak diamputasi. Awalnya ustadz […]

  • Jalan Tak Pernah Bagus, 6 Desa Merasa Anak Tiri

    Jalan Tak Pernah Bagus, 6 Desa Merasa Anak Tiri

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Enam Desa di Muara Batang Gadis merasa anak tiri, karena jalann tak pernah bagus sejak Indonesia merdeka. Kondisi jalan ke sana jenis liat yang sulot dilalui kenderaan roda dua jika musim penghujan. Gerak ekonomi dan mobilisasi sosiala menjadi rendah akibat akses jalan yang parah. Pun biaya transportasi sangat […]

  • Wabup Madina Pastikan Pembangunan Jalan Berjalan Sesuai Yang di Tenderkan

    Wabup Madina Pastikan Pembangunan Jalan Berjalan Sesuai Yang di Tenderkan

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPAN( Mandailing Onkine) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution, kembali turun kelapangan guna memastikan pembangunan jalan berjalan sesuai dengan yang ditenderkan, Senin (12/06/2023). Peninjauan jalan kali ini ke Kecamatan Kotanopan. Ditahun 2023, Atika Azmi menyebutkan ada 12 Ruas jalan yang dibangun di Kecamatan Kotanopan, yang total panjangnya mencapai 12.5 Kilo […]

  • Revisi SK 44, Batas Hutan Madina Bakal Digaris Ulang

    Revisi SK 44, Batas Hutan Madina Bakal Digaris Ulang

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) mulai menyiapkan pemencangan batas sementara hutan di seluruh kawasan Madina. Upaya ini menjawab kungkungan SK 44 yang kontroversial. Itu terungkap dalam rapat dihadiri oleh Plt. Bupati Madina Dahlan Hasan, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) wilayah I Medan, Kadis Kehutanan Madina, BPN Madina, para camat, kepala desa […]

  • Mahasiswa KKN Unimal Cegah Stunting Lewat Program RGG

    Mahasiswa KKN Unimal Cegah Stunting Lewat Program RGG

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Laporan: Zukma Dona Sari dari Aceh Tamiang Persoalan stunting menjadi masalah yang cukup menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah Indonesia. Indonesia pun memiliki target menurunkan kasus stunting hingga 14 persen pada tahun 2024. Kondisi stunting pada anak memang cukup meresahkan masyarakat. Pasalnya situasi ini merupakan suatu masalah kesehatan pad beberapa negara di dunia. Stunting, ditandai dari […]

expand_less