Senin, 12 Okt 2026
light_mode

Kerugian Akibat Bencana Alam Madina 212 Miliar Rupiah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bencana alam yang melanda Kabupaten Mandailing Natal sejauh ini menimbulkan kerugian sekitar Rp 212 miliar.

Jumlah ini dimasukkan dalam empat sektor, yakni infrastruktur Rp 90,5 miliar, ekonomi Rp 102,1 miliar, sosial Rp 16,2 miliar, dan perumahan Rp 3,2 miliar serta kerusakan lain-lain senilai Rp 500 juta.

Hal itu disampaikan Bupati Madina Saipullah Nasution saat  penetapan penurunan  status Tanggap Darurat Bencana (TDB) menjadi transisi menuju pemulihan pasca-bencana, Selasa,(9/12/2025).

Penetapan status baru itu disampaikan Bupati didampingi Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, perwakilan BNPB Herman, dan Pj. Sekda Sahnan Pasaribu di Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Panyabungan.

Terkait pemulihan pasca-bencana, Saipullah mengaku Pemkab Madina tidak mampu menalangi semua beban biaya yang muncul karena kondisi keuangan daerah yang terbatas.

Bupati akan mengajukan ke pemerintah pusat. Sedangkan yang terkait beberapa yang menjadi bagian tugas bencana, pihaknya  akan mengusulkan ke BNPB secara langsung.

“Hari ini kami telah melakukan evaluasi dan hasil disepakati. Kami menurunkan status tanggap darurat bencana menjadi transisi menuju proses pemulihan dan recovery,” sebut Bupati.

Saipullah menjabarkan alasan penetapan status baru tersebut adalah warga terdampak yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke kediaman masing-masing, akses transportasi telah terbuka ke desa-desa yang sempat terisolasi, dan ketersediaan bahan pokok di gudang BPBD yang diperkirakan cukup sampai akhir Desember 2025.

Saipullah menambahkan kepolisian juga memberikan rekomendasi serupa terkait keamanan dan ketertiban masyarakat yang terkendali.

“Dari aspek Kamtibmas, bahwa mereka dapat mengendalikan situasi dan kondisi, dibantu dengan TNI yang di setiap kecamatan siaga untuk selalu aktif,” sebut dia.

Lebih lanjut, bupati menerangkan pihaknya telah mengidentifikasi semua permasalahan dan sudah ada laporan lengkap tentang dampak bencana, baik itu jiwa maupun harta benda, maupun dari aspek kesehatan, ekonomi, infrastruktur, dan sosial.

“Kami hitung seluruhnya sehingga kami sepakat menetapkan Kabupaten Mandailing Natal turun menjadi status transisi,” kata dia.

Di sisi lain, Saipullah mengungkapkan status TDB masih mungkin berlaku manakala terjadi bencana susulan di desa atau kecamatan tertentu.

“Tidak menutup kemungkinan kami akan menetapkan kembali status tanggap darurat untuk kecamatan tertentu, tidak untuk seluruh kabupaten. Perlakuannya akan kembali tanggap darurat dengan segala fasilitas yang mengikuti di dalamnya,” jelas dia. (dab/lkt)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasida Ria Tampil Memukau di Jerman

    Nasida Ria Tampil Memukau di Jerman

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat dengan grup Nasida Ria yang pernah populer di masa lalu? Grup pemilik tembang “Dunia dalam Berita” baru-baru ini tampil memukau di Jerman. Hal itu terungkap dari postingan akun @dprhiburanmalam di Twitter, Senin (20/6). Sontak postingan tersebut mendapat respon positif dari pengguna media sosial berlambang burung biru tersebut. Grup yang […]

  • Komisi III : Pemukiman Relokasi Muarasipongi Memprihatinkan

    Komisi III : Pemukiman Relokasi Muarasipongi Memprihatinkan

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) -Pemukiman relokasi di Muarasipongi, Mandailing Natal masih memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius. Sebanyak 350 kepala keluarga saat ini mendiami pemukiman relokasi pasca musibah banjir bandang dan tanah longsor Muarasipongi 13 tahun yang lalu. Masalah infrastruktur dan sanitasi menjadi persoalan mendasar yang ditemukan di lapangan mulai dari sistem sanitasi yang kurang sehat dan […]

  • Sistem Pemerintahan Kerajaan-Kerajaan Mandailing Sangat Egaliter

    Sistem Pemerintahan Kerajaan-Kerajaan Mandailing Sangat Egaliter

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manailing Online) – System pemerintahan kerajaan-kerajaan di Mandailing terbukti sangat egalitar, bukan kerajaan absolut. Fungus Namora, Natoras dan Sopo Godang menjadi salah satu tolok ukur keterbukaan pemerintahan kerajaan-kerajaan di Mandailing, baik Mandailing Julu maupun Mandailing Godang. “Raja tak boleh sembarangan menerbitkan peraturan tanpa persetujuan oleh pihak Namora dan Natoras,” kata Budayawan Mandailing, Pandapotan Nasution […]

  • Terkait Smart Village, 2 Pejabat Pemkab Madina Tak Hadiri Panggilan Jaksa

    Terkait Smart Village, 2 Pejabat Pemkab Madina Tak Hadiri Panggilan Jaksa

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) telah melakukan pemanggilan pertama terhadap 2 pejabat pemkab Madina terkait “Smart Village”, namun tidak dihadiri. Demikian penjelasan Kajari Madina, Dr Muhammad Iqbal, SH, MH melalui Kasi Pidsus, Herianto, SH kepada wartawan, Kamis (12/06/2025). ”mereka belum datang, kemaren jadwalnya dan akan kita panggil ulang,”pungkas Kasi […]

  • Ramai-ramai kecam pembebasan Corby

    Ramai-ramai kecam pembebasan Corby

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat ramai-ramai mengecam keputusan pemerintah yang mengabulkan pembebasan bersyarat yang diajukan Schapelle Leigh Corby, terpidana 20 tahun dalam kasus kepemilikan 4,2 kg mariyuana. Menurut anggota Komisi III Bidang Hukum DPR, Eva Kusuma Sundari, tadi malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden yang memberi grasi kepada pengedar narkoba. Menurut Eva, sikap […]

  • Kebijakan Tahan Bayi Oleh RSU Panyabungan, Menuai Sorotan

    Kebijakan Tahan Bayi Oleh RSU Panyabungan, Menuai Sorotan

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sikap RSU Panyabungan yang menahan bayi dan ibunya gara-gara tak punya uang Rp. 300.000 biaya persalinan, mendapat rekasi dari partai politik. Ketua PDI Perjuangan Madina, Iskandar Hasibuan kepada Mandailing Online, Kamis (18/2) menyayangkan kebijakan manajemen RSU Panyabungan yang notabene rumah sakit milik pemerintah kabupaten Mandailing Natal (Madina). “Jika benar gara-gara 300.000 […]

expand_less