Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Polres Tapsel Harus Ungkap Rentetan Kasus Pembunuhan di Palas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 18 Okt 2016
  • print Cetak
warga ramai-rami melihat mayat di goni di bawah jembatan Desa Ampolu, Sosa, Palas

warga ramai-rami melihat mayat di goni di bawah jembatan Desa Ampolu, Sosa, Palas

 

PALAS (Mandailing Online) – Polres Tapanuli Selatan didesak mengungkap berbagai kasus pembunuhan di Kabupaten Padang Lawas (Palas).

“Kalau menurut catatan saya sebagai putra asal Desa Sigorbus, yang tersiar di media cetak sudah beberapa kali kasus pembunuhan yang terjadi, hanya beberapa kasus yang terungkap. Karena itu saya mengharapkan kepada Kapolres Tapsel untuk segera mengungkap semua kasus-kasus pembunuhan yang terjadi di Padang Lawas,” kata Iskandar Hasibuan pria keturunan Desa Sigorbus, Palas, Selasa (18/10).

“Catatan saya, kasus yang diduga pembunuhan yang terjadi selama tahun 2016 ini terbilang banyak. Antara lain kasus pembunuhan terhadap Syahrial Siregar, Budiman Harahap, Pendi Sihombing, Sahroni Siregar. Dan terahir pembunuhan yang mana ditemukan mayatnya di kolong jembatan di wilayah Sosa, Minggu kemarin (16/10) suatu bukti bahwa wilayah Padang Lawas sudah termasuk daerah rawan,” ungkapnya.

Iskandar Hasibuan

Iskandar Hasibuan

Pembunuhan demi pembunuhan sudah terus terjadi di Kabupaten Padang Lawas. Terbaru, pembunuhan yang terjadi dengan mayat dibuang dan terbungkus karung goni di dekat jembatan Paya Kambing Desa Ampolu Kecamatan Sosa, Minggu (16/10) kemarin.

Sementara itu, dalam catatan Metro Tabagsel, selama enam bulan terakhir, sedikitnya sudah lima orang tewas dalam kondisi mengenaskan karena dibunuh, di Kabupaten Padang Lawas.

“Ada memang yang menyerahkan diri dari lima kasus pembunuhan itu, namun sebagai warga yang tinggal di perantauan tentu perlu menyampaikan keluhan agar daerah Padang Lawas menjadi prioritas dari Kapolres Tapanuli Selatan untuk mengungkapnya,” ujar pria yang tinggal di Panyabungan dan ketua DPC PDI Perjuangan Madina.

Iskandar juga menyadari tentang luasnya wilayah hukum Polres Tapsel yang membawahi 3  kabupaten, yakni Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara dan Padang Lawas, sehingga sudah saatnya mendirikan Polres Palas dan Paluta.

Meski membawahi tiga kabupaten, Kapolres Tapanuli Selatan tetap diharapkan untuk lebih memperhatikan kasus-kasus pembunuhan yang terjadi. “Sebab, sudah banyak keluarga yang menghubungi saya melalui telephon agar ikut dulu mendesak polisi segera mengungkap semua kasus pembunuhan yang terjadi,” katanya.

 “Saya sangat yakin sekali dengan jajaran kepolisian di Tapanuli Selatan akan mampu mengungkap semua kasus pembunuhan dan juga persoalan narkoba juga sudah sangat luar biasa di Palas,” imbuhnya.

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BENCANA TERUS TERJADI, SAMPAI KAPAN NEGARA ABAI?

    BENCANA TERUS TERJADI, SAMPAI KAPAN NEGARA ABAI?

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Mariani Siregar
    • 0Komentar

      Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam “Tolong kami Tuhan, tolong kami ya Allah! Ke mana lagi pergi air sudah meluap dan mulai masuk ke rumah-rumah kami. Tolong kami”. Demikianlah jeritan kaum Ibu warga kelurahan Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang kembali dilanda banjir bandang pada Jum’at (18/07/2026). Kabar tersebut […]

  • 181 Calon Siswa SMAN 2 Plus Sipirok Jalani Test

    181 Calon Siswa SMAN 2 Plus Sipirok Jalani Test

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Sebanyak 181 calon siswa SMAN 2 Plus Sipirok Kabupaten Tapsel sejak Senin (30/5) mulai mengikuti tes Penerimaan Siswa Baru (PSB). Rencananya test akan berlangsung sampai Rabu (1/6) untuk menentukan 125 siswa baru (sesuai dengan daya tampung sekolah). Untuk menjadi siswa SMAN2 Plus Sipirok yang berstandart Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (R-SBI), tidaklah semudah memasuki sekolah […]

  • Asrama Pesantren Purba Baru Terbakar

    Asrama Pesantren Purba Baru Terbakar

    • calendar_month Selasa, 4 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Sebanyak enam ruang asrama putri pesantren Mstafawiyah Purba Baru, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hangus terbakar, Selasa pagi (4/9) sekira pukul 08.00 WIB. Tidak ada korban jiwa di peristiwa ini. Hanya saja seluruh isi di enam ruangan asrama hangus tanpa sisa, termasuk buku, pakaian dan peralatan santriwati. Kebakaran terjadi ketika para santriwati sedang […]

  • Kisah di Balik Tugu Perintis Kotanopan

    Kisah di Balik Tugu Perintis Kotanopan

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Askolani Nasution Budayawan   Suatu hari di tahun 80-an, H. Mahals, nama pertama di prasasti Tugu Perintis Kemerdekaan Kotanopan, datang ke rumah kami yang berdinding “gogat”. Ia menanyakan arsip-arsip almarhum ayah ketika masih bersama beliau dipenjara Belanda di Sukamiskin dan Digul. Bertemu beberapa catatan. Ia menyebut beberapa tokoh (di prasasti itu) masih […]

  • Ada Anggaran Empat Pilar di 377 APBDes 2024 di Madina

    Ada Anggaran Empat Pilar di 377 APBDes 2024 di Madina

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Sosialisasi Jaksa Garda Desa nampaknya ditunda pelaksanaannya oleh sejumlah Desa di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) penundaan sosialisaai itu kuat dugaan karena jadwal pelaksanaan bocor ke wartawan. Diketahui ada alokasi APBDes tahun 2024 untuk 4 pilar. 4 pilar itu adalah Wesbang, Penyuluhan hukum, Jaksa Garda Desa dan Sosialisasi Perangkat Desa. […]

  • Laporan Conservation International Indonesia Dinilai Mengada-ada

    Laporan Conservation International Indonesia Dinilai Mengada-ada

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Forum NGO lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal menilai laporan SLP Conservation International Indonesia tak masuk akal. Forum NGO lingkungan di Madina menilai bahwa laporan Conservation International Indonesia (CII) yang mengklaim sebanyak 4.700 petani Madina mendapatkan manfaat ekonomi dari peningkatan praktik-praktik pertanian yang dilakukan dalam program Sustainable Landscapes Partnership (SLP) CII. “Mereka membuat laporan […]

expand_less