Selasa, 16 Jun 2026
light_mode

Polres Tapsel Harus Ungkap Rentetan Kasus Pembunuhan di Palas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 18 Okt 2016
  • print Cetak
warga ramai-rami melihat mayat di goni di bawah jembatan Desa Ampolu, Sosa, Palas

warga ramai-rami melihat mayat di goni di bawah jembatan Desa Ampolu, Sosa, Palas

 

PALAS (Mandailing Online) – Polres Tapanuli Selatan didesak mengungkap berbagai kasus pembunuhan di Kabupaten Padang Lawas (Palas).

“Kalau menurut catatan saya sebagai putra asal Desa Sigorbus, yang tersiar di media cetak sudah beberapa kali kasus pembunuhan yang terjadi, hanya beberapa kasus yang terungkap. Karena itu saya mengharapkan kepada Kapolres Tapsel untuk segera mengungkap semua kasus-kasus pembunuhan yang terjadi di Padang Lawas,” kata Iskandar Hasibuan pria keturunan Desa Sigorbus, Palas, Selasa (18/10).

“Catatan saya, kasus yang diduga pembunuhan yang terjadi selama tahun 2016 ini terbilang banyak. Antara lain kasus pembunuhan terhadap Syahrial Siregar, Budiman Harahap, Pendi Sihombing, Sahroni Siregar. Dan terahir pembunuhan yang mana ditemukan mayatnya di kolong jembatan di wilayah Sosa, Minggu kemarin (16/10) suatu bukti bahwa wilayah Padang Lawas sudah termasuk daerah rawan,” ungkapnya.

Iskandar Hasibuan

Iskandar Hasibuan

Pembunuhan demi pembunuhan sudah terus terjadi di Kabupaten Padang Lawas. Terbaru, pembunuhan yang terjadi dengan mayat dibuang dan terbungkus karung goni di dekat jembatan Paya Kambing Desa Ampolu Kecamatan Sosa, Minggu (16/10) kemarin.

Sementara itu, dalam catatan Metro Tabagsel, selama enam bulan terakhir, sedikitnya sudah lima orang tewas dalam kondisi mengenaskan karena dibunuh, di Kabupaten Padang Lawas.

“Ada memang yang menyerahkan diri dari lima kasus pembunuhan itu, namun sebagai warga yang tinggal di perantauan tentu perlu menyampaikan keluhan agar daerah Padang Lawas menjadi prioritas dari Kapolres Tapanuli Selatan untuk mengungkapnya,” ujar pria yang tinggal di Panyabungan dan ketua DPC PDI Perjuangan Madina.

Iskandar juga menyadari tentang luasnya wilayah hukum Polres Tapsel yang membawahi 3  kabupaten, yakni Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara dan Padang Lawas, sehingga sudah saatnya mendirikan Polres Palas dan Paluta.

Meski membawahi tiga kabupaten, Kapolres Tapanuli Selatan tetap diharapkan untuk lebih memperhatikan kasus-kasus pembunuhan yang terjadi. “Sebab, sudah banyak keluarga yang menghubungi saya melalui telephon agar ikut dulu mendesak polisi segera mengungkap semua kasus pembunuhan yang terjadi,” katanya.

 “Saya sangat yakin sekali dengan jajaran kepolisian di Tapanuli Selatan akan mampu mengungkap semua kasus pembunuhan dan juga persoalan narkoba juga sudah sangat luar biasa di Palas,” imbuhnya.

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPD Desa Rantobi Mengaku Tidak Tau Soal Tambang Emas Ilegal Diwilayahnya

    BPD Desa Rantobi Mengaku Tidak Tau Soal Tambang Emas Ilegal Diwilayahnya

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ( Mandailing Online ): aneh. Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) Desa Rantobi di Kecamatan Batang Natal , Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) tidak tau menau soal tambang emas ilegal yang beroperasi di desa Rantobi. Hal itu diungkapkan Abdul Hadi selaku BPD Desa Rantobi saat dikonfirmasi Mandailing Online Rabu 7/5/2025. ” kami masalah […]

  • Penambang Emas di Sungai Batang Natal Resahkan Warga

    Penambang Emas di Sungai Batang Natal Resahkan Warga

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Aktivitas tambang biji emas di Sungai Batang Natal titik Desa Lancat, Dusun Batu Gajah, Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal (Madina) sangat meresahkan bagi masyarakat. Sebab air sungai menjadi keruh. “Air sangat keruh, padahal sungai tersebut masih dibutuhkan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari, untuk mandi, mencuci dan lainnya. Sementara pembuangan dari mesin […]

  • Akibat Banjir, Pelajar di Hutabargot Terlambat Masuk Sekolah 

    Akibat Banjir, Pelajar di Hutabargot Terlambat Masuk Sekolah 

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online)- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan meluapnya Sungai Aek Mata mengakibatkan ruas jalan penghubung antara Kecamatan Hutabagot dengan Kecamatan Panyabungan tergenang air. Jumat (14/7/2023). Diketahui, ruas jalan Manyabar Gunung Manaon ini merupakan akses utama bagi warga Kecamatan Hutabargot menuju Kota Panyabungan, banjir ini juga mengakibatkan sejumlah pelajar yang hendak […]

  • Banjir Dan Angin Kencang Melanda Mompang

    Banjir Dan Angin Kencang Melanda Mompang

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)-Banjir dan angin kencang disertai hujan deras melanda Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Madina, Selasa (7/2). Belasan pohon tumbang, sejumlah atap rumah rusak diterjang angin. Sejauh ini belum ada laporan korban orang tewas atau luka-luka. Satu unit pemandian rusak berat tertimpa pohon kelapa tumbang. Sementara banjir menerjang sejumlah titik pemukiman dengan ketinggian antara […]

  • DPRD Sesalkan Penghilangan Anggaran Dinkes 14 Milyar

    DPRD Sesalkan Penghilangan Anggaran Dinkes 14 Milyar

    • calendar_month Kamis, 10 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan menyesalkan kebijakan penghilangan anggaran publik di Dinas Kesehatan sebesar Rp.14 milyar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2013. Diungkapkannya, anggaran yang ditong itu untuk belanja pengadaan kenderaan dinas untuk seluruh puskesmas, pengadaan mobil rotgen, pembangunan air bersih dan MCK di 26 unit […]

  • Terkait Ijazah, Kuasa Hukum Desak KPU Mendiskualifikasi Harun

    Terkait Ijazah, Kuasa Hukum Desak KPU Mendiskualifikasi Harun

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim kuasa hukum Henri Husein Nasution mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) agar mendiskualifikasi atau membatalkan pencalonan Harun Mustafa Nasution sebagai calon bupati Madina nomor urut 1 pada Pilkada Madina 2024. Alasannya, Harun Mustafa Nasution dinilai tidak memenuhi persyaratan calon sesuai dengan Pasal 14 ayat (2) huruf […]

expand_less