Jumat, 17 Jul 2026
light_mode

Rp50 Juta untuk Website Mubazir

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
  • print Cetak

KISARAN (Mandailing Online) – Website http://pemkab-asahan.go.id/ dinilai mubazir dan tidak bermanfat. Meski masih bisa dibuka, namun sejak tahun 2010 hingga 2013, tampilan website tidak ada perubahan.

Sebagaimana diketahui, data yang dimasukan terbaru juga tahun 2009 yakni tentang panitia Pengadaan Barang/Jasa di Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan yang mengadakan Pemilihan Umum dengan pascakualifikasi untuk pengadaan barang/jasa borongan dan pemasokan sumber dana APBD Kabupaten Asahan tahun anggaran 2009. Padahal kucuran dana untuk biaya perawatan dan biaya operasional website yang ditampung di Seketariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Asahan dananya cukup tinggi yakni Rp50 juta.

Anggota DPRD Asahan Khairul Saleh, Senin (4/11) mengatakan, sesuai Perubahan Pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Asahan tahun anggaran 2012 disebutkan, di Setdakab Asahan tercantum dana untuk pemeliharaan dan biaya operasional website tersebut.

Anehnya, sejak tahun 2009 hingga 2013, tidak ada perubahan tampilan di website milik Pemkab Asahan tersebut. Berita yang disajikan juga tidak berubah sejak tahun 2009. Namun biaya perawatan dan operasionalnya masih tetap ditampung di APBD Asahan dengan anggaran yang lumayan besar mencapai Rp50 juta.

“Lucu saja, masak sejak tahun 2009 sampai sekarang tak ada berita terbaru yang masuk ke website tersebut. Berita terbaru yang tampil jika kita membuka website tersebut berita terhangatnya ya mengenai pengumuman pemilihan langsung Nomor:050 / 19 / PAN-AS/PML/2009 tentang Panitia Pengadaan Barang/Jasa Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan akan mengadakan Pemilihan Umum dengan Pascakualifikasi untuk Pengadaan Barang/Jasa Borongan dan Pemasokan sumber dana APBD Kabupaten Asahan tahun anggran 2009. Jadi untuk apa anggarannya tersebut,?” tanya Khairul.

Menurut Khairul, hal ini jelas merupakan suatu pemborosan dan pembodohan publik. Karena masyarakat tidak bertambah ilmunya dengan membuka website milik pemkab. Khairul menilai, yang paling bertanggung jawab atas masalah ini adalah Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang dan Sekretariat Daerah (Sekda). Karena anggaran untuk perawatan dan biaya operasionalnya tertampung di Setdakab Asahan. “Ini tanggung jawab bupati, sekda, dan humas.

Karena ada anggaran yang ditampung untuk perawatan website tersebut setiap tahunnya. Kalau masih tetap seperti itu kan jelas ini pembohongan publik. Pengetahuan masyarakat yang ingin membuka website milik pemkab itu tak akan bertambah. Itu karena data terbaru tidak ada.

Jangankan data tahun 2013 bulan September dan Oktober, data tahun 2010, 2011, dan 2012 saja tak ada. Jadi sangat anehkan jika anggarannya masih tetap ditampung. Mendingan website itu ditutup dan anggarannya dialihkan untuk program lain,” tambahnya.

Khairul juga menduga, hal ini terjadi karena ada indikasi jika dana untuk perawatan dan operasional website tidak dipergunakan dengan baik dan terindikasi disalah gunakan. Selain itu, ada juga indikasi jika tidak ada satupun sumber daya manusia (SDM/pegawai negeri sipil) di jajaran Pemkab Asahan yang mengerti mengenai pengelola website tersebut.

Saat hal ini coba dikonfirmasi kepada Sekdakab Asahan Sofyan, ternyata Sofyan sedang tidak berada di kantor. Saat di SMS, Sofyan tidak menjawab. Sementara Kabag Humas Pemkab Asahan Zainal Abidin mengaku sedang berada di Medan dan kurang paham mengenai masalah website tersebut. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengolahan Kakao Bagian 2

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Fermentasi menggunakan keranjang bambu •Keranjang bambu terlebih dahulu dibersihkan dan dialasi dengan daun pisang baru kemudian biji kakao dimasukkan (keranjang dapat menampung ± 50 kg biji kakao basah). •Setelah biji kakao dimasukkan keranjang ditutup daun pisang. •Pada hari ke 3 dilakukan pembalikan biji dan pada hari ke 6 biji-biji dikeluarkan dan siap untuk dijemur. Perendaman […]

  • Setelah Jadi Sorotan, Anggota DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Akhirnya Muncul di Sidang Paripurna KUA-PPAS

    Setelah Jadi Sorotan, Anggota DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Akhirnya Muncul di Sidang Paripurna KUA-PPAS

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): setelah menjadi sorotan karena kerap tidak hadir dalam beberapa agenda DPRD baik Paripurna dan agenda Komisi III. Nasrul Hilmi Nasution Anggota DPRD Madina dari Partai Golkar akhirnya menampakkan diri di acara rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan terhadap rancangan  KUA dan rancangan PPAS tahun 2026 diaula kantor DPRD Madina Jum’at 21/11/2025. […]

  • Dinas Kelautan & Kependudukan Disorot

    Dinas Kelautan & Kependudukan Disorot

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pasca pengesahan 14 perda yang sebagian mengatur tentang susunan organisasi tata laksana pemerintahan, Pj Bupati Madina Aspan Sofian Batubara dimungkinkan melakukan mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Madina sebelum pengajuan RAPBD 2011. Mutasi ini merupakan lanjutan reformasi birokrasi yang digulirkan Pj Bupati Madina Aspan Sofian Batubara. Bupati diharapkan tetap berpegang teguh pada penilaian terhadap sisi […]

  • Bupati Diminta Tinjau Ulang Pengangkatan Pj Kades Tabuyung

    Bupati Diminta Tinjau Ulang Pengangkatan Pj Kades Tabuyung

    • calendar_month Senin, 18 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Indikasi tidak sinergisnya pemerintahan Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina), Sumut, mulai terlihat. Salah satu indikatornya, berdasar amatan warga, hingga tanggal 17 Juli 2022 Pj Kepala Desa Tabuyung, dr Mahyuni belum pernah terlihat masuk kantor desa sejak diangkat tanggal 27 Juni 2022. “Belum pernah (masuk kantor-red). […]

  • Raja Singa Marak, Kemana Negara Harus Berlabuh?

    Raja Singa Marak, Kemana Negara Harus Berlabuh?

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Kolumnis, tinggal di Padangsidimpuan Sifilis atau yang disebut juga raja singa menjadi penyakit yang menjadi sorotan pemerintah saat ini. Karena Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), jumlah kasus sifilis telah mengalami peningkatan hingga 70 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir. (Dinkes Aceh, 11/05/23). Diperoleh data pada tahun 2022 tercatat sebanyak 16.283 […]

  • Marbagi-Bagi Jabatan di Lopo Kopi

    Marbagi-Bagi Jabatan di Lopo Kopi

    • calendar_month Senin, 4 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dung tarbonggal nangkan nalantikon Bupati dohot wakil Bupati Madina nabaru simburma dilopo nangkan natarjadima ramping-ramping suping, anggoon bahatma namargopak-gopak arana taldus jugukani ningnama boto kecek ni halak tarbege dilopo-lopo ning sutan mangkahap mantong markombur dilopo sijabolboli. Natangkang nagiot roon madung tarsuratkondo sanga ise nangkan namarjabatan ningnama binege, anggo ningroangku bahatma natiarap, angke naisuru musema mambalun […]

expand_less