Jumat, 17 Jul 2026
light_mode

Bupati Diminta Tinjau Ulang Pengangkatan Pj Kades Tabuyung

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Senin, 18 Jul 2022
  • print Cetak

MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Indikasi tidak sinergisnya pemerintahan Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina), Sumut, mulai terlihat.

Salah satu indikatornya, berdasar amatan warga, hingga tanggal 17 Juli 2022 Pj Kepala Desa Tabuyung, dr Mahyuni belum pernah terlihat masuk kantor desa sejak diangkat tanggal 27 Juni 2022.

“Belum pernah (masuk kantor-red). Rapat kordinasi juga belum pernah,” ungkap Sekretaris Desa Tabuyung, Siti Berlian Sari menjawab wartawan di Desa Tabuyung, Minggu (17/7).

Menurut warga, itu karena dr Mahyuni merangkap jabatan pj kepala desa dengan kepala Puskesmas Singkuang.

Oleh karenanya masyarakat meminta Bupati Madina meninjau ulang pengangkatan dr Mahyni sebagai pejabat (Pj) kepala Desa Tabuyung.

Permintaan itu juga disampaikan Sekretaris Badan Perwakilan Desa (BPD) Tabuyung, Alamsyah Putra kepada wartawan pada hari yang sama di desa itu.

Permintaan juga disampaikan Tokoh Masyarakat, Edisyah Putra Tanjung di kesempatan yang sama.

“Saya tidak pernah mengetahui termasuk dalam hal pengajuan dr. Mahyuni sebagai Pj kepala Desa Tabuyung,” Alamsyah Putra dalam wawancara video.

Harapannya kepada Pemkab Madina secara umum dan bupati Madina secara khusus untuk mempertimbangkan kembali pengangkatan dr Mahyuni sebagai Pj kepala Desa Tabuyung.

Permintaan itu mengingat kepadatan tugas-tugas di dalam pemerintahan desa dan tugas-tugas memimpin Puskesmas Singkuang selaku ujung tombak kesehatan masyarakat Kecamatan Muara Batang Gadis.

Sementara itu, Edisyah Putra Tanjung menyatakan bahwa banyak ASN yang bisa diangkat menjadi Pj kepala Desa Tabuyung, mengapa harus dr Mahyuni yang notabene kepala Puskesmas Singkuang dan memiliki kesibukan padat.

Rangkap jabatan yang disandang dr Mahyuni, menurut Edi, akan menganggu kinerja Puskesmas Singkuang.

Padahal, puskesmas ini sedang dihadapkan pada konsentrasi persiapan mengejar akreditasi nasional.

Dikatakannya, rangkap jabatan sebagai kepala puskesmas dan pejabat kepala desa akan menggangu puskesmas untuk memperoleh akreditasi dari pemerintah.

Ini akan berakibat terganggunya target Pemkab Madina yang sedang berjuang keras meloloskan puskesmas-puskesmas di Madina terakreditasi.

“Dengan pengangkatan Kapus ini sebagai Pj kepala desa Tabuyung, terganggulah konsentrasi proses akreditasi puskesmas,” katanya.

Kepemimpinan pemerintahan di Desa Tabuyung juga mulai menunjukkan tanda-tanda kurang sinergis.

Indikasi itu terlihat dari kehadiran dr Mahyuni. Edi mengungkapkan bahwa hingga tanggal 17 Juli 2022 dr. Mahyni belum pernah terlihat datang ke kantor kepala desa sejak diangkat pada 27 Juni 2022.

Akibatnya urusan administrasi yang dibutuhkan warga menjadi sulit.

“Ada urusan tandatangan Pj (kepala desa-red) pun susah. Karna dia setiap pagi juga harus ke Singkuang,” ungkap Edi.

“Jadi harapan saya kepada bapak bupati Mandailing Natal dapat segera mengevaluasi dan mengganti dr Mahyuni dengan ASN yang ada di Muara Batang Gadis atau ASN yang ada di Mandailing Natal ini,” katanya.

Sebab, menurut Edi, pengangkatan pj kepala desa bukan saja berdasarkan usulan BPD, tetapi juga mutlak hak preogratif bupati.

“Kalau memang pak bupati menginginkan kebaikan di Desa Tabuyung ini, dia harus sesegera mungkin mengevaluasi dan mengganti Pj kepala desa Tabuyung dengan ASN yang lain,” pungkas Edi.

 

Peliput: Rls

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persatuan dan Kesatuan Sebagai Modal Awal Pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal

    Persatuan dan Kesatuan Sebagai Modal Awal Pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal

    • calendar_month Jumat, 1 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Oleh : Maradotang Pulungan Kabupaten Mandailing Natal dikenal sebagai daerah yang majemuk, ditandai dengan banyaknya etnis, suku, agama dan budaya di dalamnya. Di sisi lain, masyarakat Mandailing Natal dikenal sebagai masyarakat multikultural, masyarakat yang anggotanya memiliki latar belakang budaya (cultural background) beragam. Kemajemukan dan multikulturalitas mengisyaratkan adanya perbedaan. Namun bila ini dikelola secara benar, kemajemukan […]

  • Truk Terguling di Jembatan Manyabar

    Truk Terguling di Jembatan Manyabar

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu unit truk colt diesel terguling di dek abutmen jembatan Manyabar, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal, Senin (23/1/2016). Truk yang membawa material krikil itu terguling yang diduga akibat tidak ada besi penahan pada bangunan dek, sementara ketinggian badan jalan cukup tinggi sehingga kondisinya curam. Tidak ada korban jiwa di peristiwa itu. Sejumlah […]

  • Bandar Togel Ditangkap

    Bandar Togel Ditangkap

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SERGAI- Tidak punya pekerjaan tetap alias pengangguran membuat Suryadi alias Edi (45) banting stir menjadi bandar toto gelap (Togel) di sekitar tempat tinggalnya. Pria yang sebelumnya bekerja sebagai supir truk ini berdomidili di Gang Sempurna, Kelurahan Melati I, Perbaungan. Profesi sebagai bandar judi togel itu terbongkar setelah seorang juru tulis bernama Dedi Muliadi alias Dedi […]

  • Kecamatan Nagajuang Juara Vaksinasi

    Kecamatan Nagajuang Juara Vaksinasi

    • calendar_month Sabtu, 20 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kecamatan Nagajuang unggul dari kecamatan lain dalam capaian persentase vaksinasi covid-19. Kecamatan ini berhasil mencapai angka 74,25% vaksinasi, berdasar laporan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Mandailing Natal per 18 November 2021. Dalam laporan Satgas itu, Kecamatan Nagajuang hingga kini telah berhasil menyuntikkan vaksin dosis 1 kepada 2.676 orang dari […]

  • Rp520,95 Juta APBD Madina 2026 Habis untuk Nasi Kotak & Snack Disdik

    Rp520,95 Juta APBD Madina 2026 Habis untuk Nasi Kotak & Snack Disdik

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mandailing Natal menganggarkan Rp520.950.000 khusus untuk belanja makanan dan minuman sepanjang 2026. Dana dari APBD itu dipecah ke 12 paket pengadaan dengan nama nyaris seragam nasi kotak, snack rapat, hingga makan prasmanan. Data resmi yang didapat yang diumumkan serentak 1 April 2026 menunjukkan semua paket berlokasi di […]

  • Pemkab Madina Harus Akui Keberadaan Masyarakat Adat

    Pemkab Madina Harus Akui Keberadaan Masyarakat Adat

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Sampai saat ini Mandailing Natal belum memiliki peraturan daerah (perda) tentang pengakuan masyarakat adat. Padahal keberadaan masyarakat adat dapat dibuktikan secara fisik dan historis. Ketiadaan perda ini merupakan hutang pemerintah daerah dan DPRD bagi masyarakatnya sendiri. Koordinator Umum Batang Pungkut Green Conservation (BPGC), Syafruddin Lubis Kamis (17/7/2014) menyatakan BPGC berkepentingan […]

expand_less