Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode

AGROBISNIS PEPAYA RUNDING

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Mei 2019
  • print Cetak

Putra Lubis (kiri) di kebun pepaya miliknya. Iskandar Hasibuan jurnalis (kanan)

Agrobisnis itu menjanjikan. Bisa bikin kaya. Jadi bos, alias memiliki karyawan, alias pengusaha di sektor pertanian.

Kaum milenial pedesaan harus mengarah ke agrobisnis. Bukan menunggu lowongan kerja yang maha sulit itu. Yang bikin putus asa itu.

Semua bisa. Yang sarjana. Yang tamat SMA. Atau tamatan SMP atau SD. Bahkan yang tak tamat SD pun. Mari ber-agrobisnis.

Kuncinya bukan modal uang. Tetapi kepercayaan diri, tekun, menjaga komitmen kepada relasi dan mengerti pasar. Setelah itu baru uang.

Seperti Putra Lubis. Yang masih muda. Yang milenial. Warga Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal.

Putra Lubis yang masih relatif muda. Usianya sekitar 30-an tahun. Saat ini dia mulai meraih sukses di perkebunan komoditi pepaya. Varietas Calina IPB.

Pria beranak satu ini, memulai budidaya pepaya ini sekitar setahun lalu. Di lahan kering. Lahan keluarga. Sekira 0,5 km dari pemukiman Desa Runding.

Luas lahan yang dikelolanya sekitar 2 hektar. Semuanya pepaya, plus kacang tanah tumpang sarinya.

Awalnya dia menanam seluas 1 hektar. Sekitar setahun lalu. Yang saat ini dalam rentang panen.

Kemudian, sekitar 4 bulan lalu menambah 1 hektar lagi. Yang saat ini sedang memulai tahap berbuah. Disebut buah pertama.

Selain menguasai tehnik budidaya pepaya, dia juga melakukan penjajakan pasar pepaya. Karena usaha di sektor agrobisnis harus menguasai sifat tanaman sejak dari bibit hingga akhir panen, hama, penyakit, kultur tanah. Juga harus mengerti kehendak pasar.

Pepaya yang diproduksi Putra Lubis ini dipasarkan di kawasan kota Medan. Dia menjalin hubungan bisnis dengan saudagar dari Sibolga, yang saban panen akan datang langsung ke lokasi ini membeli pepaya Putra Lubis.

Harga pepaya saat ini sekitar 3.000 rupiah per kg. Itu harga timbang di lokasi perkebunan Putra Lubis. Harga pepaya fluktuasinya relatif tidak instan.

Produksi pepaya berdasar hitung-hitungan Putra : dalam 1 hektar mampu menghasilkan 3 ton per minggu.

Dapat dibayangkan berapa omset yang diperoleh jika harga 3.000 rupiah x 3.000 kg per minggu. Petani mampu menghasilkan sekitar 9 juta rupiah per 7 hari. Atau lebih 1 juta rupiah per hari.

Modal usaha juga sebenarnya relatif terjangkau. Berdasar hitungannya, secara umum biayanya sekitar 20.000 perbatang. Itu biaya mulai dari tahap pembibitan hingga umur pepaya menjelang panen raya. Atau selama sekitar 7 bulan.

Setelah 7 bulan, biaya yang dibutuhkan sudah relatif sedikit,. Hanya biaya perawatan. Seperti pemupukan, penyiangan lahan dan perantingan.

Untuk mengatasi pembiayaan, Putra Lubis melakukan tumpang sari. Tanaman kacang tanah itu ditanam di antara barisan pepaya. Hasil panen kacang tanah ini dapat membantu pembiayaan perawatan pepaya.

Pepaya pada umumnya mulai memproduksi mutik di usia 1,5 bulan. Itu disebut buah pertama. Tetapi untuk panen raya akan dimulai sejak usia 7-8 bulan sejak tanaman pepaya di tanam. Sedangkan rentang masa panen biasanya berkisar 2 tahun.

Usaha ogrobisnis Putra Lubis ini, telah juga menyedot lapangan kerja bagi penduduk setempat. Sebab, mengelola perkebunan itu membutuhkan tenaga harian untuk penyiangan gulma, pemupukan dan perantingan pelepah pokok pepaya.

Putra Lubis mewakili syarat kepercayaan diri itu. Juga memiliki daya juang. Daya tarung di dunia bisnis.

Dulunya Putra Lubis menggeluti tanaman melon, di lokasi lain. Kawasan sawah. Di sekitar desa itu.

Tahap pertama melon itu mamapu menghasilkan keuntungan yang sangat baik kepada Putra Lubis, karena produksinya bagus. Namun, penanaman tahap kedua justru hancur. Buah melon mengalami pembusukan massal. Merugi.

Akhirnya dia beralih ke pepaya. Juga di lokasi sawah. Tetapi tak berhasil akibat kondisi tanah yang relatif basah. Pepaya tak berhasil berproduksi. Merugi lagi.

Dia tak patah semangat. Selanjutnya, berbekal sedikit pengalaman pertama itu, dia meyakinkan diri untuk membuka di lahan kering. Di lokasi yang sekarang.

Hingga kini sukses.

Sukses membangun relasi dengan saudagar dari Sibolga, yang membawa pepaya itu ke pasaran kota Medan.

Menurutnya, kendala utama budidaya pepaya ini adalah hama kera. Sebab kera sangat menyukai daun muda pepaya. Oleh karenanya, kebun pepaya harus dijaga selalu dari serangan rombongan kera. Karena kebetulan lahan kering sekarang ini berada di pinggir hutan, habitat kera.

 

Pemkab Madina
Harus Mendukung

Dalam berbudidaya pepaya ini, sebenarnya Putra Lubis hanya berguru pada Google, mempelajari sifat, penyakit dan hama pepaya. Termasuk juga membuka jaringan pasar.

Dia tidak memiliki pengetahuan yang dalam tentang pepaya. Oleh karena itu Dinas Pertanian Madina seharusnya datang membawa ilmu pepaya yang konprehensif kepada Putra Lubis.

Sebab, Putra Lubis merupakan seorang yang patut didukung penuh oleh pemerintah karena telah mampu menerobos satu usaha agrobisnis yang menyerap tenaga kerja.

Karena, Putra Lubis merupakan sosok yang harus dijaga karena bisa memberikan contoh bagi masyarakat luas. Bahwa usaha di sektor agrobisnis jauh lebih hebat dan mensejahterakan dibanding melamar pekerjaan di tengah sulitnya lapangan kerja bagi milenal di Mandailing Natal.

 

Potensi Bumdes

Gerak dan kemauan keras di sektor agrobisnis yang dilakoni Putra Lubis ini pun sejatinya menjadi inspirasi bagi pemerintah Desa Runding. Juga bagi pemerintah desa di Kecamatan Panyabungan Barat.

Sebab, hal yang demikianlah seharusnya salah satu bidang usaha yang harus dimasuki oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Di era Dana Desa sekarang ini.

Kemampuan membaca peluang agrobisnis dan pasaran bagi produk perkebunan yang dikuasai Putra Lubis ini sejatinya bisa diandalkan pemerintahp-pemerintahan desa di kecamatan itu untuk mengkaji ulang orientasi Bumdes mereka.

Pemerintah desa harus melihat peluang itu dari pengalaman yang dilalui Putra Lubis di sektor agrobisnis. (Dahlan Batubara)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa Disiapkan Hadapi UN

    Siswa Disiapkan Hadapi UN

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah Siswa SLTA yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebanyak 6.673 orang, terdiri dari 4.622 murid SMA/Aliyah. 2051 murid SMK. UN akan dilaksanakan secara serentak mulai 15 hingga 19 April mendatang. Sejauh ini pihak Dinas Pendidikan Madina mengaku sudah melakukan pembinaan terhadap para murid menghadapi UN […]

  • Pungli di Madina Harus Disikat Habis

    Pungli di Madina Harus Disikat Habis

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pungli di Kabupaten Mandailing Natal juga harus disikat habis, seperti yang dikampanyekan Presiden Jokowi, karena pungli adalah penyakit yang bikin malu. “Pungli diperkirakan sudah merajalela di semua lini, semua sektor,” ungkap Partaonan Siregar, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Rabu (19/10/2016).  Di sektor infrastruktur, pungli (pungutan liar) telah menjadi rahasia umum. Para […]

  • Baru 72 Ribu Jiwa Masyarakat Terekam e-KTP

    Baru 72 Ribu Jiwa Masyarakat Terekam e-KTP

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, (MO) – Terhitung 1 Oktober 2012 lalu, masih 72.000 jiwa masyarakat Kabupaten Padang Lawas (Palas) terekam kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Sesuai targetnya Kemendagri, harus terekam 155.000 jiwa dengan batas akhir Oktober mendatang. Demikian kata Kabid Kependudukan, Disdukcapil Kabupaten Palas, Darwin Lubis usai rapat koordinasi di Kantor Bupati Rabu (3/10) lalu. Pihaknya hingga saat […]

  • Siporngas

    Siporngas

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    CARITO on pe ba tarsarupo juo do on dohot carito ni Jaolah i, tai soni juo mantong, inda binoto carito on na betul do sanga na inda, arana na i karang-karang do on songon i mambaenna laos painte-inte potang ari. So hum tagi antong na manulis carito on, upabaenkonma sacangkir kopi paet tu donganku, oni […]

  • Umat Islam di Kanada Utara Berpuasa 19 Jam

    Umat Islam di Kanada Utara Berpuasa 19 Jam

    • calendar_month Kamis, 17 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      EDMONTON (Mandailing Online) – Sebagian besar umat Muslim di dunia telah menjalankan ibadah puasa pada Kamis (17/5/2018). Meski berawal serentak di tanggal yang sama, lama berpuasa berbeda-beda bagi setiap wilayah. Indonesia cukup beruntung dengan waktu berpuasa selama 13 jam. Di wilayah lain, waktu berpuasa bisa mencapai 19 bahkan 20 jam, termasuk di Kanada bagian […]

  • HUT ke-17, DPC Gerindra Madina Santuni Yatim

    HUT ke-17, DPC Gerindra Madina Santuni Yatim

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, diisi dengan penyantunan anak yatim, Kamis (6/2/2025). Kegiatan HUT berlangsung di sekretariat DPC Partai Gerindra Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Panggorengan, Panyabungan. Seluruh anak yatim di kawasan Gunungtua raya memperoleh santunan yang diserahkan Ketua DPC Partai […]

expand_less