Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Lahirnya Generasi Stres

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
  • print Cetak


MEDAN :Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, ketidaktahuan orang tua dalam

mendidik anak sering menyebabkan lahirnya “generasi stres”.

“Karena melupakan hak anak, tanpa sadar kita melahirkan `generasi stres`,” katanya dalam seminar “Anakku Masa

Depanku” yang diselenggarakan Blessing Community dan Dinas Pendidikan Kota Medan di di Medan, Sabtu 27 November

2010.

Sebenarnya, kata dia, mendidik anak tidak terlalu sulit jika memahami cara yang baik baik dan menyadari bahwa

keturunan merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Namun sayangnya, sebagian orang tua jusru menunjukkan perasaan sayang dengan cara yang kurang tepat, sehingga

kontraproduktif dan menimbulkan akibat yang kurang baik bagi perkembangan anak.

Ia mencontohkan kewajiban anak untuk belajar tetapi tidak diimbangi porsi waktu bermain yang sesuai, sehingga

menyebabkan anak menjadi jenuh dan stress dengan kondisi yang ada.

“Di sekolah dituntut belajar, lalu ditanyai PR (pekerjaan rumah). Di rumah juga ditanyai PR lagi, akhirnya mereka

stres,” katanya.

Arist Merdeka mengatakan, dalam UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak (PA) setidaknya ada empat hak anak yang harus

diperhatikan agar generasi penerus dapat berkembangan sesuai dengan yang diharapkan.

Hak pertama adalah hak hidup dengan mendapatkan identitas yang jelas, kebebasan beribadah sesuai dengan agama yang

dianut, mendapatkan layanan kesehatan yang baik dan memiliki status kewarganegaraan.

Untuk merealisasikan hak itu, setiap anak harus dididik dan dilayani dengan benar serta diberikan akta kelahiran

agar mudah mendapatkan berbagai layanan dalam ketatanegaraan.

“Karena itu, pemerintah harus memudahkan setiap pengurusan akta kelahiran anak, bahkan harus gratis. Kalau tidak,

berarti melanggar HAM anak,” katanya.

Kemudian, hak bertumbuh kembang dengan baik dengan memiliki pembagian waktu yang sesuai antara belajar, istirahat,

bermain dan bergaul dengan manusia di sekelilingnya.

“Anak yang tidak diberi waktu untuk bermain juga pelanggaran HAM,” kata Arist Merdeka Sirait.

Selain itu, kata dia, untuk menciptkan generasi yang bermental sehat, seorang anak harus memiliki hak partisipasi,

baik untuk menyampaikan saran mau pun diperhatikan pendapatnya.

“Jangan mentang-mentang masih kecil, seorang anak tidak dihargai pendapatnya. Itu dapat membuatnya stres,” katanya.

Sedangkan hak terakhir adalah mendapatkan perlindungan seluas-luasnya dari berbagai kegiatan yang dapat mengganggu

perkembangan anak seperti eksploitasi untuk kepentingan ekonomi dan seksual, penelantaran serta tindak kekerasan

dan penganiyaan.

Sementara itu, Pimpinan Blessing Community Rajamin Sirait mengatakan, pendidikan anak sangat dibutuhkan bagi

kalangan orang tua karena anak merupakan harapan di masa tua.

“Anak adalah `investasi` untuk masa depan,” katanya.

Menurut Rajamin, cukup banyak orang tua yang kurang menyadari bahwa anak adalah “harta” yang sangat berharga dan

harus dibina sejak dini agar menjadi generasi penerus yang mampu memenuhi harapan.

Hal itu dapat dilihat dari banyaknya kejadian yang cukup membuat prihatian mulai dari kekerasan dan penganiyaan

terhadap anak, pelecehan seksual hingga eksploitasi dalam ekonomi seperti diikutsertakan mengemis di jalanan.

Padahal sebagai generasi penerus, anak harus mendapatkan hak yang baik, khususnya pendidikan. “Bahkan, seorang anak

harus sudah mendapatkan pendidikan yang baik mulai dari dalam kandungan,” kata Ketua Pemuda Mitra Kamtibmas (PMK)

Sumut tersebut.

Ia mengatakan, pendidikan dan perlakuan yang baik harus diberikan kepada semua anak sejak dini, tanpa melihat

golongan dan status sosial kemasyarakatan.

Jika tidak, maka anak tersebut diperkirakan akan menjadi generasi yang tidak dapat memenuhi harapan orang tua.

“Kalau tidak dididik, 15 hingga 20 tahun lagi dia akan menjadi masalah,” kata Rajamin Sirait.

Pemberian pendidikan secara merata itu juga perlu dilakukan karena kerusakan generasi muda tidak melihat golongan

dan status sosial kemasyarakatan.

“Jangan kira anak orang kaya tidak banyak yang bermasalah. Kurangnya pendidikan juga menimbulkan masalah bagi

mereka, tetapi kurang kelihatan karena berlimpah materi,” kata Rajamin.(an)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangkap Plt Bupati Tapteng

    Tangkap Plt Bupati Tapteng

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Puluhan massa dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Utara (IMM Sumut) melakukan aksi di depan markas Polda Sumut, Senin (2/1/2015) siang. Dalam aksinya, massa menuntut agar Kapolda Sumut, Irjend Pol Eko Hadi Sutedjo untuk segera menahan Plt Bupati Tapteng, Sukran Jamilan Tanjung. "Kedatangan kami meminta agar polisi segera menangkap Plt […]

  • Atika Sebut Menyantuni Yatim Anjuran Agama

    Atika Sebut Menyantuni Yatim Anjuran Agama

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon Wakil Bupati Mandailing Natal (Mdina) nomor urut 2, Atika Azmi Utammi Nasution kembali memberikan santunan kepada 59 anak yatim dan piatu di Kecamatan Panyabungan Selatan, Madina. Kali ini anak yatim dan piatu yang menerima santunan dari Wakil Bupati Madina yang sedang cuti ini berada di empat desa, yakni 14 anak […]

  • Berikan Jam Komandan, Dandim 0212/Tapsel Tekankan Netralitas TNI

    Berikan Jam Komandan, Dandim 0212/Tapsel Tekankan Netralitas TNI

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Padang Sidempuan ( Mandailing Online ) – Komandan Kodim 0212/Tapsel Letkol Inf Amrizal Nasution memberikan Jam Komandan kepada seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta ibu-ibu Persit di Aula Daulay Simorangkir Makodim Jln. Imam Bonjol Kec. Padang Sidempuan Selatan Kota Padang Sidempuan, Jum’at (01/09/2023 Jam komandan merupakan forum komunikasi sekaligus bentuk kepedulian seorang Komandan […]

  • Menghitung Energi Sahata di 100 Hari Pertama

    Menghitung Energi Sahata di 100 Hari Pertama

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Ludfan Nasution* Memang, pertempuran 1-100 harinya belum mulai. Baru persiapan. Baru sosialisasi, pra aktualisasi. Justru karena itu, coba kita hitung-hitung berapa besar energi Sahata dan segenap timnya. Jangan sampai energi itu malah menyublim (menguap) ketika “perang” kian memanas. Sahata selaku pasangan bupati dan wakil bupati Madina (Mandailing Natal) 2025-2030 adalah satu paket […]

  • DPRD Simalungun Setujui 12 Ranperda

    DPRD Simalungun Setujui 12 Ranperda

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN : DPRD Simalungun melalui fraksi-fraksi, menyetujui usulan 12 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) untuk dijadikan Peraturan Daerah (Perda), serta memberikan rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Simalungun tahun 2010, Senin 15 Agustus 2011. Ini ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama tentang Ranperda menjadi Perda antara Pemkab dan DPRD Simalungun. Penandatanganan tersebut langsung dilakukan Bupati Simalungun, […]

  • Bentrok, Anggota OKP Kena Tikam

    Bentrok, Anggota OKP Kena Tikam

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    8 Luka-luka, 3 Kritis BINJAI- Bentrok dua kubu Organisasi Kepemudaan (OKP) yang sama terjadi di Kota Binjai, Minggu (3/4) sekitar pukul 10.30 WIB. Akibat kejadian ini, delapan orang luka-luka dan tiga diantaranya kritis. Dari delapan orang yang luka-luka, lima diantaranya kelompok OKP yang diserang yakni, Usman, Syamsul, Joni, Martin Bangun, dan Syahrijal. Sementara, tiga orang […]

expand_less