Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Kasus Kekeringan Sawah, Tak Mampu Sekolahkan Anak Hingga Pindah Kampung

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 13 Feb 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Kasus kekeringan ribuan hektar tanaman padi di 6 desa Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina) ternyata sudah berlangsung lama.

Petani selama ini hanya pasrah berapapun pendapatan dari sawah harus diterima. Banyak petani berupaya tidak tergantung pada irigasi yang dibangun pemerintah di era tahun 90-an itu, melainkan berupaya mencari aliran tradisional meski sangat sulit dan kadang bernasib baik.

Di saat sekarang ini dimana musim kemarau melanda, kekeringan itu kembali muncul. Banyak lahan sawah tidak teraliri air meski setetes.

Kepala Desa Barigin Jaya, Abbas Siregar, Rabu (12/2/2014) mengatakan sejak pembangunan proyek irigasi Aek Batang Gadis pada tahun 1990 yang lalu, enam desa ini sudah selalu dilanda kekeringan.

Kehadiran irigasi itu justru menyebabkan banyak sawah yang kekurangan air. Padahal sebelum irigasi Batang Gadis ada desa-desa itu cukup mendapat air dari irigasi-irigasi tradisional.

“Dan sejak adanya kekeringan di desa kami banyak warga beralih pekerjaan dari petani ke berternak, disababkan susahnya mencari air di desa kami, bahkan beberapa keluarga banyak yang pindah domisili ke desa lain,” ungkapnya.

“Kemudian sejak tahun 1990 banyak anak- anak yang tidak bersekolah lagi di karenakan orang tua tidak mampu membiayai uang sekolah, karena mata pencaharian di enam desa hanya bertani,” ujar Abbas.

Disamping itu juga masyarakat dari enam desa sudah melaporkan peristiwa kekeringan ke pemerintah yakni ke Dinas Pertanian dan Plt Bupati Madina, namun hingga sampai saat ini belum ada tanggapan yang di berikan oleh pemerintah.

“Kondisi ini membuat para petani resah. Selain hujan tak kunjung turun, bantuan dan solusi dari pemerintah pun tak juga tiba. Akhirnya, para petani hanya beraktivitas membersihkan rumput yang tumbuh di sela tanaman padinya,” katanya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hore, Tiket KA ke Kualanamu Turun Harga

    Hore, Tiket KA ke Kualanamu Turun Harga

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Pelayanan angkutan darat jenis kereta api yang ada di Bandara Kualanamu atau Airport Raillink Service (ARS) menurunkan harga tiketnya. General Manager PT Railink, Agus mengatakan, mulai 1 Mei akan menurunkan harga, Kualanamu-Medan Rp 60.000 Sedangkan Medan-Kualanamu  tetap Rp 80.000. “Kini waktu tempuh lebih cepat 30 menit Medan-Kualanamu, 45 Menit Kualanamu-Medan,” katanya di Stasiun […]

  • Padi Nuklir Masuki Masa Panen

    Padi Nuklir Masuki Masa Panen

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Program pengembangan tanaman padi nuklir memasuki tahap panen di Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina). Program ini merupakan hasil rekayasa Litbangyasa Iptek Nuklir Bidang Pertanian dan Peternakan yang dilaksanakan di Sumut bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perternakan Madina. Varietas yang di panen adalah Inpari Sineduk. Plt.Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, Senin […]

  • Karyawati BRI Mati Dibunuh

    Karyawati BRI Mati Dibunuh

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Karyawati Bank BRI Syariah Medan, Wahyuni Simangunsong (26), ditemukan tewas dalam kondisi tangan terikat, mulut dilakban di Pangururan, Kabupaten Samosir, Selasa (02/08/2011). Jenazahnya sempat dikirim ke Rumah Sakit Umum (RSU) Djasamen Saragih, Pematang Siantar, dalam status tidak dikenali atau Mrs X. Menurut adik kandung korban, Ridho, jenazah korban akhirnya dikenali pihak keluarga setelah foto […]

  • Ini Dia Daerah-daerah yang Dilarang Rekrut CPNS

    Ini Dia Daerah-daerah yang Dilarang Rekrut CPNS

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sebanyak 244 kabupaten/kota yang tersebar di 27 provinsi bakalan gigit jari. Sebab, pemerintah tidak akan memberikan kuota formasi CPNS baru karena belanja pegawai daerah itu di atas 50 persen di APBD. “Ada 27 provinsi yang memiliki kabupaten/kota dengan belanja pegawai di atas 50 persen. Sebanyak 13 provinsi belanja pegawainya di atas 20 persen,” […]

  • Meski Sempat Diprotes Warga, Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Tetap Beroperasi. Polisi Seolah Takberkutik

    Meski Sempat Diprotes Warga, Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Tetap Beroperasi. Polisi Seolah Takberkutik

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kotanopan ( Mandailing Online ): Aneh Polisi seolah tidak mau tau dengan aktifitas tambang emas ilegal yang beroperasi di wilayah hukum Polsek Kotanopan, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Meski lokasi aktifitas tidak jauh dari Kantor Polsek, pelaku tambang dengan leluasa melakukan aktifitasnya. Seolah tidak ada fungsi Kepolisian setampat. Sore ini warga setempat […]

  • Dengan Dana 3,5 M Untuk Pengamanan, Bupati Berharap Pilkades di Madina Aman

    Dengan Dana 3,5 M Untuk Pengamanan, Bupati Berharap Pilkades di Madina Aman

    • calendar_month Jumat, 28 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) dengan anggaran 3,5 miliar, Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution meminta kepada penegak hukum untuk membantu berjalannya pilkades dengan aman. ” saya ucapkan terima kasih atas kesedian TNI/Polri untuk mengamankan pilkades,” kata Sukhairi pada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution, Kapolres Madina HM Reza […]

expand_less