Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Pajak Sawit, Pusat Menikmati, Daerah Merana

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
  • print Cetak

Atika dalam pertemuan Komisi XI DPR-RI dengan pemerintah daerah se-Sumatera Utara di Medan, Senin (15/11/2021).

Lokasi perkebunan sawit itu berada di daerah. Tetapi justru pemerintah pusat yang selama ini menikmati uangnya. Yaitu pemasukan dari perkebunan-perkebunan sawit itu.

Jenis pemasukan itu termasuk dari Bea Keluar (BK) dan Pungutan Eskpor (PE). Nilainya sangat besar.

Daerah? Hanya menerima dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur, seperti kerusakan jalan dan jembatan akibat pengangkutan CPO. Tingginya potensi erosi serta juga resiko pencemaran udara, tanah dan air akibat ancaman karhutla, limbah padat B3 serta limbah cair.

Meski ini dirasa tidak adil, tentunya dibutuhkan kacamata kearifan, terutama dari sisi kacamata otonomi daerah.

Oleh karena itu, sangat cerdas yang disampaikan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution.

Atika meminta pemerintah pusat memprioritaskan Dana Bagi Hasil (DBH) pajak sawit untuk dari daerah dalam rumusan Rancangan Undang-Undang tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) yang saat ini sedang digodok pemerintah dengan DPR RI.

Atika menyebut bahwa salah satu faktor rusaknya jalan adalah aktivitas pengangkutan hasil turunan sawit berupa angkuran CPO.

“Jalan yang bagus merupakan salah satu bentuk pelayanan yang baik terhadap publik. Maka dari itu, DBH sawit kita minta lebih diprioritaskan untuk perbaikan jalan di wilayah penghasil sawit,” katanya.

Itu disampaikan Atika dalam pertemuan Komisi XI DPR-RI dengan pemerintah daerah se-Sumatera Utara di Medan, Senin (15/11/2021).

Pertemuan itu sebagai upaya Komisi XI DPR-RI memperoleh masukan dari pemerintah daerah untuk bahan ril dalam perumusan RUU HKPD.

Permintaan Atika ini sejalan dengan permintaan yang telah diajukan para kepala daerah penghasil sawit pada tahun 2020.

Gubernur Riau, Syamsuar termasuk yang paling terdepan memperjuangkan DBH sawit.

Syamsuar menyatakan DBH sawit untuk daerah merupakan kemustian agar daerah mampu melaksanakan kebijakan lebih detail memperbaiki dampak-dampak kerusakan di daerah yang ditimbullkan turunan sawit.

Pada 12 Januari 2020 sekitar 18 kepala daerah penghasil sawit melakukan pertemuan di Pekanbaru, Riau, merumuskan narasi DBH pajak sawit untuk daerah.

Para perwakilan gubernur mengusulkan pembagian dana bagi hasil kelapa sawit daerah dan pusat itu berkisar antara 30% berbanding 70% atau 35% berbanding 65%.

Di pertemuan Riau itu, Syamsuar menyebutkan bahwa di UU Nomor 33 tahun 2004 hanya mencantumkan DBH Pajak dan Migas, sementara DBH sawit belum masuk.

Gus Irawan dari Komisi XI DPR-RI dalam pertemuan dengan pemerintah daerah se-Sumatera Utara di Medan, Senin (15/11/2021).

Oleh karena itu, Atika menyatakan bahwa Pemkab Madina menyambut baik RUU HKPD.

“RUU ini kita harapkan menjadi jembatan pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik sehingga cita-cita pembangunan bisa tercapai,” katanya.

Atika mencuatkan beberapa poin di hadapan Komisi XI DPR RI.

Poin pertama, pemeliharaan jalan provinsi dan nasional yang bukan bagian dari tanggung jawab pemkab. Kondisi jalan saat ini adalah alarm alami bagi pemerintah.

Kedua, HKPD perlu merevisi korelasi pencapaian dan kewenangan yang bersinggungan langsung dengan DAK Pendidikan.

Ketiga, DAU yang diterima Pemkab Madina pada tahun 2021-2022 fluktuatif akibat pandemi Covid-19.

Kemudian, kapasitas fiskal Madina hanya 26,85% untuk pembangunan dari PAD. Termasuk kategori rendah. Meski kabupaten di Sumatera Utara masih tergolong rendah, tapi ada beberapa kota yang masuk kategori tinggi. Kesenjangan ini bertolak belakang dengan semangat otonomi daerah dan cenderung menghambat kemandirian fiskal.

Pemkab Madina berharap adanya HKPD ini bisa memberikan angin segar dalam penerimaan dan pengelolaan anggaran sehingga visi-misi pemerintah daerah tidak terhambat.

“Saya yakin setiap pemerintah berkeinginan menyejahterakan rakyatnya. Pun dengan Pemkab Madina,” katanya. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • APBD Madina 1,5 Triliun, Dibahas Dalam Waktu Singkat

    APBD Madina 1,5 Triliun, Dibahas Dalam Waktu Singkat

    • calendar_month Rabu, 6 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para anggota DPRD Madina yang mensahkan APBD Tahun anggaran 2016 bukan saja bertanggungjawab kepada rakyat, tetapi juga bertanggungjawab kepada Allah SWT jika pembahasan Rancangan APBD itu memiliki unsur kesengajaan tak dibahas secara serius. Pada Selasa (5/1) DPRD mensahkan APBD Mandailing Natal (Madina) sebesar Rp. 1.505.647.106.422. Pembahasan dilakukan hanya sekitar 5 hari […]

  • UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

    UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

    • calendar_month Selasa, 3 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alghif Aruni Nur Rukman, S.P Mahasiswa Magister Sains Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor   Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah bagaimana kita bisa keluar dari sebutan negara berkembang menjadi negara yang dapat sejajar dengan negara maju. Persoalan ini menjadipentingkarenapotensi Indonesia menjadi negara majumasihterbukaluas, sehingga Indonesia perlumempertahankanpotensi yang adasekaligus juga […]

  • Perkeman e-KTP di Madina Masih 51 Persen

    Perkeman e-KTP di Madina Masih 51 Persen

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Realisasi capaian perekaman e-KTP di Madina masih sekitar 51,02 % atau 170.542 orang. Agar seluruh penduduk usia ber-KTP memperoleh KTP elektronik, Pemkab Madina sudah memperpanjang jadwal perekaman hingga 30 April 2012. Kadis Kependudukan Catpil Sonnakertrans Muhammad Jamil, S.sos bersama Kabid Catpil Ibrahim Lubis kepada Mandailing Online, diruang kerjanya Senin (13/2) mengungkapkan, jumlah […]

  • Silangitkoi Pengejawantahan Green Economy

    Silangitkoi Pengejawantahan Green Economy

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Silangitkoi merupakan pengejawantahan dari green economy seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada pertemuan Group of Twenty (G20) beberapa waktu lalu. Hal itu disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara (Sumut) H. Ivan Iskandar saat berkunjung ke Silangitkoi Hutasiantar, Panyabungan, Jumat (4/2). “Saya melihat apa yang dilakukan oleh owner […]

  • Pendapatan Angkutan Pedesaan Turun 75 Persen

    Pendapatan Angkutan Pedesaan Turun 75 Persen

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Penurunan pendapatan angkutan pedesaan menurun sekitar 75 persen dalam 3 pekan terakhir. Itu diungkap Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Mandailing Natal, Palit Nasution menjawab Mandailing Online di Panyabungan, Selasa (7/4/2020). “Kondisi itu sudah sekitar 3 pekan,” ujar Palit. Menurutnya, faktor penurunan itu akibat penurunan perekonomian masyarakat dampak pendemi Corona dan […]

  • Jalan Simpang Pagur Mulai Di Perbaiki

    Jalan Simpang Pagur Mulai Di Perbaiki

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jalan simpang Pagur – Pagur sekitar 800 meter mulai dikerjakan oleh kontraktor. Jalan ini rnecananya akan diaspal hotmix oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal.(hol/mo)

expand_less