Minggu, 7 Jun 2026
light_mode

Dor! Perampok Emas Rp1 Miliar Roboh

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Feb 2012
  • print Cetak

Senjata Api Rakitan dan Lima Peluru Diamankan

PALUTA- Sedikitnya lima polisi terlibat kejar-kejaran dengan tiga perampok emas senilai Rp1 miliar, di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Pasar Gunung Tua, tepatnya di Simpang Hajoran. Bak dalam film laga, seorang perampok berusaha mencabut senjata api dari pinggangnya. Beruntung, polisi sigap. or! Timah panas lebih dulu meluncur ke kaki kiri perampok tadi. Bruukk… perampok itu pun roboh.
Adalah Kumala Sari Ritonga alias Fala (32) yang mendapat ‘hadiah’ peluru tersebut. Saat pengejaran, warga Desa Bintais, Kecamatan Dolok Sigompulon ini, paling ngotot melakukan perlawanan. Sedangkan dua temannya, Mahyudin Hasibuan (35), warga Pasar Matanggor, Kecamatan Batang Onang, Paluta, dan Iwan Nasuton (37) warga Sukarame, Ranto, Kabupaten Labuhan Batu, hanya mengikuti Fala.
“Mereka diringkus saat melintas di Simpang Hajoran menuju Sibuhuan, Palas, Minggu (19/2) sekira pukul 20.30 WIB. Bersama komplotan ini juga diamankan satu senjata api rakitan, lima butir peluru, dan satu unit sepedamotor tanpa nomor polisi,” terang Kapolsek Padang Bolak AKP JW Sijabat didampingi Kanit Reskrim Polsek Padang Bolak, Ipda Dodi Pratama, Selasa (21/2)
Kapolsek menambahkan, ketiga pelaku dikenakan pasal 365 melakukan modus pencurian dengan kekerasan dan diancam kurungan sembilan tahun penjara.
Ditambahkan Kapolsek, berdasarkan pengakuan para tersangka, selama menjadi buron mereka hidup berpindah-pindah dan berpencar di beberapa kota dan kabupaten di Sumatera Utara (Sumut) hingga akhirnya tertangkap saat hendak ke Sibuhuan.
“Hidup kami berpindah-pindah dan berpencar di berbagai kota dan kabupaten di Sumut,” sebut Kapolsek menirukan ucapan para tersangka.
Lebih lanjut Kapolsek menerangkan, selain ketiganya dan satu tersangka yang telah tertangkap sebelumnya, masih ada dua buronan lagi, yakni Udin Nasution dan Somad Siregar. “Kami akan terus mengejar kedua tersangka lainnya yang saat ini masih dalam proses lidik dari tim yang telah dibentuk,” pungkas Kapolsek.
Untuk diketahui, kawanan perampok tersebut sempat diburon selama dua bulan. Mereka masuk daftar pencarian orang atas perampokan terhadap pengusaha emas Thoib Mulia Daulay (30) di Jalan Lintas Batang Pane, tepatnya perbatasan antara Kecamatan Padang Bolak, Paluta dengan Huristak, Palas, pada Selasa (10/1) lalu.
Sebelumnya, perampok bersenpi beraksi. Seorang pengusaha emas dirampok di Jalan Lintas Batang Pane, tepatnya perbatasan antara Kecamatan Padang Bolak, Paluta dengan Huristak, Palas. Emas seberat empat kilogram dan uang ratusan juta rupiah, dibawa kabur kawanan rampok. Bila dikalkulasikan, total kerugian yang dialami korban mencapai Rp1 miliar.
Informasi dihimpun METRO dari Polsek Padang Bolak, Kamis (12/1), menyebutkan, korban, Thoib Mulia Daulay (30) dan Khoirul Nasution (30) berencana pulang ke rumahnya dengan mengendarai sepedamotor, usai berjualan emas di Pekan Batang Pane III, Kecamatan Padang Bolak, Paluta, Selasa (10/1). Sekira pukul 12.30 WIB, keduanya tiba di Jalan Lintas Batang Pane. Di sana, keduanya dicegat empat pria. Lalu, empat pura-pura itu pura-pura minta tolong kepada korban. “Mereka bilang sepedamotornya rusak. Kami pun turun untuk membantu. Eh, tak berselang lama, mereka malah mengancam kami sambil menodongkan pistol dan bilang; serahkan tas kalian!” terang korban, Thoib Mulia Daulay.
Tak hanya itu, lanjut Thion, para pelaku yang masing-masing menggunakan helm juga memukuli ia dan rekannya, kemudian merampas tas berisi emas dan uang yang ditotal mencapai satu miliar rupiah. Saat itu, ia sempat melakukan perlawanan namun tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya.
“Keempat pelaku semuanya menggunakan helm. Tiga dari mereka berusaha merampas tas dari Bang Thoib. Satu lagi menodongkan pistol,” tambah Khoirul sembari mengaku tidak dapat meminta bantuan. Sebab, lokasi sepi dan jauh dari pemukiman warga.
“Kami baru bisa melapor ke kantor polisi pada sore hari, setelah kejadian,” singkatnya.
Satu Tersangka Diciduk
Selang beberapa jam dari aksi perampokan tersebut, polisi berhasil menciduk salah satu tersangka perampokan. Adalah Andre Gunawan Saragih (22), yang berhasil diringkus jajaran Polsek Padang Bolak.
Andre yang bekerja sebagai penjaga tambak di Belawan ini, diringkus, Rabu (11/1) dini hari sekira pukul 03.00 WIB di sekitar kejadian, tepatnya di belakang rumah warga. Ia tertangkap saat polisi melakukan penyisiran selama sehari penuh yang dipimpin Kapolsek Padang Bolak AKP Jw Sijabat bersama Kanit Reskrim Iptu Dodi Pratama.
“Ketika akan ditangkap, tersangka mencoba mengelabui petugas. Namun, dengan sigap petugas langsung meringkusnya. Dari penangkapan tersangka tersebut, petugas berhasil mengidentifikasi ketiga tersangka lainnya yang kini masih dalam perburuan,” terang AKP Jw Sijabat didampingi Iptu Dodi Pratama.
Menurut Kapolsek, dari pengakuan tersangka Andre, ia mendapatkan informasi tentang rencana perampokan dari Somad yang merupakan warga Batang Pane II. “Dari tangan Andre, petugas berhasil menyita sebagian hasil rampokan, yakni Rp28 juta dan satu kg emas siap jual,” pungkas Kapolsek. (thg.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Keluhkan Pendangkalan dan Sampah di Sungai Aek Mata Panyabungan

    Warga Keluhkan Pendangkalan dan Sampah di Sungai Aek Mata Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ):   Selain terjadinya pendangkalan disungai aek mata yang berada di jantung kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, tumpukan sampah di sungai membuat warga yang bermukim di daerah itu khawatirkan akan banjir. Sungai aek mata memang kerap meluap ke pemukiman penduduk sehingga mengakibatkan banjir ketika hujan deras turun. Dari penuturan Irwan salah seorang warga […]

  • Bahaya Mercuri Limbah Galundung

    Bahaya Mercuri Limbah Galundung

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN (Mandaling Online) – Bahaya mercuri dari limbah gelondong batu emas (Galundung) sangat luar biasa terhadap manusia. Pemerintah Mandailing Natal harus melakukan langkah-langkah cepat terhadap unit-unit gelondong batu emas di kawasan pemukiman. “Lingkungan yang terkontaminasi oleh merkuri dapat membahayakan kehidupan manusia karena adanya rantai makanan. Merkuri terakumulasi dalam mikro-organisme yang hidup di air sungai dan […]

  • DPRD Akan Tangani Kasus BOS

    DPRD Akan Tangani Kasus BOS

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Sekretaris Komisi 1 DPRD Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan mengungkapkan pihaknya akan memanggil para kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK, manager BOS, Kepala Dinas Pendidikan dan jajarannya. Pemanggilan itu terkait mencuatnya kasus-kasus penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah-sekolah di Madina. “Paling lambat akhir bulan Juli 2012 ini Pimpinan DPRD akan memanggil […]

  • Meski Sempat Diprotes Warga, Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Tetap Beroperasi. Polisi Seolah Takberkutik

    Meski Sempat Diprotes Warga, Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Tetap Beroperasi. Polisi Seolah Takberkutik

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kotanopan ( Mandailing Online ): Aneh Polisi seolah tidak mau tau dengan aktifitas tambang emas ilegal yang beroperasi di wilayah hukum Polsek Kotanopan, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Meski lokasi aktifitas tidak jauh dari Kantor Polsek, pelaku tambang dengan leluasa melakukan aktifitasnya. Seolah tidak ada fungsi Kepolisian setampat. Sore ini warga setempat […]

  • Kejaksaan Stabat tetapkan 4 tersangka korupsi BLH

    Kejaksaan Stabat tetapkan 4 tersangka korupsi BLH

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    LANGKAT – Kejaksaan Negeri Stabat menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang merugikan negara sekitar Rp 500 juta. “Benar sudah empat yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Stabat Jhon Leonardo Hutagalung di Stabat, hari […]

  • Tak Ada Rambin, Warga Bergelayut di Tali Kawat

    Tak Ada Rambin, Warga Bergelayut di Tali Kawat

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Tak ada jembatan, tak ada rambin alias titi gantung, warga terpaksa bergelayut di kawat menyeberangi sungai agar sampai ke areal persawahannya. Itu terjadi di Desa Muara Siambak Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal. Selama ini, warga sangat mengharapkan pembangunan titi gantung, tetapi belum pernah terealisasi. Warga terpaksa memasang kawat di atas sungai Batang […]

expand_less