Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Hutan Lindung Madina Bakal Direvisi 50.000 Ha

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 22 Sep 2012
  • print Cetak

Sorikmarapi 220912PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seluas 50.000 hektare hutan lindung di Mandailing Natal (Madina) bakal dirubah statusnya menjadi hutan desa. Perubahan ini merupakan kebijakan Kementerian Kehutanan RI atas inisiatif Bupati Madina, Hidayat Batubara.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Maraondak Harahap kepada wartawan, pekan lalu mengatakan saat ini draf revisinya sedang diproses di Kemenhut melalui Direktorat Jenderal Planology, di Bogor.

Luas 50.000 hektar ini merupakan pengembalian sebagian kawasan Madina yang tercaplok oleh SK Menhut Nomor 44 Tahun 2005.

SK 44 adalah Surat Keputusan Menteri Kahutanan Nomor 44/ Menhut – II/ 2005 tentang Penunjukan kawasn Hutan di Wilayah Sumatra Utara. SK 44 ini menetapkan wilayah Kabupaten Madina seluas 411.451 Ha atau 62 % menjadi hutan lindung, terbatas dan produksi terbatas dari total luas wilayah Madina yang sekitar 662.070 Ha.

Sebelumnya, bulan Juli lalu Bupati Madina Hidayat Batubara mengajukan revisi hutan lindung di Madina kepada Kemenhut.. Dan atas usulan itu Madina ditawarkan pelepasan kawasan hutan lindung menjadi hutan desa seluas 23 ribu hektare. Namun mengingat ada 120 desa di Madina yang dimasuki kawasan hutan lindung maka Pemkab Madina kembali mengusulkan untuk penambahan, sehingga Kementerian Kehutanan setuju usul 50.000 hektar.

Maraondak menyatakan, saat ini dia sudah bolak balik ke Jakarta dalam mengikuti proses revisi itu. “Saat ini pada proses delinasi (pemetaan) di Dirjen Planology. Kita hanya menunggu proses waktu. Gambarannya akan direalisasikan pada akhir tahun ini,” kata Maraondak.

Ia menambahkan, selama ini 120 desa di Madina masuk ke dalam kawasan hutan baik yang dikelola masyarakat, bahkan pertapakan rumah warga juga masuk ke kawasan hutan, sehingga ini yang menjadi keluhan masyarakat setiap waktu.

“Kita setiap waktu menerima keluhan masyarakat atas letak kebun yang sudah ia tanami karena berada di kawasan hutan yang artinya tidak bisa digunakan sebagai hak milik,” sambungnya.

Untuk itu, Maraondak mengimbau seluruh masyarakat agar sama-sama turut berdoa agar pemerintah pusat menerima usulan revisi yang disampaikan itu. “Kalau diterima maka kita akan memperoleh sekitar 50 ribu hektare untuk dijadikan sebagai hutan desa dan masyarakat bisa nyaman atas tanah dan kebun masing-masing,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Madina Hidayat Batubara pada bulan Juli lalu mengatakan akan mengajukan ke Kemenhut agar merevisi kawasan hutan di Madina. Dan atas usulan itu Madina ditawarkan pelepasan kawasan hutan menjadi hutan desa seluas 23 ribu hektare. Namun mengingat ada 120 desa di Madina yang dimasuki kawasan hutan lindung maka Pemkab Madina kembali mengusulkan untuk penambahan.

”Kita berharap doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Madina sebab ini demi kesejahteraan masyarakat dan kenyamanan dalam menjalankan usahanya khusus bagi pekebun,” sebut Hidayat.

Menanggapi itu, salah seorang warga Batang natal, Suaib, mengatakan sangat mendukung program pemkab Madina untuk mengajukan revisi kawasan hutan, sebab dijelaskan Suaib, rumahnya sendiri masih termasuk ke dalam kawasan hutan lindung.

“Bayangkan saja, rumah kami saja termasuk kawasan hutan, belum lagi kebun-kebun milik warga yang sudah diusahai sejak ratusan lalu sebelum merdeka. Kan aneh apabila tidak dilakukan revisi,” sebutnya, Hal serupa juga disampaikan seorang warga Roburan Kecamatan Panyabungan Selatan bermarga Nasution. Menurutnya, masalah ini sudah lama disampaikan kepada Pemkab Madina tetapi tidak pernah ada tanggapan positif.

Apabila apa yang disampaikan Bupati Madina Hidayat Batubara itu benar, maka warga mengaku akan sangat berterima kasih. “Kalau memang berhasil dilepaskan dan dikeluarkan (pertapakan rumah dan kebun) dari kawasan hutan, kami sangat berterima kasih. Sebab, selama ini kami sudah sering sampaikan persoalan ini ke Pemkab Madina tetapi tidak pernah ditanggapi,” pungkasnya. (mt)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SBY: Tak Rp1 Pun Baju Saya Pakai Uang Negara

    SBY: Tak Rp1 Pun Baju Saya Pakai Uang Negara

    • calendar_month Jumat, 8 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Presiden menegaskan pentingnya penghematan anggaran negara di semua lembaga negara. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya merespons berbagai kritik belakangan ini tentang pemborosan anggaran negara, khususnya yang menyangkut perjalanan dinas. Dia menegaskan pentingnya penghematan, tak cuma di kalangan pemerintah tapi juga di lembaga-lembaga negara lainnya. “Saya mendengar kritik dan juga usulan dari beberapa kalangan masyarakat agar […]

  • DCS Dapil 5 PPP Madina

    DCS Dapil 5 PPP Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari PPP Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

  • Pengajian Orbit Undang Mualaf asal Belanda

    Pengajian Orbit Undang Mualaf asal Belanda

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA  – Pengajian Orbit kedatangan tamu istimewa. Tamu itu adalah Malika Feer, mualaf asal Belanda. Feer akan berbagi pengalaman tentang bagaimana ia memutuskan untuk memeluk Islam. Dalam pesan singkat yang diterima ROL, Kamis (15/1), pengajian bersama Malika Feer akan berlangung, Kamis (15/1) malam, pukul 19.30 WIB di Jalan Margasatwa Raya 27, Jakarta Selatan. Kelompok pengajian […]

  • Kemerdekaan RI Atas Ijtihad Para Ulama, Dan Ulama Bersatu Untuk Prabowo

    Kemerdekaan RI Atas Ijtihad Para Ulama, Dan Ulama Bersatu Untuk Prabowo

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Front Ulama Kabupaten Mandailing Natal, KH Abdul Baits Nasution, Lc. MA negara Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan bulan puasa Ramadhan. Kemerdekaan itu menurut KH Abdul Baits berkat perjuangan rakyat dan jihad para ulama. “Dan dengan niat ikhlas mereka, maka diperolehlah kemerdekaan. Karena itulah, kita jangan sampai lupa […]

  • USU Tentukan Ranking CPNS

    USU Tentukan Ranking CPNS

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, – Kepala Humas Univeristas Sumatera Utara (USU) Bisru Hafi SSos Msi mengatakan pihaknya ikut menentukan ranking peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang menjadi mitra kerjanya. Ranking ini akan ditembuskan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) sehingga bila BKD daerah mengubahnya akan ketahuan. ”Semua berkas lembaran jawaban ini akan dinilai tim yang terdiri dari […]

  • Resiliensi: Meneguhkan Langkah Bangsa

    Resiliensi: Meneguhkan Langkah Bangsa

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Azhar Nasution Setiap bangsa yang besar selalu melalui ujian sejarah yang tidak ringan. Indonesia, misalnya, pernah mengalami masa penjajahan panjang, krisis ekonomi, hingga berbagai gejolak sosial. Namun, yang membuat bangsa ini tetap berdiri tegak adalah resiliensi yaitu kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari kesulitan. Makna resiliensi dalam kehidupan bangsa bukan hanya soal bertahan […]

expand_less