Minggu, 26 Apr 2026
light_mode

Petani Blitar Lahirkan Padi Raksasa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Mar 2018
  • print Cetak

Seorang pria berdiri di antara rumpunan padi raksasa

BLITAR (Mandailing Online) – Padi setinggi hampir dua meter yang ditanam warga Blitar jadi fenomena. Banyak orang datang ke rumah Mohammad Diaudin Aridowi (24).

Udin, sapaan akrab Diaudin Aridowi, adalah warga Dusun Bebekan Desa Combong Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang menanam padi itu.

Selain penasaran, mereka juga ingin mencoba menanam padi varietas baru yang diberi nama PIM1 itu. Menanam padi jenis ini selain lebih menguntungkan, rasanya juga enak. Apakah PIM1?

“PIM itu kepanjangan dari Petani Indonesia Menggugat,” jelas Udin kepada detikcom di rumahnya, Minggu (25/3/2018).

Pencipta varietas padi ini, tambah Udin, ingin petani Indonesia lebih makmur. Karena banyak regulasi di bidang pertanian yang dinilai menghambat peningkatan kesejahteraan petani.

“Bibit padi ini sengaja tidak disertifikasi. Padahal dari balai benih pernah menawar Rp 600 juta, tapi ditolak. Sampai Rp 1 miliar juga tetap ditolak,” ungkap Udin.

Kalau disertifikasi, lanjut Udin, dikhawatirkan bibit PIM1 jadi mahal. Padahal tujuan penciptaan varietas ini agar petani bisa meraup keuntungan lebih.

Adalah sosok Boing Kristiawan, petugas penyuluh lapangan (PPL) yang ikut melakukan uji coba padi PIM1. Boing membenarkan semua cerita yang disampaikan Udin.

“PIM1 itu hasil riset sejak 2002 – 2012. Kemudian 2012 – 2014 mulai ditanam di greenhouse. Tahun 2015 mulai ditanam oleh petani. Bagi saya yang juga petani, produktivitas dan rasa adalah 2 hal yang menjadi visi,” tulisnya dalam pesan di WhatsApp, Senin (26/3/2018).

Walaupun uji coba PIM1 telah berhasil panen dan rasa padinya enak, Boing menyatakan uji coba ini belum selesai. “Belum selesai, prosesnya masih panjang. Ini saya juga mulai uji coba PIM2 dan PIM3. Risetnya lama dan dengan dana swadaya murni, menurut Anda, apakah sesuatu yang logis?” jelas Boing.

Memang, proses uji coba sebuah varietas padi baru sangat lama. Juga butuh biaya tak sedikit. Karena itu, tim memanfaatkan alat seadanya. Misalnya untuk memisahkan DNA, tim menggunakan cara manual.

Padi PIM1 ditanam Udin awal Januari 2018. Pekan lalu, padi dipanen. Hasilnya menggembirakan, 2 kali lipat dibanding varietas lain. Berasnya juga pulen.

Sumber : Detik com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Pendidikan Sekuler Gagal, Bullying Jadi Tradisi

    Ketika Pendidikan Sekuler Gagal, Bullying Jadi Tradisi

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nesty Laila Sari Siswa korban perundungan atau bullying di Tangerang Selatan, MH (13), meninggal dunia setelah sepekan dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia) Informasi meninggalnya korban bullying itu dibenarkan oleh kuasa hukum keluarga, Alvian Adji Nugroho. “Pada pukul enam pagi, keluarga yang ada di rumah mendapat kabar dari paman korban yang […]

  • Reinventing Government: Saatnya Pemkab Madina Menjadi Motor Kebangkitan Ekonomi Daerah

    Reinventing Government: Saatnya Pemkab Madina Menjadi Motor Kebangkitan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Irwan Daulay Pemerhati Pembangunan Daerah Ekonomi nasional tengah mengalami kelesuan yang serius. Dalam situasi seperti ini, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) harus lebih sigap membaca kondisi perekonomian warganya, kelesuan ekonomi harus segera diantisipasi. Solusi tercepat tidak sekedar menunggu uluran tangan dari pemerintah pusat, melainkan dengan menciptakan produktivitas dan ekspansi pasar baru di tingkat lokal […]

  • Pemkab Madina Pastikan Kedatangan Jokowi

    Pemkab Madina Pastikan Kedatangan Jokowi

    • calendar_month Kamis, 16 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika tak aral melintang, Presiden Jokowi dipastikan tiba di Mandailing Natal (Madina) pada tanggal 24 Maret 2017. Dan dijadwal menginap 1 malam di pondok Pesantren Musthofawiyah Purba Baru. Demikian rilis Bagian Humas Pemkab Madina, Rabu yang dilansir di laman facebook Humas Setdakab Mandailing Natal. Kepastian kunjungan presiden itu berdasar hasil pertemuan […]

  • Madina Persiapkan MTQ Tingkat Kabupaten

    Madina Persiapkan MTQ Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIV tingkat kabupaten. Berlangsung dari 21 hingga 24 Februari 2025, dan menjadi bagian dari peringatan HUT ke-26 Madina serta persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Madina, Bahrudin Juliadi, mengatakan bahwa MTQ merupakan agenda tahunan untuk menanamkan nilai-nilai […]

  • Pusuk Ni Otang Juga Didatangkan Dari Pasaman

    Pusuk Ni Otang Juga Didatangkan Dari Pasaman

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pusuk ni otang atau lebih populer sebutan pangkat yang memasuki paar-pasar di Mandailing Natal (Madina) pada Ramdhan ini selain didatangkan dari hutan-hutan lokal, juga dari Pasaman, Sumatera Barat. Amrijal (35) salah satu pedagang pangkat musiman, Jum’at (26/7/2013) mengungkapkan, bahan baku pangkat yang dijualanya berasal dari Panti, Kabupaten Pasaman, Sumbar dan sebagiannya […]

  • Menerapkan Akuntansi Secara Sederhana di Rumah Tangga

    Menerapkan Akuntansi Secara Sederhana di Rumah Tangga

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Erwin Romeino   Akuntansi merupakan disiplin ilmu yang dapat diterapkan di berbagai bidang. Karena penerapannya erat kaitannya dengan pengelolaan keuangan, akuntansi tidak hanya dapat diterapkan untuk dunia bisnis, perusahaan-perusahaan besar maupun bisnis kecil dan UMKM, tetapi juga bisa diterapkan untuk rumah tangga atau kehidupan sehari-hari. Seorang ibu rumah tangga bisa menjadi akuntan rumahan […]

expand_less