Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Petani Blitar Lahirkan Padi Raksasa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Mar 2018
  • print Cetak

Seorang pria berdiri di antara rumpunan padi raksasa

BLITAR (Mandailing Online) – Padi setinggi hampir dua meter yang ditanam warga Blitar jadi fenomena. Banyak orang datang ke rumah Mohammad Diaudin Aridowi (24).

Udin, sapaan akrab Diaudin Aridowi, adalah warga Dusun Bebekan Desa Combong Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang menanam padi itu.

Selain penasaran, mereka juga ingin mencoba menanam padi varietas baru yang diberi nama PIM1 itu. Menanam padi jenis ini selain lebih menguntungkan, rasanya juga enak. Apakah PIM1?

“PIM itu kepanjangan dari Petani Indonesia Menggugat,” jelas Udin kepada detikcom di rumahnya, Minggu (25/3/2018).

Pencipta varietas padi ini, tambah Udin, ingin petani Indonesia lebih makmur. Karena banyak regulasi di bidang pertanian yang dinilai menghambat peningkatan kesejahteraan petani.

“Bibit padi ini sengaja tidak disertifikasi. Padahal dari balai benih pernah menawar Rp 600 juta, tapi ditolak. Sampai Rp 1 miliar juga tetap ditolak,” ungkap Udin.

Kalau disertifikasi, lanjut Udin, dikhawatirkan bibit PIM1 jadi mahal. Padahal tujuan penciptaan varietas ini agar petani bisa meraup keuntungan lebih.

Adalah sosok Boing Kristiawan, petugas penyuluh lapangan (PPL) yang ikut melakukan uji coba padi PIM1. Boing membenarkan semua cerita yang disampaikan Udin.

“PIM1 itu hasil riset sejak 2002 – 2012. Kemudian 2012 – 2014 mulai ditanam di greenhouse. Tahun 2015 mulai ditanam oleh petani. Bagi saya yang juga petani, produktivitas dan rasa adalah 2 hal yang menjadi visi,” tulisnya dalam pesan di WhatsApp, Senin (26/3/2018).

Walaupun uji coba PIM1 telah berhasil panen dan rasa padinya enak, Boing menyatakan uji coba ini belum selesai. “Belum selesai, prosesnya masih panjang. Ini saya juga mulai uji coba PIM2 dan PIM3. Risetnya lama dan dengan dana swadaya murni, menurut Anda, apakah sesuatu yang logis?” jelas Boing.

Memang, proses uji coba sebuah varietas padi baru sangat lama. Juga butuh biaya tak sedikit. Karena itu, tim memanfaatkan alat seadanya. Misalnya untuk memisahkan DNA, tim menggunakan cara manual.

Padi PIM1 ditanam Udin awal Januari 2018. Pekan lalu, padi dipanen. Hasilnya menggembirakan, 2 kali lipat dibanding varietas lain. Berasnya juga pulen.

Sumber : Detik com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Efek Bahaya Melihat Langsung Gerhana Matahari

    Efek Bahaya Melihat Langsung Gerhana Matahari

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masyarakat wajib berhati-hati saat melihat Gerhana Matahari Total (GMT) besok, Rabu 9 Maret 2016. Masyarakat diimbau tidak menggunakan mata telanjang saat melihat gerhana. Sebab efek samping yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi mata. Menurut Dokter Spesialis Mata Bayu Sasangko melihat langsung Gerhana Matahari dapat menimbulkan beberapa efek kerusakan pada mata yang disebut solar eclips retinopathy. Gejalanya, […]

  • Komisi I DPRD Madina Sidak ke SDN 116 Percontohan

    Komisi I DPRD Madina Sidak ke SDN 116 Percontohan

    • calendar_month Rabu, 10 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Madina sidak ke SDN 116 Percontohan Desa Pidoli Lombang, Panyabungan pada Selasa (9/11) kemarin. Sidak ini merupakan tindak lanjut dari masuknya surat Pernyataan Mosi Tidak Percaya kepada Kepala SDN 116 Percontohan Ajawani. Surat yang ditujukan kepada Ketua DPRD Madina dengan tembusan Komisi I itu memuat 7 alasan munculnya […]

  • Pelantikan Pengurus DPC Khusus Ikanas Berlangsung Meriah

    Pelantikan Pengurus DPC Khusus Ikanas Berlangsung Meriah

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Acara Horja Godang Halalbihal dan Pelantikan Pengurus DPC Ikanas (Ikatan Keluarga Nasution) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Dohot Anak Boruna Periode 2022-2026 berlangsung meriah, Kamis (12/5). Kegiatan yang dilangsungkan di Alaman Bolak Aek Lapan ini dihadiri secara langsung oleh Ketua Umum DPP Ikanas Saifullah Nasution, Sekjen DPP Marzuki Nasution, Ketua DPD Ikanas […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (2)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (2)

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Askolani Nasution (Bahan pada Sarasehan Kebudayaan Mandailing, Jakarta, 1 Juni 2013) Beberapa tonggak sastra yang berkembang di kolonial tersebut patut dicatat periode-periode pertumbuhan sastra berikut: 1.Willem Iskander (1840-1876). Ia menulis dalam bahasa Mandailing yang amat imajinatif terutama karena dipengaruhi kemampuannya yang tinggi dalam penguasaan bahasa Melayu. Karya-karyanya dipublikasikan secara luas setelah kematiannya, antara lain: […]

  • Madina Terancam Jadi Kawasan Wisata Seks

    Madina Terancam Jadi Kawasan Wisata Seks

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dikenal sebagai daerah santri, berpotensi menjadi tempat wisata seks menyusul semakin banyaknya PSK, kafe, karaoke yang menyediakan minuman keras dan wanita penghibur. Hal tersebut disampaikan Bendahara GP Ansor Madina, Khairul Andi Nasution di Panyabungan, pekan lalu. “Saya miris melihat Kabupaten Madina ini sekarang. Pasalnya sekarang […]

  • Warga Temukan Mayat di Parit

    Warga Temukan Mayat di Parit

    • calendar_month Minggu, 15 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Warga Jalan Abri Kelurahan Panyabungan II Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) geger atas penemuan mayat di parit, Kamis (12/1) malam. Mayat tersebut diduga korban lakalantas. Ternyata korban bernama Harun (30) warga Desa Manyabar kecamatan Panyabungan yang sudah dua hari tidak pulang ke rumah. Hal itu terungkap salah seorang keluarganya Binuh mendatangi lokasi kejadian […]

expand_less