Senin, 14 Sep 2026
light_mode

MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (5)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
  • print Cetak

oleh : Z. Pangaduan Lubis

Pasukan Belanda Memasuki Mandailing

Pada tanggal 29 November 1833, pasukan Belanda yang melarikan diri dari Rao meninggalkan Limau Manis menuju Desa Tamiang. Pasukan Belanda tiba di Desa Tamiang pada tanggal 02 Desember 1833 dan mereka bertangsi di sebuah mesjid (Radjab, 1964: 297). Selanjutnya pasukan Belanda membangun perbentengan di Singengu untuk menangkis serangan pasukan Paderi kalau mereka datang menyerang dari Rao.

Kemudian pasukan Belanda membuat pula benteng pertahanan di Kotanopan yang tidak jauh letaknya dari Singengu. Demikianlah Belanda pertama kali menjejakkan kakinya di Mandailing setelah melarikan diri dari pengepungan pasukan Paderi di Rao.

Lima bulan kemudian tepatnya bulan Mei 1834, Tuanku Tambusai dan pasukannya dengan dibantu oleh penduduk Rao datang menyerang dan mengepung pasukan Belanda di perbentengan mereka di Singengu dan Kotanopan. Tapi karena pasukan Belanda mendapat bantuan 200 orang serdadu dari Padang akhirnya pasukan Paderi itu meninggalkan Kotanopan.

Pada tahun 1835, seorang kontelir Belanda yang pertama mulai ditempatkan di Mandailing, yaitu Kontelir Bonnet. Pada tanggal 19 April 1835, Kontelir Bonnet mendapat perintah rahasia dari residen Belanda di Padang untuk mengirimkan bantuan kepada pasukan Letnan Beethoven yang ditugaskan untuk menyerang Rao. Kontelir Bonnet menyiapkan 1100 orang Mandailing yang dipersenjatai dan diberangkatkan menuju Rao pada tanggal 26 April 1835.

Beberapa waktu kemudian pasukan Belanda mulai berada kembali di Rao dan berulang-ulang kali terjadi pertempuran antara mereka dengan kaum Paderi. Dan Raja Gadombang dengan pasukannya masih terus bekerja sama dengan pasukan Belanda untuk memerangi pasukan Paderi.

Pada bulan Oktober 1835 pada waktu Raja Gadombang sedang dalam perjalanan dari Lundar ke Sundatar bersama anak buahnya, mereka dihadang oleh pasukan Paderi. Seorang pasukan Paderi berhasil menembak perut Raja Gadombang dan beliau meninggal dunia keesokan harinya.

Empat tahun kemudian (1839) setelah Raja Gadombang meninggal dunia dan dimakamkan di Huta Godang, adik beliau yang bernama Sutan Mangkutur memimpin perlawanan terhadap Belanda yang mulai menguasai Mandailing.

Kurang lebih satu tahun setelah Sutan Mangkutur dan pasukannya memerangi Belanda di Mandailing, dengan tipu muslihat yang dibantu oleh orang yang menghianatinya maka Sutan Mangkutur berhasil ditangkap oleh Belanda di Huta Godang. Beberapa orang raja di Mandailing Julu yang bersimpati kepada Sutan Mangkutur dipaksa Belanda untuk membayar denda berupa emas setelah Sutan Mangkutur berhasil mereka tawan.

Kemudian Sutan Mangkutur bersama tiga orang kahangginya dibuang oleh Belanda ke Pulau Jawa. Sampai sekarang tidak diketahui dimana letak makam Sutan Mangkutur dengan dua orang saudaranya tersbut. Satu orang diantaranya Raja Mangatas sempat kembali ke Huta Godang dari Jawa Barat. Tetapi beliau tidak mengetahui dimana makam Sutan Mangkutur dan dua orang saudaranya yang lain. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkominfo: 3.059 Data Tentang Indonesia di Wikileaks

    Menkominfo: 3.059 Data Tentang Indonesia di Wikileaks

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengungkapkan bahwa ada sekitar 3.059 data tentang Indonesia yang dipublikasikan bersama dokumen Amerika Serikat di situs web WikiLeaks. “Ada 3.059 data tentang Indonesia dalam Wikileaks dan saya ditugaskan Menkopolhukam untuk memonitoring hal itu,” kata Tifatul Sembiring usai menghadiri HUT ke-73 Perum ANTARA di Jakarta, Senin. Menurut […]

  • Kejatisu sidik korupsi BNPB Padang Lawas

    Kejatisu sidik korupsi BNPB Padang Lawas

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Penyimpangan dana bantuan bencana daerah yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2010 yang di alokasikan Bandan Nasional Panggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Padang Lawas sudah dilakukan penyidikan yang sebelumnya masih dalam penyelidikan. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) / Humas Kejati Sumut, Marcos Simaremare kepada media, kemarin mengungkapkan, tim penyidik Kejati Sumut menemukan bukti […]

  • Pilih SAHATA, Coblos yang Pakai Jilbab dan Lipstik Agak Merah

    Pilih SAHATA, Coblos yang Pakai Jilbab dan Lipstik Agak Merah

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      HUTABARGOT (Mandailing Online)  – Bagi masyarakat yang ingin memilih pasangan calon Saipullah-Atika (SAHATA), tapi ragu salah coblos saat di bilik suara pada 27 November 2024,  bisa memastikan dengan menusuk foto yang ada perempuan berjilbab dan lipstiknya agak merah. Hal itu disampaikan calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor 2 Atika Azmi Utammi Nasution saat […]

  • KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Ruang Banggar

    KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Ruang Banggar

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta:–Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan segera mengusut proyek pembangunan ruang rapat Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat. Laporan mengenai dugaan korupsi di balik proyek kontroversial itu kini berada di tangan KPK. “Kami segera melakukan penelusuran lebih jauh. Kami serius karena sudah ada laporan,” kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P., di kantornya di Kuningan, Jakarta, Rabu 18 […]

  • Ada pulau Indonesia yang dijual

    Ada pulau Indonesia yang dijual

    • calendar_month Kamis, 6 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA (MO)- Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring tentang adanya situs yang mempublikasikan penjualan dua pulau di Indonesia. Agus menjelaskan, dalam koordinasi nanti akan dibicarakan, apakah pengumuman mengenai penjualan pulau yang ada di situs tersebut sudah masuk ke dalam pelanggaran kasus pidana. “Nanti […]

  • Marpangir Boleh Saja, Asal Niatnya Bagus.

    Marpangir Boleh Saja, Asal Niatnya Bagus.

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Di Kabupaten Mandailing  sebelum memasuki bulan suci Ramadahn ada sebuah tradisi yang sering dilakukan para warga dikawasan itu, yakni Tradisi Marpangir. Para warga beramai-ramai berkunjung ke tempat-tempat pemandian untuk melakukan pembersihan diri dengan menggunakan ramuannya sendiri terdiri terdiri dari Daun pandan,Bunga kenanga,Akar wangi dan Ampas kelapa dan jeruk limau. Atas hal […]

expand_less