Kamis, 20 Agu 2026
light_mode

Khofifah: BKKBN Harus Miliki Manajemen Kependudukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
  • print Cetak


Medan,
Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara harus memiliki manajemen kependudukan dan membahasnya secara komprehensif. Hal ini bertujuan dalam mengantisipasi terjadinya ledakan penduduk di Indonesia.

“Ledakan penduduk tidak bisa dianggap main-main, karena jumlah penduduk sudah tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang ada. Harus ada manajemen kependudukan dan dibahas secara komprehensif,” ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nadhatul Ulama Khofifah Indar Parawansa dalam seminar sehari Analisis Dampak Kependudukan kerjasama BKKBN dengan mitra kerja di Hotel Madani Medan, Senin (25/07/2011).

Selama ini, menurut Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan (PP) itu, belum ada perspektif yang sama mengenai UU Kependudukan. Buktinya, masih banyak penduduk di Indonesia yang berada dibawah kemiskinan, karena kualitas penduduk yang masih rendah.

“Problem besar di Indonesia adalah masih soal kemiskinan, karena memang belum ada perspektif yang sama mengenai UU kependudukan. Instansi terkait, terutama BKKBN harus punya program membangun penduduk yang lebih berkualitas dan penduduk yang berkualitas akan lebih kompetitif,” tuturnya.

Untuk itu lanjutnya, BKKBN perlu mengadvokasi pemerintah daerah dan panitia anggaran DPRD dalam mensukseskan pembangunan penduduk yang lebih berkualitas. Hal itu penting, karena ada kaitannya dengan pencapaian target MdGS Tahun 2015.

”Program MdGS seperti, memberantas kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar, mempromosikan kesetaraan gender, mengurangi jumlah kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV AIDS, penyakit malaria dan penyakit lain, menjamin kelstarian lingkungan dan mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan bisa terwujud apabila penduduk Indonesia memiliki kualitas pengetahuan dan kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, sulit membandingkan BKKBN zaman reformasi dan orde baru. “Kalau dulu, sewaktu saya masih berada di kabinet, dari APBN yang ada, untuk alat kontrasepsi hanya dialokasikan 15 persen dari kebutuhan. Saya sudah ambil posisi bagaimana menutupi 85 persen lagi, makanya harus dilakukan program ketuk pintu dan akhirnya secara bergilir mereka ingin mendapat keyakinan bahwa anggarannya memang tak cukup. Tapi, sekarang saya tidak dengar ada program ketuk pintu itu,” ujarnya.

Dari sisi muslimat, Khofifah memandang, perlu ada sosialisasi mengenai latihan pranikah kepada pasangan yang akan menikah. Tidak hanya dari Kementerian Agama dan lembaga yang berhubungan dengan agama, namun BKKBN juga punya peran penting dalam hal pembangunan keluarga berkualitas. Dia menilai, selama ini latihan pranikah tidak professional, karena masih banyak gugatan cerai yang datang dari isteri kepada suaminya.

“Angka gugatan cerai dari isteri 65 persen keatas dan itu justeru mayoritas dari umat Islam. Hal itu mungkin karena proses adaptasi (latihan pranikah) hanya1hari, bahkan sering tidak dilakukan, sementara umat Kristen proses pranikahnya 60 hari. Kalau gugatan cerai dilakukan perempuan yang perlu dipertanyakan laki-laki bagaimana memperkuat keutuhan keluarganya. Karena gugatan cerai dikarenaka persoalan ekonomi, selingkuh dan dari 13 item yang menyebabkan perceraian adalah perbedaaan afiliasi politik,” katanya.

PBB saja lanjut Khofifah, memiliki struktur dimana salah satu struktur punya staf ahli khusus keluarga. Hal itu karena PBB melihat bahwa keluarga dianggap sangat pentign. BKKBN salah satunya harus fokus pada pembangunan keluarga menuju keluarga berkualitas. “Untuk itu, latihan pranikah perlu dioptimalkan, BKKBN harus kerjasama dengan kemenag,” ujarnya.

Kepala BKKBN Sumatera Utara Nofrijal mengaku, akan terus berupaya mengatasi ledakan penduduk di Sumatera Utara melalui sosialisasi dan penyuluhan program KB kepada pasangan usia subur. Selain itu meningakatan peran pemuda, pemerataan akses pelayanan dan peningkatan kualitas pelayanan. (BS-021)
Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 17 % anggota DPR tak pernah bicara

    17 % anggota DPR tak pernah bicara

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SEMARANG – Masih banyak anggota DPR RI yang belum pernah berkomentar bahkan tidak pernah menyampaikan gagasan dan ide yang sebenarnya menjadi salah satu tugas para wakil rakyat itu sejak dilantik pada 2009. “Jumlahnya sekitar 17 persen anggota DPR tak pernah bicara,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Pramono Anung di Semarang, siang ini. Padahal, menurut […]

  • Resmi Meluncur! SiBUNGO MADINA Siap Optimalkan Pendapatan Daerah Madina

    Resmi Meluncur! SiBUNGO MADINA Siap Optimalkan Pendapatan Daerah Madina

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi meluncurkan Sistem Informasi Pajak Bumi dan Bangunan Online Berbasis Geospasial yang diberi nama “SiBUNGO MADINA”. Peluncuran inovasi digital ini dipimpin langsung oleh Bupati H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution di Aula Kantor Bupati, Panyabungan, Kamis (6/08/2026). Acara launching tersebut dilangsungkan di sela-sela Rapat […]

  • Ketua Umum IMPM Ahmad Husein Nasution: Perjuangan terhadap Kepentingan Masyarakat Harus Diutamakan

    Ketua Umum IMPM Ahmad Husein Nasution: Perjuangan terhadap Kepentingan Masyarakat Harus Diutamakan

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Ketua umum Ikatan Masyarakat Peduli Madina (IMPM) Ahmad Huzein Nasution menyatakan perjuangan organisasi terhadap kepentingan masyarakat merupakan yang utama sehingga memiliki poin-poin tujuan sebagai katalisator terhadap semua kebijakan pemerintah daerah. Demikian disampaikan Ketua umum Ikatan Masyarakat Peduli Madina (IMPM) Ahmad Huzein Nasution kepada Analisa Jumat, (5/11) di Panyabungan sehubungan baru terbentuknya wadah kebersamaan dalam […]

  • Dinkes Madina Cek Kesehatan TKA Tiongkok di PT. SMGP

    Dinkes Madina Cek Kesehatan TKA Tiongkok di PT. SMGP

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Kesehatan Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap TKA asal Tiogkok yang bekerja di PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), Selasa (28/01). Pemeriksaan kesehatan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang saat ini jadi isu internasional. Kepala Dinas Kesehatan Madina, dr Syarifuddin kepada wartawan menyatakan, selain melakukan pemeriksaan, dinas […]

  • Bilal Mayit Akan Disantuni Tahun Depan

    Bilal Mayit Akan Disantuni Tahun Depan

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANTAI BARAT (Mandailing Online) – Bilal mayit di desa-desa akan memperoleh santunan berupa dana insentif dari Pemkab Madina, dimulai tahun 2022. Itu diutarakan Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution, Jum’at (10/12/2021) di sela menyalurkan santunan uang dari pemerintah daerah kepada kenaziran masjid dan anak yatim di kawasan Pantai Barat Mandailing Natal (Madina). Dia menyatakan, selama ini […]

  • Polisi Limpahkan Berkas Penculik 96 Anak

    Polisi Limpahkan Berkas Penculik 96 Anak

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Penyidik Kepolisian Resor Metropolitan (Polrestro) Kepulauan Seribu telah melimpahkan berkas pemeriksaan pelaku penculikan 96 anak di bawah usia, Sartono kepada pihak kejaksaan selaku penuntut umum. “Saat ini, polisi tinggal menunggu keputusan kapan P-21 (berkas dianggap lengkap),” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Senin. Baharudin mengatakan, […]

expand_less