Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Khofifah: BKKBN Harus Miliki Manajemen Kependudukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
  • print Cetak


Medan,
Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara harus memiliki manajemen kependudukan dan membahasnya secara komprehensif. Hal ini bertujuan dalam mengantisipasi terjadinya ledakan penduduk di Indonesia.

“Ledakan penduduk tidak bisa dianggap main-main, karena jumlah penduduk sudah tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang ada. Harus ada manajemen kependudukan dan dibahas secara komprehensif,” ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nadhatul Ulama Khofifah Indar Parawansa dalam seminar sehari Analisis Dampak Kependudukan kerjasama BKKBN dengan mitra kerja di Hotel Madani Medan, Senin (25/07/2011).

Selama ini, menurut Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan (PP) itu, belum ada perspektif yang sama mengenai UU Kependudukan. Buktinya, masih banyak penduduk di Indonesia yang berada dibawah kemiskinan, karena kualitas penduduk yang masih rendah.

“Problem besar di Indonesia adalah masih soal kemiskinan, karena memang belum ada perspektif yang sama mengenai UU kependudukan. Instansi terkait, terutama BKKBN harus punya program membangun penduduk yang lebih berkualitas dan penduduk yang berkualitas akan lebih kompetitif,” tuturnya.

Untuk itu lanjutnya, BKKBN perlu mengadvokasi pemerintah daerah dan panitia anggaran DPRD dalam mensukseskan pembangunan penduduk yang lebih berkualitas. Hal itu penting, karena ada kaitannya dengan pencapaian target MdGS Tahun 2015.

”Program MdGS seperti, memberantas kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar, mempromosikan kesetaraan gender, mengurangi jumlah kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV AIDS, penyakit malaria dan penyakit lain, menjamin kelstarian lingkungan dan mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan bisa terwujud apabila penduduk Indonesia memiliki kualitas pengetahuan dan kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, sulit membandingkan BKKBN zaman reformasi dan orde baru. “Kalau dulu, sewaktu saya masih berada di kabinet, dari APBN yang ada, untuk alat kontrasepsi hanya dialokasikan 15 persen dari kebutuhan. Saya sudah ambil posisi bagaimana menutupi 85 persen lagi, makanya harus dilakukan program ketuk pintu dan akhirnya secara bergilir mereka ingin mendapat keyakinan bahwa anggarannya memang tak cukup. Tapi, sekarang saya tidak dengar ada program ketuk pintu itu,” ujarnya.

Dari sisi muslimat, Khofifah memandang, perlu ada sosialisasi mengenai latihan pranikah kepada pasangan yang akan menikah. Tidak hanya dari Kementerian Agama dan lembaga yang berhubungan dengan agama, namun BKKBN juga punya peran penting dalam hal pembangunan keluarga berkualitas. Dia menilai, selama ini latihan pranikah tidak professional, karena masih banyak gugatan cerai yang datang dari isteri kepada suaminya.

“Angka gugatan cerai dari isteri 65 persen keatas dan itu justeru mayoritas dari umat Islam. Hal itu mungkin karena proses adaptasi (latihan pranikah) hanya1hari, bahkan sering tidak dilakukan, sementara umat Kristen proses pranikahnya 60 hari. Kalau gugatan cerai dilakukan perempuan yang perlu dipertanyakan laki-laki bagaimana memperkuat keutuhan keluarganya. Karena gugatan cerai dikarenaka persoalan ekonomi, selingkuh dan dari 13 item yang menyebabkan perceraian adalah perbedaaan afiliasi politik,” katanya.

PBB saja lanjut Khofifah, memiliki struktur dimana salah satu struktur punya staf ahli khusus keluarga. Hal itu karena PBB melihat bahwa keluarga dianggap sangat pentign. BKKBN salah satunya harus fokus pada pembangunan keluarga menuju keluarga berkualitas. “Untuk itu, latihan pranikah perlu dioptimalkan, BKKBN harus kerjasama dengan kemenag,” ujarnya.

Kepala BKKBN Sumatera Utara Nofrijal mengaku, akan terus berupaya mengatasi ledakan penduduk di Sumatera Utara melalui sosialisasi dan penyuluhan program KB kepada pasangan usia subur. Selain itu meningakatan peran pemuda, pemerataan akses pelayanan dan peningkatan kualitas pelayanan. (BS-021)
Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabid Dikmenum Madina Raker Tingkatkan Mutu Pelajaran SMP-SMK

    Kabid Dikmenum Madina Raker Tingkatkan Mutu Pelajaran SMP-SMK

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seluruh kepala sekolah SMP dan SMK sederjat hadiri rapat kerja untuk meningkatkan mutu pelajaran disekolah untuk menghadapi ijian-ujian yang kan datang pada tahun 2010/ 2011 dan untuk meningkatkan proses belajar mengajar yang lebih baik, mencetak siswa/ siswi yang handal dan propesional untuk menuju masa depan siswa / siswi yang cerah di masa yang akan datang. […]

  • Ratu Inggris lepas Yudhoyono tinggalkan Istana Buckingham

    Ratu Inggris lepas Yudhoyono tinggalkan Istana Buckingham

    • calendar_month Jumat, 2 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    London, (MO) – Ratu Elizabeth II melepas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meninggalkan Istana Buckingham, London, Inggris, pada Jumat pagi waktu setempat atau sore hari di tanah air. Ratu bersama Duke of Edinburke (Pangeran Philips) melepas Presiden dan Ibu Negara di depan pintu Istana. Ratu dalam kesempatan tersebut menggunakan baju hangat panjang warna abu-abu bernotif […]

  • Sekda Sudah Tahu Berita Penembakan, Humas Tunggu Proses Hukum

    Sekda Sudah Tahu Berita Penembakan, Humas Tunggu Proses Hukum

    • calendar_month Jumat, 24 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekretaris Daerah Madina, Safe’i Lubis menyatakan telah mengetahui kasus dugaan penembakan oleh pejabat Dinas Keuangan Madina terhadap warga Desa Hutanamale. Itu dikatakan Syafe,i menjawab wartawan di ruang kerjanya, Kamis (23/2/2017). Hanya saja, dia mengetahuinya dari pemberitaan media massa. Sedangkan laporan resmi sejauh ini belum masuk ke ruang kerjanya sehingga dia belum […]

  • Anggota DPRD Madina Tinjau Pelaksanaan Pilkades, Temukan Kertas Suara Rusak

    Anggota DPRD Madina Tinjau Pelaksanaan Pilkades, Temukan Kertas Suara Rusak

    • calendar_month Rabu, 30 Nov 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

      Panyabungan   Komisi I dan IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memantau pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang di laksanakan serentak, hari ini, Rabu (30/11).   Setelah memantau Pilkades di beberapa TPS, kita melihat antusias Masyarakat untuk memilih Kepala Sangat tinggi,"Sebut Dodi Martua dan Suwandi Komisi I dan Syafri Siregar […]

  • Pondok Santri  di Mustofawiyah Purba Baru Terbakar

    Pondok Santri di Mustofawiyah Purba Baru Terbakar

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Diperkirakan sebanyak 6 pondok santri di kawasan komplek pesantren Musthofawiyah, Purba Baru, Mandailing Natal (Madina) terbakar, Rabu, (1/7). Kebakaran berada di banjar Assuja. Pondok-pondok itu umumnya berbahan kayu dan bambu. Sejauh ini tidak ada korban jiwa maupun korba luka. “Hanya pondok santri saja yang terbakar. Kebetulan santri sedang libur […]

  • Anggota DPRD Madina Dapil I

    Anggota DPRD Madina Dapil I

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    1. Nama lengkap                                                    : H. MHD. DAHLER NASUTION, SP 2. Tempat/Tanggal Lahir/Umur                              : HUTARIMBARU, 03 APRIL […]

expand_less