Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Rancu Pendidikan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Des 2020
  • print Cetak

Oleh : Roy Samsuri Lubis
Editor / tinggal di Madina

Pendidikan secara umum diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, pendidikan adalah upaya-upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti, pikiran, dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak.

Secara gamblang tidak ada kata menambah “Ilmu” (teori-pen) dalam arti pendidikan, melainkan mengembangkan pikiran, yaitu memacu anak-anak berpikir jauh ke depan, menemukan hal-hal baru, atau membaca apa yang ada dengan cara berbeda sehingga keterampilan berpikir terasah. Namun, pada kenyataannya sekolah sebagai unit pendidikan justru fokus pada satu hal; menjejali otak anak-anak dengan segudang teori. Teori-teori ini semakin hari semakin bertambah tanpa satu pun dipikirkan, ditelaah, disimpulkan, dan dikembangkan.

Kapan terakhir Anda temukan anak SMA melakukan kajian sejarah di daerah ini dan bagaimana kesamaannya dengan sejarah Nasional? Atau seperti apa masyarakat Madina dalam kajian sosiologi serta apa latar belakang yang membentuk karakter masyarakat Madina? Kapan terakhir Anda menonton pertunjukan teater anak-anak SMA? Siapa saja di antara kita yang ketika di bangku SMA sering diskusi isi buku sastra yang kita baca? Padahal itu merupakan ornamen penting yang sering diabaikan.

Sekolah secara mengejutkan menjadikan anak-anak sebagai objek penghafal teori dari berbagai bidang ilmu dengan satu kewajiban; berhasil mencapai nilai minimal ketuntasan dari semua disiplin ilmu yang diajarkan. Sedangkan pengambil kebijakan, jika tidak bisa disebut pemangku kepentingan proyek, sibuk menciptakan teori pendidikan (kurikulum) sehingga terkesan bekerja. Teori-teori ini setiap tahun diujicobakan di setiap unit pendidikan. Tak penting berhasil atau tidak selama dokumen kepentingan pencairan dana dapat diisi.

Berkali-kali terjadi perubahan dalam kurikulum sejak KBK diperkenalkan pada tahun 2004 menggantikan CBSA yang melegenda. Sejak saat itu kita mengenal KTSP dan K13 dengan segala bentuk revisi yang seakan tiada pernah selsesai. Kurikulum-kurikulum ini-sepanjang pengamatan saya-dipaksa berlaku meski secara draf belum siap pakai. Sekolah seolah diperkosa para pembuat kebijakan. Pada akhirnya menimbulkan kekacauan di sekolah-sekolah; terlebih yang ada di daerah. Guru-guru banyak yang bingung dalam menerapkan kurikulum yang berubah-ubah ini sedangkan pemerintah terlihat setengah hati memberikan sosialisasi dan pelatihan secara intens.

Dalam beberapa kesempatan, pemerintah kerap menyampaikan bahwa kurikulum yang digunakan merupakan adopsi dari kurikulum negara-negara sahabat yang telah “direvisi” sehingga siap pakai dan sesuai dengan anak-anak kita. Meski pada kenyataannya tidak demikian. Australia, Jepang dan Kanada merupakan negara-negara yang sering menjadi bahan komparsi kebijakan kurikulum itu.

Namun, saat ada yang bertanya kenapa tidak dicoba mengadopsi sistem pendidikan Finlandia yang berkali-kali menjadi nomor satu dalam peringkat pendidikan terbaik, pembuat kebijakan dengan sangat yakin akan menjawab “Kita belum siap”. Anomali

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jika Keracunan itu Akibat Siomai, Mengapa Konsumen di Desa Lain Tak Keracunan?

    Jika Keracunan itu Akibat Siomai, Mengapa Konsumen di Desa Lain Tak Keracunan?

    • calendar_month Jumat, 12 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Peliput : Salman Rais Daulay / Editor : Dahlan Batubara   MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Padil, penjual siomai yang biasa berkeliling di Kecamatan Muara Sipongi mengaku terkejut mendengar ada anak-anak keracunan di Desa Simpang Mandepo. Pria yang  berdomisili di Pasar Muarasipongi itu menjawab Mandailing Online, Jum’at malam (12/5/2017) menyatakan keterkejutannya mendengar keracunan itu disebut-sebut diduga […]

  • PLURALISME DI SUMATERA UTARA

    PLURALISME DI SUMATERA UTARA

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Ahmad Husein Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Keberagaman agama dan Budaya, etnis, suku dan marga yang ada di Sumatera Utara sangat banyak, setiap agama, budaya etnis, suku, agama dan marga bisa hidup rukun antara satu dengan yang lainnya, saling menghargai dan menghormati dalam kehidupan sosial, politik dan kerukunan beragama yang tidak […]

  • Kemewahan gedung DPR “Spa, Kolam Renang di DPR, Buat Apa?”

    Kemewahan gedung DPR “Spa, Kolam Renang di DPR, Buat Apa?”

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pembangunan gedung baru DPR kembali disorot setelah pihak kesekjenan DPR menyatakan bahwa gedung baru tersebut akan dilengkapi oleh ruang rekreasi yang mencakup fasilitas fitness, spa, dan kolam renang. Seluruh sarana relaksasi itu rencananya akan ditempatkan di lantai 36 yang terletak paling atas. Namun ternyata rencana pembangunan fasilitas rekreasi itu belum diketahui oleh sebagian pimpinan DPR. […]

  • 10 Orang Penambang Liar Di Tangkap

    10 Orang Penambang Liar Di Tangkap

    • calendar_month Kamis, 19 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Polres Mandailing Natal bersama Detasemen C Brimob Polda Sumatera Utara Kamis-Jumat (12-13/7/2012) menangkap 10 orang penambang liar tanpa izin (Peti).Penangkapan ini dilakukan pasca terjadinya kerusuhan dan pembakaran Base Camp PT Sorikmas Mining (SM) pada hari sabtu (7/7/2012) yang lalu di wilayah kontrak karya Sork Mas Mining perbukitan Sambung, Kecamatan Naga Juang. Selain warga Madina, pelaku […]

  • Pemadaman berlanjut, PLN bisa digugat

    Pemadaman berlanjut, PLN bisa digugat

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pemadaman listrik selama Ramadhan sudah sangat mengganggu kenyamana warga. Apalagi, listrik padam tak kenal kompromi. Bisa saja siang, sore, bahkan pada saat berbuka puasa, sahur dan shalat tarawih. Pemadaman listrik selalu muncul pertanyaan mengenai tanggung jawab, komitmen dan sensitifitas PLN atau Perusahaan Listrik Negara dalam masalah ini. Padahal deretan peraturan perundang-undangan begitu banyak […]

  • Masyarakat Sambut dengan Gembira Hewan Kurban Ikanas

    Masyarakat Sambut dengan Gembira Hewan Kurban Ikanas

    • calendar_month Minggu, 10 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat beberapa desa menyambut gembira dan haru hewan kurban dari Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) yang disembelih pada Minggu (10/7). Proses penyembelihan ini pun turut disaksikan oleh pengurus DPC Ikanas Khusus Mandailing Natal yang ditunjuk oleh panitia sebagai tim monitoring. Hal ini, kata Ketua Harian DPC Khusus Ikanas Mukhtar Nasution yang memonitor […]

expand_less