Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Rancu Pendidikan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Des 2020
  • print Cetak

Oleh : Roy Samsuri Lubis
Editor / tinggal di Madina

Pendidikan secara umum diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, pendidikan adalah upaya-upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti, pikiran, dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak.

Secara gamblang tidak ada kata menambah “Ilmu” (teori-pen) dalam arti pendidikan, melainkan mengembangkan pikiran, yaitu memacu anak-anak berpikir jauh ke depan, menemukan hal-hal baru, atau membaca apa yang ada dengan cara berbeda sehingga keterampilan berpikir terasah. Namun, pada kenyataannya sekolah sebagai unit pendidikan justru fokus pada satu hal; menjejali otak anak-anak dengan segudang teori. Teori-teori ini semakin hari semakin bertambah tanpa satu pun dipikirkan, ditelaah, disimpulkan, dan dikembangkan.

Kapan terakhir Anda temukan anak SMA melakukan kajian sejarah di daerah ini dan bagaimana kesamaannya dengan sejarah Nasional? Atau seperti apa masyarakat Madina dalam kajian sosiologi serta apa latar belakang yang membentuk karakter masyarakat Madina? Kapan terakhir Anda menonton pertunjukan teater anak-anak SMA? Siapa saja di antara kita yang ketika di bangku SMA sering diskusi isi buku sastra yang kita baca? Padahal itu merupakan ornamen penting yang sering diabaikan.

Sekolah secara mengejutkan menjadikan anak-anak sebagai objek penghafal teori dari berbagai bidang ilmu dengan satu kewajiban; berhasil mencapai nilai minimal ketuntasan dari semua disiplin ilmu yang diajarkan. Sedangkan pengambil kebijakan, jika tidak bisa disebut pemangku kepentingan proyek, sibuk menciptakan teori pendidikan (kurikulum) sehingga terkesan bekerja. Teori-teori ini setiap tahun diujicobakan di setiap unit pendidikan. Tak penting berhasil atau tidak selama dokumen kepentingan pencairan dana dapat diisi.

Berkali-kali terjadi perubahan dalam kurikulum sejak KBK diperkenalkan pada tahun 2004 menggantikan CBSA yang melegenda. Sejak saat itu kita mengenal KTSP dan K13 dengan segala bentuk revisi yang seakan tiada pernah selsesai. Kurikulum-kurikulum ini-sepanjang pengamatan saya-dipaksa berlaku meski secara draf belum siap pakai. Sekolah seolah diperkosa para pembuat kebijakan. Pada akhirnya menimbulkan kekacauan di sekolah-sekolah; terlebih yang ada di daerah. Guru-guru banyak yang bingung dalam menerapkan kurikulum yang berubah-ubah ini sedangkan pemerintah terlihat setengah hati memberikan sosialisasi dan pelatihan secara intens.

Dalam beberapa kesempatan, pemerintah kerap menyampaikan bahwa kurikulum yang digunakan merupakan adopsi dari kurikulum negara-negara sahabat yang telah “direvisi” sehingga siap pakai dan sesuai dengan anak-anak kita. Meski pada kenyataannya tidak demikian. Australia, Jepang dan Kanada merupakan negara-negara yang sering menjadi bahan komparsi kebijakan kurikulum itu.

Namun, saat ada yang bertanya kenapa tidak dicoba mengadopsi sistem pendidikan Finlandia yang berkali-kali menjadi nomor satu dalam peringkat pendidikan terbaik, pembuat kebijakan dengan sangat yakin akan menjawab “Kita belum siap”. Anomali

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabid Pasar Jamin Seluruh Pedagang Tempati Relokasi Pasar Baru Panyabungan

    Kabid Pasar Jamin Seluruh Pedagang Tempati Relokasi Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 3 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Pemkab Mandailing Natal menjamin seluruh pedagang akan ditampung di lokasi relokasi Pasar Baru Panyabungan. Itu dipastikan Kabid Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal, Akhyar Rangkuti menjawab Mandailing Online, kemarin di ruang kerjanya. Dikatakannya, seluruh pedagang, baik yang selama ini di kios, los maupun pedagang yang selama ini menempati pelataran […]

  • Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (2)

    Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (2)

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Para pecandu Lubuk Larangan juga terdapat 2 variasi motivasinya. Motif pertama : ikan yang ditangkap hanya untuk konsumsi keluarganya semata alias tak dijual. Motif kedua : sebagian ikan untuk konsumsi keluarga, sebagian untuk dijual. Harga tiket dua variasi. Untuk orang luar desa lebih mahal dibanding penduduk desa setempat. Di […]

  • Polri: Kasus pers tak bisa langsung ke polisi

    Polri: Kasus pers tak bisa langsung ke polisi

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mabes Polri-Dewan Pers sepakat dan sepaham bahwa seluruh kasus yang berkaitan dengan pers tidak bisa langsung dilaporkan ke polisi. “Ke depannya tak bisa ujug-ujug lagi masyarakat langsung lapor ke polisi. Harus dilaporkan ke Dewan Pers dan menjalankan mekanisme mediasi terlebih dahulu dan hak jawab,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Iskandar Hasan, […]

  • Persiapan Fisik Pasar Eks Bioskop Tapanuli 90 Persen

    Persiapan Fisik Pasar Eks Bioskop Tapanuli 90 Persen

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengerjaan lokasi eks bioskop Tapanuli Panyabungan yang akan dialihfungsikan menjadi pasar sudah sekitar 90 persen. Jalan di sekitar area mulai diaspal, Kamis (19/6). Pengaspalan ini adalah satu dari beberapa item kegiatan yang dilakukan Pemkab Mandailing Natal dalam memenuhi fasilitas lokasi ini sebagai upaya pemindahan pedagang dari jalan keliling Panyabungan. Juga […]

  • Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Taman Pasar lama Panyabungan

    Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Taman Pasar lama Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga menemukan satu mayat pria tanpa identitas berusia dikisaran 40-an tergelatak di taman Pasar Lama Panyabungan, Mandailing Natal sekira pukul 11.00 Wib, Rabu (19/11). Penemuan mayat yang diduga sebagai tidak waras semasa hidupnya ini sempat mengegerkan warga dan anak- anak sekolah yang berhamburan melihat almarhum tergeletak di dalam taman. Hingga saat […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 21)

    MARSIDAO-DAO (episode 21)

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Muli tingon bagas Basiron i, iobarkon ia tu dadaboru nia nangkan poken na ro ma alai mangalao tu Bilah. “Alhamdulillah, bahat ma ita soni nalao tu Bilah. Oi baya, jop doma roangku, jabat tolu bagas kahanggi mandongani ita,” ning dadaboru i. “Imada, syukur ma ita. Harana mur martondi ma […]

expand_less