Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Kenapa Inses Bisa Terjadi Secara Berulang?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd

Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan berita-berita yang menyayat hati. Serasa tidak ada habisnya, di berbagai daerah di negeri kita tercinta ini hampir setiap hari dikabarkan berita hamil karena hubungan inses dan pelecehan seksual yang dilakukan seorang ayah kepada anaknya, seorang paman mencabuli keponakannya, dan masih banyak lagi kasus yang tidak sanggup hati kita melihat berita itu.

Lihat saja berita dari detik.com yang mengabarkan bahwa akibat hubungan inses seorang kakak dengan adiknya yang mengakibatkan adik perempuannya itu hamil. Berita ini berasal dari kota Medan. Dimana seorang pria berinisial R (24) ditangkap bersama adiknya, NH (21), karena ketahuan mengirim paket yang berisi bayi hasil inses atau hubungan sedarah mereka lewat ojek online (Ojol). Motif mereka mengirimkan bayi itu, agar marbot mesjid alamat yang mereka tujukan itu menguburkan bayi tersebut sebab telah meninggal. Tapi naas Ojol malah memeriksa isi paket itu yang mengakibatkan perbuatan mereka menjadi terungkap yang berujung mereka masuk penjara.

Miris sungguh miris. Begitulah akibat jika kita hidup dalam sistem yang menjunjung tinggi kebebasan, sehingga mengakibatkan banyak orang yang hanya peduli kepada pemenuhan nafsu mereka saja tanpa melihat apakah itu diperbolehkan oleh Allah atau tidak. Yang penting mereka senang dan apa yang mereka inginkan tercapai. Ngeri memang pengaruh kapitalisme hari ini memperbudak manusia.

Pengaruh Kapitalisme juga menjunjung tinggi kebebasan berpakaian, terserah manusia mau berpakaian atau tidak dan berpakaian seperti apa asal dia nyaman dan tidak mengganggu orang lain akan dikatakan hal lumrah. Sebab manusia berhak berekspresi atas dirinya sendiri. Walaupun itu melanggar hukum yang telah Allah tetapkan tidak menjadi masalah, karena dalam sistem kapitalisme yang membuat aturan itu adalah manusia bukan Allah. Jadi tak usah heran jika perilaku manusia lebih rendah dari pada binatang. Kemaksiatan juga telah menjadi hal lumrah dan bahkan manusia tidak malu lagi melakukan maksiat karena mereka punya slogan “urus saja urusanmu sendiri tidak usah urus-urusan orang lain”. Begitu rusaknya sistem kapitalisme ini sampai membuat manusia tidak kenal fitrahnya sebagai manusia.

Adapun hukuman bagi para pelaku maksiat juga tidak akan membuat efek jera bagi mereka sehingga kasus yang sama akan terus berulang dan makin hari makin mengerikan perilaku yang mereka lakukan. Begitulah sistem kapitalisme ini, hukumannya sesuai keinginan manusia. Kalau kita banyak uang maka hukumannya lebih ringan dan kalau perilaku itu tidak dilaporkan maka tidak akan diusut.

Sangat berbeda jika kita hidup dalam sistem Islam. Dalam sistem Islam segala lini kehidupan sudah ada aturannya yang telah Allah tetapkan. Seperti aturan berpakaian seorang wanita dan lelaki baligh telah Allah atur batasan aurat yang boleh terlihat ketika bersama mahrom dan non mahrom, aturan pergaulan antara lelaki dan wanita juga telah Allah atur, aturan perzinahan juga telah Allah tetapkan hukuman rajam bagi pelakunya, dll. Sehingga manusia tidak akan mau melanggar aturan yang telah dibuat sebab mereka akan melihat bagaimana hukuman yang akan didapatkan jika melanggar hukum syara’.

Dan jika ada rakyat yang melanggar aturan itu maka pemimpin dalam sistem Islam akan memberikan sanksi yang tegas tanpa melihat siapa yang berbuat dan berapa banyak uangnya sebab yang membuat aturan adalah Allah bukan sesuka hati pemimpin itu, dan masyarakat juga akan mengontrol jika ada tetangga atau saudaranya yang melanggar aturan serta setiap individu akan memiliki kesadaran akan aturan yang telah Allah tetapkan, sebab setiap rakyat akan diberikan pelajaran tentang hukum-hukum syara’ yang mendekatkan mereka kepada Allah. Begitulah indahnya hidup dalam sistem Islam, tidak ada kata individualisme karena rakyat akan sadar bahwa mengingatkan orang lain dalam ketaatan adalah kewajibannya dan setiap individu akan takut melanggar hukum syara’ karena mereka juga akan melihat hukuman yang mereka terima jika melanggar semua aturan itu.

Wallahu’alam Bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika : Varietas Siganteng Harus Dimuliakan Untuk Mendongkrak Penghasilan Petani

    Atika : Varietas Siganteng Harus Dimuliakan Untuk Mendongkrak Penghasilan Petani

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan Sukhairi-Atika akan melakukan pemuliaan bibit padi varietas Siganteng sebagai salah satu upaya nyata meningkatkan intensifikasi persawahan di Mandailing Natal (Madina). Varietas Siganteng adalah varietas yang ditemukan petani bernama Imran (almarhum) di Desa Huraba, Siabu, Madina beberapa tahun lalu. Varietas ini mampu memproduksi 9 hingga 11 ton per Ha. Nyaris menyamai […]

  • Wakil Bupati Madina, saat menerima tuntutan mahasiswa AMBM saat unjuk rasa. Kamis (20/10)

    Atika Jelaskan Soal Kewenangan Pemerintah Daerah dan Tim Investigasi PT SMGP

    • calendar_month Jumat, 21 Okt 2022
    • account_circle Sahrul Ramadhan Harahap
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MANDAILING ONLINE) – Dalam sistem negara ini  Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah masing-masing memiliki kewenangan. Oleh karena itu, persoalan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) tak tepat bertumpu ke Pemerintah Daerah. Proyek PLTP di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), adalah proyek strategis nasional. Kewenangan menutup dan […]

  • Putri Sayak

    Putri Sayak

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      Putri Raja Pulungan Yang Hilang di Lumban Huayan   Dituturkan : Patuan Kumala Pandapotan BGS/Ditulis : Saifuddin Lubis   Lumban Huayan, sekitar 4 Km dari Kelurahan Sayurmatinggi Tapanuli Selatan ke-arah Tano Tombangan pada abad ke-17 lalu adalah sebuah pusat kerajaan yang dipimpin oleh Raja Pulungan. Rajanya terkenal arif dan bijaksana, rakyatnya hidup rukun dan […]

  • Ratusan Kader PP Unjukrasa, Desak Pencabutan Izin PT Sago Nauli

    Ratusan Kader PP Unjukrasa, Desak Pencabutan Izin PT Sago Nauli

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Sekitar 800 kader Pemuda Pancasila (PP) melakukan unjukrasa ke DPRD Mandailing Natal, Senin (10/2/2020) menuntut pencabutan izin PT Sago Nauli. Unjukrasa yang mulai berlangsung pukul 11.50 WIB itu dipenuhi orasi dan pemampangan poster mengungkap catatan catatan buruk perusahaan perkebunan kelapa sawit di Pantai Barat Madina itu dan dugaan tindakan […]

  • Mengeksploitasi Galian C di Kelurahan Sihitang, Excavator PU Diangkut Paksa

    Mengeksploitasi Galian C di Kelurahan Sihitang, Excavator PU Diangkut Paksa

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Satu unit Excavator milik Dinas PU Pemkab Tapsel ‘diangkut paksa’ dari lokasi eksploitasi galian C di Kelurahan Sihitang, Kecamatan Psp Tenggara, Senin (12/9) malam. Uniknya, yang melakukannya LSM LIRa dan diserahkan ke Mapolres Kota Padangsidimpuan. Wali Kota LIRa Psp Edi Ariyanto Hasibuan, kepada METRO, di Sekretariat Kantor LIRa, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (14/9), mengatakan, langkah […]

  • TNI dan Polri Razia Tambang Ilegal di Naga Juang Madina

    TNI dan Polri Razia Tambang Ilegal di Naga Juang Madina

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Prajurit TNI dari Kompi Senapan B Mangga II bekerjasama dengan Polisi Militer (PM) dan Polsek Siabu melakukan razia ke lokasi tambang ilegal di Tor Sihayo Desa Humbang I, Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (24/01/2012). Razia dilakukan akibat maraknya tambang liar yang menjadi pemicu tumbuh suburnya pengoperasian galundung (mesin pemisah emas dari […]

expand_less