Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

Kenapa Inses Bisa Terjadi Secara Berulang?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd

Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan berita-berita yang menyayat hati. Serasa tidak ada habisnya, di berbagai daerah di negeri kita tercinta ini hampir setiap hari dikabarkan berita hamil karena hubungan inses dan pelecehan seksual yang dilakukan seorang ayah kepada anaknya, seorang paman mencabuli keponakannya, dan masih banyak lagi kasus yang tidak sanggup hati kita melihat berita itu.

Lihat saja berita dari detik.com yang mengabarkan bahwa akibat hubungan inses seorang kakak dengan adiknya yang mengakibatkan adik perempuannya itu hamil. Berita ini berasal dari kota Medan. Dimana seorang pria berinisial R (24) ditangkap bersama adiknya, NH (21), karena ketahuan mengirim paket yang berisi bayi hasil inses atau hubungan sedarah mereka lewat ojek online (Ojol). Motif mereka mengirimkan bayi itu, agar marbot mesjid alamat yang mereka tujukan itu menguburkan bayi tersebut sebab telah meninggal. Tapi naas Ojol malah memeriksa isi paket itu yang mengakibatkan perbuatan mereka menjadi terungkap yang berujung mereka masuk penjara.

Miris sungguh miris. Begitulah akibat jika kita hidup dalam sistem yang menjunjung tinggi kebebasan, sehingga mengakibatkan banyak orang yang hanya peduli kepada pemenuhan nafsu mereka saja tanpa melihat apakah itu diperbolehkan oleh Allah atau tidak. Yang penting mereka senang dan apa yang mereka inginkan tercapai. Ngeri memang pengaruh kapitalisme hari ini memperbudak manusia.

Pengaruh Kapitalisme juga menjunjung tinggi kebebasan berpakaian, terserah manusia mau berpakaian atau tidak dan berpakaian seperti apa asal dia nyaman dan tidak mengganggu orang lain akan dikatakan hal lumrah. Sebab manusia berhak berekspresi atas dirinya sendiri. Walaupun itu melanggar hukum yang telah Allah tetapkan tidak menjadi masalah, karena dalam sistem kapitalisme yang membuat aturan itu adalah manusia bukan Allah. Jadi tak usah heran jika perilaku manusia lebih rendah dari pada binatang. Kemaksiatan juga telah menjadi hal lumrah dan bahkan manusia tidak malu lagi melakukan maksiat karena mereka punya slogan “urus saja urusanmu sendiri tidak usah urus-urusan orang lain”. Begitu rusaknya sistem kapitalisme ini sampai membuat manusia tidak kenal fitrahnya sebagai manusia.

Adapun hukuman bagi para pelaku maksiat juga tidak akan membuat efek jera bagi mereka sehingga kasus yang sama akan terus berulang dan makin hari makin mengerikan perilaku yang mereka lakukan. Begitulah sistem kapitalisme ini, hukumannya sesuai keinginan manusia. Kalau kita banyak uang maka hukumannya lebih ringan dan kalau perilaku itu tidak dilaporkan maka tidak akan diusut.

Sangat berbeda jika kita hidup dalam sistem Islam. Dalam sistem Islam segala lini kehidupan sudah ada aturannya yang telah Allah tetapkan. Seperti aturan berpakaian seorang wanita dan lelaki baligh telah Allah atur batasan aurat yang boleh terlihat ketika bersama mahrom dan non mahrom, aturan pergaulan antara lelaki dan wanita juga telah Allah atur, aturan perzinahan juga telah Allah tetapkan hukuman rajam bagi pelakunya, dll. Sehingga manusia tidak akan mau melanggar aturan yang telah dibuat sebab mereka akan melihat bagaimana hukuman yang akan didapatkan jika melanggar hukum syara’.

Dan jika ada rakyat yang melanggar aturan itu maka pemimpin dalam sistem Islam akan memberikan sanksi yang tegas tanpa melihat siapa yang berbuat dan berapa banyak uangnya sebab yang membuat aturan adalah Allah bukan sesuka hati pemimpin itu, dan masyarakat juga akan mengontrol jika ada tetangga atau saudaranya yang melanggar aturan serta setiap individu akan memiliki kesadaran akan aturan yang telah Allah tetapkan, sebab setiap rakyat akan diberikan pelajaran tentang hukum-hukum syara’ yang mendekatkan mereka kepada Allah. Begitulah indahnya hidup dalam sistem Islam, tidak ada kata individualisme karena rakyat akan sadar bahwa mengingatkan orang lain dalam ketaatan adalah kewajibannya dan setiap individu akan takut melanggar hukum syara’ karena mereka juga akan melihat hukuman yang mereka terima jika melanggar semua aturan itu.

Wallahu’alam Bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saparuddin-Miswaruddin Gabungan Ekonom Akademisi

    Saparuddin-Miswaruddin Gabungan Ekonom Akademisi

    • calendar_month Minggu, 6 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan Saparuddin Haji Lubis-Miswaruddin Daulay merupakan pasangan ekonomo dam akademisi, sehingga dinilai cocok memimpin Madina ke depan. Saparuddin Haji telah lama malangmelintang di organisasi ekonomi, mulai dari Ketua HIMPI (Himpunan Penguasaha Muda Indonesia) Madina, dan kini ketua Kadin (Kamar Dagang Industri) Madina. Sedangkan Miswaruddin Daulay telah lama pula sebagai dosen. Gabungan […]

  • Kisah Merapi, Mbah Maridjan, Tutur & Wawan Letusan Merapi bukan sekedar meluluhlantakkan sejumlah kampung di lereng gunung.

    Kisah Merapi, Mbah Maridjan, Tutur & Wawan Letusan Merapi bukan sekedar meluluhlantakkan sejumlah kampung di lereng gunung.

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kinahrejo terlihat lunglai. Desa yang biasanya begitu hijau kini telah layu. Rumah-rumah porak poranda, pohon-tanaman bertumbangan, hewan ternak teronggok tak bernyawa. Sejauh mata memandang, seluruh desa itu bersepuh debu vulkanik. Bangunan masjid terlihat masih berdiri. Di dekatnya, bangunan rumah telah hancur. Di antara puing-puing kayu bangunan itu, sesosok tubuh berhasil ditemukan rombongan tim SAR. Tubuh […]

  • Geliat Batu Akik di Mandailing Julu, Dari Pirus Hingga Extra Jos

    Geliat Batu Akik di Mandailing Julu, Dari Pirus Hingga Extra Jos

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Lokot Husda Lubis Beberapa bulan terakhir, batu akik  menjadi serbuan masyarakat Indonesia, tidak ketinggalan juga masyarakat  Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hampir di setiap kesempatan, mulai dari warung kopi, di kantor, sekolah, di pasar, di tempat musyawarah dan rapat-rapat, batu akik terus menjadi pembicaraan. Keberadaan batu akik yang marak belakangan ini memang membawa […]

  • Nama-nama Caleg Yang Akan Duduk Dari Dapil Madina IV

    Nama-nama Caleg Yang Akan Duduk Dari Dapil Madina IV

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) telah menyelesaikan rekapitulasi perolehan suara partai politik Pemilu 2014, Senin dini hari (22/4/2014). Sebanyak 7 kursi DPRD Madina yang diperebutkan di Daereh Pemilihan IV (Dapil V) meliputi Kecamatan Batahan, Natal, Muara Batang Gadis dan Kecamatan Sinunukan. PKB memperoleh 1 kursi di dapil IV dengan […]

  • Bupati Jenguk Penderita Tumor di Sipolupolu

    Bupati Jenguk Penderita Tumor di Sipolupolu

    • calendar_month Rabu, 23 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution mengunjungi Suhibban (57 Tahun) penderita penyakit tumor di Lingkungan II, Kelurahan Sipolu-polu, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Rabu (23/11/2022). Penyakit yang terus menggerogoti tubuhnya mengakibatkan Suhibbah tidak dapat lagi beraktivitas untuk memenuhi kewajibannya sebagai tulang punggung keluarga. Semenjak 2 bulan belakangan, Suhibban hanya dapat […]

  • Desa Sido Makmur Beri Penghargaan 27 Tokoh Transmigrasi

    Desa Sido Makmur Beri Penghargaan 27 Tokoh Transmigrasi

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINUNUKAN (Mandailing Online) – Warga Desa Sido Makmur Kecamatan Sinunukan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memberikan penghargaan kepada 27 tokoh-tokoh transmigrasi dan warga yang berjasa dalam membangun di desa tersebut. Demikian disampikan Kepala Desa Sido Makmur, Sudarno kepada wartawan, Selasa (23/4/2013) usai memberikan penghargaan. Salah satu yang mendapat penghargaan adalah Abu Hanifah yang berjasa dalam membina […]

expand_less