Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Rivalitas Abdul Haris Nasution vs Zulkifli Lubis (bagian 2 dari 2 tulisan)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Agt 2022
  • print Cetak

Abdul Haris Nasution dan Zulkifli Lubis

Suatu hari, kepala Stasiun Padalarang, yang berada di wilayah Divisi Siliwangi, ditembak PMC. “Maka terpaksa PMC ditindak. Semua badan penyelidik yang beroperasi dibawah markas besar atau kementerian pertahanan di Yogya, berangsur-angsur kena penertiban oleh Divisi saya,” aku Nasution dalam Memenuhi Panggilan Tugas: Kenangan Masa Muda (1989: 217).

Seperti Lubis, Nasution juga tak ketinggalan ikut Republik. Dia memimpin para pemuda dan bekas tentara di Bandung setelah proklamasi 1945. Seperti Lubis pula, pangkatnya dengan cepat jadi kolonel. Waktu Nasution menjadi Panglima Markas Besar Komando Djawa (MBKD) setelah 1948, Lubis, yang ditendang Perdana Menteri Amir Sjafruddin sebagai kepala intel, memimpin badan intelijen di MBKD. Dan sulit baginya membangun intelijen di Kementerian Pertahanan setelah 1948, hingga dia lebih banyak di militer (Angkatan Darat).

Perang Kolonel

Setelah tentara Belanda cabut, Lubis berusaha membangun lagi badan intelijen dengan nama Intelijen Kementerian Pertahanan (IKP) pada 1952. Badan ini tak lama umurnya. Lubis lalu diarahkan oleh Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP) Kolonel Tahi Bonar Simatupang untuk memimpin Biro Informasi Staf Angkatan Perang (BISAP).

Sementara itu, pada awal 1950-an, Nasution sudah menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Dua kali dia mengisi posisi itu. Dalam sejarah Angkatan Darat, dia orang terlama yang menjadi KSAD, sekitar 7 tahun. Semasa Nasution jadi KSAD itulah pertentangan antara Lubis dengan Nasution meruncing.

Sejak akhir era Revolusi, menurut catatan Suhario Padmodiwiryo alias Hario Kecik dalam Memoar Hario Kecik: Autobiografi Seorang Mahasiswa Prajurit (1995), “sudah terjadi ketidakserasian antara TB Simatupang, AH Nasution dan Z Lubis. Ketiga perwira berkedudukan tinggi ini punya pendukung masing-masing” (hlm. 399).

Perseteruan pun berlanjut di Staf Umum Angkatan Darat dan Kementerian Pertahanan era 1950-an.

Rivalitas antara Lubis dengan Nasution tentu diperparah dengan pertentangan para politisi era 1950-an. Lubis jelas berseberangan dengan Nasution dalam Peristiwa 17 Oktober 1952. Lubis berhasil mengintai kelompok Nasution yang hendak membubarkan parlemen—yang berisikan politisi yang dianggap tidak becus urus negara. Lubis, yang kala itu berada di pihak presiden—yang tak ingin parlemen bubar—kasak-kusuk membayangi demonstran yang digerakkan kelompok Nasution.

“Orang-orang saya sempat masuk diantara mereka,” kata Lubis dalam memoarnya (hlm. 61).

Orang-orang Lubis berhasil mengarahkan demonstran dan bikin kecewa kelompok Nasution. Di akhir demontrasi, para demonstran berteriak “Hidup Bung Karno” dan usaha kelompok Nasution untuk membubarkan parlemen pun gagal.

Setelah 17 Oktober 1952 itu, Lubis diangkat menjadi Wakil KSAD. Sementara Nasution tersingkir dari posisi KSAD dan dari 1952 hingga 1955 ia jadi orang sipil yang menyusun banyak buku dan membangun Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI).

Lubis mendampingi Bambang Sugeng sebagai KSAD. Bambang Sugeng hanya jadi KSAD dari 1952 hingga 1955. Lubis pun jadi pejabat KSAD selama hampir dua bulan. Setelahnya Bambang Utoyo pun jadi KSAD untuk empat bulan. Setelahnya Nasution naik lagi jadi KSAD.

Hario Kecik dalam memoarnya menyebut, Perdana Menteri Burhanudin Harahap pernah menunjuk Zulkifli Lubis sebagai KSAD. Tapi karena tak ingin dianggap ambisius, Lubis menolak. Lubis pun mengajukan beberapa nama seperti Gatot Subroto, Simbolon, Sudirman, dan lain-lain (hlm. 407-408).

Waktu Perdana Menteri bertanya, “Mengapa Nasution tidak masuk dalam daftar?” Lubis menjelaskan bahwa dalam Konferensi Yogya, Nasution pernah menyatakan sikap bahwa dirinya akan meninggalkan Angkatan Darat. Namun, Lubis mengatakan, jika Burhanudin Harahap berkenan, nama Nasution akan dimasukkan dalam daftar.

“Sebenarnya, yang menggarap ‘pengusulan Nasution’ ini adalah orang-orang Masyumi. Pada waktu itu disarankan pada Lubis untuk mendatangi Nasution untuk minta keterangan tertulis kesediaan Nasution dicalonkan sebagai KSAD,” tulis Hario Kecik.

Beberapa perwira yang belakangan terlibat PRRI/Permesta tak suka Nasution jadi KSAD lagi. Nasution dua kali menolak ketika Lubis menghampiri. Namun waktu Lubis di Makassar, Nasution mengatakan kepada media bahwa dirinya mau jadi KSAD.

Di awal-awal Nasution jadi KSAD lagi itu, seperti diakuinya dalam Memenuhi Panggilan Tugas: Masa Pancaroba Kedua (1984), ia berusaha menjaga hubungan dengan Lubis. Waktu Lubis naik haji bersama istrinya, Nasution ikut mengantar dan menjemput ke bandara Kemayoran (hlm. 20-23). Tapi apa yang terjadi kemudian adalah cerita soal rivalitas mereka.

“Sudah jadi pembicaraan umum, bahwa KSAD [Nasution] dan WKSAD [Lubis] tidak bersatu. Bung Hatta pun pernah menyebut gekibbel (cekcok terus menerus) antara kami berdua,” tulis Nasution dalam Memenuhi Panggilan Tugas: Masa Pancaroba Kedua.

Tak heran, posisi Lubis sebagai Wakil KSAD pun kemudian digantikan oleh Gatot Subroto pada 1956. Lubis sendiri hendak ditempatkan sebagai Panglima TT I Sumatra, menggantikan Kolonel Mauludin Simbolon. Tapi hal itu tidak pernah terjadi. Perseteruan kian meruncing.

Lubis membuat gerakan-gerakan, tapi gagal. Satu yang terkenal adalah Peristiwa Kranji. Ada tuntutan dari Lubis dan kawan-kawannya agar pemerintah memberhentikan Nasution. Lubis kemudian dipecat. Waktu Sumatra memanas, Lubis pergi ke sana. Dia bergabung PRRI/Permesta dan kalah besar dari Nasution.

Menjelang HUT TNI ke-73, Tirto menayangkan dua serial khusus tentang sejarah militer Indonesia: “Seri Para Panglima Soeharto” dan “Seri Rivalitas Tentara”. Serial pertama ditayangkan tiap Kamis, serial kedua tiap Jumat. Edisi khusus ini hadir hingga puncak perayaan HUT TNI pada 5 Oktober 2018.***

Dicopy dari: Tirto.id, edisi 28 Agustus 2018 berjudul “Perang Saudara Nasution vs Lubis Panaskan Angkatan Darat”

Penulis untuk Tirto.Id: Petrik Matanasi

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Madina Distribusikan Logistik Pilkada

    KPU Madina Distribusikan Logistik Pilkada

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – KPU Madina mulai hari ini mendistribusikan logistik Pilkada. Pendistribusian itu dijadwal memakan masa selama 4 hari. Divisi Anggaran, Logistik dan Sumber Daya Manusia KPU Madina, Asrizal Lubis menyatakan, Jum’at (4/12) logistik yang didistribusikan meliputi perlengakapan pemungutan suara penghitungan suara. Untuk hari pertama, pendistribusian logistik akan difokuskan pada kawasan zona merah, yakni […]

  • Bupati Madina Ke Depan Jangan Lagi Hobi Menangis

    Bupati Madina Ke Depan Jangan Lagi Hobi Menangis

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Memperjuangkan wilayah Mandailing Natal menjadi sebuah Daerah Otonomi Baru bukanlah semudah membalik telapak tangan, karena itu membicarakan seorang bupati/wakil bupati (pemimpin) untuk wilayah kita sangat tidak elok sekali kalau seorang pemimpin suka menangis dan juga tak tegar. Sebab menjadi pemimpin di Bumi Gordang Sambilan harus tegar dan tidak boleh menangis menghadapi masyarakat. Demikian sekelumit […]

  • Data Privasi Rakyat Tidak Aman di Era Kapitalisme

    Data Privasi Rakyat Tidak Aman di Era Kapitalisme

    • calendar_month Rabu, 31 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nurmala Sari, S.Pd Aktivis Dakwah, tinggal di Tapanuli Utara Kasus kebocoran data privasi rakyat kembali terjadi. Dilansir dari Liputan6.com, 21/08/22, 26 juta riwayat pencarian Indihome diduga bocor, nama dan NIK pelanggan terungkap dan dibagikan gratis di situs gelap. Isu ini mendapat komentar dari masyarakat, salah satunya dari akun di twitter Teguh Aprianto, yang mengatakan […]

  • Madina Borong Juara di Porsadin Sumut

    Madina Borong Juara di Porsadin Sumut

    • calendar_month Senin, 30 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Kontingen asal Madina berhasil menyabet gelar juara umum di Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Sumut. Dalam perlombaan itu, Madina memborong juara I untuk empat jenis lomba dan juara II untuk empat jenis lomba dari delapan kategori. Empat raihan Juara I oleh kontingen Madina itu adalah : 1) Lari Putri […]

  • PT MAL Diduga Buang Limbah Berbahaya ke Sungai Marait

    PT MAL Diduga Buang Limbah Berbahaya ke Sungai Marait

    • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT. Madina Agro Lestari diduga membuang limbah berbahaya ke Sungai Marait, Desa Sikapas, Kecamatan Muara Batang Gadis, Rabu (24/8). Dugaan tersebut disampaikan Lubis (48 tahun), salah satu nelayan di wilayah tersebut. Lubis dan istrinya (DA, 40) mengeluh gatal-gatal usai mandi di belakang rumah mereka […]

  • Tak Mau Kehilangan Momen Bersejarah, Wabup Atika Kunjungi PRDT

    Tak Mau Kehilangan Momen Bersejarah, Wabup Atika Kunjungi PRDT

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Tak mau kehilangan momen bersejarah, Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengunjungi Pekan Raya Durian Tambangan (PRDT) pada hari kedua pelaksanaan di Desa Laru Baringin, Tambangan, Minggu (13/2) kemarin. Selain momen bersejarah karena ini untuk pertama kalinya digelar PRDT, kegiatan ini juga menjadi momen untuk lebih mengenal berbagai […]

expand_less