Rabu, 12 Agu 2026
light_mode

Soal Konflik di Sukamakmur

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 18 Jan 2012
  • print Cetak

Keberadaan DPO Tedeteksi

MADINA-
Polisi dari Resort Madina sudah mengetahui dan mengejar keberadaan dua orang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) atas konflik antara warga Desa Sukamakmur dengan PT Anugerah Langkat Makmur (ALM)
Dalam konflik tersebut telah terjadi peristiwa pembakaran camp dan alat berat milik PT ALM. Namun, warga mengatakan pembakaran terjadi karena spontanitas warga yang datang ke lokasi yang tujuan awalnya untuk menancapkan plank merek.
Sebelumnya, dua dari empat DPO yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka berhasil ditangkap di Buaran Baru Jakarta Timur Kamis (12/1) pekan lalu, namun Polres Madina dibantu Polda Sumut hanya berhasil membawa Izuddin Marzuki Siregar dan Zikron Batubara, dan tiba di Polres Madina hari Sabtu (14/1) siang.
Keduanya mengaku berangkat ke Jakarta dua hari paska pembakaran camp dan dua unit alat berat milik PT ALM. Alasan mereka ke Jakarta hanya untuk mencari perlindungan hukum.
“Kita terus melakukan pengejaran. Kemungkinan keduanya masih bersembunyi di sekitar Tabagsel, dan anggota masih menyebar di lapangan,” sebut Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe Sik kepada METRO saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (16/1)
Dikatakan Fauzi, pihaknya saat ini belum bisa memastikan dimana keduanya bersembunyi karena masih dalam pengejaran. Namun, kartanya, pihaknya akan berupaya maksimal agar dalam waktu dekat keduanya bisa diboyong ke Polres Madina.
“Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangkap keduanya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan tertangkap” tambahnya
Sebelumnya, 2 dari 4 DPO yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Madina berhasil ditangkap di Buaran Baru Jakarta Timur hari Kamis (12/1) malam pekan lalu. Saat itu Polres Madina dibantu Polda Sumut hanya berhasil membawa Izuddin Marzuki Siregar dan Zikron Batubara, dan tiba di Polres Madina hari Sabtu (14/1) siang
Keduanya mengaku, mereka berangkat ke Jakarta dua hari paska pembakaran hanya untuk mencari perlindungan hukum. Mereka katanya diajak Ketua LSM Badan Investigasi Nasional (BIN) yang diketuai oleh Parlindungan Hasibuan. Tersangka yang masih DPO itu mengaku LSM BIN ini merupakan bagian dari lembaga negara dikelapai Jenderal Sutanto, itulah penyebab warga simpati kepada Parlindungan Hasibuan dan memberikan kepercayaan untuk membantu masyarakat dalam persoalan lahan dengan perusahaan.
”Kami ke Jakarta hanya untuk mencari perlindungan hukum atas sengketa lahan perusahaan PT ALM dengan warga Sukamakmur, itu atas arahan dari Parlindungan Hasibuan. Dan di Jakarta baru kami ketahui kalau BIN yang dibawanya itu bukan BIN lembaga negara,” sebut Izuddin Siregar kepada METRO, Sabtu (14/1) kemarin.
Lebih rinci dijelaskan Izuddin Siregar. Katanya, peristiwa pembakaran camp dan alat berat milik PT ALM itu bukan karena disengaja warga Sukamakmur, tapi spontanitas. Katanya, mereka awalnya datang ke lokasi kejadian hanya untuk menancapkan plank merek milik LSM BIN bertuliskan ‘Dilarang Merambah Hutan Milik Masyarakat Sukamakmur’.
“Plank itu ditancapkan tak jauh dari camp yang dibakar sekitar 100 meter. Pembakaran hanya spontanitas dan tidak ada perencanaan. Hanya saja, saat mau ditancapkan sudah ada keributan oleh warga yang berakhir pembakaran” ujarnya
Diterangkannya, Parlindungan Hasibuan pertama kali datang ke Sukamakmur dibawa oleh Kades yakni Khoirun Nasution yang masih menjadi buronan Polres Madina. Ketika itu P Hasibuan menawarkan diri bisa membantu masyarakat melalui BIN-nya dan setelah beberapa kali dilakukan rapat, maka warga memutuskan berangkat ke lahan yang disengketakan itu dan menancapkan plank merek milik BIN.
“Kami ke Jakarta hanya meminta kejelasan dan perlindungan hukum. Dan sewaktu di Jakarta, kami mulai merasa dibohongi P Hasibuan itu,” sebutnya kepada METRO.(wan/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rambin Menuju 5 Desa di Kotanopan Lapuk

    Rambin Menuju 5 Desa di Kotanopan Lapuk

    • calendar_month Minggu, 25 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Rambin yang menguhubungkan jalur Lintas Sumatera dengan 5 desa di Kotaopan, Mandailing Natal, sudah lapuk dan berbahaya. Warga berharap ada perbaikan dari Pemkab Mandailing Natal. Rambin yang terletak di Desa Hutarimbaru ini dibangun sejak 1980-an, kondisinya lapuk dan terkesan dibiarkan keropos termakan usia. Bagi mereka yang tak biasa, berjalan di atasnya […]

  • Oknum Guru Cabuli Siswi

    Oknum Guru Cabuli Siswi

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Seorang oknum guru berinisial K (28), yang mengajar di salah satu sekolah swasta setingkat SMP di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal mencabuli siswinya sebut saja Bunga (16), yang saat ini duduk di kelas tiga. Perbuatan asusila tersebut dilakukan warga Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu ini sebanyak lima kali di sebuah gubuk kebun rambutan milik ortu […]

  • Agar Guru Semakin Maju

    Agar Guru Semakin Maju

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Guru tahun ini merupakan momen penting dimana para guru mendapatkan tiga kado ulang tahun, yaitu pertama, dileburnya Dirjen PMPTK menjadi Badan Pengembangan Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan. Kedua, dikeluarkannya Permendiknas No.28 tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah dan madrasah akan diangkat oleh pusat tidak lagi diangkat oleh […]

  • Moncak di Mandailing

    Moncak di Mandailing

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

     LATAR BELAKANG Moncak adalah seni bela diri yang terdapat di dalam suku Mandailing. Baik di Mandailing Godang, Mandailing Julu dan Mandailing Angkola. Mocak ini mirip dengan seni bela diri Silat, juga hampir sama dengan Silek di Sumatera Barat. Di dalam suku Toba juga dinamakan Moncak (baca: Mossak). Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah penggiat budaya Mandailing, […]

  • Anggota DPRD Diminta Tak Main Proyek

    Anggota DPRD Diminta Tak Main Proyek

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Sejumlah lapisan masyarakat meminta kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Psp untuk tidak terlibat atau bermain proyek pembangunan daerah sesuai dengan yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2015. Sebab, anggota DPRD memiliki tugas untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Sehingga pelaksanana […]

  • Kabut Asap: Relawan Yusuf-Imron Bagi-Bagi Masker

    Kabut Asap: Relawan Yusuf-Imron Bagi-Bagi Masker

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Relawan pasangan calon bupati/wakil bupati Madina Yusuf Nasution-Imron Lubis membagikan masker kepada warga pengguna jalan yang melintas di depan Posko Pemenangan Yusron, Jl. Willem Iskander, Pidoli, Panyabungan, Kamis (3/9) menyusul makin menebalnya kabut asap di Madina. Mamad Vj, salah seorang relawan menyatakan kegiatan membagikan masker ini sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak […]

expand_less