Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Jalan ke Sawah Hancur, Warga Hutapuli Tuntut CV Reza Ratu Contraktor

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
  • print Cetak

Warga Hutapuli saat melakukan protes

SIABU (Mandailing Online) Masyarakat Desa Huta Puli Kecamatan Siabu merasa kesal kepada manajemen CV Reza Ratu Contraktor yang mengerjakan pekerjaan Rehabilitasi Normalisasi Saluran di Desa Huta Puli Kecamatan Siabu Madina, pasalnya pihak Kontraktor melewati jalan sentra Produksi mereka dan lahan pertanian mereka sehingga menyebabkan hancurnya jalan dan lahan persawahan masyarakat di Desa tersebut.

Kekecewaan masyarakat tersebut ditunjukkan mereka dengan mendatangi lokasi proyek pengerjaan Rehabilitasi Normalisasi Saluran yang dikerjakan oleh CV Reza Ratu Contraktor yang ada di Desa tersebut, Senin 23 Juli 2018 sore.

Puluhan masyarakat Desa Huta Pulu yang datang ke lokasi proyek untuk meminta pertanggung jawapan pihak Kontraktor yang telah merusak jalan sentra produksi dan lahan pertanian mereka karena pihak kontrkator melewati jalan dan areal pertanian mereka untuk mengangkut apa yang diperlukan oleh pihak Kontraktor sementara jalan tersebut bukan kapasitasnya.

“Akibat dilalui kendaraan pihak Kontraktor untuk mengankut batang pohon kelapa ke lokasi proyek sehingga jalan dan areal persawahan kami rusak parah sehingga jalan tidak lagi bisa dilalui sementara areal persawahan yang dilalui kendaraan tidak dapat di usahai lagi,” ujar Abdul Holid Lubis salah seorang warga di lokasi proyek yang diaminkan oleh puluhan masyarakat lainnya.

Mereka mengatakan bahwa kedatangan mereka ke lokasi proyek tersebut untuk meminta pertanggung jawapan pihak Kontraktor karena akibat ulah Kontraktor tersebut jalan senyra produksi mereka hancur dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua lagi.

“Sekarang ini kami sudah mulai turun ke sawah, kalau jalan kami hancur begini akibat ulah kontraktor yang melewatkan kendaraan di jalan senyra produksi tersebut maka kami masyarakat ini yang jadi korban, unyuk itu kami meminta pertanghing jawapan pihak Kontraktor untuk memperbaikinya kembali,” ujar warga.

Warga mengatakan bahwa jalan sentra produksi yersebut merupakan jalan satu satunya yang dipakai oleh warga untuk mengangkut hasil tani mereka, selain itu warga juga mengatakan bahwa selain jalan lahan pertanian mereka juga dilewati kendaraan milik Kontraktor sehingga lahan pertanian mereka banyak yang hancur.

“Ini namanya bukan memakmurkan masyarakat lagi namun ini sudah meninggalkan luka bagi masyarakat petani, jangan pihak kontraktor yang menyicipi hasil proyek warga yang menderita, akibat jalan sentra produksi dan lahan pertanian kami rusaj dan tidak dapat dipergunakan lagi,” keluh warga.

Warga juga mengeluhkan kualitas pekerjaan yang dikerjakan oleh CV Reza Ratu Contraktor karena diduga tidak sesuai dengan bestek yang telah ditentukan oleh pihak PU sebagai pemberi pekerjaan kepada pihak Kontraktor.

“Kami meminta kepada pihak PU Madina untuk tidak menerima hasil pekerjaan yang dikerjakan oleh CV Reza Ratu Contraktor sebelum mereja bertanggung jawab dengan kerusakan jalan dan areal persawahan masyarakat, dan kami meminta juga kepada Dinas PU Madina untuk benar benar mengawasi pekerjaan pengerukan saluran ini,” harap warga.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga di Desa Huta Puli Kecamatan Siabu Kabupatrn Mandailing Natal menilai pengerukan sungai di Desa tersebut diduga adal jadi.

Dimana masyarakat menilai banyak kejanggalan di dalam proyek pengerukan aliran singai di Desa tersebut yang dilaksanakan oleh CV Reza Ratu Kontraktor, dimana kedalaman serta lebarnya diduga tidak sesuai dengan yang telah ditentukan oleh Dinas PUPR Kabupatrn Mandailing Natal.

Pasalnya, proyek berlabel “Rehabilitasi Normalisasi Saluran” itu tak dinilai warga melenceng dari kontrak.

“Harusnya lebar badan saluran 4 meter, dan kedalaman 1,5 meter. Tapi , yang kami lihat hanya 3 meter lebarnya, sedangkan dalamnya sekitar 1 meter saja,” kata seorang warga bermarga Nasution kepada wartawan di Hutapuli, Kamis (19/7/2018) sore.

Oleh karena itu, warga meminta pihak Dinas Pekerjan Umum Madina supaya tidak membiarkan, harus mengawasai kontraktor yang mengerjakan proyek.

Berdasar papan merek yang dipampangkan di lokasi kegiatan, proyek itu berbiaya 121.300.000 bersumber dana dari Dana Alokasi Umum, APBD Madina TA 2018 dikerjakan CV.Reza Ratu Kontraktor.

“Kami mita Kadis PU Madina jangan meneken proyek ini nanti kalau sudah selesai, karena lebar parit dan kedalaman pengerukannya kami nilai tak sesuai dengan gambar di kontrak,” kata Nasution.

Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dari pihak CV. Reza Ratu Kontraktor.

Sementara itu, Kadis PU Madina yang dihubungi melalui Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Madina, Rizal di ruang kerjanya membenarkan bahwa lebar saluran air di dalam kontrak selebar 4 meter dengan kedalaman 1,5 meter, panjang sekitar 1 kilo meter.

Rizal mengakatan, jika nanti kontraktor hanya mampu mengerjakan selebar 3 meter dan kedalaman 1 merer saja, maka pihak PU Madina hanya menghitung bersara volume yang dikerjakan saja. Karena bisa saja foktor kondisi tanah menyebabkan capaian 4 meter tak terpenuhi.

“Makanya nanti sesui volume yang kita bayar,” ujarnya. Makanya, pihak PU masih menunggu pelaksanaan proyek ini sampai rampung. Jikapun ada dana terisia, menurut Rizal, bisa dialihkan ke jenis pekerjaan lainnya.

Peliput : Maradorang Pulungan

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soroti Stunting Madina, Wakil Bupati di Demo Mahasiswa

    Soroti Stunting Madina, Wakil Bupati di Demo Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 18 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) – Puluhan Mahasiswa tergabung di Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) berunjuk rasa di Kantor Bupati setempat Rabu 18/10/2023. Mereka mengusung isu penanganan stunting di Kabupaten ini yang terkesan asal asalan. ” kami ingin bertemu dengan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi selaku ketua tim penanganan […]

  • Amil Zakat Madina Priode 2018-2023 Dikukuhkan

    Amil Zakat Madina Priode 2018-2023 Dikukuhkan

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailng Online) Bupati Mandailing Natal, Ja’far Sukhairi Nasution mengukuhkan pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mandailing Natal periode 2018-2023. Pengukuhan berada di Mesjid Nur Alan Nur, Panyabungan, Selasa (26/4/2022). Pegurus yang dikukuhkan adalah Drs Muhammad Safe’i Lubis. M.Si sebagai Ketua; H. Alwin Tanjung sebagai Wakil Ketua I; H. Faisal S.Sos sebagai Wakil ketua […]

  • 4 Oknum LSM Memeras Sekolah Jutaan Rupiah

    4 Oknum LSM Memeras Sekolah Jutaan Rupiah

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Empat oknum LSM Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (P2KN) yang ditangkap polisi karena selalu memeras para kepala sekolah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Lalu, bagaimana cara dan pola yang mereka mainkan sehingga para kepal sekolah harus menyerahkan uang kepada mereka? Dan dikabarkan sudah banyak sekolah […]

  • Kabag Hukum: Itu Mobil Dinas Direktur RSUD

    Kabag Hukum: Itu Mobil Dinas Direktur RSUD

    • calendar_month Senin, 23 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Diduga telah dilakukan  pemalsuan plat mobil dinas  Kijang Innova putih dengan nomor polisi BB 1519 F yang merupakan mobil dinas Direktur RSUD Kota Padangsidimpuan (Psp) dr Aminuddin. Kenderaan sebagai penunjang kinerja pejabat itu menurut plat dan warnanya jelas milik Direktur RSUD. Hal itu dipastikan Kabag Umum Tobonsyah Pulungan saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (20/12). […]

  • Tim Medis Posko Covid-19 Perbatasan Bisa Makan Karena Ditanggulangi Para Kepdes

    Tim Medis Posko Covid-19 Perbatasan Bisa Makan Karena Ditanggulangi Para Kepdes

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Fakta baru diperoleh lagi. Biaya makan petugas di posko pemeriksaan Covid di perbatasan Muarasipongi harus ditanggulangi para kepala desa dan camat. Kini setelah para kepala desa tak lagi patungan, uang makan tak ada lagi. Beruntung pemilik warung makan di dekat posko bersedia menghutangkan makanan. Fakta ini memperkuat asumsi bahwa pemerintah Kabupaten […]

  • Plasma Sawit Untuk Desa Bintuas Tak Jelas

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sekdaprovsu Surati BPN Pencabutan HGU PT.RMM PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Nurdin Lubis, SH.MM melayangkan surat kepada Kakanwil BPN Sumut untuk pencabutan izin HGU perkebunan sawit PT. Rimba Mujur Mahkota di Mandailing Natal (Madina). Surat Sekda Pemprovsu itu bernomor 593.4/3778 tanggal 6 Mei 2013. Sikap Pemprovsu ini terkait maslah plasma untuk […]

expand_less