Jumat, 12 Jun 2026
light_mode

Bunga Bangkai Mekar di Sipirok

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Mar 2013
  • print Cetak

bunga bangkai15313

SIPIROK, (MO)  – Hutan hujan tropis di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang merupakan kawasan Cagar Alam Dolok Sibualbuali, menyimpan potensi flora dan fauna yang luar biasa.

Salah satunya jenis bunga raksasa yang biasa disebut Bunga Bangkai atau Atturbung, belum lama ini ditemukan tumbuh di kawasan itu. “Kami menemukan Bunga Bangkai itu di daerah Bulu Payung.

Masyarakat di sekitar menyebutnya dengan Atturbung,” kata Erwinsyah Siregar, petugas dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Rabu (13/3).

Dijelaskannnya, Atturbung yang ditemukan di kawasan Cagar Alam Dolok Sibualbuali itu memiliki kemiripan dengan bunga bangkai (Amorphpophallus titanium) yang memang endemik hutan di Sumatera. Saat ditemukan, kelopak bunga atau mahkota merekah berwarna ungu kemerah-merahan dengan diameter selebar satu meter.

Dari kelopak bunga menyembul kepala putik yang tingginya mencapai dua meter, atau melebihi tinggi orang dewasa dengan berwarna krem. Warna krem itu sama dengan warna pada bagian luar kelopak bunga.

“Masyarakat di sekitar mengaku sering menemukan bunga bangkai muncul di kebun-kebun mereka,” kata Erwinsyah Siregar. Dari keterangan masyarakat, Erwinsyah menyimpulkan bahwa Atturbung atau bunga bangkai ini bukan spesis flora yang asing bagi masyarakat setempat.

Pasalnya, nama Atturbung sendiri sudah diberikan masyarakat sejak lama, sehingga jelas bunga bangkai ini sangat dekat dengan keseharian masyarakat. “Banyak lokasi Atturbung ini yang ditemui masyarakat. Tidak sedikit yang tumbuh di lokasi-lokasi budidaya milik masyarakat. Biasaya kalau tumbuh, kemunculan bunga bangkai ini tidak lagi mengherankan,” katanya.

Menurut Erwinsyah Siregar, dalam kondisi normal, bentuk Atturbung saat mekar terlihat seperti bunga terompet terbalik. Bunga bangkai tumbuh menjulang tinggi, ketinggian bunga bangkai jenis amorphophallus titanium bisa mencapai sekitar 4 meter dengan diameter sekitar 1,5 meter.

Bunga bangkai ini termasuk tumbuhan dari suku talas-talasan (araceae). Merupakan tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar di dunia. Berbeda dengan rafflesia yang tidak dapat tumbuh di daerah lain, bunga bangkai dapat dibudidayakan. “Saya sudah pernah mencobanya, ternyata bisa tumbuh di halaman rumah,” katanya.

Bunga ini mengalami dua fase dalam hidupnya yang muncul secara bergantian dan terus menerus, yaitu fase vegetatif dan generatif. Pada fase vegetatif, di atas umbi akan muncul batang tunggal dan daun yang sekilas mirip dengan pohon pepaya. Tinggi pohonnya bisa mencapai 6 meter.

Setelah beberapa tahun, organ generatifnya akan layu kecuali umbinya. Apabila lingkungan mendukung, dan umbinya memenuhi syarat pohon ini akan digantikan dengan tumbuhnya bunga bangkai. Tumbuhnya bunga majemuk yang menggantikan pohon yang layu merupakan fase generatif tanaman ini.

Bunga baru bisa tumbuh bila umbinya memiliki berat minimal 4 kg. Bila cadangan makanan dalam umbi kurang atau belum mencapai berat 4 kg, maka pohon yang layu akan digantikan oleh pohon baru.

Selain itu, bunga bangkai merupakan tumbuhan berumah satu dan protogini, dimana bunga betina reseptif terlebih dahulu, lalu diikuti masaknya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk mencegah penyerbukan sendiri.

Bau busuk yang dikeluarkan oleh bunga ini berfungsi untuk menarik kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Setelah masa mekarnya (sekitar 7 hari) lewat, bunga bangkai akan layu. Dan akan kembali melewati siklusnya, kembali ke fase vegetatif, dimana akan tumbuh pohon baru di atas umbi bekas bunga bangkai.

Apabila selama masa mekarnya terjadi pembuahan, maka akan terbentuk buah-buah berwarna merah dengan biji pada bagian bekas pangkal bunga. Biji-biji ini bisa ditanam menjadi pohon pada fase vegetatif.

Biji-biji inilah yang sekarang dibudidayakan. (metrosiantar.com)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Solmed Rajin Shalawat dan Ngaji demi Anak

    Solmed Rajin Shalawat dan Ngaji demi Anak

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TANGERANG, – Kehidupan rumah tangga Ustaz Solmed dan April Jasmine kian bahagia setelah kehadiran anak pertamanya yang dinamai Sultan. Meski cukup sibuk, Ustad Solmed tetap memberi perhatian kepada bayinya yang baru berusia dua bulan itu. “Ustaz suka bacain shalawat, suka bacain Alquran juga. Itu hampir tiap hari,” kata April Jasmine, di kediaman Nassar-Muzdalifah di Tangerang […]

  • Jika Terpilih Jadi Bupati Madina, Harun Mustafa Nasution Gagas Open House Rakyat Tiap Bulan

    Jika Terpilih Jadi Bupati Madina, Harun Mustafa Nasution Gagas Open House Rakyat Tiap Bulan

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online) : Setelah beberapa minggu turun ke desa desa dan menemukan banyak aspiraai masyarakat yang tidak tersahuti oleh Pemerintah Daerah, Calon Bupati Mandailing Natal ( Madina) Harun Mustafa Nasution ketika terpilih menjadi Bupati Madina akan buat Open Hause setiap bulan untuk Masyarakat di setiap Desa atau Kecamatan yang ada di Kabupaten Madina. […]

  • Jalur Natal-Batahan Akan Diaspal Tahun 2014

    Jalur Natal-Batahan Akan Diaspal Tahun 2014

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    foto Plt.Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jalur Natal-Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sepanjang 20 kilo meter bakal direhab tahun 2014 dengan nilai anggaran sekitar 260 milyar rupiah pola multiyears. Kepastian itu diungkapkan Plt. Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution dihadapan tokoh-tokoh Pantai Barat ketika audiensi tadi siang. “Apa yang menjadi harapan masyarakat […]

  • Dinas PU Vakum, Sekda : Kadis Diangkat Dalam Waktu Dekat

    Dinas PU Vakum, Sekda : Kadis Diangkat Dalam Waktu Dekat

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pekerjaan Umum Madina vakum sejak pertengahan September 2019. Kevakuman terjadi setelah Kepala Dinas PU Madina, Sahruddin ditahan Kejatisu terkait kasus pembangunan Taman Raja Batu. Sejumlah pegawai menyatakan, progres kerja tak dapat dicapai. Para kontraktor juga sudah resah menyusul akan selesainya pekerjaan-pekerjaan proyek pemda di Dinas PU. Sementara itu, […]

  • Job Hugging, Efek Ketidakpastian Ekonomi Kapitalisme

    Job Hugging, Efek Ketidakpastian Ekonomi Kapitalisme

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Muncul fenomena baru di dunia kerja yang disebut job hugging. Kalau dulu banyak orang sering pindah-pindah kerja atau job hopping demi mengejar tawaran gaji yang lebih tinggi. Kini, justru banyak pekerja memilih ‘memeluk’ pekerjaannya yang ada saat ini meskipun merasa merana dan tidak nyaman. Fenomena ini […]

  • Iskandar Hasibuan Diteror

    Iskandar Hasibuan Diteror

    • calendar_month Rabu, 28 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MADINA, (MO) – Kerap menyerukan agar seluruh masyarakat Mandailing Natal (Madina) sama-sama menjaga kondusifitas dan stabilitas sosial serta tidak terprovokasi, Ketua Komisi 1 DPRD Madina, Iskandar Hasibuan malah dihujani pesan singkat bernada “teror” dan ancaman. Namun Iskandar menegaskan tidak akan gentar. Sebab menurut dia apa yang dia sampaikan adalah suatu hal yang normatif demi menjaga […]

expand_less