Selasa, 19 Mei 2026
light_mode

Bunga Bangkai Mekar di Sipirok

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Mar 2013
  • print Cetak

bunga bangkai15313

SIPIROK, (MO)  – Hutan hujan tropis di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang merupakan kawasan Cagar Alam Dolok Sibualbuali, menyimpan potensi flora dan fauna yang luar biasa.

Salah satunya jenis bunga raksasa yang biasa disebut Bunga Bangkai atau Atturbung, belum lama ini ditemukan tumbuh di kawasan itu. “Kami menemukan Bunga Bangkai itu di daerah Bulu Payung.

Masyarakat di sekitar menyebutnya dengan Atturbung,” kata Erwinsyah Siregar, petugas dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Rabu (13/3).

Dijelaskannnya, Atturbung yang ditemukan di kawasan Cagar Alam Dolok Sibualbuali itu memiliki kemiripan dengan bunga bangkai (Amorphpophallus titanium) yang memang endemik hutan di Sumatera. Saat ditemukan, kelopak bunga atau mahkota merekah berwarna ungu kemerah-merahan dengan diameter selebar satu meter.

Dari kelopak bunga menyembul kepala putik yang tingginya mencapai dua meter, atau melebihi tinggi orang dewasa dengan berwarna krem. Warna krem itu sama dengan warna pada bagian luar kelopak bunga.

“Masyarakat di sekitar mengaku sering menemukan bunga bangkai muncul di kebun-kebun mereka,” kata Erwinsyah Siregar. Dari keterangan masyarakat, Erwinsyah menyimpulkan bahwa Atturbung atau bunga bangkai ini bukan spesis flora yang asing bagi masyarakat setempat.

Pasalnya, nama Atturbung sendiri sudah diberikan masyarakat sejak lama, sehingga jelas bunga bangkai ini sangat dekat dengan keseharian masyarakat. “Banyak lokasi Atturbung ini yang ditemui masyarakat. Tidak sedikit yang tumbuh di lokasi-lokasi budidaya milik masyarakat. Biasaya kalau tumbuh, kemunculan bunga bangkai ini tidak lagi mengherankan,” katanya.

Menurut Erwinsyah Siregar, dalam kondisi normal, bentuk Atturbung saat mekar terlihat seperti bunga terompet terbalik. Bunga bangkai tumbuh menjulang tinggi, ketinggian bunga bangkai jenis amorphophallus titanium bisa mencapai sekitar 4 meter dengan diameter sekitar 1,5 meter.

Bunga bangkai ini termasuk tumbuhan dari suku talas-talasan (araceae). Merupakan tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar di dunia. Berbeda dengan rafflesia yang tidak dapat tumbuh di daerah lain, bunga bangkai dapat dibudidayakan. “Saya sudah pernah mencobanya, ternyata bisa tumbuh di halaman rumah,” katanya.

Bunga ini mengalami dua fase dalam hidupnya yang muncul secara bergantian dan terus menerus, yaitu fase vegetatif dan generatif. Pada fase vegetatif, di atas umbi akan muncul batang tunggal dan daun yang sekilas mirip dengan pohon pepaya. Tinggi pohonnya bisa mencapai 6 meter.

Setelah beberapa tahun, organ generatifnya akan layu kecuali umbinya. Apabila lingkungan mendukung, dan umbinya memenuhi syarat pohon ini akan digantikan dengan tumbuhnya bunga bangkai. Tumbuhnya bunga majemuk yang menggantikan pohon yang layu merupakan fase generatif tanaman ini.

Bunga baru bisa tumbuh bila umbinya memiliki berat minimal 4 kg. Bila cadangan makanan dalam umbi kurang atau belum mencapai berat 4 kg, maka pohon yang layu akan digantikan oleh pohon baru.

Selain itu, bunga bangkai merupakan tumbuhan berumah satu dan protogini, dimana bunga betina reseptif terlebih dahulu, lalu diikuti masaknya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk mencegah penyerbukan sendiri.

Bau busuk yang dikeluarkan oleh bunga ini berfungsi untuk menarik kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Setelah masa mekarnya (sekitar 7 hari) lewat, bunga bangkai akan layu. Dan akan kembali melewati siklusnya, kembali ke fase vegetatif, dimana akan tumbuh pohon baru di atas umbi bekas bunga bangkai.

Apabila selama masa mekarnya terjadi pembuahan, maka akan terbentuk buah-buah berwarna merah dengan biji pada bagian bekas pangkal bunga. Biji-biji ini bisa ditanam menjadi pohon pada fase vegetatif.

Biji-biji inilah yang sekarang dibudidayakan. (metrosiantar.com)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membangun Indonesia Dari Desa

    Membangun Indonesia Dari Desa

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Guna memaksimalkan langkah politik dan pembentukan citra partai ke depan, DPD II Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I di Aula Hotel Madina Sejahtera, Dalan Lidang, Panyabungan. Tema rakerda membangun Indonesia dari desa Rakerda dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Ahad (11-12/12/2010), diikuti Pengurus DPD II Partai Golkar, seluruh Pimpinan Anak Cabang […]

  • Limbah Cair Tambang Emas Martabe Tetap Dibuang ke Sungai Batangtoru

    Limbah Cair Tambang Emas Martabe Tetap Dibuang ke Sungai Batangtoru

    • calendar_month Senin, 24 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Sisa limbah tambang emas PT G-Resource Martabe di Desa Aek Pining, Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel) tetap akan dialiri ke Sungai Batangtoru. Untuk menjamin keamanannya, pihak perusahaan siap meminumnya terlebih dulu. Tim Advance yang dikoordinir Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Sumatera Utara (Sumut) Eddy Syofian mengatakan, dari pengamatan langsung […]

  • Guru bukan penentu nasib murid

    Guru bukan penentu nasib murid

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Saat ini sudah sepantasnya guru tidak lagi menilai murid, tapi menetapkan kriteria-kriteria yang harus dilaksanakan murid dan jika murid tidak bisa maka sudah menjadi tugas guru untuk menjembatani dan memfasilitasi mereka untuk dapat mencapai kriteria tersebut. Hal tersebut dikatakan Rektor Universitas Negeri Medan Syawal Gultom, kepada Waspada Online, sembari mengatakan paradigma itu harus […]

  • YRKI Desak Pemprovsu Dorong Kemandirian Desa

    YRKI Desak Pemprovsu Dorong Kemandirian Desa

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) mengusulkan agar Pemerintah Sumatera Utara melahirkan semacam regulasi atau peraturan gubernur untuk mendorong percepatan kemajuan dan kemandirian desa. Ketua YRKI, Amir Hamdani Nasution SHI,MH menyatakan perkembangan dan kondisi desa di Sumatera Utara pasca pemberlakuan UU Desa masih miris dan mengecewakan. Usulan itu disampaikan YRKI dalam pertemuan […]

  • Wakil Bupati Target Renegosiasi KK Sorikmas Mining 1 Bulan Kelar

    Wakil Bupati Target Renegosiasi KK Sorikmas Mining 1 Bulan Kelar

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) menarget tahapan renegosiasi kontrak karya PT. Sorikmas Mining (PT.SM) tuntas dalam satu bulan ini. “Masyarakat bersabarlah, saya yakin dalam satu bulan ini akan tuntas semua, sesuai dengan tahapan-tahapan yang saya lalui di kementerian, dan juga pendekatan-pendekatan saya terhadap manajemen Sorikmas Mining,” katanya. Itu dikatakan Dahlan Hasan […]

  • BAHASA MANDAILING (1)

    BAHASA MANDAILING (1)

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z Pengaduan Lubis Pada waktu belakangan ini mulai dikembangkan oleh orang-orang tertentu suatu konsep yang salah mengenai bahasa yang digunakan oleh masyarakat Mandailing. Mereka menyebut bahasa yang digunakan oleh masyarakat Mandailing sebagai bahasa Angkola Mandailing. Secara cultural sebenarnya tidak ada bahasa Angkola Mandailing. Karena kalau kita tanyakan kepada orang Mandailing bahasa apa yang […]

expand_less