Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Minat Generasi Muda pada Pertanian Menurun

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 7 Nov 2016
  • print Cetak

Dua petani sedang memupuk tanaman padi

Dua petani sedang memupuk tanaman padi

JAKARTA (Mandailing Online) – Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB) Yonny Koesmaryono mengatakan tren minat generasi muda terhadap pertanian mulai menurun.

"Saya melihat trennya menurun. Sudah lima tahun terakhir menurun," kata Yonny dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (5/11).

Dia menekankan tren penurunan tersebut bukan dari IPB melainkan dilihat secara nasional selama lima tahun belakangan. "Tren ini secara nasional agak-agak menurun, penurunnya persentasenya agak melandai begitu," kata Yonny.

Dia mengemukakan penurunan minat calon mahasiswa di bidang pertanian dan peternakan harus menjadi perhatian khusus dan harus ditangani serius oleh pemerintah. "Ini harus jadi perhatian kita semua, karena di satu sisi kita harus kedaulatan pangan kecukupan pangan, tapi generasi muda yang menangani itu makin sedikit," kata dia.

Dia berharap pemerintah mulai melakukan kebijakan-kebijakan terkait nilai tukar pertanian dan peternakan serta pemberian intensif-intensif untuk meningkatkan kesejahteraan di bidang tersebut.

Dengan begitu bisa menambah daya tarik calon mahasiswa yang kuliah di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan setelah lulus bekerja di bidangnya untuk membangun Indonesia.

Selain itu Yonny juga menyebut pemberian beasiswa pada mahasiswa di bidang pertanian juga bisa menjadi daya tarik untuk kembali meningkatkan minat generasi muda. "Seperti yang dilakukan Charoen Pokphand (perusahaan bidang peternakan) ini di IPB," kata dia.

PT Charoen Pokphand Indonesia melalui Lembaga Karya Pokphand (LKP) memberikan beasiswa kepada 40 mahasiswa IPB di tiap angkatan. Beasiswa senilai Rp 4 juta per mahasiswa setiap semester tersebut akan diberikan hingga menyelesaikan perkuliahan dengan syarat prestasi akademis yang tidak menurun.

Kerja sama antara LKP dan IPB dalam bidang pemberian beasiswa dilakukan dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Yonny dengan pimpinan LKP Eddy S Zaoputra.

Selain itu, kerja sama antara LKP dan IPB juga akan dilanjutkan di sektor lapangan kerja dan inovasi teknologi mengingat kedua institusi bergerak di bidang yang sama.

Sumber : Antara/Republika Online)

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Air Terjun Gala-Gala Kian Mudah Dijangkau

    Air Terjun Gala-Gala Kian Mudah Dijangkau

    • calendar_month Jumat, 29 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Air terjun Pagaran Gala-Gala di Desa Pagaran Gala-Gala, Panyabungan Selatan, Mandailing Natal, kian mudah dijangkau menggunakan kendaraan roda dua. Ini setelah pemerintah desa Pagaran Gala-gala melakukan pembangunan jalan rabat beton menuju destinasi wisata itu.  Pembangunannya dibiayai dari Dana Desa. “Kini jarak tempuh semakin mudah dijangkau dengan kenderaan roda dua setelah jalannya dibangun dengan rabat […]

  • Pesantren Darul Mursyid Tidak Naikkan SPP

    Pesantren Darul Mursyid Tidak Naikkan SPP

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Pihak manajemen Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) mengaskan bahwa tidak menaikkan biaya SPP untuk tahun ajaran baru tahun. Kebijakan itu diputuskan pada rapat pimpinan PDM di Berastagi yang berlangsung di Berastagi Cotage tanggal 13 hingga 16 Juni 2013. Kebijakan tidak menaikkan biaya SPP itu berdasar beberapa factor. Pertama, pertimbangan […]

  • Kinerja Bidan Desa Dikeluhkan di Panyabungan Timur

    Kinerja Bidan Desa Dikeluhkan di Panyabungan Timur

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pelayanan Bidan Desa di 4 desa  Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal (Madina) masih menjadi dikeluhan warga.  Pasalnya di Desa Rantonatas, Pardomuan, Hutabangun dan Desa Hutatinggi hingga saat ini dikabarkan pejabat bidan desa-nya tidak berdimisili di tempat kerja. Sementara kawasan 4 desa itu termasuk kawasan yang jauh dari puskesmas Gunung Baringin. […]

  • Bupati Karo Belum Dapat Dimakzulkan

    Bupati Karo Belum Dapat Dimakzulkan

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Proses pemakzulan Bupati Karo Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, hingga Rabu (19/3), masih terganjal. Pasalnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengaku belum dapat memroses pemberhentian yang bersangkutan ke tahap berikutnya, karena belum menerima surat rekomendasi dari Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjonugroho. Padahal pada 13 Februari 2014 lalu, Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan mengabulkan permohonan pimpinan DPRD […]

  • Presiden Jokowi Awasi Pembangunan Listrik 35.000 MW di Seluruh Indonesia

    Presiden Jokowi Awasi Pembangunan Listrik 35.000 MW di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online)  – Presiden Jokowi mengatakan akan mengawasi pembangunan proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt di seluruh Indonesia agar dapat terrealisasi tepat waktu. Presiden juga menghimbau gubernur, bupati/walikota  yang wilayahnya dijadikan lokasi proyek untuk  membantu mempermudah perizinan dan membantu proses pembebasan lahan. Proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt senilai 1.100 triliun ini diharapkan selesai pada […]

  • Praktisi Hukum Sorot Penundaan Penetapan Tersangka Taman Raja Batu

    Praktisi Hukum Sorot Penundaan Penetapan Tersangka Taman Raja Batu

    • calendar_month Senin, 21 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) : Penundaan penetapan tersangka kasus Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri di Mandailing Natal tak seharusnya dikaitkan dengan agenda Pilpres. Tidak ada korelasi antara agenda politik pemerintah dengan penetapan tersangka. Ini diduga hanya alasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) untuk menunda-nunda penetapan tersangka. Itu dikatakan praktisi hukum, Dr. Redyanto Sidi,SH.MH di […]

expand_less