Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Presiden Jokowi Awasi Pembangunan Listrik 35.000 MW di Seluruh Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2015
  • print Cetak

 

JAKARTA (Mandailing Online)  – Presiden Jokowi mengatakan akan mengawasi pembangunan proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt di seluruh Indonesia agar dapat terrealisasi tepat waktu.

Presiden juga menghimbau gubernur, bupati/walikota  yang wilayahnya dijadikan lokasi proyek untuk  membantu mempermudah perizinan dan membantu proses pembebasan lahan.

Proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt senilai 1.100 triliun ini diharapkan selesai pada 2019. Demikian dikatakan Presiden Jokowi dalam pidato sambutan pada acara peluncuran Program 35.000 megawaat untuk Indonesia, Senin (4/50) di Bantul, Yogyakarta.

 “Akan saya awasi dan pantau proyek ini. Apabila ada masalah segera selesaikan saat itu juga di lapangan,” katanya.

Jokowi menambahan, proyek 35.000 megawatt membuka peluang besar bagi industri komponen di dalam negeri. Ia meminta swasta berperan aktif membangun industri komponen pendukung ketenagalistrikan dan berharap serapan komponen lokal mencapi 60 persen.

Hadir dalam acara itu antara lain Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basir, Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono  X dan Bupati Bantul Sri Surya Widati.

Jokowi juga meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan mengawasi pelaksanaan proyek dari hari ke hari dan dari bulan ke bulan. Dengan cara itu, setiap ada masalah akan segera diketahui.

Sementara itu, Sudirman Said menyatakan, proyek senilai 1.100 triliun ini akan menyerap tenaga kerja langsung 650.000 orang dan tenaga kerja tak langsung satu juta orang. Selain itu, proyek ini memerlukan 301.500 kilometer konduktor aluminium, 2.600 set trafo, dan 3,5 juta ton baja.     

Direktur Eksekutif Institute for Essential  Servise Reform Fabby Tumiwa  mengatakan, proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt akan menghadapi sejumlah tantangan, antara lain pendanaan dan pembebasan lahan.

“Masalah pendanaan pada investor swasta menjadi masalah tersendiri,” katanya.

Program pembangunan  pembangkit listrik 35.000 megawatt terdiri atas 109 proyek. PLN mengambil peran pembangunan 1.000 megawatt (35 proyek) dan sisanya 25.000 megawatt (74 proyek) akan dibangun pihak swasta. Proyek itu tersebar di 210 lokasi di seluruh Indonesia.

Dari prioyek 35.000 megawatt itu, sebanyak 20.000 megawatt berupa pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), 13.000 megawatt bertenaga gas, dan sisanya 2.000 megawatt dari energi baru terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Secara terpisah, peluncuran proyek pembangkit 35.000 megawatt dibarengi dengan peletakan batu pertama Pembangkit Listrik Tenaga Air Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, berkapasitas 2 kali 55 megawatt, PLTU Pangkalan Susu Unit III dan IV di Sumatera Utara berkapasitas 2 kali 220 megawatt, dan PLTU Takalar, Sulawesi Selatan, berkapasitas 2 kali 100 megawatt.

 

Tenaga Angin

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, proyek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, DI Yogyaarta merupakan PLTB yang pertama kali di Indonesia berkapasitas 50 megawatt. Umumnya, skala PLTB yang dikembangkan di Indonesia berkapasitas 1 sampai 10 megawatt.

PLTB Samas diharapkan menjadi proyek pemicu pemanfaatan tenaga angin untuk listrik dalam skala besar. PLTB Samas menurut rencana dibangunan mulai tahun 2016. PLTB samas akan memiliki 25 kincir angin yang masing-masing berkapasitas 2 megawatt. Panjang jari-jari kincir 60 meter dan tinggi kincir 180 meter. Investasi yang dibutuhkan untuk PLTB Samas Rp. 1,7 triliun.

Sumber: Kompas
Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fahrizal: Negara Memastikan Lebih Penting Keselamatan Dibanding Investasi

    Fahrizal: Negara Memastikan Lebih Penting Keselamatan Dibanding Investasi

    • calendar_month Sabtu, 15 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) H. Fahrizal Efendi Nasution mengatakan negara memastikan lebih penting kesehatan dan keselamatan lingkungan dibandingkan investasi sebagaimana tertuang dalam undang-undang perizinan, termasuk izin pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). “Dilihat dari segi undang-undang dan persyaratan, negara memastikan lebih penting kesehatan dan keselamatan lingkungan,” katanya […]

  • Tertibkan Penambangan Emas Liar

    Tertibkan Penambangan Emas Liar

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pemkab Madina diminta untuk tegas menindak penambang emas liar di Kecamatan Hutabargot dan Nagajuang. Pasalnya, kegiatan ini memunculkan kontraversi di tengah-tengah masyarakat bahkan memakan korban jiwa dan luka-luka Desakan ini diajukan Keluarga Besar Mahasiswa (Gabema) Mandailing Natal (Madina) dan Fraksi Madina Bersatu DPRD Madina, kepada METRO, Senin (23/1). Sekretaris Gabema Madina, Musliadi Nasution SPd […]

  • Kasus Terpendam, Mahasiswa Protes Kinerja Polri

    Kasus Terpendam, Mahasiswa Protes Kinerja Polri

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    T Tinggi. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur) melakukan aksi protes di halaman Mapolresta, Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi, Kamis (2/2). Aksi tersebut terkait kinerja jajaran kepolisian setempat yang terkesan lambat dalam menyelesaikan kasus yang menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Sofi dalam kasus pencurian di dalam rumah miliknya pada tahun […]

  • Aksara Mandailing Butuh Pelestarian

    Aksara Mandailing Butuh Pelestarian

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Aksara tulak-tulak sebagai jati diri orang Mandailing harus dilestarikan semua pihak. Sebab aksara tulak-tulak merupakan produk kebudayaan etnis Mandailing. “Dari 7 jenis aksara yang ada di Indonesia, salah satunya adalah aksara Mandailing yakni aksara tiulak-tulak. Sementara bahasa Mandailing merupakan salah satu bahasa dari 746 bahasa di Indonesia,” ujar budayawan Mandailing, Muhammad […]

  • Merdeka Ketika Pemerintah Tersinggung

    Merdeka Ketika Pemerintah Tersinggung

    • calendar_month Jumat, 17 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution   Bayangan kita tentang merdeka adalah ketika semua warga negara mendapat jaminan hidup yang layak: rumah yang layak sebagaimana sepatutnya rumah, makan yang layak, jaminan kesehatan dan hari tua, jaminan memperoleh pendidikan yang layak, dan jaminan mengekspresikan hak-hak politiknya. Seluruh item itu dibahasakan dua hal: menjadi jaminan memperoleh pekerjaan yang layak […]

  • Tahun Ini Ada Penataan Panyabungan

    Tahun Ini Ada Penataan Panyabungan

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Kepala Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan, Madina, Ahmad Asnyari Nasution didampingi Kabid Kebersihan dan Pertamanan Rahmadsyah Lubis ST kepada Mandailing Online, Senin (20/2) mengatakan bahwa Pemkab Madina sudah berencana mewujudkan Panyabungan sebagai kota Adipura. Namun perencanaan itu tidak bisa dilakukan secara spontanitas dan masih membutuhkan tahapan waktu. Meski begitu, tahun ini […]

expand_less