Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Presiden Jokowi Awasi Pembangunan Listrik 35.000 MW di Seluruh Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2015
  • print Cetak

 

JAKARTA (Mandailing Online)  – Presiden Jokowi mengatakan akan mengawasi pembangunan proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt di seluruh Indonesia agar dapat terrealisasi tepat waktu.

Presiden juga menghimbau gubernur, bupati/walikota  yang wilayahnya dijadikan lokasi proyek untuk  membantu mempermudah perizinan dan membantu proses pembebasan lahan.

Proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt senilai 1.100 triliun ini diharapkan selesai pada 2019. Demikian dikatakan Presiden Jokowi dalam pidato sambutan pada acara peluncuran Program 35.000 megawaat untuk Indonesia, Senin (4/50) di Bantul, Yogyakarta.

 “Akan saya awasi dan pantau proyek ini. Apabila ada masalah segera selesaikan saat itu juga di lapangan,” katanya.

Jokowi menambahan, proyek 35.000 megawatt membuka peluang besar bagi industri komponen di dalam negeri. Ia meminta swasta berperan aktif membangun industri komponen pendukung ketenagalistrikan dan berharap serapan komponen lokal mencapi 60 persen.

Hadir dalam acara itu antara lain Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basir, Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono  X dan Bupati Bantul Sri Surya Widati.

Jokowi juga meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan mengawasi pelaksanaan proyek dari hari ke hari dan dari bulan ke bulan. Dengan cara itu, setiap ada masalah akan segera diketahui.

Sementara itu, Sudirman Said menyatakan, proyek senilai 1.100 triliun ini akan menyerap tenaga kerja langsung 650.000 orang dan tenaga kerja tak langsung satu juta orang. Selain itu, proyek ini memerlukan 301.500 kilometer konduktor aluminium, 2.600 set trafo, dan 3,5 juta ton baja.     

Direktur Eksekutif Institute for Essential  Servise Reform Fabby Tumiwa  mengatakan, proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt akan menghadapi sejumlah tantangan, antara lain pendanaan dan pembebasan lahan.

“Masalah pendanaan pada investor swasta menjadi masalah tersendiri,” katanya.

Program pembangunan  pembangkit listrik 35.000 megawatt terdiri atas 109 proyek. PLN mengambil peran pembangunan 1.000 megawatt (35 proyek) dan sisanya 25.000 megawatt (74 proyek) akan dibangun pihak swasta. Proyek itu tersebar di 210 lokasi di seluruh Indonesia.

Dari prioyek 35.000 megawatt itu, sebanyak 20.000 megawatt berupa pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), 13.000 megawatt bertenaga gas, dan sisanya 2.000 megawatt dari energi baru terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Secara terpisah, peluncuran proyek pembangkit 35.000 megawatt dibarengi dengan peletakan batu pertama Pembangkit Listrik Tenaga Air Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, berkapasitas 2 kali 55 megawatt, PLTU Pangkalan Susu Unit III dan IV di Sumatera Utara berkapasitas 2 kali 220 megawatt, dan PLTU Takalar, Sulawesi Selatan, berkapasitas 2 kali 100 megawatt.

 

Tenaga Angin

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, proyek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, DI Yogyaarta merupakan PLTB yang pertama kali di Indonesia berkapasitas 50 megawatt. Umumnya, skala PLTB yang dikembangkan di Indonesia berkapasitas 1 sampai 10 megawatt.

PLTB Samas diharapkan menjadi proyek pemicu pemanfaatan tenaga angin untuk listrik dalam skala besar. PLTB Samas menurut rencana dibangunan mulai tahun 2016. PLTB samas akan memiliki 25 kincir angin yang masing-masing berkapasitas 2 megawatt. Panjang jari-jari kincir 60 meter dan tinggi kincir 180 meter. Investasi yang dibutuhkan untuk PLTB Samas Rp. 1,7 triliun.

Sumber: Kompas
Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cabup Madina Harun Mustafa dan Tim Tutup Turnamen Tenis Meja Harun Mustafa Cup I

    Cabup Madina Harun Mustafa dan Tim Tutup Turnamen Tenis Meja Harun Mustafa Cup I

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online ): Tournamen Tenis Meja Piala Harun Mustafa Cup I se-Sumatera Utara yang berlangsung di Kelurahan Pasar Hilir, Kecamatan Panyabungan Kota pada tanggal 12/10/2024 kemarin resmi ditutup. Penutupan Turnamen olahraga Tenis Meja ini dihadiri langsung Calon Bupati Madina nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution dan rombongan Tim pemenangan. Dalam perhelatan ini, puluhan atlet […]

  • Ludfan Nasution Optimis Masuk Nominasi KPID Sumut

    Ludfan Nasution Optimis Masuk Nominasi KPID Sumut

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah mengantongi surat dukungan dari 13 ormas dan lima tokoh masyarakat, Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut periode 2021-2024 Muhammad Ludfan Nasution S.Sos merasakan sangat optimis bisa lolos dalam Fit and Proper Test (uji kelayakan dan kepatutan) yang akan akan digelar pekan depan (21/1/2022). Arah tahap kedua dari uji […]

  • Siap-Siap, Tengah Malam Nanti Harga BBM Non-Subdidi Naik Lagi

    Siap-Siap, Tengah Malam Nanti Harga BBM Non-Subdidi Naik Lagi

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Pertamina kembali menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Pertamina Region III, terhitung mulai Jumat (15/5) pukul 00.00 nanti harga BBM non-subsidi mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga Pertamax yang semula dibanderol Rp 8.800 akan naik menjadi menjadi Rp 9.600 per liter. Sedangkan Pertamax Plus naik dari […]

  • Rawa Bukan Nama Suku

    Rawa Bukan Nama Suku

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PASAMAN (Mandailing Online) – Rawa bukan nama suku, melainkan nama tempat. Rawa berada di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia. Berpenduduk mayoritas suku Mandailing. Muklan S, pejabat dari kantor Camat Rao mengungkapkan bahwa Rawa atau Rao itu adalah tempat yang sama. “Rawa adalah Rao. Rao adalah Rawa,” jelas Muklan. Itu diungkapkan Muklan menjawab Mandailing […]

  • Kasus Pustu Pastab Jae, Sekda Akui Belum Diberitahu Dinas Kesehatan

    Kasus Pustu Pastab Jae, Sekda Akui Belum Diberitahu Dinas Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus dugaan pengalihan lokasi proyek rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) dari Desa Pastap Julu ke desa Pastap Jae terus bergulir. Sekrataris Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Syafei Lubis yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jum’at (15/7) mengatatakan bahwa dia belum mendapat pemberitahuan bahwa pelaksanaan proyek rehab Pustu di Pastab Julu tersebut berubah lokasi ke […]

  • DPC Partai Gerindra Madina Laksanakan KTA Nisasi

    DPC Partai Gerindra Madina Laksanakan KTA Nisasi

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): DPC Partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra ) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) lakukan KTA Nisasi. Langkah ini dilakukan sebagai bukti keanggotaan resmi partai. ” KTA Nisasi ini menasional dilaksanakan dan akan menjadi bukti keanggotaan resmi,” kata Erwin Efendi Lubis Ketua DPC Partai Gerindra Madina disela sela pelaksanaan KTA Nisasi yang […]

expand_less