Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Bahasa Ibu Dulu, Kini dan Esok

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 9 Jun 2013
  • print Cetak

Oleh : Edi Nasution

Terjadinya proses evolusi sehubungan dengan seleksi alam yang menimpa makhluk hidup, kini mungkin terjadi pula pada bahasa manusia. Terlepas dari kontroversi teori evolusi yang dirumuskan oleh Charles Darwin (1809-1882) itu, lalu muncul kekhawatiran karena cukup fakta yang menunjukkan bahwa sejumlah Bahasa Ibu di dunia terancam punah.

Kekhawatiran akan punahnya sejumlah Bahasa Ibu sudah timbul semenjak mulai berkurang bahkan hilangnya penutur Bahasa Ibu (Muhammad Kadapi, 2009). Sehubungan dengan itu, Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya (UNESCO) telah menetapkan tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional.

Pencanangan ini diwujudkan dalam bentuk ”Monumen Martir” (Shaheed Minar) di Kampus Universitas Dhaka sebagai bentuk apresiasi terhadap pengorbanan Bahasa Bangladesh pada tanggal 21 Februari 1952 (Ahmed Rafique, 2006).

Sebagaimana tertulis dalam publikasi Summer Institute of Linguistic (SIL), ada 6.912 bahasa di 5 region (Asia, Pasifik, Aprika, Eropa dan Amerika). Menurut ahli sosiolinguistik Gufran Ali Ibrahim (2008), bahwa kurang lebih dari jumlah itu, 330 bahasa memiliki penutur 1 juta orang atau lebih. Jumlah penutur yang besar ini berbanding terbalik dengan kira-kira 450 bahasa di dunia yang memiliki jumlah penutur sangat sedikit, yang telah berusia tua dan cenderung bergerak menuju kepunahan.

Secara garis besar ada dua faktor yang dianggap sebagai penyebab utama kepunahan Bahasa Ibu. Pertama, para orang tua tidak lagi mengajarkan Bahasa Ibu kepada anak-anak mereka dan tidak lagi menggunakannya di rumah. Kedua, hal ini merupakan pilihan sebagian masyarakat untuk tidak menggunakan Bahasa Ibu dalam ranah komunikasi sehari-hari.

Gufran menambahkan bahwa kecenderungan punahnya bahasa terjadi di negara-negara berkembang dan miskin. Beberapa negara di antaranya memiliki populasi etnik yang tidak lebih dari 5.000 orang, meskipun beberapa di antaranya memiliki jumlah populasi etnik yang cukup besar, seperti Bahasa Lenca (36.858 orang) dan Bahasa Pipil (196.576 orang) di El Salvador. Namun demikian, penutur aktif kedua bahasa ini hanya sekitar 20 orang.

Jadi, bahasa-bahasa ini sesungguhnya telah terancam punah di antara populasi totalnya yang relatif banyak. Sebagian besar dari bahasa-bahasa yang terancam punah itu merupakan bahasa etnik minoritas terisolasi atau minoritas yang berada dalam wilayah yang memiliki aneka ragam bahasa dan budaya.

Sedangkan di Indonesia, Bahasa Ibu (penuturnya menyebut nama bahasa ini yaitu “Ibo” atau “Tuan Tanah”) di Maluku Utara, yang dalam catatan Voorhoeve dan Visser pada tahun 1987 berjumlah 35 penutur, tahun 2008 tinggal 5 penutur dan berusia di atas 50 tahun, berada di satu wilayah masyarakat multi-bahasa yang perbatasan kebahasaannya hanya antar desa (kampung) yang berjarak tidak lebih dari 5 kilometer. Padahal, pada 1951 berdasarkan pemetaan Esser, bahasa-bahasa di Indonesia diidentifikasi berjumlah 200 bahasa.

Dari ratusan Bahasa Ibu di Indonesia, diketahui beberapa bahasa yang sudah mendekati kepunahan berdasarkan jumlah penutur yang tersisa, antara lain Bahasa Amahai (50 orang), Hoti (10), Hukumina (1), Ibu (35), Kamarian (10), Kayeli (3), Nusa Laut (10), Piru (10), Bonerif (4), Kanum Bädi (10), Mapia (1), Massep (25), Mor (20-30), Tandia (2), Lom (2), Budong-budong (70), Dampal (90), dan Lengilu (10).Indikasi kepunahan sejumlah Bahasa Ibu itu dikhawatirkan akan berdampak pada kepunahan budaya yang mereka miliki, dan pada akhirnya dapat mengancam Kebudayaan Nasional.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika: Pembangunan Madina Terkendala Data Mengambang

    Atika: Pembangunan Madina Terkendala Data Mengambang

    • calendar_month Sabtu, 7 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Salah satu penyakit di Pemkab Madina selama ini adalah persolalan data yang tidak akurat. Padahal data harus akurat agar kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah tepat sasaran. Data yang tidak akurat sangat berbahaya karena berdampak pada kekeliruan kebijakan daerah. Contohnya, data sektor pertanian. Jika data produksi, kendala dan kelemahan sektor pertanian amburadul maka kebijakan yang akan […]

  • Simak Perolehan SAHATA dan ONMA di 23 Kecamatan di Madina Berdasar C-1

    Simak Perolehan SAHATA dan ONMA di 23 Kecamatan di Madina Berdasar C-1

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution telah rampung menerima laporan c-1 hasil penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari seluruh saksi di 801 TPS, Rabu (27/11/2024) malam sekitar pukul 23.40 WIB. Dari hasil perhitungan 801 TPS yang […]

  • Bedah Visi Wabup Madina untuk Forum Kolaborasi Bisnis dan Keluarga Tangguh

    Bedah Visi Wabup Madina untuk Forum Kolaborasi Bisnis dan Keluarga Tangguh

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Episentrum   Satu kalimat yang disampaikan Wakil Bupati Mandailing Natal saat menerima Tim Monitoring PKK Provinsi Sumatera Utara layak mendapat perhatian lebih daripada seremoni yang melatarinya. Ketika ia meminta agar produk-produk lokal hadir dalam setiap rapat pemerintahan dan mendorong percepatan legalitas produk UMKM agar mampu menembus pasar modern, sesungguhnya yang muncul […]

  • Alumni SMA Plus Kunjungi KPU Madina

    Alumni SMA Plus Kunjungi KPU Madina

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Malintang Pos) : Ikatan Keluarga Alumni SMAN Plus (IKAS Plus) melakukan silaturrahim ke KPU Madina, Kamis (6/8) disambut hangat oleh ketua KPU Madina, Agus Salam Nasution. Kedatangan IKAS Plus ini bertujuan untuk bersilaturrahim sekaligus berdiskusi terkait perkembangan Pilkada Madina yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember mendatang. Silaturrahim ini mendiskusikan berbagai hal di […]

  • KPI STAIN Madina Siap Kembangkan Konten Promosi Wisata

    KPI STAIN Madina Siap Kembangkan Konten Promosi Wisata

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Muktar Nasution
    • 0Komentar

      … Sebanyak 11 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN Mandailing Natal semester 3 melakukan kunjungan edukatif ke Dinas Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal (29/9/2016). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai potensi pariwisata daerah sekaligus memahami strategi komunikasi dan promosi destinasi wisata melalui media digital. Kunjungan tersebut didampingi oleh […]

  • Hari Ini, Pemeriksaan Hewan Kurban Serentak Dilakukan di Madina

    Hari Ini, Pemeriksaan Hewan Kurban Serentak Dilakukan di Madina

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) :  melibatkan 34 orang petugas teknis dan dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal, hari ini selasa ( 20/6/2023 ) secara serentak dilakukan pemeriksaan hewan kurban, selain memeriksa kesehatan hewan, petugas juga memeriksa kelayakan baik dari segi usia maupun surat vaksin hewan yang di kurban kan. Kepala […]

expand_less