Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Puluhan Tahun Mencari Keluarga, Bertemu di Huta Pungkut Julu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 29 Sep 2015
  • print Cetak

Alhamdulilah,kegiatan menelusuri dan melacak lokasi kampung dan keturunan keluarga pak Samsudin Ismail Lubis di tanah leluhurnya Mandailing telah berhasil pada hari Jum’at 25 September 2015 di Desa Huta Pungkut Julu Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Kegiatan penelusuran keturunan keluarga ini diselenggarakan oleh IMAMI (Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia). Di Malaysia diorganisir oleh IMAMI Indonesia, sedangkan di tanah leluhur Mandailing diorganisir oleh IMAMI Indonesia.

Tim penelusur dipandu Dahlan Batubara (pengurus IMAMI Indonesia), dipimpin Ramli Abdul Karim Hasibuan (Setia Usaha Agung atau Sekretaris Jenderal) IMAMI Malaysia, Dato Abdul Rahim Uda Lubis (anggota IMAMI Malaysia), Mocktar Hasim (anggota IMAMI Malaysia).

Pak Samsudin Ismail Lubis dipertemukan dengan tulangnya (paman/saudara laki2 dari ibu) yaitu Pak M.Nur Matondang yang kini berumur 78 tahun.

Pertemuan itu terjadi pada tengah hari Jum’at sekitar pukul 11.30 WIB, di kediaman M.Nur Matondang, setelah agak lama tim melakukan wawancara dengan sejumlah penduduk Huta Pungkut Julu. Pencarian keluarga itu agak rumit awalnya, sebab catatan yang ada hanya nama Masrin Matondang (yang juga saudara laki-laki dari ibu Pak Samsudin Ismail Lubis).

Ternyata Masrin Matondang ini telah lama wafat. “Tapi, saudaranya masih ada yang hidup, namanya Muhammad Nur, tapi sudah sangat tua” kata salah satu warga Huta Pungkut Julu.

Lalu tim penelusur dibawa warga ke rumah M.Nur Matondang yang berada di dalam satu gang sempit. Setelah pintu diketuk dengan ucapan assalamualaikum, mucul satu orang wanita yang takm lain adalah menantu M.Nur Matondang. Tim dipersilahkan masuk, lalu muncul pria tua yang sudah sangat lemah dan kurus berkacamata minus. Pria tua itu bernama M.Nur Matondang.

Sejurus kemudian dijelaskan maksud kedatangan tim. Setelah dilakukan jejak telusur silsilah, terutama penyebutan nama Syarifah Matondang yang berasal dari Hutapungkut, pak M.Nur Matondang terkesiap karena saudara perempuannya itu tak pernah lagi pulang ke tanah leluhur hingga akhir hayatnya.

Keharuan dan air mata pun mengiringi rangkulan Samsudin Ismail Lubis sang kemanakan yang disambut rangkulan oleh Pak M.Nur Matondang, sang paman (tulang).

“Anak ini sewaktu kecil waktu ibunya membawanya dari Malaysia dulu (belum pandai jalan/masih merangkak) sering saya gendong, badannya gemuk, dia pernah kedapatan makan pasir di halaman rumah ini,” lirih Pak M.Nur Matodang.

Perbincangan kisah keluarga ini pun mulai dilakukan di rumah itu. Hendri matondang (anak ke-5 dari M.Nur Matondang) dan Masriah Matondang (anak ke-6 dari M.Nur Matondang) turut membantu sang ayah mengingat-ingat silsilah keluarga.

Pak Samsudin sendiri saat ini berusia sekitar 60 tahun. Dia pensiunan angkatan udara Kerajaan Malaysia. Dia memiliki istri yang berasal dari Pattani, Thailand Selatan. Pattani adalah kawasan yang dihuni kaum Melayu beragama Islam. Pak Samsudin saat ini sudah memiliki banyak cucu.

Sebenarnya Pak Samsudin sudah 2 kali datang ke Huta Pungkut. Kali pertama dia ke Huta Pungkut semasa dia masih belum pandai jalan alias masih merangkak alias masih digendong dibawa ibunya dari Malaysia pulang kampung ke tanah Mandailing.

Kali kedua di tahun 1974, tapi dia tak berhasil bertemu dengan pihak keluarga ayahnya. Kabarnya pihak keluarga ayah merahasiakan diri karena takut kalau-kalau Pak Samsudin datang untuk minta harta warisan.

“Saya tak menghendaki harta, itu biarlah untuk semua saudara di tanah leluhur ni. Saya datang nak tahu keluarga saya je,” kata Pak Samsudin kepada Dahlan Batubara yang juga pemimpin redaksi Mandailing Online.

Ibu kandung Pak Samsudin bernama Syarifah Matondang, sedangkan ayanya bernama H. Ismail Bin HM Siddik Lubis, keduanya sama-sama daru Hutapungkut.

Awal kisah berpisahnya keluarga ini bermula ketika H. Ismail Bin HM Siddik Lubis membawa istrinya, Syarifah Matondang merantau ke tanah Semenanjung.

Kedua suami isteri itu merantau ke Malaysia di era Perang Dunia II. Mereka menetap di tanah Semenanjung dan memiliki 3 orang anak. Salah satunya adalah Samsudin Ismail Lubis.

Menurut M.Nur Matondang, saudara perempuannya Syarifah Matondang pernah satu kali pulang ke Huta Pungkut, semasa anaknya-anaknya masih kecil. Dan sejak saat itu Syarifah tak lagi pernah pulang.

Saudara M.Nur Matondang jumlahnya belasan, tetapi lain ayah satu ibu. Walau ber-ayah tiri, tetapi ayah tiri mereka masih saudara kandung. Ibu mereka bernama Basariah. Basariah menikah dengan Muhammad Arif. Dari suami istri ini lahir Morlum, Billi, Mardan, Husin, M.Nur, Misra dan Masrin.

Setelah ayah Muhammad Arif wafat, lalu saudara kandung Muhammad Arif bernama Kalirajo menikahi Basariah. Dari suami keduanya ini Basariah melahirkan beberapa anak antara lain Aminah, Hamidah, Parmato dan Syarifah.

Pencarian keluarga ibu Pak Samsudin Ismail Lubis ini, sebenarnya sulit-sulit mudah. Kesulitannya, karena Pak Samsudin tak memiliki banyak informasi soal silsilah keluarga ibunya.

Hal yang mempermudah adalah nama kampung Hutapungkut dan nama ibunya Syarifah Matondang serta nama pamannya (tulang) Masrin Matondang. Hutapungkut-Syarifah Matondang-Masrin Matondang ini sebagai kata kunci mempermudah penelusuran jejak keluaraga itu di tanah leluhur Mandailing.

Peliput  : tim

Editor    : Ludfan Nasution

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Hadiri Peringatan Maulid Nabi oleh BKMT

    Bupati Hadiri Peringatan Maulid Nabi oleh BKMT

    • calendar_month Sabtu, 15 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Ja’far Sukhairi Nasution Hadiri Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw yang dilaksanakan oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Mesjid Agung Nur Ala Nur Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina, Sumut, Minggu (15/10/2022). Selain dihadiri oleh Bupati, perayaan maulid nabi oleh BKMT ini juga turut dihadiri Ketua […]

  • Shooting di Tapsel, Dimas Anggara Perani Lafran Pane di Film “Demi Waktu”

    Shooting di Tapsel, Dimas Anggara Perani Lafran Pane di Film “Demi Waktu”

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAPSEL (Mandailing Online) – Aktor Dimas Anggara didaulat memerankan sosok pendiri HMI di film “Demi Waktu”. Film “Demi Waktu” memulai shooting perdana di Desa Pangurabaan, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumut, Rabu (9/10), kampung kelahiran Prof. Lafran Pane. Film yang skenarionya ditulis oleh Jujur Prananto ini digarap oleh sutradara film “Habibie Ainun”, Faozan Rizal ini menceritakan […]

  • Atika Ingin Madina Suplai Bahan MBG Secara Mandiri

    Atika Ingin Madina Suplai Bahan MBG Secara Mandiri

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak saja menyangkut penguatan sumber daya manusia, juga perlu dipandang dari sisi ekonomi. Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution Atika, Kamis (19/6) menjelaskan kehadiran MBG ini perlu dipandang sebagai penggerak ekonomi. Dia menguraikan, ketika program ini berjalan banyak kebutuhan pokok yang diperlukan seperti […]

  • Letkol Nurcahyo Kahubdam I/BB

    Letkol Nurcahyo Kahubdam I/BB

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers memimpin upacara serah terima jabatan Kahubdam I/BB dari Kolonel Chb Masri kepada Letnan Kolonel Chb Nurcahyo Utomo sebagai Kahubdam I/BB yang baru di Serambi Kehormatan Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto Km 7,5, Medan, Jumat (04/02/2011). Pangdam dalam sambutannya mengatakan, serah terima jabatan ini, merupakan realisasi dari kebijakan Pimpinan […]

  • Kades Jambur Baru Berupaya Perbaiki Kesalahan. Warganya Diwajibkan Sumbang Batu Untuk Perbaiki Jalan yang Dirusaknya

    Kades Jambur Baru Berupaya Perbaiki Kesalahan. Warganya Diwajibkan Sumbang Batu Untuk Perbaiki Jalan yang Dirusaknya

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ||Mandailing Online- Kepala Desa Jambur Baru di Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal Riswan Haedy, berusaha memperbaiki kesalahan dengan membangun kembali jalan lingkungan yang dirusak. Musyawarah desa dilakukan untuk mencari solusi, namun hasilnya menuai kritik dari warga. Warga desa mengungkapkan bahwa setiap kepala keluarga dipaksa menyetor 2 buah batu untuk material perbaikan jalan lingkungan yang […]

  • Salah Gunakan Mobil Dinas, Todong Didesak Mundur

    Salah Gunakan Mobil Dinas, Todong Didesak Mundur

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ketua DPD KNPI Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Muliyadi Nasution meminta Wakil Ketua DPRD Madina Syafaruddin Anshari Nasution alias Todong mundur dari jabatannya sebagai pimpinan dan Anggota DPRD Madina karena diduga kuat telah menyalahi penggunaan fasilitas negara berupa mobil dinas. “Kita meminta agar Syafaruddin Anshari mundur dari DPRD Madina apakah itu sebagai pimpinan atau anggota. Kepada […]

expand_less