Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Di Desa Terisolir, Raskin Bukan Beras Miskin

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Mei 2016
  • print Cetak
Sejumlah penyedia jasa ojek mengangkut beras miskin dari halaman kantor Camat Batang Natal menuju desa terisolir.

Sejumlah penyedia jasa ojek mengangkut beras miskin dari halaman kantor Camat Batang Natal menuju desa terisolir.

BATANG NATAL (Mandailig Online) –  Beras miskin kadang tak lah menjadi beras miskin, terutama bagi penduduk di desa terisolir.

Beras miskin untuk Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal sudah masuk pekan lalu. Tetapi penduduk miskin harus mengeluarkan ongkos ojek sebesar 1.000 rupiah per kilo gram.

Penduuduk miskin di desa-desa terisolir harus memakai jasa ojek mengangkut beras miskin (raskin) dari kantor kecamatan ke desa mereka. Infrastruktur jalan yang sulit dilalui kenderaan roda empat, menyebabkan ojek (sepeda motor) menjadi pilihan yang terpaksa.

Seperti penduduk miskin Desa Aek Holbung yang jarak tempuhnya mencapai 8 kilometer dari Muara Soma, ibukota kecamatan, harus mengeluarkan ongkos angkut raskin sebesar 1.000 Rupiah per kilogram menggunakan jasa ojek.

Otomatis, penduduk sudah mengeluarkan uang sebesar sekitar Rp 2.850 per kilo gram agar raskin itu sampai di rumah mereka.

Salah seorang pengendara ojek, R. Nasution, mengatakan di Muarasoma pekan lalu, uang jasa atau upah untuk mengangkut raskin mencapai Rp 1000 per kilogram. Upah sebesar itu sudah sangat wajar mengingat jalan yang harus ditempuh masih dipenuhi lumpur, tebing jalanan yang curam, mendaki menurun.

Menyediakan jasa ojek juga sebenarnya bukan pula pekerjaan mudah, tetapi pekerjaan yang berat. Jalanan tanahah yang berbahaya karena bukan jenis aspal, berkelok-kelok, menanjak-menurun, berlumpur licin jika hujan plus jurang yang dalam merupakan kesulitan yang sangat tinggi.

Ongkos sebesar 1.000 rupiah per kilo gram dinilai sebagai yang wajar. Masalahnya adalah infrastruktur jalan yang masih jalan tanah berbahaya. Entah sampai kapan pemerintah memiliki kemauan politik mengaspal jalan ke desa-desa terisolir di Kecamatan Batang Natal agar kenderaan roda empat bisa hilir mudik dengan mudah dan nyaman.

Peliput : MH Nasution

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Atika Pimpin Upacara HAB ke-76

    Wabup Atika Pimpin Upacara HAB ke-76

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution memimpin upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-76 di lapangan STAIN Madina, Senin (3/12). Upacara tersebut dihadiri Forkopimda, kepala KUA se-Madina, organisasi keagamaan, para guru di bawah Kementerian Agama (Kemenag), dan undangan. Wabup Atika dalam amanatnya membacakan pidato Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas […]

  • Fitrah Suryani Nasution Utusan Madina OSN Tingkat Sumut

    Fitrah Suryani Nasution Utusan Madina OSN Tingkat Sumut

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Fitrah Suryani Nasution siswa SMP Negeri I Kotanopan menjadi utusan Kabupaten Mandailing Natal pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Sumatra Utara. OSN itu akan akan dilaksanakan pada Sabtu 9 April 2016 di Medan. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kotanopan, Irsan Hasibuan, S.pd kepada Mandailing Online, Jumat, (8/4)  menyampaikan rasa bangga atas perestasi […]

  • DPRD Simalungun Setujui 12 Ranperda

    DPRD Simalungun Setujui 12 Ranperda

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN : DPRD Simalungun melalui fraksi-fraksi, menyetujui usulan 12 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) untuk dijadikan Peraturan Daerah (Perda), serta memberikan rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Simalungun tahun 2010, Senin 15 Agustus 2011. Ini ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama tentang Ranperda menjadi Perda antara Pemkab dan DPRD Simalungun. Penandatanganan tersebut langsung dilakukan Bupati Simalungun, […]

  • Lantik Pejabat Eselon

    • calendar_month Kamis, 6 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lantik: Sekretaris Daerah M Daud Batubara atas nama bupati Madina Hidayat Batubara melantik pejabat eselon II,III dan IV di gedung serba guna, Parbangunan, Rabu (4/6/2013). Sebanyak 169 PNS yang ikut dalam rotasi jabatan itu. Eselon II terdapat 6 orang. Sementara eselon III dan IV sebanak 163 orang. (foto: Maradotang Pulungan/Mandailing Online)

  • BILIK BESI DI RUMAH MEWAH

    BILIK BESI DI RUMAH MEWAH

    • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Pola Bahasan Subtansi dalam Pro-Kontra)   Catatan ringkas: M. Daud Batubara   Tertangkaptangannya seorang kepala daerah di Sumut oleh lembaga anti rasuah, telah menambah keterpurukan kondisi Provinsi Sumut bahkan Indonesia dalam hal catatan korupsi. Fenomena ini telah menjadi prokontra oleh para pegiat informasi. Namun tulisan ini bukan membahas tentang tertangkaptangannya beliau, hanya saja pilihan thema […]

  • Ketua Komisi I: Pemegang Mandat Penanganan Keuangan Daerah Perlu Berbenah

    Ketua Komisi I: Pemegang Mandat Penanganan Keuangan Daerah Perlu Berbenah

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina) Zubaidah Nasution mengatakan pemegang mandat dalam penanganan keuangan daerah atau anggaran perlu berbenah. Hal itu menanggapi opini wajar dengan pengecualian (WDP) yang diterima Pemkab Madina untuk pengelolaan keuangan tahun 2021. “Berdasarkan laporan keuangan daerah yang kita terima, yang memegang mandat dalam penanganan keuangan atau […]

expand_less