Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Di Desa Terisolir, Raskin Bukan Beras Miskin

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Mei 2016
  • print Cetak
Sejumlah penyedia jasa ojek mengangkut beras miskin dari halaman kantor Camat Batang Natal menuju desa terisolir.

Sejumlah penyedia jasa ojek mengangkut beras miskin dari halaman kantor Camat Batang Natal menuju desa terisolir.

BATANG NATAL (Mandailig Online) Beras miskin kadang tak lah menjadi beras miskin, terutama bagi penduduk di desa terisolir.

Beras miskin untuk Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal sudah masuk pekan lalu. Tetapi penduduk miskin harus mengeluarkan ongkos ojek sebesar 1.000 rupiah per kilo gram.

Penduuduk miskin di desa-desa terisolir harus memakai jasa ojek mengangkut beras miskin (raskin) dari kantor kecamatan ke desa mereka. Infrastruktur jalan yang sulit dilalui kenderaan roda empat, menyebabkan ojek (sepeda motor) menjadi pilihan yang terpaksa.

Seperti penduduk miskin Desa Aek Holbung yang jarak tempuhnya mencapai 8 kilometer dari Muara Soma, ibukota kecamatan, harus mengeluarkan ongkos angkut raskin sebesar 1.000 Rupiah per kilogram menggunakan jasa ojek.

Otomatis, penduduk sudah mengeluarkan uang sebesar sekitar Rp 2.850 per kilo gram agar raskin itu sampai di rumah mereka.

Salah seorang pengendara ojek, R. Nasution, mengatakan di Muarasoma pekan lalu, uang jasa atau upah untuk mengangkut raskin mencapai Rp 1000 per kilogram. Upah sebesar itu sudah sangat wajar mengingat jalan yang harus ditempuh masih dipenuhi lumpur, tebing jalanan yang curam, mendaki menurun.

Menyediakan jasa ojek juga sebenarnya bukan pula pekerjaan mudah, tetapi pekerjaan yang berat. Jalanan tanahah yang berbahaya karena bukan jenis aspal, berkelok-kelok, menanjak-menurun, berlumpur licin jika hujan plus jurang yang dalam merupakan kesulitan yang sangat tinggi.

Ongkos sebesar 1.000 rupiah per kilo gram dinilai sebagai yang wajar. Masalahnya adalah infrastruktur jalan yang masih jalan tanah berbahaya. Entah sampai kapan pemerintah memiliki kemauan politik mengaspal jalan ke desa-desa terisolir di Kecamatan Batang Natal agar kenderaan roda empat bisa hilir mudik dengan mudah dan nyaman.

Peliput : MH Nasution

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Diminta Tinjau Ulang Pengangkatan Pj Kades Tabuyung

    Bupati Diminta Tinjau Ulang Pengangkatan Pj Kades Tabuyung

    • calendar_month Senin, 18 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Indikasi tidak sinergisnya pemerintahan Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina), Sumut, mulai terlihat. Salah satu indikatornya, berdasar amatan warga, hingga tanggal 17 Juli 2022 Pj Kepala Desa Tabuyung, dr Mahyuni belum pernah terlihat masuk kantor desa sejak diangkat tanggal 27 Juni 2022. “Belum pernah (masuk kantor-red). […]

  • Warga Minta Bupati Madina Tinjau Ulang Pengangkatan Pj Desa Tabuyung

    Warga Minta Bupati Madina Tinjau Ulang Pengangkatan Pj Desa Tabuyung

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Warga meminta bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, meninjau ulang pengangkatan Pj. Kepala Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis. Permintaan itu berdasar penilaian warga terhadap beberapa kebijakan dan keputusan pj. kepala desa berinisial IM yang diduga bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan. Selain itu, yang bersangkutan juga sudah pernah menjalani hukuman […]

  • Merasa Hukum Mati Suri, IMA Madina Somasi Polres Madina

    Merasa Hukum Mati Suri, IMA Madina Somasi Polres Madina

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) menilai Polisi Resort Madina seakan mati suri dengan banyaknya kasus-kasus yang semestinya dituntaskan, namun diduga tidak adanya penyelesaian bahkan semakin merajalela. Berdasar itu, IMA Madina melayangkan somasi kepada Polres Madina dengan surat somasi nomor 113/SEK-DPP IMA MADINA/B/V/2014 yang ditujukan kepada Kapolres Madina, AKBP, Mardiaz Kusin […]

  • Rahma Mengharapkan Bantuan Pemerintah

    Rahma Mengharapkan Bantuan Pemerintah

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kejam Ibu Kota Lebih Kejam Ibu Tiri PANYABUNGAN (Berita): Kejamnya ibu kota lebih kejam ibu tiri, ayah aku tak punya ibu pun tak punya siapapun aku tak punya hanya airmatalah yang selalu bercerita, kata pepatah dan lagu ini sangat tepat apa yang dialami Rahma boru Lubis (28) kelahiran Desa Tangga Bosi II Kecamatan Siabu Kabupaten […]

  • Siboru Deak Parujar dan Tanah Mandailing

    Siboru Deak Parujar dan Tanah Mandailing

    • calendar_month Senin, 14 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution (in memorial) *Dikutip dari artikel “Mandala Holing”   Meskipun kelompok etnik (suku-bangsa) Mandailing memiliki aksara tradisional yang disebut Surat Tulak-tulak, dan biasa digunakan untuk menuliskan kitab-kitab kuno yang dinamakan Pustaha, namun Pustaha itu umumnya bukan berisi tentang ‘cacatan sejarah’ orang Mandailing, melainkan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan pengobatan tradisional, ilmu-ilmu […]

  • Jalan Alternatif Gunung Tua Penyelamat Arus Mudik

    Jalan Alternatif Gunung Tua Penyelamat Arus Mudik

    • calendar_month Jumat, 17 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Puncak arus mudik lebaran yang mulai sejak Kamis kemarin, mulai menyebabkan antrian panjang di di jalur Lintas Tengah Sumatera titik Desa Gunung Tua,Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) akibat jembatan sementara Rantopuran terlalu sempit. Pantauan MO, Jum’at (17/8), antrian kenderaan dari arah Jawa jenis penumpan umum, truk dan mobil pribadi terlihat mengantri memanjang mulai […]

expand_less