Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Surung Panjaitan menangis di persidangan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
  • print Cetak

MEDAN (Mandailing Online) – Surung Panjaitan yang menjadi terdakwa kasus dugaan suap terhadap Bupati Madina Hidayat Batubara terlihat menangis dan mengakui kesalahannya saat disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan.

Kepada Majelis Hakim pengusaha tersebut berkeras bahwa dirinya tidak pernah menyatakan setuju menggarap proyek di RSUD Panyabungan yang ditawarkan oleh anak buah Bupati Madina.

Walaupun selalu membayar tagihan makan dan minum dalam setiap pertemuan, ia mengaku tidak pernah meminta bertemu dengan para pejabat Madina untuk membahas proyek tersebut. “Sebagai pengusaha, saya kurang suka dibayari orang lain,” katanya.

Namun, Surung tidak berkutik ketika hakim Agus Setiawan mencecarnya. Menurut Agus, setelah beberapa sidang dengan mendatangkan berbagai saksi, hakim belum juga dapat mempercayai bahwa Surung tidak punya kepentingan memberikan uang kepada anak buah Bupati Hidayat Batubara. “Bagaimana meyakinkan kami (majelis hakim)? Bukan hanya kami, tapi seluruh orang yang ada di ruangan ini bahwa uang itu tidak ada kaitannya dengan proyek?” kata Agus.

Surung semakin gugup ketika hakim Lebanus menanyakan sepanjang kariernya selama 30 tahun sebagai pengusaha konstruksi sudah berapa banyak fee proyek yang diberikan Surung kepada pejabat pemerintah. Surung mengatakan tidak selalu memberikan fee.

Di akhir persidangan, hakim Agus menanyakan apakah Surung ingin berbicara sebelum sidang memasuki agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa, Kamis besok.

“Ada, Pak. Majelis hakim yang mulia, setelah menjalani persidangan ini saya akhirnya menyadari bajwa telah lalai karena telah memberikan pinjaman kepada pegawai. Saya pikir memberikan pinjaman pribadi tidak ada masalah. Ternyata di persidangan ini memberikan pinjaman kepada pegawai negeri itu salah. Saya mohon kepada majelis hakim. Saya berjanji bersumpah tidak melakukan perbuatan ini lagi. Memperbaiki diri agar tidak tersangkut masalah-masalah seperti ini. saya sungguh mengambil pelajaran yang luar biasa,” katanya sambil menangis.

Usai sidang, Surung langsung dipeluk oleh isterinyam Blondina Manurung dan anak lelakinya yang ikut menangis mendengar pengakuan Surung saat duduk di kursi pesakitan.

Setelah pembacaan tuntutan Kamis besok, rencananya sidang akan langsung dilanjutkan dengan pembacaan pledoi pada Jumat (18/10/2013). Senin pekan depan diharapkan Surung telah mendapatkan vonis terhadap kasusnya.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendataan Pedagang Berlangsung Lancar di Sejumlah Pasar

    Pendataan Pedagang Berlangsung Lancar di Sejumlah Pasar

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA (Mandailing Online) – Kegiatan pendataan jumlah pedagang di berbagai pasar tradisional dan pasar rakyat di Mandailing Natal (Madina), Sumut dalam sepekan terakhir lancar berjalan. Pendataan direncanakan berlangsung di seluruh pasar tradisional dan pasar rakyat, dimulai sejak Jum’at 24 Januari 2025 lalu oleh kolaborasi mahasiswa dengan Dinas Perdagangan Madina. Para mahasiswa itu berasal dari dua […]

  • DPRD Madina Usul Pola Pendidikan Akhlakul Karimah

    DPRD Madina Usul Pola Pendidikan Akhlakul Karimah

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online ) – Komisi I DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengusulkan pola pendidikan yang menekankan kepada pengauatan akhlakul karimah. Sekretaris Komisi I, M. Rahim Nasution menyatakan usulan itu akan diajukan dalam bentuk Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Selasa (20/10). Ranperda itu menyangkut  pengelolaan dan penyelanggaraan pendidikan dasar yang memiliki kandungan pengembangan kemampuan  dan mendidik sumber […]

  • Jalan Muara Sipongi – Pakantan Makin Rusak

    Jalan Muara Sipongi – Pakantan Makin Rusak

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ruas jalan kabupaten dari Muara Sipongi – Pakantan Kabupaten Mandailing Natal rusak parah. Kondisi ini menyebabkan jarak tempuh dari Muara Sipongi ke Pakantan memakan waktu yang lebih lama, juga berpengaruh meningkatnya ongkos transportasi.(MB)

  • Aliran Air PDAM Sering Mati, Warga Sampaikan Surat Terbuka

    Aliran Air PDAM Sering Mati, Warga Sampaikan Surat Terbuka

    • calendar_month Sabtu, 16 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aliran air dari PDAM Tirta Madina yang sering mati menuai protes dari pengguna di wilayah Parbangunan dan Aek Galoga. Owner Raja Batu Residence (RBR) Irwan H Daulay bahkan menyampaikan surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dengan tembusan kepada Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, […]

  • Tahun 2009, Penderita Malaria di Madina Capai 23.242 Orang

    Tahun 2009, Penderita Malaria di Madina Capai 23.242 Orang

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Angka penderita penyakit malaria yang disebabkan gigitan nyamuk malaria (Aides aegypti) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Tahun 2009 mencapai angka 23.242 pasien sesuai dengan catatan yang berobat pada tiga klinik malaria yang terdapat di daerah itu. Demikian disampaikan Kepala Pusat Penanggulangan Malaria Madina Arifin Fauzi Lubis kepada wartawan, Jum’at (19/11). “Madina merupakan daerah […]

  • Madina Tolak Kebijakan Sekolah 8 Jam Sehari

    Madina Tolak Kebijakan Sekolah 8 Jam Sehari

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang akan menerapkan sekolah 8 jam sehari sangat tidak populis dan perlu dikaji ulang. Kebijakan itu sepaket dengan rencana masa 5 hari per pekan yang akan ditereapkan pada  Tahun Ajaran 2017-2018. “Durasi 8 jam sehari ini dinilai akan mematikan jam belajar di madrasah […]

expand_less