Minggu, 14 Jun 2026
light_mode

Surung Panjaitan menangis di persidangan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
  • print Cetak

MEDAN (Mandailing Online) – Surung Panjaitan yang menjadi terdakwa kasus dugaan suap terhadap Bupati Madina Hidayat Batubara terlihat menangis dan mengakui kesalahannya saat disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan.

Kepada Majelis Hakim pengusaha tersebut berkeras bahwa dirinya tidak pernah menyatakan setuju menggarap proyek di RSUD Panyabungan yang ditawarkan oleh anak buah Bupati Madina.

Walaupun selalu membayar tagihan makan dan minum dalam setiap pertemuan, ia mengaku tidak pernah meminta bertemu dengan para pejabat Madina untuk membahas proyek tersebut. “Sebagai pengusaha, saya kurang suka dibayari orang lain,” katanya.

Namun, Surung tidak berkutik ketika hakim Agus Setiawan mencecarnya. Menurut Agus, setelah beberapa sidang dengan mendatangkan berbagai saksi, hakim belum juga dapat mempercayai bahwa Surung tidak punya kepentingan memberikan uang kepada anak buah Bupati Hidayat Batubara. “Bagaimana meyakinkan kami (majelis hakim)? Bukan hanya kami, tapi seluruh orang yang ada di ruangan ini bahwa uang itu tidak ada kaitannya dengan proyek?” kata Agus.

Surung semakin gugup ketika hakim Lebanus menanyakan sepanjang kariernya selama 30 tahun sebagai pengusaha konstruksi sudah berapa banyak fee proyek yang diberikan Surung kepada pejabat pemerintah. Surung mengatakan tidak selalu memberikan fee.

Di akhir persidangan, hakim Agus menanyakan apakah Surung ingin berbicara sebelum sidang memasuki agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa, Kamis besok.

“Ada, Pak. Majelis hakim yang mulia, setelah menjalani persidangan ini saya akhirnya menyadari bajwa telah lalai karena telah memberikan pinjaman kepada pegawai. Saya pikir memberikan pinjaman pribadi tidak ada masalah. Ternyata di persidangan ini memberikan pinjaman kepada pegawai negeri itu salah. Saya mohon kepada majelis hakim. Saya berjanji bersumpah tidak melakukan perbuatan ini lagi. Memperbaiki diri agar tidak tersangkut masalah-masalah seperti ini. saya sungguh mengambil pelajaran yang luar biasa,” katanya sambil menangis.

Usai sidang, Surung langsung dipeluk oleh isterinyam Blondina Manurung dan anak lelakinya yang ikut menangis mendengar pengakuan Surung saat duduk di kursi pesakitan.

Setelah pembacaan tuntutan Kamis besok, rencananya sidang akan langsung dilanjutkan dengan pembacaan pledoi pada Jumat (18/10/2013). Senin pekan depan diharapkan Surung telah mendapatkan vonis terhadap kasusnya.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisruh Pj Kades di Desa Batang Gadis Jae, Dana Desa Tak Kunjung Cair

    Kisruh Pj Kades di Desa Batang Gadis Jae, Dana Desa Tak Kunjung Cair

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Batang Gadis Jae Kecamatan Panyabungan Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta kisruh di pemerintahan desa mereka segera dicarikan solusi agar dana desa tahun 2023 tahap pertama dapat dicairkan. Kamis (15/6/2023). Sebelumnya diketahui dari beberapa warga bahwa Pj Kades Batang Gadis Jae Paryati Ningsih Daulay sempat ditolak beberapa perangkat desa […]

  • Pakaian Adat Mandailing Meriahkan CMC

    Pakaian Adat Mandailing Meriahkan CMC

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pakaian adat Mandailing turut tampil dalam memeriahkan Colorful Medan Carnaval (CMC). Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dalam perayaan hari jadi ke-432 kota Medan. Carnaval budaya yang turut diikuti oleh pemerintahan kabupaten/kota di Sumatera Utara ini dimulai dari Jl. Ahmada Yani sampai ke Balai Kota Medan. Acara yang memperagakan pakaian adat, alat […]

  • Bupati Bener Meriah Diberondong OTK

    Bupati Bener Meriah Diberondong OTK

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ACEH- Aksi teror mengunakan senjata api kembali terjadi di wilayah Aceh. Kali ini menimpa mobil Bupati Bener Meriah, Ir H Tagore Abubakar. Mobil yang ditumpangi bupati bersama sopirnya, Gempar, diberondong orang tak dikenal (OTK) dari jarak berlawanan yang mengendarai Toyota Avanza hitam di kawasan jembatan totor besi Uning Bersah, Kecamatan Bukit, Bener Meriah pukul 21.30 […]

  • Tuntutan Pendemo ke Pj Bupati & DPRD

    Tuntutan Pendemo ke Pj Bupati & DPRD

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-; Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Mandailing Natal (AMP2M) bersama Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma PP) berdemonstrasi ke kantor Pemkab dan DPRD Madina, Kamis (28/10). Mereka meminta pejabat terkait bertanggung jawab atas defisit anggaran tahun 2010 yang berjumlah Rp19,7 miliar, dan mendesak Pejabat (Pj) Bupati Aspan Batubara dan DPRD membentuk tim auditor defisit anggaran tersebut. […]

  • Covid-19, Bantuan Sembako Mulai Digulirkan

    Covid-19, Bantuan Sembako Mulai Digulirkan

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bantuan sembako mulai digulirkan Pemkab Madina kepada warga miskin yang terdampak perlambatan ekonomi akibat Covid-19. Untuk tahap awal ini sebanyak 500 kepala keluarga memperoleh bantuan. Kawasannya juga masih di Kecamatan Panyabungan. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak, gula, dan telur. Bantuan itu langsung diserahkan Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan […]

  • Jumlah Tertimbun Sekitar 10 Orang

    Jumlah Tertimbun Sekitar 10 Orang

    • calendar_month Rabu, 6 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengakuan Salah SEorang yang Selamat PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah orang yang terperangkap dalam timbunan reruntuhan tanah pada peristiwa lobang runtuh di bukit Sarahan, Desa Huta Bargot Julu, Kecamatan Huta Bargot, Mandailing Natal, diperkirakan 10 orang. Kejadiannya, sekitar pukul 11.15 WIB, Senin malam (4/2). Para penambang yang tertimbun ini adalah penduduk dari berbagai desa di […]

expand_less