Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Apresiasi Film Indonesia 2013, Angin Segar Perfilman Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
  • print Cetak

JAKARTA (Mandailing Online) – Untuk kedua kalinya, Kemendikbud RI menggelar Apresiasi Film Indonesia (AFI). Muncul dengan 18 kategori berbeda, ajang tahunan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi kemajuan perfilman di Indonesia.

AFI merupakan sebuah ajang pemberian penghargaan kepada karya film beserta seluruh unsur-unsurnya yang mengacu pada muatan nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa.

“Keberadaan AFI, diharapkan, bisa membawa angin segar bagi dunia perfilman di Indonesia karena, pada hakikatnya, film adalah produk budaya dan media yang efektif untuk membangun kearifan lokal serta karakter bangsa,” ujar Direktur Jenderal Kebudayaan, Kacung Marijan dalam rilis pers yang dikirim ke redaksi Mandailing Online, Jum’at (4/10/2013).

Terkait prinsip tersebut, AFI 2013 akan memulai sebuah tradisi baru dengan menempatkan film beserta seluruh unsur yang melingkupinya sebagai satu-kesatuan.

“Dengan kata lain, AFI tidak hanya mengapresiasi film sebagai karya, namun juga memberikan penghargaan khusus kepada elemen-elemen yang sudah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dunia perfilman,” katanya.

Untuk itu, kerjasama AFI dengan dengan para tim ahli pun dijalankan, terdiri dari praktisi pendidikan, kebudayaan, perfilman dan praktisi komunikasi. Sejauh ini Kemendikbud sudah memilih 18 kategori AFI 2013, masing-masing:

Kategori utama: Apresiasi Film Bioskop, Apresiasi Film Independen (cerita panjang non bioskop), Apresiasi Film Dokumenter, Apresiasi Film Animasi, Apresiasi Film Pendek, Apresiasi Film Anak, Apresiasi Film Pilihan Pemirsa (metode jajak pendapat).

KATEGORI “MONUMENTAL”: Apresiasi Film Adi-Karya, Apresiasi Film Adi-Insani.

KATEGORI KHUSUS: Apresiasi Sutradara Perdana, Apresiasi Festival Film, Apresiasi Poster Film, Apresiasi Komunitas, Apresiasi Media Cetak, Apresiasi Media Non Cetak, Apresiasi Film Independen Kategori Pelajar, Apresiasi Film Independen Kategori Mahasiswa, Apresiasi Lembaga Pendidikan.

Di kesempatan yang sama, Ketua Tim Ahli AFI 2013, Ichwan Persada menyatakan, dari 18 kategori tersebut, terdapat 7 Kategori Utama yang keseluruhannya akan menilai film sebagai karya yang utuh.

“Artinya, pada kategori tersebut, Dewan Juri tidak melakukan penilaian terhadap komponen-komponen yang bersifat teknis; seperti pemeran, penyutradaraan, penyuntingan, dan sebagainya. Sebaliknya, film dinilai sebagai karya budaya yang berkualitas, digarap dengan baik, dan memiliki pesan positif yang dapat menginspirasi masyarakat,” katanya.

Selain itu, AFI 2013 juga mengapresiasi karya film yang terhitung monumental, menjadi “tonggak” dan pembicaraan masyarakat, serta memberikan kontribusi besar di kurun waktu/periode tertentu dalam sejarah perkembangan perfilman Indonesia.

Penghargaan yang dinamakan Adi-Karya tersebut, akan disandingkan dengan Apresiasi Adi-Insani, sebuah penghargaan untuk insan perfilman tak terbatas pada aktor/aktris dan pekerja film saja, namun juga industri/perusahaan film yang dinilai konsisten serta berjasa besar dalam memajukan perfilman nasional.

Yang menarik, tentu, diikut-sertakannya 9 Kategori Khusus, yang merupakan wujud dari komitmen dan konsistensi Kemendikbud sebagai Kementerian yang berfokus pada pendidikan dan kebudayaan.

Disebutkan Kacung Marijan, AFI merupakan ajang penghargaan yang sarat dengan misi pembinaan dan pendidikan. Untuk itu, AFI juga akan memberikan apresiasi kepada lembaga pendidikan dan film independen karya pelajar maupun mahasiswa, sehingga generasi muda terus terpacu untuk berkarya menciptakan sesuatu yang positif bagi masyarakat.”

Harapan serupa juga ditumpukan kepada sutradara muda yang mampu menelurkan karya film perdana yang berkualitas terbaik dan diputar di bisokop, media massa (cetak non cetak), komunitas film, hingga berbagai ajang festival yang secara intens telah menyebarkan informasi dan ikut memberikan pencerahan dalam dunia perfilman Indonesia.

Untuk mengantarkan itu semua, telah pula dibentuk Dewan Juri AFI 2013, yang diketuai Totot Indarto, dengan anggota: Mathias Muchus, Erwin Arnada, Nirwan Dewanto, Jajang C Noer, Dana Riza, Linda Christanty, Hafiz Rancajale, dan Wahyu Aditya.

“AFI tahun ini tampil dengan hal baru dari tahun kemarin, dan itu menjadi poin yang harus dihargai. Biasanya festival-festival lain mempunyai perspektif tertentu saja. Semoga AFI bisa memberikan perspektif baru dalam apresiasi perfilman kita,” ujar Ketua Dewan Juri, Totot Indarto.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangunan Sekolah SD di Aek Baru Julu Dihantam Banjir Bandang

    Bangunan Sekolah SD di Aek Baru Julu Dihantam Banjir Bandang

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    BATANG NATAL ( Mandailing Online )- Tidak hanya jembatan penghubung yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang di Desa Aek Baru Julu, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal, ( Madina ) Senin 13/11/2023. Sebuah gedung Sekolah juga menjadi sasaran derasnya arus sungai aek baru. Video yang diperoleh Mandailing Online, kondisi bangunan sekolah nyaris terbawa arus sungai, hanya […]

  • USB STAIN Madina Jadi UKM Terdepan dan Terpopuler Bagi Kalangan Mahasiswa

    USB STAIN Madina Jadi UKM Terdepan dan Terpopuler Bagi Kalangan Mahasiswa

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terbentuk sejak 2018 di STAIN Madina UKM Unit Seni dan Budaya (USB) STAIN Madina selenggarakan Dies Natalis Ke-VI (enam). Sebagai Organisasi kemahasiswaan internal kampus yang bergerak di bidang Seni dan Budaya USB jadi salah satu UKM tertua di STAIN Madina. “Meski, baru berusia 6 tahun USB tak hanya menampilkan eksistensinya saja […]

  • Proyek Fisik Dinilai Tak Berkualitas, Kepercayaan Masyarakat Kepada Pemkab Madina Menurun

    Proyek Fisik Dinilai Tak Berkualitas, Kepercayaan Masyarakat Kepada Pemkab Madina Menurun

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepercayaan masyarakat sangat menurun kepada Pemkab Mandailing Natal terkait mayoritas proyek fisik yang dinilai selalu berkualitas bobrok. Proyek-proyek fisik termasuk rabat beton, dek irigasi, dek jalan, pengaspalan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dinilai mutunya sangat amburadul. “Contohnya rabat beton, baru 10 bulan dibangun sudah pecah-pecah. Kualitas apa itu. Aspal juga tak […]

  • Oloan Lubis, Pembuat Gordang Sambilan

    Oloan Lubis, Pembuat Gordang Sambilan

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ulu Pungkut (MO) – Belakangan ini jarang dijumpai orang yang ahli membuat gordang sambilan di Mandailing, wilayah bermukim etnis Mandailing di Provinsi Sumatera Utara. Selain pembuatannya yang cukup sulit, kayunya juga harus jenis yang berkwalitas. Salah satu yang tetap eksis membuat gordang sambilan adalah adalah Oloan Lubis (40), warga desa Hutanagodang, Kecamatan Ulu Pungkut. Kepada […]

  • Tiga Isu Negatif Terkait Akun @SBYudhoyono
    Tak Berkategori

    Tiga Isu Negatif Terkait Akun @SBYudhoyono

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) – Munculnya akun Twitter milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yaitu @SBYudhoyono mengundang banyak komentar di jagat media sosial. Ada yang positif tapi tak sedikit yang nyinyir dengan akun tersebut. Temuan lembaga monitor dan analisis media sosial “PoliticaWave” menunjukkan ada tiga isu negatif yang berkaitan dengan akun @SBYudhoyono sejak munculnya akun itu pada 13 […]

  • 18 Desa di Kecamatan Siabu Dikabarkan Buat Mosi Tidak Percaya Pada Camat, Meminta Bupati Copot Jabatannya

    18 Desa di Kecamatan Siabu Dikabarkan Buat Mosi Tidak Percaya Pada Camat, Meminta Bupati Copot Jabatannya

    • calendar_month Rabu, 13 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online )- Desas desus Camat Siabu Syukur Soripada di mosi 18 Desa karena tidak adanya hubungan baik beredar luas di kalangan masyarakat di Kecamatan Siabu. Surat mosi tidak percaya  pada Camat Siabu itu kabarnya sudah sampai ke Bupati Mandailing Natal H.M.Ja’far Sukhairi Nasution. Para Kepala Desa meminta Bupati mencopot jabatan Camat Syukur Soripada […]

expand_less