Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Oknum Guru Cabuli Siswi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
  • print Cetak


MADINA- Seorang oknum guru berinisial K (28), yang mengajar di salah satu sekolah swasta setingkat SMP di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal mencabuli siswinya sebut saja Bunga (16), yang saat ini duduk di kelas tiga. Perbuatan asusila tersebut dilakukan warga Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu ini sebanyak lima kali di sebuah gubuk kebun rambutan milik ortu tersangka di Simangambat.

Informasi yang diperoleh METRO dari Kasat Reskrim Polres Madina AKP SM Siregar SH melalui PS Kanit III, Bripka Suparmin, Kamis (2/12) mengatakan, dugaan perbuatan cabul itu telah dilaporkan ortu Bunga yakni ST, warga Kecamatan Siabu ke petugas kepolisian, Senin (15/11) lalu.

Diceritakan Bripka Suparmin, berdasarkan hasil pemeriksaan pihaknya, awalnya orangtua korban melihat putrinya tersebut berperilaku tidak seperti biasanya. Bunga sering melamun, sehingga orangtuanya menanyakan perihal apa yang terjadi.

Semula, korban berusaha menutupi aibnya. Namun, karena didesak terus, Bunga akhirnya mengakui bahwa dirinya menjadi korban pencabulan oknum guru K.

Bripka Suparmin juga menerangkan, pencabulan tersebut dilakukan berulang kali oleh pelaku. Di mana sebelumnya, antara korban dengan K diduga menjalin hubungan kasih.

“Keduanya memiliki hubungan cinta dan akhirnya Bunga menjadi korban nafsu pencabulan oleh K. Korban disetubuhi sebanyak lima kali di tempat yang sama yakni di gubuk salah satu kebun rambutan milik orangtua pelaku di Simangambat,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Suparmin, saat ini tersangka K sudah diamankan di Mapolres Madina yang terletak di Desa Mompang, Kecamatan Panyabungan Utara untuk mempertangungjawabkan perbuatannya.

Dari hasil pemeriksaan petugas, tersangka K mengakui perbuatannya yang telah menyetubuhi korban sebanyak lima kali di kebun milik orangtuanya.

“Pencabulan itu kadang dilakukan usai pulang sekolah, kadang di hari libur seperti hari Minggu. Tapi yang jelas, pelaku telah mengakui perbuatannya yang menyetubuhi korban sebanyak lima kali,” ungkap Suparmin. Masih dikatakannya, pelaku dijerat Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 pasal 81 subsider pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak.

Sementara itu pihak sekolah yang dikonfirmasi METRO mengaku tidak mengetahui kasus yang menimpa Bunga. Bunga sendiri masih masuk sekolah sampai saat ini.

“Kami tak tahu soal kejadian ini, setahu saya siswi kami (Bunga, red) itu masih masuk sekolah. Namun, pelaku memang sejak beberapa bulan terakhir jarang masuk mengajar. Dan kalaupun kami tahu dari semula, kami akan langsung pecat guru yang bersangkutan,” ujarnya sembari meminta namanya jangan ditulis. (wan)
Sumber : metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Terlibat Percaloan CPNS

    Diduga Terlibat Percaloan CPNS

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Mantan Kepala BKD Terancam Dipenjara TANJUNGBALAI (Mandailing Online) – Setelah dicopot dari jabatannya, dan gagal menjadi staf ahli Walikota karena tidak hadir saat pelantikan, BAS,SSos, mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat dikabarkan terancam terjerat hukum. Beredar kabar, BAS terlibat percaloan CPNS formasi 2012 lalu. Sumber terpercaya di Mapolres Tanjungbalai, Selasa (15/10) mengatakan, belum […]

  • Istri Menggandeng Nama Suami, Bolehkah?

    Istri Menggandeng Nama Suami, Bolehkah?

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jika ini bertujuan mengubah nasab maka dilarang. Polemik di atas pernah memanas pada 2008. Ketika itu, seseorang mengajukan pertanyaan ke Lembaga Fatwa Dar al-Ifta Mesir perihal boleh tidaknya perempuan yang telah menikah menggunakan nama suami atau keluarga suami di belakang nama sang istri. Pemandangan ini banyak dijumpai dalam tradisi negara-negara Barat. Wacana ini pun menjadi […]

  • Pengerukan Aek Mata Mendesak

    Pengerukan Aek Mata Mendesak

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina) mendesak Pemkab Madina agar satu bahasa dengan DPRD perlunya melakukan pengerukan dan pembangunan dek pengaman di sepanjang jalur Sungai Aek Mata pada titik kota Panyabungan. Seperti dilansir Harian Metro Tabagsel, langkah ini dianggap prioritas dan mendesak karena menyangkut hidup ribuan masyarakat Kota Panyabungan sebagai ibu kota kabupaten. […]

  • JOKOWI : SAYA AKAN BANGUN KAMPUNG NASUTION

    JOKOWI : SAYA AKAN BANGUN KAMPUNG NASUTION

    • calendar_month Kamis, 20 Des 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Presiden RI Joko Wododo menegaskan akan mendorong percepatan pembangunan di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Presiden menyatakan itu dengan kalimat “Saya akan bangun kampung Nasution”. Itu ditegaskannya di hadapan sejumlah ulama dari Madina di istana negara Jakarta, Selasa (18/12/2018). Pertemuan antara ulama dari Madina dengan Jokowi itu merupakan silaturrahim sekaligus undangan […]

  • Ray Rangkuty : Pengaruh Politik Uang Cenderung Turun

    Ray Rangkuty : Pengaruh Politik Uang Cenderung Turun

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengaruh politik uang dalam Pemilu cenderung menurun. Itu diungkap Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti dalam Sosialisasi Diskusi Publik Hasil Fakta Integritas Caleg Madina 2019 di Aula Mitra Tani, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, Senin (1/4/2019). Meski politik uang masih tetap bermain dalam Pemilu 2019 nanti, tetapi pengaruhnya terhadap keterpilihan relatif menurun. […]

  • HUTA DAN BANUA MANDAILING

    HUTA DAN BANUA MANDAILING

    • calendar_month Selasa, 8 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      OLEH : EDI NASUTION (in memorial) Dikutip dari sebagian artikel berjudul “Banua dan Alak Mandailing” di http://edi-nasution.blogspot.com   Wilayah pemukiman orang Mandailing disebut Luat atau Banua. Sedangkan kehidupan sosial budaya orang Mandailing berlangsung di dalam suatu huta yang memiliki satu kesatuan wilayah dengan batas-batas tertentu. Setiap huta berada dibawah sistem pemerintahan sendiri yang demokratis dan […]

expand_less