Kamis, 17 Sep 2026
light_mode

Korupsi lahan PLTA, rekening Bupati Tobasa diblokir

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 13 Jan 2014
  • print Cetak

MEDAN – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Poldasu telah melakukan pemblokiran rekening atas nama Pandapotan Kasmin Simanjuntak senilai Rp.1,1 miliar.

“Dana dari pelepasan lahan proyek PLTA Asahan III senilai Rp3 miliar yang masuk ke rekening pribadi Bupati Tobasa, sebagian sudah habis dibelanjakan, seperti membeli jam tangan dan lain-lain. Namun ada sebagian dari dana itu ditransfer ke rekening seseorang di Singapura dan Jakarta yang saat ini masih ditelusuri. Sedangkan sisanya Rp1,1 miliar, sudah diblokir,” kata Direktur Dit Reskrimsus Poldasu, Kombes Pol Dono Indarto, akhir pekan.

Disebutkannya, dalam kasus dugaan korupsi tersebut, sudah empat orang tersangka, salah satunya Bupati Tobasa. Sedangkan tiga lagi merupakan pejabat Pemkab Tobasa yang kasus ditangani Polres Tobasa.

“Untuk pihak PT PLN Sumut, tidak lama lagi bakal ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” tutur mantan Direktur Dit Reskrimsus Polda Lampung ini.

Dono menjelaskan, dalam kasus ini, proyek PLTA Asahan III berada di dua wilayah, yaitu Kab. Asahan sebagai pembangkit sedangkan di Kab. Tobasa sebagai akses menuju pembangkit di Asahan. PLN sendiri menganggarkan dana Rp1 triliun lebih dari Anggaran PLN.

Namun, karena harus melepaskan hutan lindung apalagi lokasinya berada didua kabupaten, sehingga harus minta izin dari Gubsu. Lalu, PLN minta izin ke Gubsu namun ditolak karena terkendala status hutan lindung yang harus ada izin dari Menteri Kehutanan RI.

Polda Sumut juga telah memeriksa mantan Mantan General Manager PT PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumatera Utara Aceh dan Riau (Pikitring SUAR) Bintatar Hutabarat sebagaai saksi untuk Kasmin. Rencananya juga, Poldasu akan memeriksa Bintatar untuk kedua kalinya.(wasp).

Comments

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buaya di Sungai Kunkun Sudah Memangsa Manusia, Pemda Harus Tegas

    Buaya di Sungai Kunkun Sudah Memangsa Manusia, Pemda Harus Tegas

    • calendar_month Senin, 28 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Pemerintah Mandailing Natal dan pihak keamanan diminta segera melakukan langkah-langkah penting dalam upaya mengamankan warga dari serangan buaya di Sungai Kunkun. Peristiwa serangan buaya terhadap Desimawati Halawa, warga Dusun Bulung Gadung, Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal, Minggu (27/5) sore sangat memprihatinkan. Korban meninggal dunia akibat serangan buaya di sungai itu. […]

  • Warga Kotanopan dan Ulu Pungkut Minta PLN Jangan Mati Saat Ramadhan

    Warga Kotanopan dan Ulu Pungkut Minta PLN Jangan Mati Saat Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Warga Mandailing Julu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), khususnya Kecamatan Kotanopan dan ULu Pungkut minta agar listrik jangan mati di bulan Ramadan, terutama jam-jam tertentu, misalnya saat berbuka, tarawih dan sahur. Hal itu di katakan Fendi Lubis, salah seorang warga Kotanopan kepada wartawan beberapa hari lalu. Himbauan itu mengingat di Kotanopan, […]

  • Wabup Jakfar Sukhairi : 40 % Dana Desa Harus Uang Tunai Untuk Warga

    Wabup Jakfar Sukhairi : 40 % Dana Desa Harus Uang Tunai Untuk Warga

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, H.M Ja’far Sukhairi Nasution menghimbau agar 40 persen pagu Dana Desa (DD) dialihkan ke dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang kian berat secara ekonomi dampak pandemi Corona (Covid-19). Dia juga meminta dukungan semua pihak agar pengalihan 40 persen itu mampu diaplikasikan para kepala desa. “Ini […]

  • 8.000 Ha Lahan Warga Diserobot PT Sumatera Riang Lestari, Dikhawatirkan Picu Trgaedi Berdarah

    8.000 Ha Lahan Warga Diserobot PT Sumatera Riang Lestari, Dikhawatirkan Picu Trgaedi Berdarah

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Seluas 8.000 hektar tanah warga di Desa Maringging, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas) diserobot PT Sumatera Riang Lestari (SRL) secara sepihak dan dikhawatirkan akan memicu tragedi berdarah seperti yang terjadi di Mesuji, Provinsi Lampung. “Maka Poldasu dan jajarannya diminta untuk mengantisipasi dampak dari persoalan itu. Sebab sesuai laporan warga, tindakan pembabatan lahan […]

  • CV Sumber Rezeki Terkesan Tinggalkan Masalah di Pasar Baru Panyabungan

    CV Sumber Rezeki Terkesan Tinggalkan Masalah di Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Pasar baru panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal sebentar lagi akan di tempati pedagang. Namun masih banyak pasilitas pendukung pasar yang belum memadai. Jalan keliling pasar contohnya, meski sudah selesai dikerjakan, namun kondisinya tergenang air ketika diguyur hujan. Pasilitas pendukung lainnya seperti paving blok banyak yang rusak. Kontraktor terkesan tinggalin masalah meski […]

  • Tragedi SMGP, Bola Ada di Tangan Pemerintah Pusat

    Tragedi SMGP, Bola Ada di Tangan Pemerintah Pusat

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Musibah demi musibah tiada henti dari dampak aktivitas pengeboran panas bumi oleh PT SMGP di Sibanggor, Mandailing Natal, Sumut. Musibah hari ini, Minggu (24/4/2022) adalah peristiwa besar kali ketiga sejak perusahaan itu mengelola pembangkit listrik tenaga panas bumi di Mandailing Natal. Sekitar 21 warga dan kru perusahaan dilarikan ke RSU Panyabungan menyusul semburan lumpur dan […]

expand_less