Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Pj Bupati Madina Sampaikan Pengantar RPAPBD 2010

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
  • print Cetak

Panyabungan,
DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar rapat paripurna dengan agenda pembacaan pengantar nota keuangan dalam rangka penyampaian Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah TA 2010 di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Panyabungan, Kamis (14/10/2010).

Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Madina As Imran Khaitami Daulay dan dihadiri Pj Bupati Madina Ir Aspan Sofian Batubara MM, Anggota DPRD Madina serta Kepala SKPD Madina.

Pj Bupati dalam menyampaikan pidato Pengantar Nota Keuangan RPAPBD mengatakan, RPAPBD 2010 telah dibagi menjadi tiga. Pertama pendapatan daerah yaitu semua penerimaan daerah yang merupakan hak daerah dalam satu tahun anggaran yang akan menjadi penerimaan daerah yang dicapai melalui rencana kerja dan penggalian sumber penerimaan daerah.

Kedua, belanja daerah adalah semua pengeluaran yang merupakan kewajiban daerah dalam satu tahun anggaran yang akan menjadi pengeluaran daerah sebagai pagu tertinggi dan yang dialokasikan untuk setiap kegiatan yang telah direncanakan. Dan yang ketiga, pembiayaan yaitu semua transaksi keuangan untuk menutupi defisit yang terjadi karena pendapatan daerah lebih kecil dibanding dari belanja daerah.

Lanjut Aspan, RPAPBD TA 2010 untuk kelompok pendapatan adalah sebesar Rp 601.209.402.526. Apabila dibandingkan dengan APBD murni sebesar Rp 537.219.690.239, berarti mengalami peningkatan sebesar Rp 63.989.712.287,00 atau 11 %.

“Dapat kami jelaskan di depan Anggota DPRD Madina di ruang paripurna ini, bahwa dana penyesuaian dan otonomi daerah, Dana Penguatan Desentrasilisasi Fiskal dan Percepatan Pembangunan Daerah (DPDF dan PPD) sebesar Rp 21.697.002.883. Dana Penguatan Infarastruktur dan Prasarana Daerah (DPIPD) Tahun 2010 sebesar Rp 11.646.000.000 serta dana tambahan penghasilan bagi guru PNSD sebesar Rp 25.076.469.000, telah kami anggarkan pada perubahan penjabaran APBD TA 2010 dengan Peraturan Bupati Mandailing Natal Nomor 12a,” ujar Aspan.

Kemudian untuk menjamin terlaksananya kegiatan dan anggaran yang alokasinya ditetapkan sesudah perda tentang APBD ditetapkan, maka sambil menungggu perubahan perda tentang APBD, pemerintah daerah dapat melaksanakan program dan kegiatannya dengan peraturan dahulu melakukan perubahan peraturan kepala daerah tentang APBD dan memberitahukan kepada Pimpinan DPRD.

Masih kata Aspan, total belanja daerah adalah Rp 626.730.760.047, pada APBD murni TA 2010 sebesar Rp 538.001.736.639 atau mengalami peningkatan sebesar Rp 88.729.023.408 yang meliputi belanja tidak langsung sebesar Rp 383.321.771.423 dan belanja langsung sebesar Rp 243.408.988.624. Jadi data yang diperoleh dari pengurangan defisit dan pembiayaan netto, APBD Madina defisit dengan silpa negatif sebesar Rp 19.756.665.494,14, jelasnya. (BS-026)
sumber: beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demo Anggota Rimbo Tuo Dinilai Anarkis. PT TBS: Kami Rugi Besar

    Demo Anggota Rimbo Tuo Dinilai Anarkis. PT TBS: Kami Rugi Besar

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Dilatari permasalahan lahan antara  Koperasi Rimbo Tuo Kelurahan Tapus, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan PT Tri Bahtera Srikandi (TBS), anggota koperasi dan warga Tapus mengadakan aksi  ke PT TBS, Selasa (30/7/2024) yang berujung anarkis. Dalam surat pemberitahuan yang dilayangkan Koperasi Rimbo Tuo bernomor 028/KRT-KLTP/VII/2024 ke Polres Madina, […]

  • Saat Reses Warga Minta Pelatihan UMKM pada Suhelmi

    Saat Reses Warga Minta Pelatihan UMKM pada Suhelmi

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Selenggarakan Reses di Jalan Abri, Panyabungan Kota, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal Suhelmi Saputra dari Partai Nasdem Dapil 1 serap berbagai bentuk aspirasi. Persoalan drainase, lampu jalan serta lainnya disuarakan Warga. Sahara Hairani Salah seorang Warga dari Desa Darussalam, Panyabungan Kota mengungkapkan keinginan mereka mengikuti pelatihan Usaha Mikro […]

  • Atika: BPBD Garda Terdepan di Lokasi Bencana

    Atika: BPBD Garda Terdepan di Lokasi Bencana

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) adalah garda terdepan menanggulangi bencana. Oleh karena itu, dukungan peralatan patut dipenuhi agar BPBD bisa gesit di segala medan bencana. Di sisi lain, kemampuan keuangan Pemkab Mandailing Natal (Madina) masih terbatas. Kondisi itu harus diperhatikan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) terutama pemenuhan peralatan untuk daerah. Itu […]

  • Anggota DPRD Madina Dapil I

    Anggota DPRD Madina Dapil I

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    1. Nama lengkap                                   : IRFAN SYUKRI TANJUNG 2. Tempat/tanggal lahir/Umur             : PANYABUNGAN, 09 SEPTEMBER 1989 3. Jenis Kelamin                                   : […]

  • Bupati Madina Terima Waspada Award, Ketua PP: Cermin Pemkab Madina Dekat dengan Pers

    Bupati Madina Terima Waspada Award, Ketua PP: Cermin Pemkab Madina Dekat dengan Pers

    • calendar_month Kamis, 13 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keberhasilan Bupati Mandailing Natal (Madina) meraih anugerah Waspada Award pada Selasa (11/1) kemarin mendapat apresiasi dari MPC Pemuda Pancasila Madina. Apresiasi itu disampaikan Ketua MPC PP Akhmad Arjun Nasution kepada Mandailing Online, Rabu (12/1) di kantor MPC PP Madina, Pidoli Dolok. Arjun menilai pemberian award tersebut menunjukkan kedekatan Pemkab Madina dengan […]

  • LSM kritisi ratifikasi perjanjian kabut asap

    LSM kritisi ratifikasi perjanjian kabut asap

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Para pegiat lingkungan menuntut Indonesia menindaklanjuti ratifikasi perjanjian rencana kawasan ASEAN tentang kabut asap dengan bersikap lebih tegas terhadap pihak yang menyebabkan kebakaran hutan. LSM Greenpeace mengatakan, walaupun pihaknya menyambut baik keputusan pemerintah Indonesia itu, pihaknya khawatir kesepakatan ini tidak berdampak banyak apabila tidak ditindaklanjuti dalam upayakongkrit. “Meratifikasi perjanjian asap lintas batas ini,akan menjadi kecil […]

expand_less