Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

LSM kritisi ratifikasi perjanjian kabut asap

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2014
  • print Cetak

Para pegiat lingkungan menuntut Indonesia menindaklanjuti ratifikasi perjanjian rencana kawasan ASEAN tentang kabut asap dengan bersikap lebih tegas terhadap pihak yang menyebabkan kebakaran hutan.

LSM Greenpeace mengatakan, walaupun pihaknya menyambut baik keputusan pemerintah Indonesia itu, pihaknya khawatir kesepakatan ini tidak berdampak banyak apabila tidak ditindaklanjuti dalam upayakongkrit.

“Meratifikasi perjanjian asap lintas batas ini,akan menjadi kecil manfaatnya, kalau tidak diikat, kalau tidak ditindaklanjuti dengan komitmen perlindungan hutan dan gambut yang kuat juga dari pemerintah,” kata juru kampanye hutan LSM Greenpeace, Teguh Surya kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Rabu (17/09) sore.

Selasa (16/09) kemarin, DPR dan Pemerintah Indonesia meratifikasi perjanjian rencana kawasan ASEAN untuk mengatasi kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan, setelah tertunda lebih dari 10 tahun.

Dengan meratifikasi perjanjian ini, Pemerintah Indonesia harus memperkuat kebijakan kebakaran hutan dan asap.

“Pentingnya bahwa Pemerintah Indonesia didorong untuk lebih care(peduli) pada persoalan-persoalan lingkungan itu,” kata anggota DPR Totok Darmawan, yang terlibat langsung dalam proses ratifikasi perjanjian ini, kepada BBC Indonesia.

Indonesia, lanjutnya, juga harus aktif terlibat dalam proses pengambilan keputusan bersama negara-negara di wilayah ASEAN tentang masalah kabut asap.

“Makanya, kita sekarang harus siap,” kata Totok.

kabut asap2

‘Kami sudah imun’

Sementara itu, warga kota Pekan Baru, Provinsi Riau, mengaku sudah sejak tiga hari belakangan kembali “terganggu” akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra.

“Sudah kita hari ini gelap banget, dan sangat terasa kita menghirup udara seperti itu,” kata Nur Azlina, yang berprofesi sebagai dosen, kepada BBC Indonesia.

Dia terkadang mengaku frustasi terhadap persoalan kabut asap. “Karena saya sudah mengalami sejak zaman kuliah pada tahun 1997,” ungkapnya.

Adapun Zulmansyah, warga kota Pekan Baru lainnya mengatakan, dirinya sudah merasa “terbiasa” dengan kabut asap yang belakangan sering terjadi.

“Kayaknya kita ini sudah imun,” katanya dengan tawa getir. “Karena sudah mengalaminya berkali-kali.”

Walaupun merasa terbiasa dengan kabut asap, warga Pekan Baru bernama Zulfahmi berkata: “Walaupun tidak ada tanggapan langsung dari pemerintah, namun kami tidak bosan untuk mengkritik.”

kabut asap3

Tidak sehat

Kabut Asap menyesakkan dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia seringkali menyebar ke negara-negara tetangga, sehingga menimbulkan kemarahan di Malaysia dan Singapura.

Berbagai usaha di masa lalu untuk mengontrol asap tidak terlalu membawa pengaruh positif, kata pegiat lingkungan.

Hal ini ditandai kabut asap terjadi semakin sering dan parah dalam beberapa tahun terakhir.

Hari Senin lalu, polusi udara Singapura meningkat ke tingkat tidak sehat, sementara pemerintah Indonesia gagal dianggap mengendalikan kebakaran di hutan tropis Sumatra.

kabut asap 4

Sumber : BBC

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumteng Berpotensi Segera Direalisasikan

    Sumteng Berpotensi Segera Direalisasikan

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Ketua PB GP Ansor yang juga Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Nusron Wahid, menyebutkan pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara berpotensi segera direalisasikan. Sebab, isu tersebut akan dibahas di rapat parlemen secepatnya. Penegasan ini disampaikan oleh Ketua Koordinator Daerah GP Ansor se-Tabagsel, Ir Pandapotan Siregar dan Ketua GP Ansor Madina, Samsul Bahri Lubis SAg, […]

  • Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (2-selesai)

    Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (2-selesai)

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      2) Pelengkap dalam Marhorja (Pernikahan) Ada empat jenis bahan dan hewan penting di dalam perlengkapan marhorja yaitu: pira manuk na nihobolan (telur ayam), manuk (ayam), hambeng (kambing), dan horbo (kerbau). Tingkat mangupa dalam marhorja kecil dan mendasar paling sedikit harus memenuhi bahan penting sebutir telur ayam, tingkat kedua harus mengandung ayam, tingkat ketiga harus […]

  • Bangunan Talut PNPM Tak Dapat Difungsikan

    Bangunan Talut PNPM Tak Dapat Difungsikan

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Singkil, Bangunan talut Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di kawasan Trans Nelayan Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil dinilai mubazir karena tidak dapat difungsikan untuk apa pun juga. Bangunan talut permanen yang berada di luar kampung di pinggir ruas jalan provinsi itu dinilai syarat dengan kepentingan. Padahal diharapkan fungsinya sebagai saluran pembuangan menanggulangi banjir di […]

  • Asap Datang Lagi

    Asap Datang Lagi

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah sekitar sepekan hilang, kini asap kembali menyelimuti Panyabungan dan kawasan lain di Mandailing Natal. Pantauan di Panyabungan, Rabu (30/9), asap mulai menyelimuti langit sejak pagi, dan terus menebal hingga sore. “Padahal, dalam sepekan terakhir, asap ini telah hilang digerus oleh hujan yang turun,” kata Hollad Lubis kepada Mandailing Online di […]

  • Terancam Putus, Jembatan Lintas Timur Pidoli Ditutup

    Terancam Putus, Jembatan Lintas Timur Pidoli Ditutup

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jembatan Lintas Timur Pidoli, Panyabungan terpaksa ditutup karena terjangan arus Sungai Aek Pohon sudah mendekati abutmen jembatan. Seluruh jenis kenderaan tak boleh melewati jembatan ini sejak Kamis (8/11/2018). Jalur satu-satunya hanya jembatan Jl.Willem Iskander titik Pidoli yang juga melitasi Sungai Aek Pohon sekitar 500 meter di hilir jembatan yang ditutup. Pantauan […]

  • Tim Teknis Telusuri Batas Tapsel-Madina

    Tim Teknis Telusuri Batas Tapsel-Madina

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim teknis mulai melakukan penelusuran area perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan Kabupaten Mandailing Natal. Kegiatan ini menindaklanjuti MoU (Memorandum Of Understanding) yang ditandatangani bupati kedua kabupaten. Tapal batas antar kabupaten bertetangga ini menjadi polemik selema beberapa tahun terakhir terutama polemik di tingkat warga desa di perbatasan. Tim teknis dipimpin Kabag Tapem […]

expand_less