Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

LSM kritisi ratifikasi perjanjian kabut asap

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2014
  • print Cetak

Para pegiat lingkungan menuntut Indonesia menindaklanjuti ratifikasi perjanjian rencana kawasan ASEAN tentang kabut asap dengan bersikap lebih tegas terhadap pihak yang menyebabkan kebakaran hutan.

LSM Greenpeace mengatakan, walaupun pihaknya menyambut baik keputusan pemerintah Indonesia itu, pihaknya khawatir kesepakatan ini tidak berdampak banyak apabila tidak ditindaklanjuti dalam upayakongkrit.

“Meratifikasi perjanjian asap lintas batas ini,akan menjadi kecil manfaatnya, kalau tidak diikat, kalau tidak ditindaklanjuti dengan komitmen perlindungan hutan dan gambut yang kuat juga dari pemerintah,” kata juru kampanye hutan LSM Greenpeace, Teguh Surya kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Rabu (17/09) sore.

Selasa (16/09) kemarin, DPR dan Pemerintah Indonesia meratifikasi perjanjian rencana kawasan ASEAN untuk mengatasi kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan, setelah tertunda lebih dari 10 tahun.

Dengan meratifikasi perjanjian ini, Pemerintah Indonesia harus memperkuat kebijakan kebakaran hutan dan asap.

“Pentingnya bahwa Pemerintah Indonesia didorong untuk lebih care(peduli) pada persoalan-persoalan lingkungan itu,” kata anggota DPR Totok Darmawan, yang terlibat langsung dalam proses ratifikasi perjanjian ini, kepada BBC Indonesia.

Indonesia, lanjutnya, juga harus aktif terlibat dalam proses pengambilan keputusan bersama negara-negara di wilayah ASEAN tentang masalah kabut asap.

“Makanya, kita sekarang harus siap,” kata Totok.

kabut asap2

‘Kami sudah imun’

Sementara itu, warga kota Pekan Baru, Provinsi Riau, mengaku sudah sejak tiga hari belakangan kembali “terganggu” akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra.

“Sudah kita hari ini gelap banget, dan sangat terasa kita menghirup udara seperti itu,” kata Nur Azlina, yang berprofesi sebagai dosen, kepada BBC Indonesia.

Dia terkadang mengaku frustasi terhadap persoalan kabut asap. “Karena saya sudah mengalami sejak zaman kuliah pada tahun 1997,” ungkapnya.

Adapun Zulmansyah, warga kota Pekan Baru lainnya mengatakan, dirinya sudah merasa “terbiasa” dengan kabut asap yang belakangan sering terjadi.

“Kayaknya kita ini sudah imun,” katanya dengan tawa getir. “Karena sudah mengalaminya berkali-kali.”

Walaupun merasa terbiasa dengan kabut asap, warga Pekan Baru bernama Zulfahmi berkata: “Walaupun tidak ada tanggapan langsung dari pemerintah, namun kami tidak bosan untuk mengkritik.”

kabut asap3

Tidak sehat

Kabut Asap menyesakkan dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia seringkali menyebar ke negara-negara tetangga, sehingga menimbulkan kemarahan di Malaysia dan Singapura.

Berbagai usaha di masa lalu untuk mengontrol asap tidak terlalu membawa pengaruh positif, kata pegiat lingkungan.

Hal ini ditandai kabut asap terjadi semakin sering dan parah dalam beberapa tahun terakhir.

Hari Senin lalu, polusi udara Singapura meningkat ke tingkat tidak sehat, sementara pemerintah Indonesia gagal dianggap mengendalikan kebakaran di hutan tropis Sumatra.

kabut asap 4

Sumber : BBC

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Realisasi Anggaran Pemkab Madina Mencapai 92,96 Persen

    Realisasi Anggaran Pemkab Madina Mencapai 92,96 Persen

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengakui hingga Selasa (27/12) realisasi anggaran APBD Tahun Anggaran 2010 sudah terserap 92.96 persen dari total anggaran Rp.629,9 miliar. Demikian disampaiakan Kadis Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Rasit Ritonga AP melalui Sekretaris Jhon Amriadi kepada wartawan, Rabu (29/12) kemarin. Dikatakan, melihat pagu anggaran APBD murni mencapai Rp.629,9 miliar yang […]

  • Hama Babi Serang Tanaman Padi di Gunung Baringin

    Hama Babi Serang Tanaman Padi di Gunung Baringin

    • calendar_month Sabtu, 16 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR ( Mandailing Online )- Petani di saba tapus dan saba jae, Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal ( Madina ) mengeluh, sudah dua minggu belakangan ini, tanaman padi mereka dirusak hama babi, akibatnya banyak tanaman padi yang usia sudah dua setengah bulan rusak, padahal beberapa minggu lagi, petani akan panen. Untuk […]

  • PR II Memerintah Dekan Fakultas Farmasi

    PR II Memerintah Dekan Fakultas Farmasi

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan – Mantan Rektor USU, Prof Chairuddin P Lubis, menyebut Pembantu Rektor (PR) II USU, Prof Ir Armansyah Ginting, yang memerintah Dekan Fakultas Farmasi USU, Prof Sumadio, untuk membuat proposal proyek pengadaan peralatan di fakultas itu. enjadi saksi terdakwa Abdul Hadi selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), dalam sidang dugaan korupsi pada pengadaan peralatan di Fakultas […]

  • Penyanyi Amerika Ini Masuk Islam Saat Belajar Bahasa Arab di Maroko

    Penyanyi Amerika Ini Masuk Islam Saat Belajar Bahasa Arab di Maroko

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    RABAT – Penyanyi asal Amerika, Jennifer Grout dilaporkan telah memeluk Islam saat tinggal di Maroko untuk belajar Bahasa Arab. Hal tersebut terungkap lewat sebuah video yang diunggah ke laman Youtube pada Ahad (5/1). Dalam video yang tidak dapat diverifikasi dari sumber lain itu, Grout muncul bersama seorang pemuda yang diduga merupkaan tunangannya dan seorang pria […]

  • Awal tahun, geng motor semakin ganas

    Awal tahun, geng motor semakin ganas

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Diawal tahun 2014 ini, aksi keganasan gang motor kembali terjadi. Suasana nyaman dan aman di awal tahun  yang seharusnya  penuh dengan kenyamanan dan  kedamaian yang diraskan warga kota, tetapi  di kotori oleh kelompok geng motor tersebut. Seperti yang tyerjadi di wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan, dalam sehari ini sudah dua orang menjadi keganasan […]

  • Aturan Syariat Terhadap Perempuan Kembali Dipropogandakan Negatif!

    Aturan Syariat Terhadap Perempuan Kembali Dipropogandakan Negatif!

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Semenjak Taliban menguasai Afganistan, isu miring terhadap perempuan dan syariat kembali dihembuskan. Siapa lagi kalau bukan sekelompok pemikir liberal yang mengatasnamakn perjuangan hak-hak perempuan. Merekalah kaum feminis yang diracuni pemikirannya jauh dari nilai-nilai Islam dan mendewakan budaya kebebasan Barat liberal. Implementasi sebagian syariat Islam bagi kaum perempuan […]

expand_less