Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Zakaria Rambe : Polisi Dinilai Menutup nutupi Akhir Dari Penertipan Tambang di Perbatasan Tapsel-Madina

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • print Cetak

Tim saat mengamankan alat berat dan sejumlah pekerja tambang emas ilegal di perbatasan Tapsel-Madina beberapa hari lalu ( ist )

Medan ( Mandailing Online )- Zakaria Rambe, pengamat Hukum dan Sosial dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara meminta aparat penegak hukum (APH) khususnya Polisi dan TNI untuk terbuka terkait penertiban Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Mandailing Natal (Madina) beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapkan oleh Zakaria karena menilai Polisi dan TNI terkesan menutup-nutupi akhir dari penertiban tersebut.

Ia menilai aksi Polisi sperti sinetron yangbsudah pernah tayang, ditertibkan, terus hilang begitu saja. Masyarakat menunggu apa akhir dari drama ini. Jangan akhirnya masyarakat menilai Polisi dan TNI hanya menaikkan nilai tawar. jelasnya Rambe Menanggapi tertutupnya keterangan terkait penertiban PETI tersebut, Selasa (10/3/2026).

Alumni UMSU ini juga mengatakan, apa yang dilakukan oleh Polisi dan TNI beberapa waktu lalu cukup membuat masyarakat sedikit lega. Namun pada akhirnya, masyarakat harus menelan kekecewaan karena tidak ada akhir dari aksi penertiban tersebut.

“Wakapolda yang turun langsung melakukan penertiban. Jangan karena ego dan kebutuhan menjelang lebaran, marwah Wakapolda dipertaruhkan. Harus ada akhir dari cerita penertiban ini. Karena barang bukti yang ditangkap cukup banyak dan menyita perhatian masyarakat,” tegasnya.

Zakaria mengatakan, dirinya mengetahui tentang adanya penertiban di Madina melalui pemberitaan. Namun sayangnya, sudah hampir 7 hari dari aksi penertiban tidak ada tersangka yang ditetapkan.

“Barang bukti sudah dibawa ke Mako Brimob Tapanuli Selatan informasinya. Terus apakabar dengan para terduga penambang yang diamankan. Apa dilepaskan, tidak diperiksa atau seperti apa,” tanyanya.

Sebelumnya, Kepolisian Polda Sumatera Utara melakukan aksi penertiban di perbatasan Kabupaten Madina dengan Tapanuli Selatan. Dalam penertiban ini, Polda mengamankan 12 excavator beserta 17 orang pekerja di lokasi PETI. Bahkan, aksi penertiban ini dikawal langsung oleh Wakapolda Sumut, Brigjen Sonny Irawan.
Penertiban yang dilakukan oleh Brimob Batalion C Sipirok bersama dengan tim Ditreskrimsus Polda Sumut di Kecamatan Tanotombangan. Aksi penertiban ini dilakukan di lokasi PETI yang berjarak cukup jauh dari pemukiman masyarakat.

Sementara itu, satu hari setelahnya, Pasukan Kodim 0212/TS melakukan penertiban PETI di Kecamatan Batang Natal Madina. Dalam penertiban ini, tim TNI berhasil mengamankan 6 unit Excavator dan 6 orang terduga pelaku PETI. (*)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Total Uang Akil Mochtar yang Disita KPK Senilai Rp 7,2 M

    Total Uang Akil Mochtar yang Disita KPK Senilai Rp 7,2 M

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, – KPK telah menggeledah rumah dinas dan ruang kerja Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Dari dua penggeledahan itu, KPK total menyita uang dengan jumlah Rp 7,2 miliar. Dari data yang dihimpun detikcom, Jumat (4/10/2013), pada saat operasi tangkap tangan terhadap Akil di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra, Rabu (2/10) sekitar pukul 22.00 WIB, […]

  • Pembangkit Panas Bumi Inlander

    Pembangkit Panas Bumi Inlander

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tahun 2006, di Mataloko, NTT, muncul semburan lumpur dari perusahaan panas bumi di kawasan itu. Lubang semburan itu kemudian ditutup dengan 200 truk batu dan 150 truk semen. Berhentikah? Ya. Tapi semburan baru muncul di berbagai titik seluas 5 hektar. Perusahaan kalah cepat dengan meluasnya semburan, karena alam jauh lebih dahsyat dari kemampuan hitungan manusia. […]

  • Teror Beruang di Ulu Pungkut

    Teror Beruang di Ulu Pungkut

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Warga di Desa Simpang Duhu Dolok, Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal merasa terancam oleh kehadiran beruang dalam dua pekan terakhir. Beruang yang diperkirakan berusia dewasa ini kerap muncul berkeliaran di perkebunan warga sehingga membuat warga resah dan takut. Pihak Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) Resort 4 Alahan Kae telah […]

  • IRONI HIDUP DI NEGERI KHATULISTIWA

    IRONI HIDUP DI NEGERI KHATULISTIWA

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Elvi Hasan, SE Guru SMA, tinggal di Padangsidimpuan Normalnya, adanya negara dan pemerintahan agar hidup sejahtera. Namun  seperti tahun-tahun sebelumnya, kesejahteraan itu gagal diwujudkan. Terlihat dari tidak dipenuhinya berbagai hajat hidup asasiyah dari masyarakat. Baik pangan, air bersih, sandang, pangan maupun perumahan dan pemukiman. Demikian juga kesehatan, pendidikan hingga energy dan transportasi. Berbagai […]

  • Berdalih Reklamasi, Pelaku Tambang Emas Ilegal  di Kotanopan Kembali Beroperasi

    Berdalih Reklamasi, Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Kembali Beroperasi

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kotanopan( Mandailing Online ): tak takut memang, oknum P dan G pelaku tambang emas ilegal di wilayah hukum Polsek Kotanopan,Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) kembali beroperasi. Mereka kembali menggunakan alat berat jenis excavator untuk melakukan pengerukan material tanah yang mngandung amas. Lokasi operasi aktifitas tambang ini di belakang masjid Al Muhtadin Desa Jambur Tarutung. […]

  • Hewan Qurban dari Ikanas untuk Madina

    Hewan Qurban dari Ikanas untuk Madina

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebagai bagian dari menjalankan perintah Allah SWT dan menyemarakkan Idhuladha 1443 H, Ikanas (Ikatan Keluarga Nasution dohot Anak Boruna) menyerahkan hewan qurban untuk dibagikan kebeberapa kelurahan dan desa yang ada di Madina. Hewan qurban yang diserahkan berupa 4 lembu dan 18 kambing ini merupakan bentuk kepedulian warga Madina diperantauan untuk dapat […]

expand_less