Senin, 12 Okt 2026
light_mode

Zakaria Rambe : Polisi Dinilai Menutup nutupi Akhir Dari Penertipan Tambang di Perbatasan Tapsel-Madina

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • print Cetak

Tim saat mengamankan alat berat dan sejumlah pekerja tambang emas ilegal di perbatasan Tapsel-Madina beberapa hari lalu ( ist )

Medan ( Mandailing Online )- Zakaria Rambe, pengamat Hukum dan Sosial dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara meminta aparat penegak hukum (APH) khususnya Polisi dan TNI untuk terbuka terkait penertiban Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Mandailing Natal (Madina) beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapkan oleh Zakaria karena menilai Polisi dan TNI terkesan menutup-nutupi akhir dari penertiban tersebut.

Ia menilai aksi Polisi sperti sinetron yangbsudah pernah tayang, ditertibkan, terus hilang begitu saja. Masyarakat menunggu apa akhir dari drama ini. Jangan akhirnya masyarakat menilai Polisi dan TNI hanya menaikkan nilai tawar. jelasnya Rambe Menanggapi tertutupnya keterangan terkait penertiban PETI tersebut, Selasa (10/3/2026).

Alumni UMSU ini juga mengatakan, apa yang dilakukan oleh Polisi dan TNI beberapa waktu lalu cukup membuat masyarakat sedikit lega. Namun pada akhirnya, masyarakat harus menelan kekecewaan karena tidak ada akhir dari aksi penertiban tersebut.

“Wakapolda yang turun langsung melakukan penertiban. Jangan karena ego dan kebutuhan menjelang lebaran, marwah Wakapolda dipertaruhkan. Harus ada akhir dari cerita penertiban ini. Karena barang bukti yang ditangkap cukup banyak dan menyita perhatian masyarakat,” tegasnya.

Zakaria mengatakan, dirinya mengetahui tentang adanya penertiban di Madina melalui pemberitaan. Namun sayangnya, sudah hampir 7 hari dari aksi penertiban tidak ada tersangka yang ditetapkan.

“Barang bukti sudah dibawa ke Mako Brimob Tapanuli Selatan informasinya. Terus apakabar dengan para terduga penambang yang diamankan. Apa dilepaskan, tidak diperiksa atau seperti apa,” tanyanya.

Sebelumnya, Kepolisian Polda Sumatera Utara melakukan aksi penertiban di perbatasan Kabupaten Madina dengan Tapanuli Selatan. Dalam penertiban ini, Polda mengamankan 12 excavator beserta 17 orang pekerja di lokasi PETI. Bahkan, aksi penertiban ini dikawal langsung oleh Wakapolda Sumut, Brigjen Sonny Irawan.
Penertiban yang dilakukan oleh Brimob Batalion C Sipirok bersama dengan tim Ditreskrimsus Polda Sumut di Kecamatan Tanotombangan. Aksi penertiban ini dilakukan di lokasi PETI yang berjarak cukup jauh dari pemukiman masyarakat.

Sementara itu, satu hari setelahnya, Pasukan Kodim 0212/TS melakukan penertiban PETI di Kecamatan Batang Natal Madina. Dalam penertiban ini, tim TNI berhasil mengamankan 6 unit Excavator dan 6 orang terduga pelaku PETI. (*)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Panyabungan Kebanjiran

    Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Panyabungan Kebanjiran

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hujan deras dan angin kencang mengguyur kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal sejak sore pukul 03: 00 Wib, panyabungan Kota dilanda banjir. Tak ayal kemacetan parah terjadi di sepanjang jalan Willem Iskander Madina. Pantauan Berita di depan Gedung sekolah arap Albarkah Kelurahan Sipolu- polu kecamatan panyabungan kota, air menggenangi semua sekolah Albarkah dan murid sekolah langsung […]

  • 177 Pejabat Eselon II, III dan IV Dilantik

    177 Pejabat Eselon II, III dan IV Dilantik

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meski tergolong terlambant dibanding sejumlah kabupaten/kota di Sumut, bupati Mandailing Natal (Madina) akhirnya melantik pejabat eselon III dan II serta pengukuhan 4 pejabat eselon II. Pelantikan ini memenuhi Peraturan Pemerintah Nomor (PP) 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Pelantikan berlangsung di aula kantor bupati Madina, Rabu (18/1) oleh Wakil Bupati Madina, […]

  • Menakar Urgensi Sekolah Rakyat di Madina

    Menakar Urgensi Sekolah Rakyat di Madina

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Subuh Iskandar Batubara Pegiat di GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Mandailing Natal)   Frasa itu kembali mengapung di tahun-tahun belakangan ini. Yang sempat tenggelam dari memori kita, namun tetap tersimpan di lembar sejarah. Frasa itu adalah Sekolah rakyat. Sekolah yang pada masanya diperuntukkan bagi kaum bumiputra, sebagai konsekwensi logis dari Politik Etis pemerintah Kolonial […]

  • Tiang Listrik di Tengah Jalan Bernilai Proyek 1,5 Miliar itu Akhirnya Dipindahkan

    Tiang Listrik di Tengah Jalan Bernilai Proyek 1,5 Miliar itu Akhirnya Dipindahkan

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Akhirnya ULP PLN Panyabungan pindahkan tiang listrik yang berada di tengah jalan Pagur-Panyabungan di Kecamatan Panyabungan Timur, Madina. Melalui Andy Yusuf Situmeang dari ULP PLN Panyabungan mengatakan pihaknya telah selesai memindahkan tiang tersebut. Keterlambatan pemindahan tiang karena masa siaga 17 san listrik tidak bisa padam. Ia juga mengungkapkan terkait biaya pemindahan […]

  • Calhaj Madina Masuk Kloter 11

    Calhaj Madina Masuk Kloter 11

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Mandailling Natal (Madina) yang berjumlah 491 orang, masuk ke dalam kelompok terbang (Kloter) 11 embarkasi Medan. Hal ini sesuai hasil Qur’ah atau penentuan waktu dan jadwal yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (18/9). Hal ini disampaikan Kepala Seksi Urusan Haji dan Umroh, Kantor Kemenag Kabupaten […]

  • Masyarakat 4 Kecamatan Minta Bupati Tapsel Jangan Hanya Pikirkan Sipirok

    Masyarakat 4 Kecamatan Minta Bupati Tapsel Jangan Hanya Pikirkan Sipirok

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Masyarakat empat kecamatan di Kabupaten Tapuli selatan masing-masing Batang Toru, Muara Batang Toru, Marancar, dan Batang Angkola meminta Bupati H. Syahrul M Pasaribu jangan hanya memikirkan kepentingan warga Kecamatan Sipirok. “Kami juga bagian dari Tapsel, namun kok Bupati sepertinya belakangan ini hanya sibuk memikirkan kritik yang timbul pasca penetapan lokasi perkantoran di Sipirok. […]

expand_less