Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Potensi Pemuda Rantau yang Diabaikan Pemda Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 18 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Anak muda adalah aset negara. Kita percaya bahwa anak muda masih mempunyai banyak energi, ide-ide segar dan mau belajar. Mereka berani mengambil resiko dan tidak ragu mencoba hal-hal baru.

Sudah saatnya, Mandailing Natal membuka mata, pikiran dan hati seluas-luasnya bahwa selamanya bumi Gordang Sambilan tidak akan pernah berkembang jika masih terus menerus menutup diri. Menutup diri dari teknologi yang semakin canggih, pusat perbelanjaan yang ramah lingkungan, kesehatan yang diprioritaskan dan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pemuda Madina, notabenenya didominasi oleh para kaum perantau. Merantau ke luar kota untuk mendapat pendidikan dan meningkatkan kualitas diri. Pasalnya, di kota ini belum ada kampus yang menjanjikan pendidikan terbaik bagi para anak mudanya. Hanya ada satu kampus yaitu STAIN Madina.

Mandailing Natal banyak melahirkan putra putri daerah yang mempunyai segudang prestasi tapi minum apresiasi.

Mengapresiasi dan memfasilitasi adalah hal yang sangat penting bagi masing-masing pelajar ditengah hidup dengan ekonomi pas-pasan. Sebagian besar pemuda Madina memiliki keinginan yang sama untuk mengharumkan nama, budaya, kekayaan alam, pendidikan dan kesehatan di Madina. Namun, mereka selalu berpikir puluhan kali ketika sudah sukses dan menyelesaikan studi apakah harus pulang ke kampung halaman? Maka saat ini adalah momen yang tepat untuk melihat kembali peran anak muda dalam percaturan kehidupan sosial-politik, kesehatan dan pendidikan di Mandailing Natal (Madina). Mengapa?

Pertama, perlunya mengapresiasi anak muda yang merantau dengan berbagai hal yang membuatnya merasa dihargai dan dibutuhkan perannya untuk kemajuan Madina. Kita bisa membuat sebuah acara yang mengumpulkan dan membuat forum diskusi seluruh anak muda  yang sedang kuliah di berbagai PTN yang tersebar di Indonesia. Membuat data semua prestasi dan mengumumkannya dengan bangga bahwa apapun yang mereka perjuangkan tidak ada yang sia-sia. Madina membutuhkan anak muda. Hanya ajang apresiasi, yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh pemerintah atau para anggota DPD KNPI Madina. Dan lebih baik jika ditambahkan dengan adanya beasiswa.

Kedua, perlunya membuat platform digital yang resmi dan di-update secara berkala untuk transparansi pemerintah dan info-info Madina. Dan yang melek teknologi hanyalah anak muda. Yang bisa mengetahui pemblokiran, mencegah tersebar hoax di medsos dan yang hadir di tengah-tengah masyarakat adalah anak muda. Bahkan, masih banyak masyarakat desa dan para orang tua yang tidak memiliki hp dan tidak tahu menahu tentang apa-apa. Apalagi di masa pandemi virus corona ini, diharapkan yang bisa menyebarkan informasi adalah anak muda karena lebih paham orang-orang terdekatnya masing-masing. Dibandingkan berkoar-koar di sepanjang jalan tidak ada yang peduli. Pemerintah saat ini, hanya asal jadi, asal ada saja kegiatannya, masuk berita dan koran, tanggung jawab lepas. Seharusnya, berbaur dengan masyarakat, lihat apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Bukan hanya sehabis pemilu yang terdengar kasus korupsi.

Ketiga, berdayakan mahasiswa dan para anak muda dengan sebaik-baiknya. Anak muda ada dalam segala disiplin ilmu. Dari segi kesehatan, kita bisa membuat pengabdian masyarakat seperti sosialisasi kesehatan, cek tensi gratis dan lain-lain. Kerahkan anak muda untuk turun tangan dan percayakan kepada mereka. Dari segi pendidikan, selama pandemi tidak bersekolah bisa membuat komunitas naposo nauli bulung untuk mengajar anak-anak di daerah sekitar.

Banyak hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk perubahan Madina yang lebih baik. Jika bapak dan ibu yang sedang duduk di kursi pemerintahan hanya meneruskan jobdesk  dari kepengurusan sebelumnya tanpa ada memberikan perubahan, lebih baik anggarkan pendapatan negara untuk acara-acara kecil yang merakyat dan melibatkan warga secara utuh. Itu lebih memberikan dampak jika dilakukan terus menerus dengan evaluasi-evaluasi yang dimusyawarahkan.

Pendeknya, bahwa Madina sebagai daerah yang plural adalah keniscayaan. Oleh karena itu, mengelola pluralitas masyarakat dengan melibatkan anak muda adalah jalan terbaik untuk Madina yang lebih madani. Budaya tidak membentuk manusia. Manusialah yang membentuk budaya. Mari kita bentuk budaya baru. Walaupun tidak sempurna, Madina layak diperjuangkan.***

Nanda Sri Wahyuni Pulungan adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran USU.

Tetapi dia juga menulis karya sastra, terutama pusi. 

Beliau sudah menerbikan dua buku kumpulan puisi : “Hujan di Semenanjung Gersang” (2018) dan  “Usah Kau Kenang Lagi” (2019).

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (episode 42)

    MARSIDAO-DAO (episode 42)

    • calendar_month Jumat, 2 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I jae ni dalan godang i, jongjog Si Isrot, Si Poso dohot si Pikek painte motor nangkan tenggeton ni alai tu Sidimpuan. Si Poso laing sandang do i abarana tas ganan ni pakeanna dohot pakean ni anggina. Soni muse si Isrot. Ngada sajia onok, ro ma tarida motor Aek […]

  • Rahudman mau jadi Ketum PSMS

    Rahudman mau jadi Ketum PSMS

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Mundurnya Dzulmi Eldin sebagai Ketua Umum PSMS hari ini membuat wacana baru timbul, siapa yang akan memimpin Ayam Kinantan selanjutnya. Dan nama Rahudman Harahap pun digadang-gadang akan menggantikan Eldin. “Memang ada beberapa kandidat ketua yang mencalonkan,” kata Sekretaris Umum PSMS yang menjabat sebagai Plt Ketum PSMS, Idris, kepada Waspada Online, malam ini. Menurut […]

  • Gugah Kesadaran Warga, DLH Madina Akan Rutinkan Jum’at Bersih

    Gugah Kesadaran Warga, DLH Madina Akan Rutinkan Jum’at Bersih

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online: sungai aek mata di kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) masih menjadi pekerjaan rumit Dinas Lingkungan Hidup ( DLH). Kurang nya kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan sungai dengan tidak membuang sampah ke sungai terus disosialisasikan dengan cara turun langsung melakukan pembersihan. Pagi ini saja petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dengan Forum […]

  • 23 September, Pendaftaran CPNS Palas

    23 September, Pendaftaran CPNS Palas

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PALAS, – Pada tanggal 23 September 2013 mendatang hingga 4 Oktober, Pemkab Palas secara resmi membuka pendaftaran lowongan penerimaan CPNSD Palas formasi TA 2013. Hal itu sesuai dengan surat Menpan RI No r/177.F/M.PAN-RB/08/2013 tentang persetujuan rencana formasi CPNSD untuk pelamar umum TA 2013. Dimana lowongan yang dibutuhkan sebanyak 91 orang. Demikian disampaikan Kepala BKD Palas, […]

  • Komjak RI Balas Laporan FMPM Terkait Penanganan Dugaan Korupsi Stunting Madina

    Komjak RI Balas Laporan FMPM Terkait Penanganan Dugaan Korupsi Stunting Madina

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): Forum Mahasiswa Pemikir Madina (FMPM) yang selama ini terus kritis menyuarakan terkait dugaan korupsi dana Stunting Madina 2022-2023, akhirnya menerima surat balasan dari Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KOMJAK RI) dari Jakarta, Senin (23/06/2025). Surat KOMJAK RI dengan nomor R-138/KK/6/2025 tertanggal 16 Juni 2025 yang ditandatangani Ketua KOMJAK RI, Prof DR Swadi, […]

  • Bupati Madina lakukan reformasi birokrasi

    Bupati Madina lakukan reformasi birokrasi

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Seminggu usia Pemerintahan di Kabupaten Mandailing Natal dibawah kendali Aspan Sofyan Batubara sebagai penjabat Bupati Madina,yang dilantik pada Jum’at (17/9) dan pada senin (20/9) langsung melaksanakan tugas dengan melakukan rapat dan mengevaluasi kinerja para Pimpinan SKPD. “Bupati telah melakukan evaluasi seluruh SKPD yang ada dan menilai terlalu gemuk sehingga terjadi pemborosan keuangan negara,Aspan […]

expand_less