Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

KPK Temukan 17 Titik Rawan Korupsi Pengelolaan Hutan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
  • print Cetak


JAKARTA – Menurut Wakil Ketua Bidang Pencegahan KPK M Jasin, kerentanan terjadinya tindak pidana korupsi itu akibat dari ketidakpastian hak, ruang investasi, lemahnya regulasi, dan tidak adanya pengelola kawasan hutan di lapangan.

“Hasil kajian menemukan 17 kelemahan sistemik dalam aspek regulasi (sembilan temuan), aspek kelembagaan (tiga emuan), aspek tata laksana (empat temuan), aspek manajemen SDM (satu temuan),” tutur Jasin dalam acara jumpa pers bersama antara KPK dengan Menteri Kehutan Zulkifli Hasan, di Kantor KPK, Jumat (3/12/2010) siang.

Jasin menguraikan, dari hasil-hasil temuan tersebut, di antaranya inefisiensi keuangan negara sebesar Rp 452,4 miliar, dan potensi inefisiensi sebesar Rp 339,2 miliar. Berbagai kegiatan yang rawan adalah kegiatan pengukuhan kawasan hutan, pencurian kayu, dengan berlindung kepada izin pinjam pakai, tukar menukar kawasan hutan untuk fasilitas umum, pelepasan kawasan hutan untuk pemukiman tranmigrasi, dan pelepasan kawasan hutan melalui revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi.

Selain itu KPK menilai, telah terjadi kerugian negara akibat terlantarnya 3,2 juta ha kawasan hutan menjadi tanah terlantar, dan potensi kerugian negara dari pencadangan pelepasan 4,2 juta ha kawasan hutan untuk perkebunan.

KPK juga menemukan belum diterapkannya prinsip-prinsip good governence dalam pelayanan publik terutama dalam pelayanan perpetaan, konfirmasi areal kerja IUPHHK, perizinan pinjam pakai, tukar menukar, dan pelepasan kawasan hutan, karena tidak ada unit pelayanan terpadu informasi perizinan.

Terkait dengan tidak segera ditertibkannya penambangan tanpa izin pinjam pakai, di dalam kawasan hutan di empat provinsi di Kalimantan (Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, dan Timur), sejauh ini KPK menghitung sekurang-kurangnya kerugian negara, Rp 15,9 triliun per tahun dari potensi PNBP. Angka tersebut di luar kompensa lahan yang tidak diserahkan, biaya reklamasi tidak disetorkan, dan denda kerusakan kawasan hutan konservasi sebesar Rp 255 miliar.

Atas temuan tersebut, KPK memberikan sejumlah rekomendasi kepada Zulkifli Hasan. Menhut juga dimintai rencana kerja untuk perbaikan atas rekomendasi tersebut. “Kita menganjurkan dari 17 temuan tersebut dibentuk action plan, paling lambat, 22 Dessember 2010,” tandas Jasin.

Zulkifli, yang mendampingi Jasin dalam acara jumpa pers tersebut, menyatakan kesanggupannya. “Semua saran kita sanggupi, sebelum tanggal 20 Desember, Insyaallah kita sudah sampaikan,” ujarnya.(*)
Sumber : Tribun News

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktifitas Tambang Emas Ilegal Beroperasi Dekat Polsek Batang Natal

    Aktifitas Tambang Emas Ilegal Beroperasi Dekat Polsek Batang Natal

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batang Natal ( Mandailing Online ): praktek tambang emas ilegal menggunakan alat berat jenis excavator untuk melakukan pengerukan material tanah bercampur emas di Muara Soma, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina )terus beroperasi. Bahkan aktifitas tambang tidak jauh dari Polsek Muara Soma, namun anehnya tidak ada tindakan dari pihak Polsek setempat. Infestigasi Mandailing […]

  • Tak Ada Air, Pasien RSUD Mengeluh

    Tak Ada Air, Pasien RSUD Mengeluh

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan di Jalan FL Tobing, Kecamatan Psp Utara, nyaris mengalami krisis air. Akibatnya, pasien dan pengunjung pun mengeluh atas ketiadaan air di beberapa kamar mandi dalam ruangan perawatan di sana. Kepada wartawan, Rabu (16/10), salah seorang pasien yang dirawat di ruang utama RS tersebut, S […]

  • Cabub Madina Harun Mustafa Nasution Dicegat Emak Emak Desa Sirangkap

    Cabub Madina Harun Mustafa Nasution Dicegat Emak Emak Desa Sirangkap

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Saat rombongan Calon Bupati Madina Harun Mustafa Nasution melintasi Desa Sirangkap di Kecamatan Panyabungan Timur, segerombolan emak emak tiba tiba cegat iring iringan kendaraan rombongan, sontak rombongan Harun pun berhenti. Harunpun menyempatkan diri tegur sapa dengan emak emak.” Pak Harun, kami dukung bapak jadi Bupati Madina berikurnya karena kami keluarga besar […]

  • Mahasiswa Nilai Kejatisu Lamban Tuntaskan Dugaan Korupsi Dana Stunting Madina

    Mahasiswa Nilai Kejatisu Lamban Tuntaskan Dugaan Korupsi Dana Stunting Madina

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kejatisu ) nampaknya belum berani menaikkan status kasus dugaan korupsi dana stunting di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun 2022-2023. Padahal kasus ini ditangani Kejatisu sudah hampir satu tahun. Sejumlah pejabat Pemkab Madina yang berhubungan dengan dana itu pun telah diperiksa penyidik di Kejatisu. Masyarakat Kabupaten […]

  • Wakil Bupati Madina Minta Capaskibraka Nasional Jaga Nama Baik Madina

    Wakil Bupati Madina Minta Capaskibraka Nasional Jaga Nama Baik Madina

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi melepas Calon Paskibraka Nasional asal Kabupaten Mandailing Natal, Nabil Arya Barata Lubis. Siswa SMA Negeri 2 Plus Panyabungan ini akan mengikuti pemusatan latihan Pengibaran Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan HUT RI ke 78 di Istana Negara, Jakarta. Dalam acara pelepasan ini, Atika pun […]

  • 2012, PMII Tingkatkan Kualitas Kader

    2012, PMII Tingkatkan Kualitas Kader

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Di tahun 2012 ini, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII PMII) Madina berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kader. Hal ini merupakan tuntutan organisasi. Selain itu, peningkatakan kualitas dan kuantitas kader ini juga merupakan jawaban dari berbagai tudingan, bahwa dalam berbagai kegiatan di luar program PMII Madina kader-kader PMII ditunggangi oleh sejumlah pihak. Demikian […]

expand_less