Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Guru bukan lagi panggilan jiwa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
  • print Cetak

MEDAN, (MO) – Guru di Sumatera Utara masih banyak yang menjadikan prefesi gurunya hanya sebagai pekerjaan biasa yang tidak berdasarkan panggilan jiwa untuk memberikan pengetahuan kepada siswa.

“Menurut saya masih banyak guru di Sumut bukan berdasarkan panggilan jiwa,” kata Rektor UISU kampus Al-Munawwarah, Zulkarnain Lubis kepada Wasada Online, hari ini.

Dia menilai guru yang mengajar bukan berdasarkan panggilan jiwa akan memberikan pelajaran kepada siswanya biasa saja. Selain itu, kebanyakan guru tersebut tidak akan mempelajari tugas yang diserahkan kepadanya. Akibatnya apa yang dilakukan guru tersebut hanya berdasarkan arahan yang disampaikan. Namun, Zulkarnain mengatakan sejauh ini kualitas guru di Sumut sudah mencukupi.

Kondisi guru sekarang ini sangat memprihatinkan. Mengingat banyaknya beban yang harus dipikul para guru dalam menjalankan tugasnya. “Guru sekarang ini dibebankan dengan kurikulum, target dan administrasi. Hal ini membuat para guru kelamaan dalam merancang,” kata Zulkarnain

Zulkarnain menilai dengan banyaknya bebannya yang dialami guru akan membuat guru tidak bebas dalam menyampaikan pelajaran kepada siswanya. “Terlalu banyak aturan akan membuat guru tidak kreatif dalam mengekspresikan dirinya dalam menyampaikan pelajarannya,” tegasnya.

Untuk itu, pemerintah harus memberikan kebebasan pada guru untuk mengeksperesikan caranya dalam memberikan pelajaran kepada siswanya. Dia menambahkan kalau aturan terus yang ditemia guru akan membuat pendidikan seperti bangunan yang kuat di luar tapi tidak kokoh di dalam.

Guru yang berkualitas, sambungnya, tidak pernah merasa puas dengan pengetahuan yang dimilikinya dan akan terus belajar tentang hal-hal yang berkembang sehingga memberikan pengetahuan kepada siswanya tidak monoton. “Guru harus banyak belajar terus untuk mengambangkan pengetahuannya,” kata Zulkarnain lebih lanjut.

Zulkarnain menilai seorang guru yang mudah puas dengan pengetahuannya dan tidak mau mengembangkan ilmunya tersebut akan membuat guru tersebut ketinggalan dalam memberikan pelajaran terhadap muridnya. “Kalau guru yang tidak mengasah pengetahuannya maka akan ketinggalan dengan sendirinya,” tambahnya.

Untuk itu, dia berharap kepada guru yang ada di Sumut untuk terus mengasah pengetahuannya dan harus terus belajar, jangan mudah puas.

Anggota Komisi E DPRD Sumut, Parluhutan Siregar menilai pemberian cenderamata oleh siswa kepada gurunya pada Hari Guru merupakan hal yang wajar mengingat guru honor yang belum sejahtera saat ini.

“Wajar saja murid melakukan pemberian kepada guru. Akan tetapi jangan ada pemaksaan dalam pemberian tersebut,” kata Parluhutan Siregar kepada Waspada Online, hari ini.

Politisi PAN ini, menilai seorang guru yang berharga menerima pemberian dari muridnya karena selama ini mereka tidak bisa mengharapkan pemberian dari negara. “Kalau guru mengharap pemberian dari negara tidak bakal ada. Karena negara sudah tidak peduli dengan pendidikan,” kata Parluhutan yang sudah menjalani prefesi guru selama 27 tahun.

Dia menambahkan, kalau kondisi guru sangat memperihatinkan saat ini terlihat dengan perhatian Pemerintah yang tidak ada. “Undang-undang sudah mengatur kalau 20% dari APBD dianggarkan ke pendidikan. Namun, nyatanya itu hanya omongan saja,” tegasnya.

Sejauh ini, gaji seorang guru honor masih ada yang Rp400.000 perbulan. Hal ini membuktikan kalau pendidikan belum menjadi proritas pemerintah. Sementara itu, pendidikan sangat penting untuk memajukan negara karena negara yang maju adalah negara yang memperehatikan gurunya.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Total Uang Akil Mochtar yang Disita KPK Senilai Rp 7,2 M

    Total Uang Akil Mochtar yang Disita KPK Senilai Rp 7,2 M

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, – KPK telah menggeledah rumah dinas dan ruang kerja Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Dari dua penggeledahan itu, KPK total menyita uang dengan jumlah Rp 7,2 miliar. Dari data yang dihimpun detikcom, Jumat (4/10/2013), pada saat operasi tangkap tangan terhadap Akil di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra, Rabu (2/10) sekitar pukul 22.00 WIB, […]

  • Perhitungan Seluruh Kecamatan Final, Saipulllah Atika Menang

    Perhitungan Seluruh Kecamatan Final, Saipulllah Atika Menang

    • calendar_month Minggu, 1 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pilkada Madina 2024 telah rampung alias final. Berdasarkan data yang dihimpun dari 23 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), perolehan suara antara OnMa dan SAHATA menggambarkan selisih suara yang tipis. Sementara perolehan suara Paslon Harun-Ichwan (OnMA) dari 801 TPS yang terdiri dari […]

  • Bekas Galian Kabel Optik Resahkan Pengguna Jalan

    Bekas Galian Kabel Optik Resahkan Pengguna Jalan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Para pengendara roda 4 ke atas dihimbau berhati-hati jika melewati jalur Panyabungan-Natal dari titik Jembatan Merah hingga Muara Soma Kecamatan Batang Natal, sebab, di jalur ini sedang ada proyek penggalian kabel optic jaringan telefon. Demikian dikatan R. Lubis, salah seorang supir kepada Mandailing Online, Kamis (2/7) di Panyabungan. Dikatakan […]

  • LABRN Surati Bupati Madina Terkait Pt PSU Unit Patiluban

    LABRN Surati Bupati Madina Terkait Pt PSU Unit Patiluban

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Karena belum melaksanakan kewajiban membangun kebun plasma kepada masyarakat Natal, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal( Madina) sebesar 20% seperti diamanatkan Undang-undang. Lembaga Adat Budaya Ranah Natal ( LABRN ) mengajukan surat permohonan penangguhan proses perpanjangan HGU PT. PSU ( pt Perkebunan Sunatera Utara ) ke Bupati Mandailing Natal. Surat itu […]

  • Usut Proyek Pasca Bencana Rp 21,47 M TA 2010 di Madina

    Usut Proyek Pasca Bencana Rp 21,47 M TA 2010 di Madina

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN :Pada Tahun 2010 APBN mengucurkan anggaran senilai Rp21.477.044.000 untuk Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Namun terindikasi proyek puluhan miliar tersebut banyak penyimpangan dan sejumlah pejabat yang berwenang sudah diperiksa oleh Polres dan Kejari Madina.Sejumlah pejabat yang terduga sudah diperiksa terkait penggunaan anggaran tersebut Drs Ridwan Daulay (Pejabat Pembuat […]

  • Honor Tak Cair 3 Bulan, Pegawai PU Unjuk Rasa

    Honor Tak Cair 3 Bulan, Pegawai PU Unjuk Rasa

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 50 pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga honorer Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mandailing Natal (Madina) melakukan unjuk rasa ke kantor Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah, Jum’at (2/8/2013) terkait tunjangan dan honor yang tak dibayar 3 bulan. “Dana tunjangan tidak cair sudah 2 bulan,” ujar salah seorang PNS. Sementara para […]

expand_less