Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Guru bukan lagi panggilan jiwa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
  • print Cetak

MEDAN, (MO) – Guru di Sumatera Utara masih banyak yang menjadikan prefesi gurunya hanya sebagai pekerjaan biasa yang tidak berdasarkan panggilan jiwa untuk memberikan pengetahuan kepada siswa.

“Menurut saya masih banyak guru di Sumut bukan berdasarkan panggilan jiwa,” kata Rektor UISU kampus Al-Munawwarah, Zulkarnain Lubis kepada Wasada Online, hari ini.

Dia menilai guru yang mengajar bukan berdasarkan panggilan jiwa akan memberikan pelajaran kepada siswanya biasa saja. Selain itu, kebanyakan guru tersebut tidak akan mempelajari tugas yang diserahkan kepadanya. Akibatnya apa yang dilakukan guru tersebut hanya berdasarkan arahan yang disampaikan. Namun, Zulkarnain mengatakan sejauh ini kualitas guru di Sumut sudah mencukupi.

Kondisi guru sekarang ini sangat memprihatinkan. Mengingat banyaknya beban yang harus dipikul para guru dalam menjalankan tugasnya. “Guru sekarang ini dibebankan dengan kurikulum, target dan administrasi. Hal ini membuat para guru kelamaan dalam merancang,” kata Zulkarnain

Zulkarnain menilai dengan banyaknya bebannya yang dialami guru akan membuat guru tidak bebas dalam menyampaikan pelajaran kepada siswanya. “Terlalu banyak aturan akan membuat guru tidak kreatif dalam mengekspresikan dirinya dalam menyampaikan pelajarannya,” tegasnya.

Untuk itu, pemerintah harus memberikan kebebasan pada guru untuk mengeksperesikan caranya dalam memberikan pelajaran kepada siswanya. Dia menambahkan kalau aturan terus yang ditemia guru akan membuat pendidikan seperti bangunan yang kuat di luar tapi tidak kokoh di dalam.

Guru yang berkualitas, sambungnya, tidak pernah merasa puas dengan pengetahuan yang dimilikinya dan akan terus belajar tentang hal-hal yang berkembang sehingga memberikan pengetahuan kepada siswanya tidak monoton. “Guru harus banyak belajar terus untuk mengambangkan pengetahuannya,” kata Zulkarnain lebih lanjut.

Zulkarnain menilai seorang guru yang mudah puas dengan pengetahuannya dan tidak mau mengembangkan ilmunya tersebut akan membuat guru tersebut ketinggalan dalam memberikan pelajaran terhadap muridnya. “Kalau guru yang tidak mengasah pengetahuannya maka akan ketinggalan dengan sendirinya,” tambahnya.

Untuk itu, dia berharap kepada guru yang ada di Sumut untuk terus mengasah pengetahuannya dan harus terus belajar, jangan mudah puas.

Anggota Komisi E DPRD Sumut, Parluhutan Siregar menilai pemberian cenderamata oleh siswa kepada gurunya pada Hari Guru merupakan hal yang wajar mengingat guru honor yang belum sejahtera saat ini.

“Wajar saja murid melakukan pemberian kepada guru. Akan tetapi jangan ada pemaksaan dalam pemberian tersebut,” kata Parluhutan Siregar kepada Waspada Online, hari ini.

Politisi PAN ini, menilai seorang guru yang berharga menerima pemberian dari muridnya karena selama ini mereka tidak bisa mengharapkan pemberian dari negara. “Kalau guru mengharap pemberian dari negara tidak bakal ada. Karena negara sudah tidak peduli dengan pendidikan,” kata Parluhutan yang sudah menjalani prefesi guru selama 27 tahun.

Dia menambahkan, kalau kondisi guru sangat memperihatinkan saat ini terlihat dengan perhatian Pemerintah yang tidak ada. “Undang-undang sudah mengatur kalau 20% dari APBD dianggarkan ke pendidikan. Namun, nyatanya itu hanya omongan saja,” tegasnya.

Sejauh ini, gaji seorang guru honor masih ada yang Rp400.000 perbulan. Hal ini membuktikan kalau pendidikan belum menjadi proritas pemerintah. Sementara itu, pendidikan sangat penting untuk memajukan negara karena negara yang maju adalah negara yang memperehatikan gurunya.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Video: Antusiasme Warga Siabu Rayakan HUT ke-77 RI

    Video: Antusiasme Warga Siabu Rayakan HUT ke-77 RI

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Warga di Kecamatan Siabu begitu antusias merayakan Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia (HUTRI). Hal ini terlihat dengan tumpah ruahnya masyarakat menyaksikan karnaval, deville, dan beragam perlombaan lain. Bahkan beberapa orang tua yang ditemui menyebutkan rela mengambil uang tabungan untuk mendukung kegiatan anak. (Jakfar)  

  • Kesbanglinmas Bina Generasi Muda Anti Narkoba di Panyabungan Timur

    Kesbanglinmas Bina Generasi Muda Anti Narkoba di Panyabungan Timur

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kantor Kesbanglinmas Mandailing Natal (Madina) melakukan sosialisasi pembinaan dan penguatan generasi muda anti narkoba di sejumlah desa Kecamatan Panyabungan Timur, dimuai sejak Rabu (10/12). Pihak Kesbanglinmas menyatakan sosialisasi ini akan dilakukan di beberapa desa seama 5 hari, mulai dari Kelurahan Gunung baringin, Desa Parmompang, Desa Tanjung, Desa Hutaimbaru dan Desa Padang […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 13)

    MARSIDAO-DAO (episode 13)

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I Huta Donok, ima na madung pukul 9 manyogot, Si Siti langka tingon bagas. Igoruksa pintu ni bagas i dohot labi-labi namenek, anak ni labi-labi nai ipajopkonsa i toru ni batu na adong ilambung pat ni tangga bagas i. Madung mamboto do daganak ni ia ima Si Poso boti […]

  • Menemukan Peradaban dalam Prasasti Sorik Marapi

    Menemukan Peradaban dalam Prasasti Sorik Marapi

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Askolani Nasution Ketika melihat dokumen “Prasasti Sorik Marapi” saya segera berpikir banyak hal, hal yang saya tahu juga menjadi pikiran para arkeolog yang mendalami prasasti ini : 1) Di mana pusat peradaban sekitar Gunung Sorik Marapi, sehingga prasasti itu diletakkan di puncak gunung tertinggi di Kabupaten Mandailing Natal itu? 2) Untuk masyarakat mana […]

  • Jenguk Penderita Tumor, Saipullah Kasih Bantuan Biaya

    Jenguk Penderita Tumor, Saipullah Kasih Bantuan Biaya

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Calon Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Saipullah Nasution membantu biaya pendampingan pasien Anni Sobariah (39), penderita tumor ganas rahim asal Desa Hutarimbaru, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina. Bantuan biaya pendampingan berupa uang tunai untuk pasien dari keluarga kurang mampu untuk berobat ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan, itu diserahkan […]

  • Reses Fahrizal, Penguatan Hubungan Legislator dengan Pemilih

    Reses Fahrizal, Penguatan Hubungan Legislator dengan Pemilih

    • calendar_month Jumat, 2 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Reses anggota DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (2/12/2022) dihadiri warga dengan antusias. Reses berlangsung di Kelurahan Panyabungan II dan Desa Pagaran Tonga. Di Desa Pagaran Tonga, Kecamatan Panyabungan, antusias warga juga sangat tinggi, meski reses berlangsung malam, Jum’at (2/12/2022). Hubungan antara legislator (anggota DPRD […]

expand_less