Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Guru bukan lagi panggilan jiwa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
  • print Cetak

MEDAN, (MO) – Guru di Sumatera Utara masih banyak yang menjadikan prefesi gurunya hanya sebagai pekerjaan biasa yang tidak berdasarkan panggilan jiwa untuk memberikan pengetahuan kepada siswa.

“Menurut saya masih banyak guru di Sumut bukan berdasarkan panggilan jiwa,” kata Rektor UISU kampus Al-Munawwarah, Zulkarnain Lubis kepada Wasada Online, hari ini.

Dia menilai guru yang mengajar bukan berdasarkan panggilan jiwa akan memberikan pelajaran kepada siswanya biasa saja. Selain itu, kebanyakan guru tersebut tidak akan mempelajari tugas yang diserahkan kepadanya. Akibatnya apa yang dilakukan guru tersebut hanya berdasarkan arahan yang disampaikan. Namun, Zulkarnain mengatakan sejauh ini kualitas guru di Sumut sudah mencukupi.

Kondisi guru sekarang ini sangat memprihatinkan. Mengingat banyaknya beban yang harus dipikul para guru dalam menjalankan tugasnya. “Guru sekarang ini dibebankan dengan kurikulum, target dan administrasi. Hal ini membuat para guru kelamaan dalam merancang,” kata Zulkarnain

Zulkarnain menilai dengan banyaknya bebannya yang dialami guru akan membuat guru tidak bebas dalam menyampaikan pelajaran kepada siswanya. “Terlalu banyak aturan akan membuat guru tidak kreatif dalam mengekspresikan dirinya dalam menyampaikan pelajarannya,” tegasnya.

Untuk itu, pemerintah harus memberikan kebebasan pada guru untuk mengeksperesikan caranya dalam memberikan pelajaran kepada siswanya. Dia menambahkan kalau aturan terus yang ditemia guru akan membuat pendidikan seperti bangunan yang kuat di luar tapi tidak kokoh di dalam.

Guru yang berkualitas, sambungnya, tidak pernah merasa puas dengan pengetahuan yang dimilikinya dan akan terus belajar tentang hal-hal yang berkembang sehingga memberikan pengetahuan kepada siswanya tidak monoton. “Guru harus banyak belajar terus untuk mengambangkan pengetahuannya,” kata Zulkarnain lebih lanjut.

Zulkarnain menilai seorang guru yang mudah puas dengan pengetahuannya dan tidak mau mengembangkan ilmunya tersebut akan membuat guru tersebut ketinggalan dalam memberikan pelajaran terhadap muridnya. “Kalau guru yang tidak mengasah pengetahuannya maka akan ketinggalan dengan sendirinya,” tambahnya.

Untuk itu, dia berharap kepada guru yang ada di Sumut untuk terus mengasah pengetahuannya dan harus terus belajar, jangan mudah puas.

Anggota Komisi E DPRD Sumut, Parluhutan Siregar menilai pemberian cenderamata oleh siswa kepada gurunya pada Hari Guru merupakan hal yang wajar mengingat guru honor yang belum sejahtera saat ini.

“Wajar saja murid melakukan pemberian kepada guru. Akan tetapi jangan ada pemaksaan dalam pemberian tersebut,” kata Parluhutan Siregar kepada Waspada Online, hari ini.

Politisi PAN ini, menilai seorang guru yang berharga menerima pemberian dari muridnya karena selama ini mereka tidak bisa mengharapkan pemberian dari negara. “Kalau guru mengharap pemberian dari negara tidak bakal ada. Karena negara sudah tidak peduli dengan pendidikan,” kata Parluhutan yang sudah menjalani prefesi guru selama 27 tahun.

Dia menambahkan, kalau kondisi guru sangat memperihatinkan saat ini terlihat dengan perhatian Pemerintah yang tidak ada. “Undang-undang sudah mengatur kalau 20% dari APBD dianggarkan ke pendidikan. Namun, nyatanya itu hanya omongan saja,” tegasnya.

Sejauh ini, gaji seorang guru honor masih ada yang Rp400.000 perbulan. Hal ini membuktikan kalau pendidikan belum menjadi proritas pemerintah. Sementara itu, pendidikan sangat penting untuk memajukan negara karena negara yang maju adalah negara yang memperehatikan gurunya.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Beraturan, Spanduk Bikin Inti Kota Semrawut

    Tak Beraturan, Spanduk Bikin Inti Kota Semrawut

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALAS – Hampir di sepanjang jalan di Sibuhuan banyak spanduk terpasang tidak beraturan. Spanduk yang bertebaran dengan berbagai merk dan ukuran tersebut tampak semrawut ketika melewati inti kota pemerintahan Kabupaten Palas. Artinya, belum ada ketegasan Pemkab Palas akan ketentuan tata tertib pemasangan spanduk di sepanjang jalan. Hanya terkesan asal pasang sesuka hati. Mahmud Ramadan Harahap, […]

  • DCS Dapil 3 GERINDRA Madina

    DCS Dapil 3 GERINDRA Madina

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 GERINDRA Madina

  • DPRD Madina : Apabila Hasil RDP Janggal, DPRD Siap Keluarkan Rekomendasi Pembatalan Pengumuman PPPK Madina

    DPRD Madina : Apabila Hasil RDP Janggal, DPRD Siap Keluarkan Rekomendasi Pembatalan Pengumuman PPPK Madina

    • calendar_month Rabu, 27 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Pelamar PPPK ( Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja ) pagi ini Rabu 27/12/2023 mendatangi DPRD Mandailing Natal ( Madina ), didepan Ketua dan Anggota DPRD, para pelamar PPPK yang mayoritas guru itu meneteskan air mata. ” bantu kami selesaikan masalah ini pak, kami di zolimi demi kepentingan kelompok” ujar pengunjuk […]

  • Warga Hutapuli Tolak PT Sorikmas Mining

    Warga Hutapuli Tolak PT Sorikmas Mining

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) Warga Hutapuli, Kecamatan Siabu, yang tergabung dalam Forpera menyurati Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dengan maksud menolak kehadiran PT Sorikmas Mining di desa mereka. Dalam surat yang ditandatangani 264 warga tersebut meminta 3 hal kepada Pemkab Madina. Pertama, hutan di wilayah Hutapuli tidak membutuhkan reboisasi dan rehabilitasi karena […]

  • Komersialisasi Kursi Perguruan Tinggi, Bukti Pendidikan Berwajah Kapitalistik?

    Komersialisasi Kursi Perguruan Tinggi, Bukti Pendidikan Berwajah Kapitalistik?

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan lslam Perguruan Tinggi kini tengah dihebohkan dengan kasus Rektor Unila, Profesor Karomani. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Profesor Karomani dengan kasus dugaan suap dari jalur penerimaan mahasiswa baru. Tarif yang dipatok tidak main-main. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan nominal uang disekapati bervariasi. Kisaran minimal 100 juta hingga 350 […]

  • Waspada Online akan tindak Kajati Sumut

    Waspada Online akan tindak Kajati Sumut

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    MEDAN – Penanganan kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa Tapanuli Selatan (TPAPD Tapsel), yang menjadikan Walikota Medan, Rahudman Harahap sebagai tersangka, mengundang keraguan publik. Meski Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah menetapkan Rahudman sebagai tersangka, penuntasan kasus ini terkesan sengaja dibiarkan. Ketidakjelasan dan lambannya proses ini karena pihak Kejati Sumut disebut-sebut telah menerima […]

expand_less