Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode

Guru bukan lagi panggilan jiwa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
  • print Cetak

MEDAN, (MO) – Guru di Sumatera Utara masih banyak yang menjadikan prefesi gurunya hanya sebagai pekerjaan biasa yang tidak berdasarkan panggilan jiwa untuk memberikan pengetahuan kepada siswa.

“Menurut saya masih banyak guru di Sumut bukan berdasarkan panggilan jiwa,” kata Rektor UISU kampus Al-Munawwarah, Zulkarnain Lubis kepada Wasada Online, hari ini.

Dia menilai guru yang mengajar bukan berdasarkan panggilan jiwa akan memberikan pelajaran kepada siswanya biasa saja. Selain itu, kebanyakan guru tersebut tidak akan mempelajari tugas yang diserahkan kepadanya. Akibatnya apa yang dilakukan guru tersebut hanya berdasarkan arahan yang disampaikan. Namun, Zulkarnain mengatakan sejauh ini kualitas guru di Sumut sudah mencukupi.

Kondisi guru sekarang ini sangat memprihatinkan. Mengingat banyaknya beban yang harus dipikul para guru dalam menjalankan tugasnya. “Guru sekarang ini dibebankan dengan kurikulum, target dan administrasi. Hal ini membuat para guru kelamaan dalam merancang,” kata Zulkarnain

Zulkarnain menilai dengan banyaknya bebannya yang dialami guru akan membuat guru tidak bebas dalam menyampaikan pelajaran kepada siswanya. “Terlalu banyak aturan akan membuat guru tidak kreatif dalam mengekspresikan dirinya dalam menyampaikan pelajarannya,” tegasnya.

Untuk itu, pemerintah harus memberikan kebebasan pada guru untuk mengeksperesikan caranya dalam memberikan pelajaran kepada siswanya. Dia menambahkan kalau aturan terus yang ditemia guru akan membuat pendidikan seperti bangunan yang kuat di luar tapi tidak kokoh di dalam.

Guru yang berkualitas, sambungnya, tidak pernah merasa puas dengan pengetahuan yang dimilikinya dan akan terus belajar tentang hal-hal yang berkembang sehingga memberikan pengetahuan kepada siswanya tidak monoton. “Guru harus banyak belajar terus untuk mengambangkan pengetahuannya,” kata Zulkarnain lebih lanjut.

Zulkarnain menilai seorang guru yang mudah puas dengan pengetahuannya dan tidak mau mengembangkan ilmunya tersebut akan membuat guru tersebut ketinggalan dalam memberikan pelajaran terhadap muridnya. “Kalau guru yang tidak mengasah pengetahuannya maka akan ketinggalan dengan sendirinya,” tambahnya.

Untuk itu, dia berharap kepada guru yang ada di Sumut untuk terus mengasah pengetahuannya dan harus terus belajar, jangan mudah puas.

Anggota Komisi E DPRD Sumut, Parluhutan Siregar menilai pemberian cenderamata oleh siswa kepada gurunya pada Hari Guru merupakan hal yang wajar mengingat guru honor yang belum sejahtera saat ini.

“Wajar saja murid melakukan pemberian kepada guru. Akan tetapi jangan ada pemaksaan dalam pemberian tersebut,” kata Parluhutan Siregar kepada Waspada Online, hari ini.

Politisi PAN ini, menilai seorang guru yang berharga menerima pemberian dari muridnya karena selama ini mereka tidak bisa mengharapkan pemberian dari negara. “Kalau guru mengharap pemberian dari negara tidak bakal ada. Karena negara sudah tidak peduli dengan pendidikan,” kata Parluhutan yang sudah menjalani prefesi guru selama 27 tahun.

Dia menambahkan, kalau kondisi guru sangat memperihatinkan saat ini terlihat dengan perhatian Pemerintah yang tidak ada. “Undang-undang sudah mengatur kalau 20% dari APBD dianggarkan ke pendidikan. Namun, nyatanya itu hanya omongan saja,” tegasnya.

Sejauh ini, gaji seorang guru honor masih ada yang Rp400.000 perbulan. Hal ini membuktikan kalau pendidikan belum menjadi proritas pemerintah. Sementara itu, pendidikan sangat penting untuk memajukan negara karena negara yang maju adalah negara yang memperehatikan gurunya.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampuraga

    Sampuraga

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan ringkas : Askolani Nasution   Kalau Anda berpikir untuk mencari nenek moyang “Sampuraga”, baik keturunan, marga, asal-usul, dst.; itu benar-benar naif. Karena ia hanya dongeng. Dalam sastra bisa disebut dengan folklor, cerita rakyat yang diceritakan secara verbal, turun-temurun. Tidak tertulis, banyak versi, dan pengarangnya anonim. Bisa juga disebut legenda, karena diyakini berkaitan dengan asal-usul […]

  • Bansos Sumut di Madina Terkendala Indomie

    Bansos Sumut di Madina Terkendala Indomie

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga kini Pemkab Madina belum mampu menuntaskan penyaluran bansos tahap I dari Pemprov Sumut di Kecamatan Panyabungan, Madina. Pemkab Madina menyatakan pasokan Indomie belum cukup, penyebab kendala penyaluran. Mie instan merek Indomie dijadikan salah satu bahan pangan dalam paket bantuan sosial (bansos) itu selain beras, minyak makan dan gula putih. “Indomie […]

  • SMGP Mau Buka Sumur Lagi, Sibanggor Minta Tunda

    SMGP Mau Buka Sumur Lagi, Sibanggor Minta Tunda

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIBANGGOR (Mandailing Online) – PT SMGP hendak membuka sumur lagi. Rencananya hari ini. Tetapi warga Desa Sibanggor Julu justru minta tunda. Warga masih trauma pada peristiwa demi peristiwa keracunan yang menimpa warga dalam beberapa tahun terakhir. Keracunan sangat fatal. Bukan saja pingsan, banyak warga yang tewas kala sumur panas bumi dibuka. Konflik kepentingan yang saling […]

  • HUT Korpri ke-39 Pemko Santuni Anak Yatim dan Gelar Pengobatan Gratis

    HUT Korpri ke-39 Pemko Santuni Anak Yatim dan Gelar Pengobatan Gratis

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-39, Pemerintah Kota Padangsidimpuan (Psp), menggelar upacara di Stadion HM Nurdin, Senin (29/11). Lalu, dirangkai dengan berbagai kegiatan. Di antaranya, penyerahan santunan kepada anak yatim yang orangtuanya terdaftar sebagai anggota Korpi Psp, memberikan bingkisan kepada 63 PNS golongan I yang berprestasi di bidangnya, dan […]

  • Bupati Madina dan Mandailing Malaysia Akan Teken MoU Kerjasama

    Bupati Madina dan Mandailing Malaysia Akan Teken MoU Kerjasama

    • calendar_month Rabu, 21 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) dan pihak Mandailing Malaysia akan menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) kerjasama pada 23 November mendandatang di Panyabungan. Kerjasama ini meliputi bidang kebudayaan, silaturrahim, ekonomi, tenaga kerja dan pemerintahan. Pihak Mandailing Malaysia diwakili Presiden Persatuan Halak Mandailing Malaysia (PHMM), Ramli Abdul Karim Hasibuan. “Penandatanganan MoU itu dilakukan ditengah […]

  • 5 Orang Saling Bacok, Gara-gara Beda Pendapat Soal Panen Ganja

    5 Orang Saling Bacok, Gara-gara Beda Pendapat Soal Panen Ganja

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Peristiwa berdarah diduga dipicu persoalan ladang ganja  terjadi di Desa Pardomuan, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (19/5) malam. Setidaknya empat orang dari 5 orang yang terikat hubungan famili mengalami luka-luka akibat saling bacok yang terjadi sekira pukul 20.00 WIB. Informasi dihimpun, Rabu (20/5), akibat saling bacok tersebut, […]

expand_less