Minggu, 7 Jun 2026
light_mode

LABUSEL: KETIKA RAJA KOTAPINANG HADIR DI ISTANA BUPATI (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 30 menit yang lalu
  • print Cetak

Tiga Zaman yang Masih Hidup di Kota Pinang

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Di Kota Pinang hari ini, tiga zaman hidup berdampingan.

Di satu sisi berdiri Kantor Bupati Labuhanbatu Selatan, tempat kebijakan pembangunan dirumuskan dan masa depan daerah diperdebatkan.

Di sisi lain, Sultan Kotapinang XIV masih menjalankan peran adat sebagai penjaga warisan budaya Melayu yang telah berumur ratusan tahun.

Dan tidak jauh dari sana, puing-puing Istana Bahran menjadi saksi bisu bahwa sebelum republik hadir, kawasan ini pernah menjadi pusat kekuasaan yang disegani di jalur Sungai Barumun.

Tiga titik itu sesungguhnya menggambarkan wajah Labuhanbatu Selatan hari ini.

Modern, tetapi masih menyimpan jejak sejarah yang panjang.

Dalam beberapa kegiatan resmi daerah, publik dapat melihat Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, hadir bersama tokoh-tokoh adat Melayu Kotapinang. Di lingkungan adat sendiri, sosok yang dinobatkan sebagai Sultan Kotapinang XIV adalah Tuanku Sultan Irvan Bahran Ma’moer Perkasa Alamsyah I pada 14 Januari 2024 sebagai penerus simbolik Kesultanan Kotapinang yang kini berfungsi sebagai institusi adat dan budaya (Muhammad Yusup Nasution, Merdeka News, 14 Januari 2024).

Pemandangan itu mungkin tampak biasa.

Tetapi bagi mereka yang memahami sejarah kawasan Barumun hingga Mandailing, pertemuan tersebut menyimpan makna yang lebih panjang daripada sekadar agenda protokoler.

Karena yang sedang bertemu bukan hanya pejabat dan tokoh adat.

Yang sedang berjumpa adalah dua sumber legitimasi yang berbeda usia.
Negara modern. Dan memori sejarah.

Sebagai ibu kota kabupaten, Kota Pinang berkembang sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat ekonomi Labuhanbatu Selatan.

Perkebunan sawit masih menjadi tulang punggung utama perekonomian masyarakat. Struktur ekonomi daerah masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perkebunan, sementara perdagangan dan jasa tumbuh mengikuti denyut ekonomi komoditas tersebut (BPS Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Selatan Dalam Angka 2025).

Di warung-warung kopi, pembicaraan warga tidak jauh dari harga tandan buah segar, kondisi jalan, peluang kerja anak muda, dan masa depan investasi.

Labusel mungkin tidak seramai Medan.
Tidak segaduh daerah-daerah yang sedang diramaikan kontestasi politik.
Tetapi justru di situlah menariknya.
Daerah ini sedang bergerak tanpa banyak suara.

Yang sering luput dibaca adalah bahwa Labusel tidak hanya digerakkan oleh birokrasi dan ekonomi.

Ada satu poros lain yang tetap hidup.
Budaya.

Dan simbol terkuatnya adalah Kesultanan Kotapinang.

Secara formal, Sultan Kotapinang tidak memiliki kewenangan pemerintahan.
Kesultanan telah melebur ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia pasca Revolusi Sosial Sumatera Timur tahun 1946.

Namun secara budaya, keberadaan institusi adat tetap memiliki arti penting bagi masyarakat Melayu setempat (Anthony Reid, The Blood of the People: Revolution and the End of Traditional Rule in Northern Sumatra, 1979).

Karena itu, hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan lembaga adat sering dibaca sebagai upaya menjaga kesinambungan identitas daerah di tengah perubahan zaman.

Labusel hari ini bukan kerajaan.
Tetapi ia juga bukan daerah yang kehilangan ingatan sejarahnya. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Massa Geruduk Poldasu Desak Pemilik PT Sago Nauli Ditangkap

    Massa Geruduk Poldasu Desak Pemilik PT Sago Nauli Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      MEDAN – Puluhan massa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Hukum Indonesia melakukan unjuk rasa di Poldasu, Kamis (28/5) siang. Mereka menuntut Kapoldasu Irjen Eko Hadi Sutedjo menangkap IS selaku pemilik PT Sago Nauli, yang dinilai melakukan propaganda dan teror terhadap Paijan dan keluarganya di Desa Muara Pertemuan, Kecamatan Batahan, Mandailing Natal. Tindakan hukum yang […]

  • Agar Tak Terkorupsi, Bansos Pemprovsu di Madina Sebaiknya Uang Tunai

    Agar Tak Terkorupsi, Bansos Pemprovsu di Madina Sebaiknya Uang Tunai

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bantuan sosial dari Pemprov Sumut di Kabupaten Madina sebaiknya diedarkan dalam bentuk uang tunai. “Harus bentuk uang tunai agar tidak menjadi ajang korupsi,” ujar Irwansyah Nasution, pengamat Madina kepada Mandailing Online, Rabu (20/5/2020). Sebab kalau dalam bentuk bahan pangan akan mudah dikorupsi dari sisi kuantitas barang. “Hak orang yang mustahaq termasuk […]

  • MENGGAGAS PERTAMBANGAN RAKYAT MERAH PUTIH : TRANSFORMASI PERTAMBANGAN LIAR MENJADI PERTAMBANGAN RAKYAT LEGAL

    MENGGAGAS PERTAMBANGAN RAKYAT MERAH PUTIH : TRANSFORMASI PERTAMBANGAN LIAR MENJADI PERTAMBANGAN RAKYAT LEGAL

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rahmad Daulay   PENDAHULUAN Pertambangan emas rakyat merupakan aktivitas ekonomi yang telah berlangsung lama di berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah pedalaman dan kawasan pegunungan yang memiliki potensi mineral tinggi. Bagi sebagian masyarakat, kegiatan ini menjadi sumber penghidupan utama karena terbatasnya kesempatan kerja di sektor formal. Namun dalam perkembangannya, sebagian besar aktivitas pertambangan […]

  • Walbup Sampaikan LKPJ Bupati 2012

    Walbup Sampaikan LKPJ Bupati 2012

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution menyampaikan nota pengantar Laporan Pertanggungjawaban Bupati tahun 2012 pada paripurna DPRD Madina, Selasa (1/10/2013). Dalam nota pengantar disebutkan, realisasi pendapatan daerah sebesar Rp.791.409.493.295. Angka melenceng dari rencana pendepatan yang ditarget sebesar Rp.820.534.052.297 atau hanya tercapai 96,45 persen. Pendapatan itu terdiri dari PAD (Pendapatan […]

  • Salut! Eks Korban Gempa Yogya Kirim Bantuan ke Korban Banjir Jakarta

    Salut! Eks Korban Gempa Yogya Kirim Bantuan ke Korban Banjir Jakarta

    • calendar_month Senin, 21 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bantul, (MO) – Duka yang pernah dirasakan saat bencana gempa bumi melanda pada tahun 2006, membuat warga Dusun Bregan, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Bantul, DIY bersimpati atas bencana banjir di Jakarta. Sebagai bentuk kepedulian, mereka mengirim bantuan ke korban banjir, Senin (21/1/2013). “Kita di Bantul pernah merasakan penderitaan akibat gempa bumi. Dan saat menyaksikan tayangan […]

  • Calon Bupati Bisa Dibatalkan

    Calon Bupati Bisa Dibatalkan

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Puluhan aktivis tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Tapanuli Tengah (AMMP-Tapteng) melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor KPU Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Senin (20/12/2010). Unjukrasa sebagai bentuk protes para aktivis yang meragukan ketidaktransparansian dan akuntabilitas yang dilakukan oleh KPU Tapteng ketika melakukan verifikasi dan penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tapteng […]

expand_less