Kamis, 9 Jul 2026
light_mode

LABUSEL: KETIKA RAJA KOTAPINANG HADIR DI ISTANA BUPATI (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • print Cetak

Tiga Zaman yang Masih Hidup di Kota Pinang

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Di Kota Pinang hari ini, tiga zaman hidup berdampingan.

Di satu sisi berdiri Kantor Bupati Labuhanbatu Selatan, tempat kebijakan pembangunan dirumuskan dan masa depan daerah diperdebatkan.

Di sisi lain, Sultan Kotapinang XIV masih menjalankan peran adat sebagai penjaga warisan budaya Melayu yang telah berumur ratusan tahun.

Dan tidak jauh dari sana, puing-puing Istana Bahran menjadi saksi bisu bahwa sebelum republik hadir, kawasan ini pernah menjadi pusat kekuasaan yang disegani di jalur Sungai Barumun.

Tiga titik itu sesungguhnya menggambarkan wajah Labuhanbatu Selatan hari ini.

Modern, tetapi masih menyimpan jejak sejarah yang panjang.

Dalam beberapa kegiatan resmi daerah, publik dapat melihat Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, hadir bersama tokoh-tokoh adat Melayu Kotapinang. Di lingkungan adat sendiri, sosok yang dinobatkan sebagai Sultan Kotapinang XIV adalah Tuanku Sultan Irvan Bahran Ma’moer Perkasa Alamsyah I pada 14 Januari 2024 sebagai penerus simbolik Kesultanan Kotapinang yang kini berfungsi sebagai institusi adat dan budaya (Muhammad Yusup Nasution, Merdeka News, 14 Januari 2024).

Pemandangan itu mungkin tampak biasa.

Tetapi bagi mereka yang memahami sejarah kawasan Barumun hingga Mandailing, pertemuan tersebut menyimpan makna yang lebih panjang daripada sekadar agenda protokoler.

Karena yang sedang bertemu bukan hanya pejabat dan tokoh adat.

Yang sedang berjumpa adalah dua sumber legitimasi yang berbeda usia.
Negara modern. Dan memori sejarah.

Sebagai ibu kota kabupaten, Kota Pinang berkembang sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat ekonomi Labuhanbatu Selatan.

Perkebunan sawit masih menjadi tulang punggung utama perekonomian masyarakat. Struktur ekonomi daerah masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perkebunan, sementara perdagangan dan jasa tumbuh mengikuti denyut ekonomi komoditas tersebut (BPS Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Selatan Dalam Angka 2025).

Di warung-warung kopi, pembicaraan warga tidak jauh dari harga tandan buah segar, kondisi jalan, peluang kerja anak muda, dan masa depan investasi.

Labusel mungkin tidak seramai Medan.
Tidak segaduh daerah-daerah yang sedang diramaikan kontestasi politik.
Tetapi justru di situlah menariknya.
Daerah ini sedang bergerak tanpa banyak suara.

Yang sering luput dibaca adalah bahwa Labusel tidak hanya digerakkan oleh birokrasi dan ekonomi.

Ada satu poros lain yang tetap hidup.
Budaya.

Dan simbol terkuatnya adalah Kesultanan Kotapinang.

Secara formal, Sultan Kotapinang tidak memiliki kewenangan pemerintahan.
Kesultanan telah melebur ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia pasca Revolusi Sosial Sumatera Timur tahun 1946.

Namun secara budaya, keberadaan institusi adat tetap memiliki arti penting bagi masyarakat Melayu setempat (Anthony Reid, The Blood of the People: Revolution and the End of Traditional Rule in Northern Sumatra, 1979).

Karena itu, hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan lembaga adat sering dibaca sebagai upaya menjaga kesinambungan identitas daerah di tengah perubahan zaman.

Labusel hari ini bukan kerajaan.
Tetapi ia juga bukan daerah yang kehilangan ingatan sejarahnya. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Tetapkan Dua Tersangka, Dugaan Korupsi Dinas Kelautan Perikanan Madina

    Kejari Tetapkan Dua Tersangka, Dugaan Korupsi Dinas Kelautan Perikanan Madina

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Pos) – Kejari Madina menetapkan dua tersangka dugaan korupsi penggunaan anggaran dan kegiatan tahun 2012 di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Madina. Salah seorang diantaranya Kadis Kelautan dan Perikanan. Namun Kejari belum memperjelas Kadis yang menjabat sekarang atau sebelumnya. “Tersangka sudah ada, yang ditetapkan dua orang. Cuma identitasnya belum bisa kita publikasikan, karena […]

  • Dapat Laporan Keterlambatan Pelayanan BPJS, Bupati Sukhairi Sidak ke RSUD Panyabungan

    Dapat Laporan Keterlambatan Pelayanan BPJS, Bupati Sukhairi Sidak ke RSUD Panyabungan

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya keterlambatan pelayanan BPJS, Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution bertindak cepat dengan sidak ke RSUD Panyabungan, Senin (14/2) pagi. Kunjungan ke RSUD ini untuk mengetahui secara langsung penyebab terjadinya keterlambatan dalam pelayanan pasien BPJS. Sukhairi yang datang bersama Kadis Pertanian Siar […]

  • Jamsu Minta Poldasu Usut Idris Batubara

    Jamsu Minta Poldasu Usut Idris Batubara

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Terkait Rekomendasi Pindah Palsu Panyabungan(MO)-Kasus dugaan penipuan tandatangan bupati Labura oleh Sekcam Panyabungan, Kabupaten Madina, Drs.Mhd.Idris Batubara, makin panas. Jaringan Aktivis Mahasiswa Sumatera Utara (Jamsu) meminta Poldasu segera memprosesnya secara hukum. Jamsu juga mendesak Bupati Madina, Hidayat Batubara mengambil tindakan tegas agar kasus ini tak memalukan Madina serta agar publik tak menilai tindakan Idris Batubara […]

  • Pejabat Medan pengalih tanah KAI harus diusut

    Pejabat Medan pengalih tanah KAI harus diusut

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN   –  Oknum pejabat di Pemerintah Kota Medan yang diduga terlibat dalam kasus pengalihan tanah milik Perusahaan Kereta Api Indonesia (KAI) Medan harus diusut tuntas Kejaksaan Agung. “Siapa saja oknum pejabat dan mantan pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Medan yang ikut bermain dalam pengalihan aset milik PT KAI Medan harus diproses secara hukum,” kata Pengamat […]

  • Hingga Pukul 9 Malam Jumlah Korban 41 Orang

    Hingga Pukul 9 Malam Jumlah Korban 41 Orang

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah korban di kalangan warga Sibanggor Tonga dan Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina), Sumut, kian bertambah masuk rumah sakit. Pantauan Mandailing Online, hingga pukul 20:01 WIB, Selasa (27/9/2022), jumlah korban yang masuk UGD RSU Panyabungan dan RSU Permata Madina sekitar 41 orang. Para korban mengalami badan lemas. […]

  • Atika Kumpul Fakta Permasalahan UKM

    Atika Kumpul Fakta Permasalahan UKM

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Senin kemarin (22/6/2020) Atika Azmi Utammi Nasution mengunjungi sejumlah pelaku UKM di Panyabungan. Kunjungan ini merupakan pengumpulan data dan fakta fakta ril tentang kendala, kesulita, peluang dan harapan para pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM). Atika melakukan dialog langsung dengan pelaku UKM guna merekam seluruh masalah yang dihadapi pengusaha. Dialog ini merupakan […]

expand_less