Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

LABUSEL: KETIKA RAJA KOTAPINANG HADIR DI ISTANA BUPATI (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • print Cetak

Tiga Zaman yang Masih Hidup di Kota Pinang

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Di Kota Pinang hari ini, tiga zaman hidup berdampingan.

Di satu sisi berdiri Kantor Bupati Labuhanbatu Selatan, tempat kebijakan pembangunan dirumuskan dan masa depan daerah diperdebatkan.

Di sisi lain, Sultan Kotapinang XIV masih menjalankan peran adat sebagai penjaga warisan budaya Melayu yang telah berumur ratusan tahun.

Dan tidak jauh dari sana, puing-puing Istana Bahran menjadi saksi bisu bahwa sebelum republik hadir, kawasan ini pernah menjadi pusat kekuasaan yang disegani di jalur Sungai Barumun.

Tiga titik itu sesungguhnya menggambarkan wajah Labuhanbatu Selatan hari ini.

Modern, tetapi masih menyimpan jejak sejarah yang panjang.

Dalam beberapa kegiatan resmi daerah, publik dapat melihat Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, hadir bersama tokoh-tokoh adat Melayu Kotapinang. Di lingkungan adat sendiri, sosok yang dinobatkan sebagai Sultan Kotapinang XIV adalah Tuanku Sultan Irvan Bahran Ma’moer Perkasa Alamsyah I pada 14 Januari 2024 sebagai penerus simbolik Kesultanan Kotapinang yang kini berfungsi sebagai institusi adat dan budaya (Muhammad Yusup Nasution, Merdeka News, 14 Januari 2024).

Pemandangan itu mungkin tampak biasa.

Tetapi bagi mereka yang memahami sejarah kawasan Barumun hingga Mandailing, pertemuan tersebut menyimpan makna yang lebih panjang daripada sekadar agenda protokoler.

Karena yang sedang bertemu bukan hanya pejabat dan tokoh adat.

Yang sedang berjumpa adalah dua sumber legitimasi yang berbeda usia.
Negara modern. Dan memori sejarah.

Sebagai ibu kota kabupaten, Kota Pinang berkembang sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat ekonomi Labuhanbatu Selatan.

Perkebunan sawit masih menjadi tulang punggung utama perekonomian masyarakat. Struktur ekonomi daerah masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perkebunan, sementara perdagangan dan jasa tumbuh mengikuti denyut ekonomi komoditas tersebut (BPS Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Selatan Dalam Angka 2025).

Di warung-warung kopi, pembicaraan warga tidak jauh dari harga tandan buah segar, kondisi jalan, peluang kerja anak muda, dan masa depan investasi.

Labusel mungkin tidak seramai Medan.
Tidak segaduh daerah-daerah yang sedang diramaikan kontestasi politik.
Tetapi justru di situlah menariknya.
Daerah ini sedang bergerak tanpa banyak suara.

Yang sering luput dibaca adalah bahwa Labusel tidak hanya digerakkan oleh birokrasi dan ekonomi.

Ada satu poros lain yang tetap hidup.
Budaya.

Dan simbol terkuatnya adalah Kesultanan Kotapinang.

Secara formal, Sultan Kotapinang tidak memiliki kewenangan pemerintahan.
Kesultanan telah melebur ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia pasca Revolusi Sosial Sumatera Timur tahun 1946.

Namun secara budaya, keberadaan institusi adat tetap memiliki arti penting bagi masyarakat Melayu setempat (Anthony Reid, The Blood of the People: Revolution and the End of Traditional Rule in Northern Sumatra, 1979).

Karena itu, hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan lembaga adat sering dibaca sebagai upaya menjaga kesinambungan identitas daerah di tengah perubahan zaman.

Labusel hari ini bukan kerajaan.
Tetapi ia juga bukan daerah yang kehilangan ingatan sejarahnya. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Partanian Organik di Jepang Metode Bangau Putih

    Mengenal Partanian Organik di Jepang Metode Bangau Putih

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bangau putih hilang dari langit Jepang sejak tahun 1970-an. Sekarang ratusan bangau berhasil kembali ke alam. Sangat jarang dimanapun di dunia ini spesies yang pernah hilang hidup harmonis dengan manusia di lingkungan manusia. Keajaiban ini terjadi karena melalui efford yang kuat dari mereka yang ingin hidup berdampingan dengan bangau lagi. Kota Toyooka sedang berusaha untuk […]

  • KAMI BUKAN PKI

    KAMI BUKAN PKI

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Kami ini bukan PKI, kami ini bukan pemberontak, kami juga bukan teroris.  Masa begini dibuat,” kata seorang ibu rumah tangga. Perempuan ini berteriak ditengah kerumunan ribuan massa yang memblokir jalan negara Lintas Sumatera di titik Desa Jambur Padang Matinggi, Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina), Jum’at 22 Maret 2013. Dia berteriak bahwa […]

  • Gran Max Terjun ke Sungai di Kotanopan, 8 Orang Tewas

    Gran Max Terjun ke Sungai di Kotanopan, 8 Orang Tewas

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Desa Usor Tolang, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (14/03/2011) dini hari. Sebuah mobil Daihatsu Gran Max Nopol BK 1380 KO, terjun ke sungai. Gran Max yang terjun ke sungai dengan ketinggian 20 meter dari badan jalan mengakibatkan 8 orang tewas. Korban tewas yakni Darmawati (40) […]

  • Aspan Imbau PNS Madina Sumbang Korban Bencana

    Aspan Imbau PNS Madina Sumbang Korban Bencana

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Penjabat (Pj) Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofyan mengimbau seluruh PNS untuk memberikan sumbangan untuk para korban bencana meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta, tsunami di Mentawai dan banjir di Wasior, Papua. Imbauan Aspan itu disampaikan saat apel pagi, di halaman kantor bupati, Bukit Payaloting Parbangunan, Panyabungan, Senin (1/11), sebagaimana diutaraan Kabag Humas Taufik Lubis. […]

  • Empat Puluh Hari Lagi untuk Jero Wacik Tinggal di Balik Jeruji Besi

    Empat Puluh Hari Lagi untuk Jero Wacik Tinggal di Balik Jeruji Besi

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    KPK Perpanjang Masa Penahanan   JAKARTA – Mantan Menteri ESDM Jero Wacik harus mendekam lebih lama lagi di balik jeruji besi Rutan Cipinang, Jakarta. Hari ini (21/5), KPK resmi memperpanjang masa penahanan Jero untuk 40 hari ke depan. Perpanjangan masa penahanan itu telah disetujui oleh Jero sendiri. Dia terlihat meninggalkan gedung KPK sekitar pukul 11.00 […]

  • Bupati Madina: Usulan dari Desa Acuan Penting

    Bupati Madina: Usulan dari Desa Acuan Penting

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usulan masyarkat desa harus menjadi acuan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam melanjutkan pembangunan karena merupakan kebutuhan yang datang dari akar rumput. Usulan dari desa itu melalui skema musyawarah pembangunan (musrembang) di tingkat desa atau kecamatan. “Program kegiatan di desa yang diusulkan berdasarkan hasil musrembang kecamatan serta […]

expand_less