Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Dipicu Buang Kotoran Ternak, Sepuluh Rumah Warga Dibakar

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 26 Des 2013
  • print Cetak

TAPSEL – Puluhan polisi berpakaian lengkap menyisir Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapsel, Senin (23/12) pukul 15.00 WIB. Di bawah guyuran hujan, petugas mengamankan 62 warga dari desa itu. Warga yang ditangkap, diduga terlibat pembakaran 10 rumah di Dusun Adian Goti.

Seperti yang dilansir harian METRO sekitar pukul 10.00 WIB ada seratusan warga Desa Tolang Jae, menuju Dusun Adian Goti yang terletak di atas kampung mereka atau berjarak sekitar 10 kilometer dengan jarak tempuh tiga jam berjalan kaki. Seratusan warga itu datang membawa golok dan kayu.

“Pagi tadi (kemarin) sekitar pukul 10.00 WIB, saya melihat ada sekitar seratus warga naik ke atas (ke Dusun Adian Goti,red) sambil membawa parang dan kayu. Katanya, mereka mau menyerang warga di sana, karena sudah menganiaya seorang warga kami, pada Minggu (22/12) sekitar pukul 01.00 dini hari,” ujar M Pasaribu, saat diwawancarai, Senin (23/12), di Desa Tolang Jae.

Memang sebelum adanya penyerangan tersebut, sambung Pasaribu, Minggu (22/12) sekitar pukul 01.00 WIB, ada warga bernama Cokin Rambe (34), dianiaya dan mendapat luka bacok. Hingga kini masih dirawat di RSUD Kota Psp.

“Informasinya, korban mengaku dianiaya warga di Dusun Adian Goti. Namun, kita belum tahu apa penyebabnya. Katanya, malam itu ada sekitar 20 orang warga kami yang naik ke atas dan membakar rumah warga di sana. Lalu, korban selamat dan berlari. Kemudian ditemukan warga sudah bersimbah darah dan kemudian dilarikan ke rumah sakit. Dan, sampai kini ia belum dapat meberikan keterangan apa penyebab sampai ia dianiaya,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Kapolres Tapsel AKBP Abdul Rizal AE memaparkan, adapun kronologis kejadian tersebut, Minggu (22/12) sekitar pukul 01.00  WIB dini hari, ada sekitar 20 orang warga Desa Tolang Jae datang ke Dusun Adian Goti. Di sana, mereka membakar rumah warga, yang diketahui ada sekitar 45 kepala keluarga (KK).

Selanjutnya, warga Dusun Adian Goti yang mengetahui rumahnya dibakar oleh warga Desa Tolang Jae melakukan perlawanan. Lalu, Cokin Rambe yang dihajar warga Adian Goti berhasil menyelamatkan diri dengan tubuh penuh luka bacokan.

Kasat Reskrim Tapsel AKP Edison Siagian menambahkan, dari hasil keterangan anggota di tempat kejadian perkara, ada sepuluh rumah yang rusak dan dibakar warga Desa Tolang Jae. “Untuk warga yang kita amankan, berasal dari Desa Tolang Jae ada sebanyak 62 orang, dan untuk kerusakan rumah ada sebanyak 10 rumah,”ujar Kasat Reskrim.

Namun, Kasat juga belum memastikannya secara pasti. Sebab, pihaknya belum melakukan olah TKP atas kejadian tersebut. Dijadwalkan, Selasa (24/12), pihaknya akan menuju TKP. “Besok (hari ini) rencananya kita akan melakukan olah TKP untuk mendapat data yang jelas dan valid. Maklum TKP jauh. Butuh 3 jam berjalan kaki untuk sampai di sana. Dan, untuk warga yang sudah kita amankan, sampai saat ini masih kita tahan di Polres, untuk dimintai keterangannya dan kita periksa lebih lanjut.

Sampai kini, lanjut Kasat, sebanyak 60 petugas turut disiagakan di Desa Tolang Jae untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan. “Ada sekitar 60 petugas dibantu dengan petugas dari Brimob, Kodim dan Satpol PP disiagakan di Desa Tolang Jae untuk berjaga-jaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Kapolres.

Kapolres: Dipicu Buang Kotoran Ternak ke Sungai
Menurut Kapolres Tapsel AKBP Abdul Rizal, jauh sebelum peristiwa itu terjadi, warga di 7 desa; Tolang Julu, Tolang Jae, Sipange Godang, Sipange Julu, Sialang, Bange dan Batu Godang/Aek Raja, menolak keberadaan warga yang bermukim di Dusun Adian Goti, yang berada tepat di atas desa mereka.

Alasannya, selama ini warga di Dusun Adian Goti tersebut, memelihara hewan ternak  dan kotorannya dibuang ke sungai Batang Angkola yang setiap hari digunakan warga tujuh desa, untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, minum dan mencuci.

Warga 7 desa itu telah meminta pemerintah untuk segera merelokasinya. Atas hal itu, pihak pemerintah setempat, Pemkab, Polres, Kodim dan warga sekitar sudah pernah duduk bersama untuk membahas hal itu. Dan, disepakati warga tujuh desa dilarang untuk main hakim sendiri. “Saya sudah imbau warga tujuh desa yang menolak keberadaan warga di Dusun Adian Goti itu, untuk tidak berbuat melanggar hukum. Kita janji akan segera selesaikan dengan mencari solusi yang terbaik untuk masing-masing pihak,” ujar Kapolres.

“Namun, warga Tolang Jae tidak sabar dan melakukan penyerangan terhadap warga Adian Goti. Sehingga warga di sana membalas dan menganiaya salah seorang warga Desa Tolang Jae. Atas kejadian itu, warga Desa Tolang Jae kembali melakukan aksi dengan menyerang dan membakar tempat tinggal warga di sana,” jelas Kapolres.

Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilkades Tabuyung Janggal, Butuh Hitung Ulang

    Pilkades Tabuyung Janggal, Butuh Hitung Ulang

    • calendar_month Kamis, 29 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Sejumlah kejanggalan diduga terjadi pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (pilkades) Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Sumut. Pencoblosan pilkades itu berlangsung tanggal 19 Desember 2022. Terdiri 6 TPS (Tempat Pemungutan Suara), diikuti 5 calon kepala desa (calon kades) atau kontestan. Sejumlah kejanggalan itu melahirkan gugatan dari dua calon […]

  • Sampai September, Setoran Retribusi Dinas Pariwisata Madina Tahun 2024 Masih Nihil

    Sampai September, Setoran Retribusi Dinas Pariwisata Madina Tahun 2024 Masih Nihil

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sampai bulan september 2024, target retribusi Dinas Pariwisata Mandailing Natal senilai Rp.200.000.000 ternyata belum terealisasi. Data dari Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda ) menyebut tahun 2024 ini memang Dinas Pariwisata hanya menargetkan Rp.200.000.000 saja utuk retribusi. ” Target Retribusi Dinas Pariwisata sendiri ada Rp. 200.000.000 pertahun. Untuk hitungan hingga bulan September […]

  • Bank Sumut Beri Hadiah Siswa Berprestasi SMPN 1 Panyabungan

    Bank Sumut Beri Hadiah Siswa Berprestasi SMPN 1 Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. PT Bank Sumut Panyabungan memberikan hadiah kepada siswa SMPN 1 Panyabungan yang meraih juara I-III di setiap kelas dengan total Rp 2 juta. Hadiah khusus diberikan kepada Muhammad Muhajir, siswa kelas IX yang meraih juara umum berupa tabungan Rp 250.000. Pemberian hadiah dilakukan Wakil Kepala Bank Sumut Cabang Panyabungan, Yani Nasution, di halaman SMPN […]

  • Kasus Tewasnya Penambang Emas Ilegal di Batangnatal Dalam Penanganan Polisi

    Kasus Tewasnya Penambang Emas Ilegal di Batangnatal Dalam Penanganan Polisi

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal||Mandailing Online-Pasca tewasnya 2 penambang emas ilegal di desa simanguntong, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal, pada Rabu 18/3/2026. Polisi masih melakukan pendalaman kasus. Sementara 2 korban tewas siang tadi telah dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat. ” kasus masih dalam penanganan polisi,” kata Kapolres Madina AKBP Bagus Priyandi, S.I.K., M.Si  Kamis 19/3/2026. Kapolres tidak […]

  • Baliho Caleg Semrawut, KPU Harus Sosialisasi Aturan Kampanye

    Baliho Caleg Semrawut, KPU Harus Sosialisasi Aturan Kampanye

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    SIANTAR, – Spanduk dan baliho para calon legislatif (caleg) bertebaran di sembarang tempat di Simalungun dan Kota Siantar. Terkesan tak ada aturan, padahal sudah ada peraturan tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Demikian disampaikan Anggota Panwas Simalungun Adil Saragih, Ketua Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Simalungun, kepada METRO, Selasa (17/9). Adil […]

  • DPRD Usulkan Dahlan Hasan Bupati Defenitif

    DPRD Usulkan Dahlan Hasan Bupati Defenitif

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina) secara resmi memberhentikan Dahlan Hasan Nasution sebagai Pelaksana Tugas (Plt) bupati sekaligus mengusulaknnya menjadi bupati defenitif. Keputusan itu dilahirkan DPRD Madina dalam rapat paripurna, Kamis (10/7/2014) yang dipimpin Ketua DPRD Madina As Imran Khaitamy Daulay SH dan dihadiri sebanyak 33 orang dari 40 anggota DPRD Madina. Seluruh […]

expand_less