Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode

Dipicu Buang Kotoran Ternak, Sepuluh Rumah Warga Dibakar

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 26 Des 2013
  • print Cetak

TAPSEL – Puluhan polisi berpakaian lengkap menyisir Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapsel, Senin (23/12) pukul 15.00 WIB. Di bawah guyuran hujan, petugas mengamankan 62 warga dari desa itu. Warga yang ditangkap, diduga terlibat pembakaran 10 rumah di Dusun Adian Goti.

Seperti yang dilansir harian METRO sekitar pukul 10.00 WIB ada seratusan warga Desa Tolang Jae, menuju Dusun Adian Goti yang terletak di atas kampung mereka atau berjarak sekitar 10 kilometer dengan jarak tempuh tiga jam berjalan kaki. Seratusan warga itu datang membawa golok dan kayu.

“Pagi tadi (kemarin) sekitar pukul 10.00 WIB, saya melihat ada sekitar seratus warga naik ke atas (ke Dusun Adian Goti,red) sambil membawa parang dan kayu. Katanya, mereka mau menyerang warga di sana, karena sudah menganiaya seorang warga kami, pada Minggu (22/12) sekitar pukul 01.00 dini hari,” ujar M Pasaribu, saat diwawancarai, Senin (23/12), di Desa Tolang Jae.

Memang sebelum adanya penyerangan tersebut, sambung Pasaribu, Minggu (22/12) sekitar pukul 01.00 WIB, ada warga bernama Cokin Rambe (34), dianiaya dan mendapat luka bacok. Hingga kini masih dirawat di RSUD Kota Psp.

“Informasinya, korban mengaku dianiaya warga di Dusun Adian Goti. Namun, kita belum tahu apa penyebabnya. Katanya, malam itu ada sekitar 20 orang warga kami yang naik ke atas dan membakar rumah warga di sana. Lalu, korban selamat dan berlari. Kemudian ditemukan warga sudah bersimbah darah dan kemudian dilarikan ke rumah sakit. Dan, sampai kini ia belum dapat meberikan keterangan apa penyebab sampai ia dianiaya,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Kapolres Tapsel AKBP Abdul Rizal AE memaparkan, adapun kronologis kejadian tersebut, Minggu (22/12) sekitar pukul 01.00  WIB dini hari, ada sekitar 20 orang warga Desa Tolang Jae datang ke Dusun Adian Goti. Di sana, mereka membakar rumah warga, yang diketahui ada sekitar 45 kepala keluarga (KK).

Selanjutnya, warga Dusun Adian Goti yang mengetahui rumahnya dibakar oleh warga Desa Tolang Jae melakukan perlawanan. Lalu, Cokin Rambe yang dihajar warga Adian Goti berhasil menyelamatkan diri dengan tubuh penuh luka bacokan.

Kasat Reskrim Tapsel AKP Edison Siagian menambahkan, dari hasil keterangan anggota di tempat kejadian perkara, ada sepuluh rumah yang rusak dan dibakar warga Desa Tolang Jae. “Untuk warga yang kita amankan, berasal dari Desa Tolang Jae ada sebanyak 62 orang, dan untuk kerusakan rumah ada sebanyak 10 rumah,”ujar Kasat Reskrim.

Namun, Kasat juga belum memastikannya secara pasti. Sebab, pihaknya belum melakukan olah TKP atas kejadian tersebut. Dijadwalkan, Selasa (24/12), pihaknya akan menuju TKP. “Besok (hari ini) rencananya kita akan melakukan olah TKP untuk mendapat data yang jelas dan valid. Maklum TKP jauh. Butuh 3 jam berjalan kaki untuk sampai di sana. Dan, untuk warga yang sudah kita amankan, sampai saat ini masih kita tahan di Polres, untuk dimintai keterangannya dan kita periksa lebih lanjut.

Sampai kini, lanjut Kasat, sebanyak 60 petugas turut disiagakan di Desa Tolang Jae untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan. “Ada sekitar 60 petugas dibantu dengan petugas dari Brimob, Kodim dan Satpol PP disiagakan di Desa Tolang Jae untuk berjaga-jaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Kapolres.

Kapolres: Dipicu Buang Kotoran Ternak ke Sungai
Menurut Kapolres Tapsel AKBP Abdul Rizal, jauh sebelum peristiwa itu terjadi, warga di 7 desa; Tolang Julu, Tolang Jae, Sipange Godang, Sipange Julu, Sialang, Bange dan Batu Godang/Aek Raja, menolak keberadaan warga yang bermukim di Dusun Adian Goti, yang berada tepat di atas desa mereka.

Alasannya, selama ini warga di Dusun Adian Goti tersebut, memelihara hewan ternak  dan kotorannya dibuang ke sungai Batang Angkola yang setiap hari digunakan warga tujuh desa, untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, minum dan mencuci.

Warga 7 desa itu telah meminta pemerintah untuk segera merelokasinya. Atas hal itu, pihak pemerintah setempat, Pemkab, Polres, Kodim dan warga sekitar sudah pernah duduk bersama untuk membahas hal itu. Dan, disepakati warga tujuh desa dilarang untuk main hakim sendiri. “Saya sudah imbau warga tujuh desa yang menolak keberadaan warga di Dusun Adian Goti itu, untuk tidak berbuat melanggar hukum. Kita janji akan segera selesaikan dengan mencari solusi yang terbaik untuk masing-masing pihak,” ujar Kapolres.

“Namun, warga Tolang Jae tidak sabar dan melakukan penyerangan terhadap warga Adian Goti. Sehingga warga di sana membalas dan menganiaya salah seorang warga Desa Tolang Jae. Atas kejadian itu, warga Desa Tolang Jae kembali melakukan aksi dengan menyerang dan membakar tempat tinggal warga di sana,” jelas Kapolres.

Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubsu Didesak Tuntaskan Batas Madina-Tapsel

    Gubsu Didesak Tuntaskan Batas Madina-Tapsel

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 10Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Belasan tahun sudah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berdiri hasil pemekaran dari kabupaten induk Tapanuli Selatan (Tapsel) tepatnya tahun 1998 lalu, toh hingga kini tapal batas antar dua kabupaten ini belum selesai. Dan konflik antar penduduk desa dari masing-masing kabupaten ini pun sudah nyaris berdarah-darah akibat saling klaim soal lahan pertanian. Pun […]

  • Wakil Bupati Kembali Minta Dikoresi

    Wakil Bupati Kembali Minta Dikoresi

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution meminta kepada masyarakat terutama para ulama untuk tidak segan-segan menegur dan memperingati dirinya dalam menjalankan roda pemerintahan. Permintaan itu merupakan kesekian kalinya disampiakan wakil bupati kepada masyarakat dalam acara-acara pidato sambutan di sejumlah acara di Madina. Pernyataan kali ini diutarakan Dahlan Hasan dalam […]

  • Dewan Minta KPU Ubah Rencana Kerja Anggaran

    Dewan Minta KPU Ubah Rencana Kerja Anggaran

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DPRD Kota Padangsidimpuan meminta KPU segera mengubah Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang dibagikan kepada anggota dewan. KPU juga diminta untuk meminimalisir anggaran dari setiap pos yang telah disusun. Menurut Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) Khoiruddin Nasution, sesuai hasil perhitungan DPRD Psp, untuk putaran I dana sebesar Rp5 miliar dianggap cukup. Dan, untuk putaran II sebesar […]

  • Candi Sipamutung

    Candi Sipamutung

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Candi Sipamutung di Desa Siparau Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas merupakan bukti sejarah peradaban yang diperkirakan berdiri pada abad XI. Candi yang dikelilingi oleh rangkaian perbukitan rendah tersebut  terletak, di dipinggir Sungai Barumun yang membelah dataran Padanglawas dan berjarak sekitar 40 Km dari ibukota Kabupaten Padanglawas, Sibuhuan dan dari kota Padangsidimpuan berjarak -+ 70 Km […]

  • PKS Madina  Galang Kekuatan Untuk  Yusuf-Imron

    PKS Madina Galang Kekuatan Untuk Yusuf-Imron

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mandailing Natal (Madina) mulai menggalang  kekuatan dii kawasan Mandailing Julu dalam memperjuangkan pasangan calon bupati/wakil bupati Madina H.M Yusuf Nasution, M.Si/Imron Lubis,S.Pd.MM. Pengalangan diawali dengan pertemuan dan konsolidasi di tingkat Pimpinan Anak Cabang  (PAC), simpatisan dan kader  PKS se-wilayah Mandailing Julu yang dimulai pada Sabtu (19/9) […]

  • Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis Sudah Mulai Sejak 2012  Apakah Pengunjukrasa Pura-pura Tidak Tahu

    Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis Sudah Mulai Sejak 2012 Apakah Pengunjukrasa Pura-pura Tidak Tahu

    • calendar_month Kamis, 17 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aliansi yang berunjukrasa menurunkan bupati ke DPRD Madina, tadi siang, Kamis (17/1) dinilai kurang mengetahui program pendidikan gratis dan kesehatan gratis yang sudah dimulai Pemkab Madina sejak tahun 2012 lalu sebagai implementasi visi misi Hidayat-Dahlan. “Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratsi di Madina sudah digulirkan bupati Madina sejak tahun 2012, kok pengunjukrasa […]

expand_less