Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Merakit Senjata Api di Panyabungan Timur Sudah Lama Membudaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Sejarah merakit senjata api di kalangan penduduk beberapa desa Panyabungan Timur, Mandailing Natal (Madina) sudah lama. Tahun berapa munculnya budaya merakit senjata api ini tak diketahui pasti.

“Tetapi seingat saya, sejak tahun 70-an sudah ada merakit senjata api di sini, namanya sinapang karben” ungkap selah seorang penduduk Panyabungan Timur yang namanya tak bersedia ditulis menjawab Mandailing Online, Selasa (12/5/2015).

Biasanya, senjata rakitan itu digunakan penduduk untuk berburu rusa. Selain itu juga digunakan untuk menjaga kebun dari serangan hama babi dan hama kera serta gerombolan monyet.

Tak hanya di kawasan Panyabungan Timur, di kawasan lain Madina juga banyak penduduk di era 1970-an dan hingga 1980-an. Kegunaannya sama, yakni menjaga kebun dari ganguan binatang.

Di kawasan Panyabungan Timur, budaya merakit senjata api ini menjadi wacana penting, sebab beberapa desa di kawasan ini terkenal dengan produksi ganja yang menyebabkan Kabupaten Mandailing Natal menjadi peringkat kedua penghasil ganja di Indonesia setelah Aceh.

Jenis senjata api rakitan di kawasan Panyabungan Timur berragam, ada jenis laras panjang, ada laras pendek.

Sejumlah penduduk yang diwawancarai menyebutkan, senjata api rakitan itu memakai sistem mesiu sebagai pemici dorong peluru. Sedangkan pelurunya ada yang memproduksi sendiri berbahan baku timah, ada juga memakai mimis lingkar roda kenderaan. Peluru yang berbahan baku timah ada dua jenis bentuk, yakni bentuk bulat dan lonjoong, tergantung selera si pemakai.

Peluru yang diolah dari timah biasanya digunakan sebagai peluru senjata api rakitan laras panjang. Peluru dari mimis untuk laras pendek. Mimis ini lebih ringan dari peluru yang diolah dari timah.

Dewasa ini, budaya merakit senjata api di kawasan Panyabungan Timur makin menjadi perhatian aparat keamanan, sebab ada kekhawatiran disalahgunakan sebgaian penduduk untuk melindungi ladang ganja dari sergapan personil kepolisian maupun TNI.

Meski sejauh ini belum ada kontak senjata antara aparat keamanan dengan penduduk yang terindikasi menanam ganja, namun sejumlah petani ganja dikabarkan telah mempergunakan senjata api rakitan melindungi ladang ganjanya dari pencuri. 

Secara aspek sosial, senjata api rakitan ini juga berfungsi untuk menjaga diri dan keluarga dari konstlasi dendam antar individu. Sebab, beberapa desa di kawasan itu tingkat dendam secara individu maupun antar keluarga masih kuat di kalangan penduduknya.

Selain itu, senjata api rakitan ini juga sudah pernah melukai manusia. Peristiwa penembakan terhadap seorang penduduk Kelurahan Gunung Baringin 4 tahun lalu menjadi salah satu indikasi penggunaan senjata api rakitan. Korban penembankan bernama Maksum mengalami cacat pada sebelah matanya, karena peluru tepat mengenai matanya. Hanya saja pelakunya hingga kini tak diketahui.

Dalam sejarah penyitaan senjata rakitan oleh aparat negara, paling tidak sudah pernah dua kali dilakukan oleh Polres Madina.  

Terakhir dilakukan jajaran Kodam I Bukit Barisan pada Senin (11/5/2015). Tersita sebanyak 40 pucuk senjata api rakitan dari petani di empat desa di Kecamatan Panyabungan Timur.

Rinciannya dari Desa Pardomuan  5 pucuk, Desa Huta Bangun 14 pucuk, Desa Sirangkap 4 pucuk dan Desa Huta Tinggi sebanyak 17 pucuk.

Kepala Penerangan Kodam I BB Kolonel Inf  Eno Solehuddin memaparkan, sebelum dilakukan penyitaan prajurit TNI terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyakarat di empat desa itu dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemuka agama setempat.

"Karena sosialisasi yang dilakukan jajaran TNI itulah masyarakat kemudian menyerahkan senjata api rakitan yang mereka miliki ke TNI," ujar Eno Solehudin di Medan, Senin (11/5/2015).

 

Peliput : Tim Mandailing Online
Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dubes Inggris Suka Es Cendol Menu Buka Puasa

    Dubes Inggris Suka Es Cendol Menu Buka Puasa

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Republika Online) – Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik rupanya menyukai makanan khas Indonesia sebagai menu buka puasa. Sama seperti kebanyakan orang lainnya, Moazzam juga memilih minuman yang manis dan menyegarkan, seperti es cendol dan es campur, untuk membatalkan puasanya. “Pada buka puasa harus mulai dengan kurma, cendol dan es campur,” katanya […]

  • Ketika “Monyet” Mamenangi Pemilu

    Ketika “Monyet” Mamenangi Pemilu

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Lokot Husda Lubis, S. Ag Sekedar ilustrasi, di negeri entah berantah seekor Raja Monyet tiba-tiba mendadak mengumpulkan para Menteri dan petinggi di kerajaannya. Sepertinya ada sidang Kabinet mendadak yang wajib di hadiri para petinggi kerajaan. Informasinya, rapat itu begitu penting, sehingga setiap Menteri atau petinggi kerajaan tidak satupun yang boleh absent Para Menteri dan […]

  • RAPBD Madina 2020 Turun dari 2019

    RAPBD Madina 2020 Turun dari 2019

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rancangan APBD Madina TA 2020 diajukan sebesar Rp 1.667.753.177.436. Angka ini menurun dari Tahun Anggaran 2019 yang sebesar Rp 1.698.320.475.820. Pengajuan RAPBD 2020 disampaikan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution di Rapat Paripurna DPRD Madina, Selasa (17/12/2019). Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis. PENDAPATAN Angka Rp 1.667.753.177.436 […]

  • Pemda Madina Gelar Rapat Evaluasi Penyerapan Anggaran

    Pemda Madina Gelar Rapat Evaluasi Penyerapan Anggaran

    • calendar_month Senin, 12 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan rapat evaluasi pelaksanaan program/kegiatan penyerapan anggaran OPD di Aula Kantor Bupati, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Senin (12/12). Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution itu membahas dampak inflasi menjelang natal dan tahun baru (nataru), mengevaluasi kinerja setiap dinas di Pemkab Madina […]

  • Atap sekolah dijual tanpa persetujuan komite sekolah

    Atap sekolah dijual tanpa persetujuan komite sekolah

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Atap seng SMP Negeri 1 Panyabungan Timur Kecamatan Panyabungan Timur diduga dijual oknum kepala sekolah, padahal pihak komite sekolah ini tidak mengetahuinya. (MOL)

  • Basarnas Deteksi 6 Mayat di Lobang Tambang

    Basarnas Deteksi 6 Mayat di Lobang Tambang

    • calendar_month Minggu, 10 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Basarnas mendeteksi sekitar 6 mayat di dalam lobang tambang runtuh Huta Bargot, Mandailing Natal, Sabtu (9/2). Deteksi yang dilakukan tim Basarnas itu memakai alat sensor. Meski telah mampu mendeteksi sekitar 6 mayat, belum bisa menjadi patokan total jumlah korban di dalam lobang. Dengan demikian, hingga kini belum dapat dipastikan total […]

expand_less