Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

11 Ranperda dan Kemauan Politik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2013
  • print Cetak

Pihak Badan Legislasi (Baleg) DPRD Mandailing Natal (Madina) pertengahan Juli 2013 menyatakan sikap menunda pembahasan 11 Ranperda yang diajukan pemerintah daerah. Alasan yang diusung terkait anggaran dana bagi kegiatan koordinasi atau kunjungan kerja ke Jakarta.

Koordinasi atau kunjungan kerja yang dimaksud pihak Baleg DPRD Madina sangat krusial, karena memiliki keterkaitan dengan kebijakan departemen di Jakarta. Yakni, menyangkut tata ruang, dimana salah satu ranperda-nya adalah Ranperda tentang Tata Ruang Wilayah Madina Tahun 2012-2032.

Baleg DPRD Madina menghendaki agar produk perda itu nantinya tidak memiliki cacat, makanya membutuhkan pembahasan secara detail dan objektif serta membutuhkan koordinasi dengan lembaga terkait di Jakarta.

“Pembahasan ranperda RTRW harus melakukan konsultasi ke Badan Informasi Geospasial di Jakarta, karena lembaga BIG yang berwenang dalam pembuatan peta, kita harus melakukan konsultasi terkait verifikasi terhadap titik kordinat dari peta RTRW,” urai Dodi Martua, ketua Badan Legislasi DPRD Madina.

Di sisi lain, anggaran untuk kunjungan kerja itu kabarnya sudah tak ada lagi di sekretariat DPRD Madina karena habis pada bulan Juni lalu. Sementara, pihak eksekutif dikabarkan tak memiliki anggaran itu.

Muaranya, 11 Ranperda itu pun terkatung rampung di bulan ini. Ini jelas berdampak bagi perjalanan program-program pembangunan daerah, baik program yang bersifat ekonomi maupun layanan pemerintah daerah lainnya.

Hemat kita, alasan Baleg itu untuk sementara ini bisa diterima jika beranjak dari sisi upaya keakuratan data tata ruang wilayah kabupaten agar perda yang dilahiran kelak tidak cacat di mata pemerintah pusat.

Tetapi, kita juga melihat bahwa ke-11 ranperda itu bukan melulu persoalan tata ruang yang membutuhkan koordinasi ke Jakarta. Kebanyakan ranperda itu justru tidak membutuhkan kunjungan kerja untuk dasar membahasnya.

Jika demikian, dan mengingat kebutuhan terhadap payung hukum yang mendesak, pihak legislatif dan eksekutif tentu bisa memilah dan menetapkan ranperda non tata ruang untuk lanjut dibahas dan disahkan.

Sebab, jika salah satu atau beberapa ranperda terkendala pembahasannya, kenapa ranperda lain yang tak memiliki kendala jadi korban. Ini tentu diharapkan menjadi pertimbangan legislatif dan eksekutif.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pebisnis Muda Adalah Penyelamat Ketahanan Keluarga

    Pebisnis Muda Adalah Penyelamat Ketahanan Keluarga

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Tanggapan Terhadap Pidato Wakil Bupati Mandailing Natal di Peringatan ke-33 Hari Keluarga Nasional di Panyabungan, Senin, 29 Juni 2026) Oleh: Supardi S.H.I Founder Business Owners Community-Panyabungan     ​Setiap kali kita bicara tentang “Ketahanan Keluarga” narasi yang muncul sering kali terlalu domestik dan teoritis. Kita bicara tentang pola asuh, komunikasi antar anggota keluarga, hingga keharmonisan […]

  • Digenjot dari Sektor Pajak Daerah, Target PAD Madina Meningkat 50 Miliar

    Digenjot dari Sektor Pajak Daerah, Target PAD Madina Meningkat 50 Miliar

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ditetapkan sebesar Rp 150,3 miliar pada Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2021. Besaran target PAD ini bertambah sebesar Rp 50 miliar atau meningkat 50 persen dari target tahun lalu. Peningkatan target PAD tersebut terjadi lantaran adanya kenaikan yang signifikan […]

  • SBY salah membuat kebijakan

    SBY salah membuat kebijakan

    • calendar_month Kamis, 19 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengevaluasi periode kedua kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). JK menilai, Presiden SBY telah membuat kebijakan yang tidak tepat membentuk sekretariat gabungan (setgab) parpol koalisi. “Sekarang ini pemerintah dengan sadar membuat oposisi, dengan sadar, karena membikin Setgab. Setgab itu ya partai pemerintah, di luar Setgab ialah oposisi,” […]

  • 1,7 Ton Ikan Laut Air Bangis Masuk Madina

    1,7 Ton Ikan Laut Air Bangis Masuk Madina

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MANISAK (Mandailing Online) – Sekitar 1,7 ton ikan laut dari Air Bangis, Pasaman Barat, Sumatera Barat masuk ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Wilayah pasar yang dikuasai Air Bangis tersebut meliputi Kecamatan Ranto Baek, Linggabayu, Batang Natal dan Kecamatan Sinunukan. Sebagiannya juga masuk ke Kecamatan Natal. Ini ironis, mengingat Kabupaten Madina merupakan kabupaten yang memiliki pantai […]

  • Pemerintah Harus Hati-hati Memberi Izin Tambang

    Pemerintah Harus Hati-hati Memberi Izin Tambang

    • calendar_month Senin, 24 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kendati 70 % sumber pemasukan APBN berasal dari sektor pertambangan, pemerintah diharap untuk lebih berhati-hati dalam memberikan izin pertambangan bagi investor yang ingin melakukan eksplorasi tambang di daerah Indonesia, dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Itu ditegaskan Anggota Komisi VII DPR-RI, Jhonny Allen Marbun pada seminar bertajuk “Industri Pertambangan […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 28)

    MARSIDAO-DAO (episode 28)

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Kuhur-kuhur Si Siti i dapur, marsiuman-umanan dohot sora ni tarahim i masojid. Mardahan manggule i marayak kotu Subuh, ima nangkan na giot kehe marsidao-dao. Dung sumbayang Subuh, ipalalusa mangan i dapur i sada-sadasa. Pinomparna na modom dope mungkor marsitune-tunean. Marayak mangalao tingon bagas i, ingotisa Si Poso i pantar […]

expand_less