Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Tradisi Nazar Memberi Makan Yatim Usai Panen di Desa Huraba

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
  • print Cetak

SIABU (Mandailing Online) – Di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) ada suatu tradisi memberikan makan kepada para anak yatim usai panen padi sawah.
Tradisi ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun dan berlanjut hingga era sekarang. Biasanya diselenggarakan setelah semua petani sudah menyelesaikan kegiatan panen.

Tradisi ini terjadi terkait dengan adanya niat bernazar dari masing-masing petani memberikan sebagian hasil sawah kepada anak yatim. Niat itu dilafalkan dalam hati ketika petani memulai musim tanam. Realisasi nazar itu dilakukan setelah panen usai.

Penyaluran kepada anak yatim ini selalu dilaksanakan sekelompok panitia bernama Panitia Santunan Anak Yatim yang dibentuk di desa itu. Para petani membawa sebagian uang hasil penjualan padinya kepada panitia untuk pengumpulan.

Pihak panitia sendiri bertugas melakukan pendataan jumlah anak yatim dan piatu serta bertugas mengumpulkan seluruh uang yang berasal dari nazar petani. Kemudian, panitia ini yang menyelenggarakan acara makan bersama dengan anak yatim tersebut.

Seperti halnya acara yang diselenggarakan pada hari Minggu (6/10/2013) lalu, Desa Huraba I dan Huraba II serentak melaksanakan tradisi ini.

Pantaun Mandailing Online, di hari itu sebanyak 47 orang anak yatim dan piatu diundang dalam acara makan bersama. Acaranya dilakukan di masjid desa itu.

Para naposo nauli bulung (kelompok remaja) sibuk melaksanakan masak bersama di pelataran lingkungan mesjid. Satu ekor kerbau pun disembelih sebagai lauk makan.

Tak hanya dijamu makan bersama, para anak yatim ini pun mendapat uang tunai. Sumber uang tunai ini berasal dari sumbangan warga di acara makan bersama itu.

Di acara ini terkumpul uang tunai sebesar 5.170.000 rupiah. Dana itu kemudian dibagikan kepada selruh anak yatim saat itu juga. Masing-masing anak yatim mendapatkan uang tunai sebesar 110.000 rupiah per orang.
“Kita harapkan dari tahun-ketahun rejeki masyarakat akan terus bertambah sehingga pada tahun-tahun mendatang bisa kita tingkatkan lagi jumlah uang tunai-nya,” harap Baduarif, ketua Santunan Anak Yatim Desa Huraba.

“Merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk memberikan makan anak yatim, karena anak-anak yatim tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Kepala Desa Huraba I, Domroh.

Disebutkannya, hasil panen yang selama ini diperoleh masyarakat bukan sepenuhnya milik mereka, namun di dalam hasil panen tersebut ada terdapat rejeki anak-anak yatim.

”Kegiatan seperti ini sudah merupakan tradisi bagi kita masyarakat Desa Huraba, dimana setiap habis panen, sebelum memasuki musim tanam, kita memberi makan anak-anak yatim,” ujar Domroh.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Desa Huraba II, Kasmir Dalimunthe, bahwa sebelum masyarakat memasuki masa tanam, masyarakat terlebih dahulu menanam niat, dimana apabila berhasil panen pada musim tanam tersebut maka wajib bagi masyarakat memberi makan anak yatim.

“Kegiatan hari ini merupakan pembayaran niat masyarakat kepada tuhan. Dan kegiatan ini sudah berlangsung puluhan tahun di Desa Huraba ini,” sebut Kasmir.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kaum Ibu Perlu Berinovasi di Usaha Kuliner

    Kaum Ibu Perlu Berinovasi di Usaha Kuliner

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PKK diharap berupaya keras mendorong kaum ibu berinovasi di sektor usaha kuliner dalam menunjang ekonomi keluarga. Lebih jauh dari itu, kaum ibu juga harus mampu berkompetisi di era digital dalam dinamika potensi kuliner sehingga bisa bersaing di pasar konvensional dan pasar pola digital. Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal berposisi strategis mendorong […]

  • Untuk Industri Tapioka, Nagajuang Siapkan 14 Ha Lahan Ubi Kayu

    Untuk Industri Tapioka, Nagajuang Siapkan 14 Ha Lahan Ubi Kayu

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NAGAJUANG (Mandailing Online) – Kecamatan Nagajuang diproyeksikan menyiapkan 14 hektar lahan budidaya ubi kayu untuk kebutuhan bahan baku industri tepung tapioka di Mandailing Natal (Madina). Dari 14 hektar itu, seluas 7 hektar diproyeksikan akan disediakan semua pemerintah desa yang ada di kecamatan itu. Sedangkan 7 hektar lainnya akan disediakan pihak pemerintah Kecamatan Nagajuang dengan […]

  • Sekolah Pancasila, Siapa Para Muridnya?

    Sekolah Pancasila, Siapa Para Muridnya?

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Hersubeno Arief   HARI Rabu (8/6/2017) seharusnya adalah hari pertama  “sekolah” Pancasila dimulai. Tapi namanya juga sekolah baru buka.  Ruang-ruang kelasnya, guru-gurunya, petugas kebersihan dan petugas keamanannya juga belum tersedia. Yang ada baru kepala sekolahnya bernama Yudi Latief dan dewan pengarah yang diketuai oleh mantan Presiden Megawati. Muridnya? Potensi pasarnya sangat besar. […]

  • RSU Panyabungan Bau

    RSU Panyabungan Bau

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Air Kosong di Kamar Mandi MADINA-Air di kamar mandi Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan, Kabupaten Madina kosong. Akibatnya, seluruh ruangan di tempat bau busuk yang menyebabkan pasien dan keluarga pasien merasa resah dan merasa tidak nyaman. Amatan METRO, Kamis (9/2) sekitar pukul 11.00 WIB di beberapa kamar mandi RSU plat merah yang berada di Kelurahan […]

  • MQK Madina Diikuti 367 Santri

    MQK Madina Diikuti 367 Santri

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) antar pesantren tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi dimulai di Pondok Pesantren Roihanul Jannah, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Selasa (18/10/2022). Musabaqah ini berlangsung selama tiga hari, 18 Oktober hingga 20 Oktober 2022, dan diikuti seluruh pondok pesantren yang ada di Kabupaten Madina. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat […]

  • Gubsu Terkesan Hanya Butuh Tepuk Tangan

    Gubsu Terkesan Hanya Butuh Tepuk Tangan

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fraksi Partai Golkar DPRD Mandailing Natal (Madina) meminta Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi untuk tidak bertindak seperti anak TK dan terkesan hanya butuh tepuk tangan. “Gubsu jangan seperti anak TK yang tidak bisa dikritik dan hanya butuh tepuk tangan,” ujar Ketua Fraksi Arsidin Batubara ketika dimintai keterangan terkait statemen Gubsu […]

expand_less