Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Abdul Latif Minta Pemda Tak Ganggu Perusahaan Gegara Politik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2020
  • print Cetak

KAUM IBU JANGAN DIPERALAT

Abdul Latif

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Kepada pemerintah daerah, tolong lindungi pengusaha yang punya izin. Jangan karena politik kenyamanan kami terganggu”.

Itu dinyatakan pegusaha pemilik perusahaan pemecah batu, Abdul Latif Lubis di hadapan wartawan, Selasa (15/9/2020).

Pernyataan itu meresfon adanya rombongan kaum ibu dari Desa Sipapaga Kecamatan Panyabungan yang bertemu bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution tanggal 13 September 2020 lalu di Taman Raja Batu.

Rombongan kaum ibu itu mengeluhkan kondisi batu pecah mereka tak laku lagi sejak kehadiran PT. Binham di Sipapaga.

Menurut Latif, yang dikeluhkan kaum ibu itu tak benar.

“Angota saya sudah investigasi langsung ke rumah ibu-ibu itu. Dan fakta kami temukan bahwa ibu-ibu itu tak memahami apa apa, dan diduga dikondisikan seseorang yang bertujuan kepentingan pribadi,” ungkap Latif.

Latif menegaskan bahwa hingga kini kebutuhan batu pecah justru masih kurang.

“Justru kami masih membutuhkan banyak batu pecah. Bahkan kami sangat siap membeli batu pecah dari ibu-ibu itu jika memang mereka memproduksi batu pecah”, imbuh Latif.

Oleh karena itu, Latif melihat ada upaya sistematis di balik kehadiran kaum ibu yang bertemu bupati itu.

Dia manghimbau agar dunia usaha jangan dinganggu dalam konstlasi politik saat ini.

Latif menyatakan bahwa perusahaan yang mereka kelola memiliki izin resmi dari Pemprovsu. Berupa izin produksi Galian C.

“Bahkan kami menyumbang PAD sekitar 600 juta rupiah per tahun,” ungkapnya.

Latif menyatakan, usaha pemecah batu yang mereka kelola berada di dua tempat diwadahi perusahaan jenis CV dan usaha perseorangan. Keduanya ditanggungjawabi Abdul Latif.

CV. Binham beroperasi di Sipapaga, Panyabungan. Sedangkan Usaha Perseorangan Abdul Latif beroperasi di Tebing Tinggi, Panyabungan Timur.

Dalam hal ini, Latif justru menantang pemerintah daerah mengusut 2 perusahaan aspal mixing plant (AMP) alias pabrik pencampuran aspal yakni PT. KMN dan PT.TK yang bertahun-tahun beroperasi di Madina yang tak memiliki izin produksi galian C.

Dia mempertanyakan sikap diam pejabat pemerintah daerah terhadap perusahaan-perusahaan tanpa izin produksi itu, sebab jika tak punya izin produksi berarti kategori penggelapan pajak.

“Tolong ini dikejar atas dugaan penggelapan pajak,” katanya.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isnaini dari Madina Utusan Sumut di Tingkat Nasional Pemilihan Penyuluh Agama Islam Award

    Isnaini dari Madina Utusan Sumut di Tingkat Nasional Pemilihan Penyuluh Agama Islam Award

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hj.Isnaini Burhanuddin, Lc dari Mandailing Natal (Madina) akan mewakili Sumatera Utara pada Pemilihan Penyuluh Agama Islam Award Tahun 2023 Tingkat Nasional kategori Kesehatan Masyarakat. Kompetisi akan berlangsung tanggal 7 hingga 10 Agustus 2023 di Jakarta. Sebelumnya, dari 205 peserta se Indonesia di tahap satu, Isnaini menjadi rangking ketiga pada 10 besar […]

  • TEMBAKAU PILKADA

    TEMBAKAU PILKADA

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen: Rina Youlida Nurdina Opuk ukuran dua kali tiga meter yang sudah berdiri miring namun masih digunakan berposisi di tengah kampung seiring usianya yang telah tua. Daun rumbia yang menutupi atap opuk itu tinggal setengah dan sudah ditempeli dengan seng sebahagiannya, sehingga keestetikan opuk legendaris ini sudah berkurang. Tiang-tiang penyangga opuk yang terbuat dari batang […]

  • Pendaftaran Yusuf Nasution-Imron Lubis Sah Menurut Undang-Undang

    Pendaftaran Yusuf Nasution-Imron Lubis Sah Menurut Undang-Undang

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan bakal calon bupati/wakil bupati Madina Drs. HM. Yusuf Nasution,Msi – H. Imron Lubis,S.Pd.MM yang didaftarakan DPC Partai Hanura Madina dan PBB Madina pada tanggal 26 Juli 2015 ke KPU Madina sah menurut Undang-undang Nomor 08 Tahun 2015 dan Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 sebagai mana telah diubah dengan Peraturan […]

  • Densus Kejar Instruktur Syarif

    Densus Kejar Instruktur Syarif

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Tim pemburu Detasemen Khusus 88 Mabes Polri mengejar instruktur perakitan bom yang digunakan Muhammad Syarif. Bentuk, bahan dan rangkaian yang ditemukan di Masjid Ad Dzikro mengarah pada jejak ilmu mendiang Dr Azahari Husein. “Kita tahu murid-muridnya masih ada. Bisa saja, salah satu dari mereka yang (mengajari) ke Syarif,” ujar Wakabareskrim, Irjen Mathius Salempang usai […]

  • Polres Madina Tangkap Satu Tersangka Pembawa Ganja 5 Kg  

    Polres Madina Tangkap Satu Tersangka Pembawa Ganja 5 Kg  

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal berhail menangkap 1 pria berikut baran bukti 5 kg ganja kering di Desa Gunungtua Panggorengan, Panyabungan, Selasa dinihari (29/10/2019). Tersangka berinisial AT Batubara (43) warga Desa Gunung Tua, Panyabungan ditangkap Sat Res Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina) dalam satu misi penyamaran. Tersangka ditangkap sekira pukul 00.30 WIB. […]

  • Kualitas Udara Membaik, Pembelajaran Tatap Muka Kembali Berlaku

    Kualitas Udara Membaik, Pembelajaran Tatap Muka Kembali Berlaku

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    … PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekolah kembali dibuka hari ini, Selasa (20/10/2026) di Mandailing Natal (Madina). Pembelajaran Tatap Muka kembali berlangsung di ruang kelas seperti sediakala. Beberapa hari sebelumnya Pemkab Madina memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh akibat asap tebal menyelimuti kawasan. Dikatakan kualitas udara sudah masuk pada kategori hijau atau layak. Keputusan pemberlakuan pembelajaran tatap muka […]

expand_less