Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Abdul Latif Minta Pemda Tak Ganggu Perusahaan Gegara Politik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2020
  • print Cetak

KAUM IBU JANGAN DIPERALAT

Abdul Latif

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Kepada pemerintah daerah, tolong lindungi pengusaha yang punya izin. Jangan karena politik kenyamanan kami terganggu”.

Itu dinyatakan pegusaha pemilik perusahaan pemecah batu, Abdul Latif Lubis di hadapan wartawan, Selasa (15/9/2020).

Pernyataan itu meresfon adanya rombongan kaum ibu dari Desa Sipapaga Kecamatan Panyabungan yang bertemu bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution tanggal 13 September 2020 lalu di Taman Raja Batu.

Rombongan kaum ibu itu mengeluhkan kondisi batu pecah mereka tak laku lagi sejak kehadiran PT. Binham di Sipapaga.

Menurut Latif, yang dikeluhkan kaum ibu itu tak benar.

“Angota saya sudah investigasi langsung ke rumah ibu-ibu itu. Dan fakta kami temukan bahwa ibu-ibu itu tak memahami apa apa, dan diduga dikondisikan seseorang yang bertujuan kepentingan pribadi,” ungkap Latif.

Latif menegaskan bahwa hingga kini kebutuhan batu pecah justru masih kurang.

“Justru kami masih membutuhkan banyak batu pecah. Bahkan kami sangat siap membeli batu pecah dari ibu-ibu itu jika memang mereka memproduksi batu pecah”, imbuh Latif.

Oleh karena itu, Latif melihat ada upaya sistematis di balik kehadiran kaum ibu yang bertemu bupati itu.

Dia manghimbau agar dunia usaha jangan dinganggu dalam konstlasi politik saat ini.

Latif menyatakan bahwa perusahaan yang mereka kelola memiliki izin resmi dari Pemprovsu. Berupa izin produksi Galian C.

“Bahkan kami menyumbang PAD sekitar 600 juta rupiah per tahun,” ungkapnya.

Latif menyatakan, usaha pemecah batu yang mereka kelola berada di dua tempat diwadahi perusahaan jenis CV dan usaha perseorangan. Keduanya ditanggungjawabi Abdul Latif.

CV. Binham beroperasi di Sipapaga, Panyabungan. Sedangkan Usaha Perseorangan Abdul Latif beroperasi di Tebing Tinggi, Panyabungan Timur.

Dalam hal ini, Latif justru menantang pemerintah daerah mengusut 2 perusahaan aspal mixing plant (AMP) alias pabrik pencampuran aspal yakni PT. KMN dan PT.TK yang bertahun-tahun beroperasi di Madina yang tak memiliki izin produksi galian C.

Dia mempertanyakan sikap diam pejabat pemerintah daerah terhadap perusahaan-perusahaan tanpa izin produksi itu, sebab jika tak punya izin produksi berarti kategori penggelapan pajak.

“Tolong ini dikejar atas dugaan penggelapan pajak,” katanya.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Partispasi Rendah, Siapa Salah?

    Partispasi Rendah, Siapa Salah?

    • calendar_month Selasa, 15 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Amir, warga Desa Parbangunan, Panyabungan, memilih ke ladang ketimbang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pria berusia sekitar 41 tahun ini, merasa rugi kalau harus menyambangi TPS. Soalnya, memberikan hak pilih justru akan membuat dia rugi secara ekonomi. Dia mengaku, andai bekerja di ladang selama sehari, uang yang akan didapat bakal cukup untuk memenuhi kebutuhan […]

  • Banjir Aek Rantopuran Gunungtua

    Banjir Aek Rantopuran Gunungtua

    • calendar_month Senin, 18 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kondisi Daerah Aliran Sungai Aek Rantopuran Mandailing Online, Panyabungan. Kondisi di Daerah Aliran Sungai Aek Rantopuran di desa Gunungtua Jae Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Photo :EF/Emily Fynn.

  • 468 Knalpot blong Digilas situmalas

    468 Knalpot blong Digilas situmalas

    • calendar_month Sabtu, 18 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Sebanyak 468 knalpot blong bernilai Rp163 juta digilas alat berat perata jalan atau yang biasa disebut situmalas, di Alaman Bolak Padang Nadimpu, Kota Padangsidimpuan, Jumat (17/2). Penghancuran knalpot blong tersebut langsung dipimpin Kapolres Psp AKBP Andi Syahriful Taufik bersama Wali Kota Drs H Zulkarnain Nasution, dan disaksikan unsur muspida plus, praktisi hukum, tokoh masyarakat, […]

  • Darul Mursyid Latihan OSN di Bogor dan Medan

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Menjelang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Sumut, Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid mengirim pelajarnya mengikuti latihan di Bogor dan di Medan sejak tanggal 19 hingga 25 Mei 2013. “Dua tempat latihan yang berbeda ini digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam meraih sukses pada OSN tingkat provinsi 2013 yang akan […]

  • Pendataan Pedagang Berlangsung Lancar di Sejumlah Pasar

    Pendataan Pedagang Berlangsung Lancar di Sejumlah Pasar

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA (Mandailing Online) – Kegiatan pendataan jumlah pedagang di berbagai pasar tradisional dan pasar rakyat di Mandailing Natal (Madina), Sumut dalam sepekan terakhir lancar berjalan. Pendataan direncanakan berlangsung di seluruh pasar tradisional dan pasar rakyat, dimulai sejak Jum’at 24 Januari 2025 lalu oleh kolaborasi mahasiswa dengan Dinas Perdagangan Madina. Para mahasiswa itu berasal dari dua […]

  • Tinjau Infra Struktur

    Tinjau Infra Struktur

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    TINJAU, Kadis PU Binamarga Sumut, Ahmad Eefendi Pohan, Bupati Madina, HM Hidayat Batubara dan Anggota DPRD Madina dari Fraksi Demokrat, Ali Mutiara Rangkuty meninjau infrastruktur di wilayah Kecamatan Batahan. Sarana itu diperlukan untuk percepatan roda perekonomian kawasan pantai barat Madina itu. (medanbisnis/henri)

expand_less