Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Proyek Panas Bumi Tidak Akan Habiskan Air Masyarakat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Jan 2016
  • print Cetak
Kolam penampungan air untuk pengeboran PT.SMGP dan Ali Mutiara

Kolam penampungan air untuk pengeboran PT.SMGP dan Ali Mutiara

PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Pengeboran dan keseluruhan rangkaian kegiatan proyek Panas Bumi yang dikerjakan oleh PT. SMGP tidak akan menghabiskan air permukaan, yang biasa digunakan masyarakat.

Demikian disampaikan tokoh masyarakat Madina yang juga mantan anggota DPRD Madina, Ir. Ali Mutiara Rangkuti dalam keterangan pers, Kamis (14/1) sebagai bantahan terkait banyaknya isu yang muncul tentang habisnya air permukaan yang diakibatkan kegiatan pengeboran panas bumi.

”Di Indonesia sedikitnya ada 7 proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang berproduksi sejak tahun 1983. Dalam kurun waktu tersebut hingga sekarang belum ada kita dengar masyarakat sekitar proyek PTLP yang kekurangan air karena kegiatan proyek PLTP tersebut,” katanya dalam keterangan persnya.

“Jika proyek ini membawa dampak negatif tersebut, secara akal sehat, pasti pemerintah tidak mungkin mendorong pembangunan proyek ini. Bahkan LSM tingkat internasional yang berjuang di bidang lingkungan pun, seperti WWF pun mendukung,” imbuhnya.

“Proyek panas bumi di Sorik Marapi Mandailing Natal ini sesungguhnya adalah bagian dari program nasional pemerintah dalam Crash Program (percepatan pembangkit listrik – red) Tahap I dan II 10.000 MW. PT. SMGP hanya merupakan partner pemerintah. Logikanya sebagai berikut, negara punya wilayah dan sumber daya alam, tapi belum punya dana untuk membangun proyek ini, maka dilelang kepada pihak swasta, dan kebetulan yang memenangkan tersebut PT. SMGP. Jika proyek ini berhasil, kedua belah pihak mendapat keuntungan, namun jika gagal produksi, maka kerugian hanya ditanggung pihak swasta,” katanya.

Terkait kebutuhan air dalam kegiatan proyek panas bumi, dijelaskan Ali bahwa di dalam kegiatan pengeboran, air diperlukan hanya untuk mengisi 1 kolam penampungan.

“Apakah dengan mengisi kolam tersebut akan menyebabkan air di sungai akan habis? Tentu tidak,” imbuhnya.

Air diambil sesuai kebutuhan, untuk mengisi kolam tersebut. Pengambilan air diusahakan malam hari saja agar tidak menganggu aktivitas masyarakat.

Pengeboran berlangsung sekitar 40 hari. Tetapi pengambilan air tidak dilakukan setiap hari, hanya untuk mencukupi kebutuhan mengisi kolam penampungan saja.

Menurut Ali, air yang digunakan dalam pengeboran tersebut, bahkan di daur ulang, disaring untuk dipakai kembali guna keperluan pengeboran. Setelah pengeboran selesai, maka tidak ada lagi pengambilan air.

Secara praktis, lanjut Ali, pemanfaatan panas bumi dilakukan dengan proses pembaharuan energi panas bumi. Dengan proses ini, air dingin sisa pemanfaatan energi panas bumi, dimasukkan kembali ke dalam kerak bumi. Di bawah kerak bumi, air tersebut dipanaskan lagi secara alami yang selanjutnya akan menjadi uap. Uap ini kemudian dinaikkan kembali ke permukaan bumi.

“Jadi sebenarnya yang kita manfaatkan itu adalah uapnya saja, bukan airnya yang kita hisap habis-habisan. Proses yang sangat sederhana inilah sesungguhnya ciri positif kenapa kita harus segera menggunakan panas bumi sebagai sumber energi alternatif, sekaligus membedakan Panas Bumi dengan proyek-proyek pertambangan lainnya, seperti minyak, gas alam, atau mineral batuan lainnya.”

Atas penjelasannya tersebut, Ali berharap, agar masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak benar dan menjadi korban, hanya karena kepentingan sekelompok orang, yang memberikan informasi yang menyesatkan tanpa landasan keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Percayalah, proyek ini, kendati proyek juga memiliki dimensi bisnis, namun pemerintah juga pastinya lebih banyak memperhatikan aspek kesejahteraan masyarakat dan lingkungan. Persoalan penggunaan air permukaan ini, diyakini tidak akan menggangu stok persediaan air untuk masyarakat. Perusahaan juga telah memperoleh izin serta membayarkan retribusi atas penggunaan air permukaan tersebut” tegas Ali mengakhiri keterangannya.

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saber Pungli Madina Dikukuhkan

    Saber Pungli Madina Dikukuhkan

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal HM. Jakfar Sukhairi Nasution mengkukuhkan Unit Saber Pungli Kabupaten Mandailing Natal, Selasa (21/2) bertempat di Taman Raja Batu, Panyabungan. Pengukuhan Unit Saber Pungli Madina tersebut sesuai dengan Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor 700/003/K/2017 tanggal 24 Januari 2017 tentang perubahan atas keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor 700/622/K/2016 tentang […]

  • Ribuan Warga Simangambat Sambut Bupati Dahlan Hasan Nasution

    Ribuan Warga Simangambat Sambut Bupati Dahlan Hasan Nasution

    • calendar_month Selasa, 24 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ribuan masyarakat Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu menyambut kedatangan Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution didampingi Ketua TP-PKK Ny Ika Desika Dahlan Hasan, Senin (23/11). Dalam kunjungan itu, bupati menyatakan sudah saatnya masyarakat Madina agar segera meningkatkan keimanan, amal ibadah begitu juga dengan melestarikan adat budaya yang dimana saat ini sudah […]

  • Pasangan SUKA Lebih Berpeluang Menang di PSU Pilkada Madina Besok

    Pasangan SUKA Lebih Berpeluang Menang di PSU Pilkada Madina Besok

    • calendar_month Jumat, 23 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Akhiruddin Matondang Pemimpin Redaksi BeritaHuta Pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Madina 2020 tinggal menghitung jam. Siapa bakal unggul?. Menurut hitungan-hitungan berdasarkan data yang saya miliki, pasangan calon (paslon) Ja’far Sukhairi-Atika Azmi Utammi (SUKA) lebih berpotensi menang. Perolehan suara PSU menentukan paslon mana peraih suara terbanyak pada Pilkada Madina (Mandailing Natal), Sumut. Karena perolehan […]

  • Sekda Palas meringkuk di sel

    • calendar_month Minggu, 15 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Direktorat Rerserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian DaeraH Sumatera Utara (Polda Sumut) terus melakukan pemeriksaan terhadap Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintahan Kabupaten Padang Lawas Gusnar Hasibuan yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan tiga unit mobil fiktif senilai Rp 933.639.000. Sekda Palas tersebut akhirnya dimamsukkan sel oleh penyidik Subdit III/Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Ditreskrimsus […]

  • Sejumlah Keluhan Disuarakan Para Tokoh Pantai Barat Madina

    Sejumlah Keluhan Disuarakan Para Tokoh Pantai Barat Madina

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Pemkab Madina dan Pemprov Sumut harus lebih kerja keras membangun kawasan Pantai Barat Madina. Selain kerja keras, juga kemauan politik yang tinggi agar sektor-sektor dapat berkembang di kawasan ini. Kawasan Pantai Barat Madina memiliki panjang pantai 170 km yang memiliki potensi ekonomi, serta berbagai ruas jalan darat yang kewenangannya bukan saja […]

  • Pesantren Musthofawiyah Tak Akui Alumni Yang Deklarasi Jokowi

    Pesantren Musthofawiyah Tak Akui Alumni Yang Deklarasi Jokowi

    • calendar_month Rabu, 13 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Deklarasi mendukung Jokowi oleh sekitar 700 massa yang mengatasnamakan Alumni Musthofawiyah Nahdiyin di Panyabungan, berbuntut panjang. Deklarasi yang dihadiri menantu Jokowi, Bobby Nasution berlangsung di lapangan Aek Galoga, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, Rabu (13/2/2019) itu menuai protes dari Keluarga Abituren Musthafawiyah, organisasi resmi alumni Pesantren Musthofawiyah. Ketua Lembaga Bantuan Hukum DPP […]

expand_less