Kamis, 5 Nov 2026
light_mode

Golkar pasca Amru "Mau dibawa kemana"

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2010
  • print Cetak

Perjalanan Pilkada madina telah usai namun bagi Golkar selama ini sebagai partai pendukung incumbent masih terus menyisakan banyak pertanyaan. Mungkin persoalannya masih agak sedikit mengambang, artinya memang perlu waktu tetapi kalau kritikan itu justru sangat mendasar dan disampaikan maka sudah semestinya perlu di terima, di evaluasi dan dikerjakan dengan lebih baik. Dari awal Partai golkar telah solid mengarah pada satu calon yaitu pasangan nomor 5 yakni pasangan Arsyad-Azwar yang notabene-nya bukanlah sebagai penggerak dan yang berkecimpung dalam wilayah politik golkar di Madina. Lalu kemana suara pendukung setia Golkar selama ini?
Membaca peta politik seperti berhitung matematika kuadrat, hasil yang akan dihitung tetap berdasar pada hasil persamaan dan hasil pembagi. Dari kebanyakan yang terjadi dalam sebuah internal partai faktor dominan persamaan adalah karena keberhasilan dominasi pada pemerintahan. Suka atau tidak nama besar partai golkar di madina adalah bukan hanya karena nama “besar” bupatinya sebagai ketua umumnya.Hasil pembagi-nya adalah kepercayaan pemilih yang mulai beranjak “cerdas” tidak lagi sekedar ikut ikutan. Seterusnya aspek kepentingan yang utama menjadi stagnan dan fragmatis, golkar tidak bisa berjalan tanpa didukung secara internal dan dana yang cukup untuk bisa memenangkan hasil pilkada madina 2010. Para pendukung partai golkar yang selama ini didukung penuh oleh kekuasaan menjadi seperti kebingungan. Di satu sisi mendukung arsyad-azwar sebagai bupati pilhan dan sisi lain terdorong ke pasangan lain yang memanfaatkan ketidak tahuan(kurang sosialisasi) subjektif pilihannya
Kembali lagi ke kenyataan metamorfosis opportunis dari masyarakat madina yang cenderung memilih kekuatan politik”nama besar” sebagai pilihan utama dan tidak terlepas juga dari tujuan uang sebagai asaz pendorong. Dan sementara para politisi menganggap kekuasaan sebagai tujuan utama pencapaian pribadi, bukan atas nama rakyat seperti yang didengung-dengungkan ketika kampanye. Saya tidak heran dengan politik opportunis ini, setiap ada kesempatan harus bisa dimaksimalkan sebagaimana mestinya. Ada pencalonan menjadi anggota dewan, banyak yang bisa menang karena kecukupan modal. Ada pencalonan menjadi bupati, mencari jaring kesempatan dengan uang, lalu yang tidak punya uang tinggalkan saja.
Sulit dipungkiri, Madina yang semestinya madani ini tengah menghadapi persoalan serius terkait merosotnya moralitas dan tanggung jawab para elite hampir di semua tingkat. Ironisnya, para elite yang memperoleh mandat politik cenderung ”masa bodoh” karena mata hatinya tertutup kekuasaan meskipun ada juga yang ingin berubah menjadi lebih baik.
Yang jelas Golkar sebagai partai besar jika tidak ingin “ngadat” harus segara berbenah diri menjadi ‘saudara tua” yang bijak untuk menjaring aspirasi dan mungkin harus menjadi oposisi bukan menjadi oportunis.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentrokan di Kebun Limau Mungkur Tukang Sayur Tewas Dikeroyok

    Bentrokan di Kebun Limau Mungkur Tukang Sayur Tewas Dikeroyok

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    STM HILIR-Areal Perkebunan Sawit Limau Mungkur STM Hilir milik PTPN II kembali bergejolak. Jumat (13/1) sore jelang malam, dua kubu pemuda perang. Seorang yang diketahui sebagai tukang sayur tewas dikeroyok dan sedikitnya 18 orang lainnya luka-luka. Pertempuran berdarah itu, dikabarkan terjadi antara kubu Pendi Kesi dan Lingga. Belum diketahui pasti penyebab terjadinya bentrokan tersebut. Informasi […]

  • Paket Bahan Pangan dari Pemprovsu Disalurkan di Madina

    Paket Bahan Pangan dari Pemprovsu Disalurkan di Madina

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Sebanyak 1000 paket dari total 54.225 paket bahan pangan untuk rakyat Madina dari Pemprov Sumut mulai disalurkan sejak Kamis (4/6/2020). Penyaluran perdana berlangsung di Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina). Penyerahan dilakukan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sumut, Ashar Harahap disaksikan Anggota DPRD Sumut dari Komisi B, H. Fahrizal Efendi Nasution, […]

  • Bupati Madina Terima Waspada Award, Ketua PP: Cermin Pemkab Madina Dekat dengan Pers

    Bupati Madina Terima Waspada Award, Ketua PP: Cermin Pemkab Madina Dekat dengan Pers

    • calendar_month Kamis, 13 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keberhasilan Bupati Mandailing Natal (Madina) meraih anugerah Waspada Award pada Selasa (11/1) kemarin mendapat apresiasi dari MPC Pemuda Pancasila Madina. Apresiasi itu disampaikan Ketua MPC PP Akhmad Arjun Nasution kepada Mandailing Online, Rabu (12/1) di kantor MPC PP Madina, Pidoli Dolok. Arjun menilai pemberian award tersebut menunjukkan kedekatan Pemkab Madina dengan […]

  • Tekan Inflasi Gubsu Salurkan Saprodi ke Petani

    Tekan Inflasi Gubsu Salurkan Saprodi ke Petani

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Guna menekan inflasi, 10 kelompok tani yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapat perhatian khusus dari Pj. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni. Perhatian itu diwujudkan dengan pemberian bantuan bibit bawang merah, pupuk organik, dan pupuk cair. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Adri Nasution dari Dinas […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 13)

    MARSIDAO-DAO (episode 13)

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I Huta Donok, ima na madung pukul 9 manyogot, Si Siti langka tingon bagas. Igoruksa pintu ni bagas i dohot labi-labi namenek, anak ni labi-labi nai ipajopkonsa i toru ni batu na adong ilambung pat ni tangga bagas i. Madung mamboto do daganak ni ia ima Si Poso boti […]

  • Kejaksaan Diminta Usut Proyek PNPM di Namo Tualang

    Kejaksaan Diminta Usut Proyek PNPM di Namo Tualang

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Biru-biru, Proyek Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) di Dusun IV, Desa Namo Tualang, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deli Serdang, disoal warga dan BPD setempat. Pasalnya, proyek PNPM berupa pembangunan mandi cuci kakus (MCK) dan pengeboran sumur bor, ambruk hingga nyaris memakan korban, Sabtu (06/05/2011). Hal ini diungkapkan Serda Sembiring (45) didampingi Josep Sembiring (52) selaku […]

expand_less