Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Pemkab Tapteng Siapkan Peralatan Antisipasi Kecelakaan

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2015
  • print Cetak

 

Pandan – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng), melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), telah menyiapkan berbagai peralatan guna mengantisipasi bencana atau kecelakaan yang mungkin terjadi di berbagai lokasi objek wisata di Tapteng. Peralatan yang disediakan guna memberikan kenyamanan dan keamanan kepada para wisatawan. Di beberapa objek wisata yang kita miliki, seperti Pantai Bosur, Pantai Pandan, Pantai Bumi Asih, Pantai Kalangan dan Air Terjun Sihobuk, kita telah menyiapkan berbagai perlengkapan dan petugas guna mengantisipasi bencana atau kecelakaan yang mungkin menimpa wisatawan. Misalnya seperti jaring pembatas di objek wisata Pantai Bosur, Pantai Bumi Asih dan Pantai Kalangan, dek pembatas serta petugas khusus di Air Terjun Sihobuk maupun upaya-upaya lainnya.

"Walau hal itu tidak akan mampu menjamin keselamatan wisatawan seratus persen, karena musibah adalah kuasa Tuhan, namun kita harapkan langkah itu bisa mengurangi resiko," ujar Kadis Parbud Tapteng, H Sapwan Pohan SE saat dikonfirmasi MedanBisnis melalui Kabid Pengembangan Destinasi Wisata, Rahmad Jambak S STP, Selasa (19/5) terkait tragedi ombak besar yang mengakibatkan 9 orang meninggal di lokasi wisata Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Minggu (17/5).

Dikatakan, selain itu, pihaknya juga memberikan aturan tentang kelengkapan peralatan pelampung sesuai daya tampung maksimal kepada kapal-kapal pariwisata yang ada, sekaligus memberikan pelatihan pertolongan pertama bagi para pengemudi kapal.

Disebutkan, seluruh kapal pariwisata yang ada diwajibkan untuk memiliki pelampung sesuai dengan daya tampung maksimal. Misalnya daya tampungnya 12 orang, pelampung harus ada minimal 12 unit. Selain itu, ditegaskan kepada pengemudi dan pemilik kapal pariwisata untuk tidak membawa penumpang yang tidak bisa berenang, apalagi bagi wisatawan yang ingin mencoba menyelam.

"Kita juga memberikan pelatihan tentang upaya pertolongan pertama pada kecelakaan, melarang untuk membawa penumpang jika kondisi tidak bersahabat dan upaya-upaya lainnya. Sementara di lokasi wisata pantai, kita juga telah memberikan bimbingan kepada para pelaku usaha di sekitar itu untuk memberikan anjuran kepada para pengunjung supaya mengawasi anak-anaknya ketika sedang berenang," terangnya.

Terkait resiko munculnya ombak besar yang tiba-tiba menerjang pantai di lokasi objek wisata yang ada di Tapteng, Rahmad menyatakan bahwa kemungkinan hal itu sangat kecil terjadi di Tapteng, khususnya di lokasi wisata Pantai Bosur, Pantai Kalangan, Pantai Bumi Asih dan Pantai Pandan, mengingat lokasi tersebut berada di teluk yang notabene ombaknya kecil dan tenang.

"Kalau di sekitar Pandan, mungkin kondisi seperti di Pantai Cermin sulit terjadi, karena perairan ini adalah teluk yang dilindungi oleh pulau-pulau, sehingga ombaknya tidak terlalu besar. Tapi kalau untuk di Pantai Binasi, Kedai Gedang, Pantai Kahona Barus yang berada di perairan lepas, musibah itu bisa saja terjadi. Makanya kita selalu mewanti-wanti para pelaku usaha di sekitar itu untuk segera mencegah para wisatawan untuk berenang jika kondisi cuaca atau ombak sedang tidak bersahabat. Kita berharap, musibah yang terjadi di Pantai Cermin, tidak akan pernah melanda objek wisata di Tapteng," harapnya.

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Massa Aliansi Masyarakat Peduli Batubara Unjukrasa

    Ratusan Massa Aliansi Masyarakat Peduli Batubara Unjukrasa

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Limapuluh, Ratusan massa tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Batubara menggelar unjukrasa damai di Kantor DPRD Jalan Perintis Kemerdekaan Limapuluh Selasa (1/2). Sebagian besar massa berasal dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), di antaranya Pemuda Pancasila (PP), Generasi Muda FKPPI, Ikatan Pemuda Karya dan masyarakat lainnya. Massa menyampaikan tuntutan melalui orasi yang disampaikan secara bergantian oleh juru […]

  • Batak Hasil Konstruksi Kolonial

    Batak Hasil Konstruksi Kolonial

    • calendar_month Selasa, 24 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Mandailing bukan Batak yang berlangsung di VIP Restoran Hotel Madani, Senin (23/10/2017) diselenggarakan oleh Yayasan Madina Centre mencuatkan kajian-kajian akademik antropologis tentang fakta-fakta tidak adanya etnis Batak di Sumatera Utara. Dari sisi pendekatan antropologis menyimpulkan tidak ditemukannya konsep ‘Batak’ pada manuskrip-manuskrip kuno kepunyaan enam etnis Karo, Simalungun, Pakpak, Mandailing dan […]

  • Terpaksa Tinggal di Bawah Tenda Darurat

    Terpaksa Tinggal di Bawah Tenda Darurat

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      DI BAWAH TENDA – Beberapa anak-anak keluarga korban kebakaran di Desa Ujung Marisi, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal saat ini harus tinggal di bawah tenda darurat bersama kelarga mereka, Senin (8/6). Mereka berharap kepada pemerintah dan masyarakat luas turut membantu menyumbangkan bahan bangunan bagi pembangunan kembali rumah yang sudah rata dengan tanah, paska kebakaran 8 unit […]

  • Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • HARAM MELECEHKAN AJARAN ISLAM

    HARAM MELECEHKAN AJARAN ISLAM

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Syaikh Abdullah bin Husain bin Thahir al-Ba’alawi al-Hadhrami asy-Syafi’i (w. 1272 H) menyatakan di dalam kitabnya Sullam at-Tawfîq: “Setiap Muslim wajib menjaga dan melindungi keislamannya dari apa saja yang merusak, membatalkan dan memutusnya, yaitu riddah, wa al-‘iyâdz billâh. Sungguh telah banyak di zaman ini sikap menggampangkan dalam ucapan sampai keluar dari sebagian mereka ucapan-ucapan yang […]

  • MENGGAGAS WAJIB BELAJAR 15 TAHUN

    MENGGAGAS WAJIB BELAJAR 15 TAHUN

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rahmad Daulay* Wajib Belajar 15 Tahun? Kenapa tidak. Utopis? Ya memang utopis. Tapi menurut saya realistis dengan syarat harus dilakukan dengan beberapa langkah progresif terukur dan sistematis. Dalam era digitalisasi sekarang ini yang dulunya tidak mungkin sekarang ini sudah menjadi mungkin terjadi. Semua pergerakan kebangsaan Indonesia harus merujuk kepada UUD 1945. Dalam bidang […]

expand_less