Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Melirik Industri Jala di Desa Gunung Tua Julu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Nov 2017
  • print Cetak

Pengrajin jala di Desa Gunung Tua Julu (foto : Dahlan Batubara)

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Industri jala di Desa Gunung Tua Julu, Kecamatan Panyabungan dalam dua tahun terakhir kian bergairah.

Kerajinan jala di desa ini tak terlepas dari kebutuhan jala di kalangan penghobi Lubuk Larangan.

Ini menunjukkan bahwa keberadaan Lubuk Larangan di berbagai sungai di Mandailing Natal tak lagi melulu dipandang sebagai kearifan lokal masyarakat Mandailing dalam melestarikan habitat ikan sungai, tetapi juga memiliki dampak pada gairah industri jala.

Para pengrajin jala di Desa Gunung Tua Julu ini hanya membutuhkan modal yang yang relatif terjangkau, karena bahan bakunya juga bisa dibeli secara beragsur sesuai tahapan rajutan.

Pun,  aktivitas merajut jala ini juga bisa dilakukan di waktu senggang, sehingga kegiatan merajut jala tersebut tak mengganggu aktivitas primer.

Selain itu, industri kerajinan jala ini juga tak memiliki lokasi yang monoton, bisa berpindah-pindah tempat, biasanya di lokasi yang sejuk dan nyaman. Ada kalanya di gubuk sawah, di warung kopi atau di teras rumah.

“Karena peralatannya ringan, bisa dibawa kemana saja,” ujar Upin salah seorang pengrajin jala yang ditemui Mandailing Online saat merajut jala di warung kopi Taisir Desa Gunung Tua Julu, Jum’at (3/11/2017).

Dia menyatakan kegiatan merajut jala itu sudah ditekuninya dalam beberapa tahun terakhir.

Hari itu, dia tak sendirian yang merajut jala. Ada perajut lain, yakni Sukban, Affan dan Rudi. “Karena hari ini hari Jum’at, kami merajut sejak pagi, nanti disambung lagi sepulang solat Jum’at,” kata Upin. Di hari lain, kegiatan itu dilakukan setelah selesai melakukan aktifitas usaha di kebun.

Jala yang diproduksi di desa itu berragam ukuran, mulai dari ukuran 4 eto (hasta) hingga 10 hasta. Sedangkan rantai jala juga bervariasi, mulai jenis tembaga, timah hingga kawat besi. Masing-masing ukuran dan jenis rantai itulah yang membedakan harga jala yang mereka produksi.

Masa waktu untuk menyelesaikan satu unit jala tak memiliki jangka yang pasti, tergantung volume waktu senggang dan ukuran jala. Bisa mencapai seminggu hingga 2 minggu untuk satu unit jala.

Menurut Upin, tidak ada manajemen yang memasarkan jala mereka. Pemasaran hanya berlangsung secara dari mulut ke mulut. Hingga kini, konsumen yang membeli masih di sekitar Kecamatan Panyabungan.

Upin menyatakan, konsumen jala umumnya dari kalangan penghobbi Lubuk Larangan, karena menangkap ikan di lubuk larangan umumnya memakai jala sebagai alat penangkap ikan.

Bagi yang berminat memesan jala di Desa Gunung Tua Julu ini bisa menghubungi Upin di nomor 081351909795 atau Sukban di nomor 082162707226.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raja-raja Tabalkan Gelar Patuan kepada Ivan Batubara

    Raja-raja Tabalkan Gelar Patuan kepada Ivan Batubara

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 182 raja-raja Mandailing menobatkan gelar kerajaan kepada Ivan Iskandar Batubara, Kamis (7/7/2022) dalam satu kerapatan adat. Berlangsung di Sopo Godang Hutasiantar, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Kerapatan adat dipimpin Patuan Mandailing dari Mandailing Godang didampingi Mangaraja Iro Parlagutan dari Mandailing Julu. Kerapatan adat adalah sejenis sidang paripurna parlemen. Gelar raja […]

  • 500-an Mahasiswa, OKP dan Pelajar Madina Tolak RUU KPK dan KUHP

    500-an Mahasiswa, OKP dan Pelajar Madina Tolak RUU KPK dan KUHP

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 500 mahasiswa, pelajar dan organisasi kepemudaan berunjukrasa ke gedung DPRD Mandailing Natal, Jum’at (27/9/2019) menolak revisi UU KUHP dan UU KPK. Unjukrasa ini berlangsung sejak pukul 9.20 WIB. Massa bergerak pawai dari masjid agung Nur Ala Nur menuju gedung DPRD Mandailing Natal (Madina) yang berjarak sekira 1,5 kilo meter. […]

  • Mendagri Tetapakan Madina Level 2

    Mendagri Tetapakan Madina Level 2

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Menteri Dalam Negeri resmi menetapkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berstatus level 2 covid-19. Penetapan itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 44 Tahun 2021 tanggal 20 September 2021 Tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2, Level 1. Inmendagri Nomor 44 Tahun 2021 berlaku sejak […]

  • Perjalanan Ikan Jurung Keramat, Danau Siais Dan Aek Batangtoru

    Perjalanan Ikan Jurung Keramat, Danau Siais Dan Aek Batangtoru

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menyusuri Pedalaman Tapsel Ikan Jurung Keramat, Danau Siais, dan Aek Batang Toru Sebuah keajaiban bertahan selama hampir satu abad di desa Rianiate, Kecamatan Padangsidimpuan Barat, Tapanuli Selatan. Ribuan ikan jurung berukuran sampai 50 cm dengan berat mencapai 2 kg lebih, hidup liar dalam sebuah sungai kecil dan dangkal yang mengalir di belakang rumah penduduk. Bila […]

  • Jelang Ramadhan, Harga Cabai di Madina Pedas

    Jelang Ramadhan, Harga Cabai di Madina Pedas

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga Cabai di pasar pasar tradiaional di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) mulai pedas jelang Ramadhan. Kenaikan harga cabai tersebut mencapai Rp.10.000 perkilonya. Rahma salah seorang pedagang Cabai di Pasar Baru Panyabungan membeberkan kenaikan cabai itu naik secara bertahap dalam beberapa hari terakhir. “3 Hari yang lalu masih 60rb perkilonya. […]

  • Inilah Kronologi Bentrok Warga di Tarakan

    Inilah Kronologi Bentrok Warga di Tarakan

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Divisi Humas Mabes Polri merilis kronologi bentrok antar kelompok warga yang terjadi di Kampung Juata Permai, Tarakan, Kalimantan Timur, Selasa (28/9/2010). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang tewas. Berikut konologi yang dirilis via jejaring sosial facebook oleh Divisi Humas Mabes Polri. Minggu tanggal 26 September 2010 sekitar pukul 22.30 WITA. Pada saat Abdul Rahmansyah, Warga Kel […]

expand_less