Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Melirik Industri Jala di Desa Gunung Tua Julu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Nov 2017
  • print Cetak

Pengrajin jala di Desa Gunung Tua Julu (foto : Dahlan Batubara)

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Industri jala di Desa Gunung Tua Julu, Kecamatan Panyabungan dalam dua tahun terakhir kian bergairah.

Kerajinan jala di desa ini tak terlepas dari kebutuhan jala di kalangan penghobi Lubuk Larangan.

Ini menunjukkan bahwa keberadaan Lubuk Larangan di berbagai sungai di Mandailing Natal tak lagi melulu dipandang sebagai kearifan lokal masyarakat Mandailing dalam melestarikan habitat ikan sungai, tetapi juga memiliki dampak pada gairah industri jala.

Para pengrajin jala di Desa Gunung Tua Julu ini hanya membutuhkan modal yang yang relatif terjangkau, karena bahan bakunya juga bisa dibeli secara beragsur sesuai tahapan rajutan.

Pun,  aktivitas merajut jala ini juga bisa dilakukan di waktu senggang, sehingga kegiatan merajut jala tersebut tak mengganggu aktivitas primer.

Selain itu, industri kerajinan jala ini juga tak memiliki lokasi yang monoton, bisa berpindah-pindah tempat, biasanya di lokasi yang sejuk dan nyaman. Ada kalanya di gubuk sawah, di warung kopi atau di teras rumah.

“Karena peralatannya ringan, bisa dibawa kemana saja,” ujar Upin salah seorang pengrajin jala yang ditemui Mandailing Online saat merajut jala di warung kopi Taisir Desa Gunung Tua Julu, Jum’at (3/11/2017).

Dia menyatakan kegiatan merajut jala itu sudah ditekuninya dalam beberapa tahun terakhir.

Hari itu, dia tak sendirian yang merajut jala. Ada perajut lain, yakni Sukban, Affan dan Rudi. “Karena hari ini hari Jum’at, kami merajut sejak pagi, nanti disambung lagi sepulang solat Jum’at,” kata Upin. Di hari lain, kegiatan itu dilakukan setelah selesai melakukan aktifitas usaha di kebun.

Jala yang diproduksi di desa itu berragam ukuran, mulai dari ukuran 4 eto (hasta) hingga 10 hasta. Sedangkan rantai jala juga bervariasi, mulai jenis tembaga, timah hingga kawat besi. Masing-masing ukuran dan jenis rantai itulah yang membedakan harga jala yang mereka produksi.

Masa waktu untuk menyelesaikan satu unit jala tak memiliki jangka yang pasti, tergantung volume waktu senggang dan ukuran jala. Bisa mencapai seminggu hingga 2 minggu untuk satu unit jala.

Menurut Upin, tidak ada manajemen yang memasarkan jala mereka. Pemasaran hanya berlangsung secara dari mulut ke mulut. Hingga kini, konsumen yang membeli masih di sekitar Kecamatan Panyabungan.

Upin menyatakan, konsumen jala umumnya dari kalangan penghobbi Lubuk Larangan, karena menangkap ikan di lubuk larangan umumnya memakai jala sebagai alat penangkap ikan.

Bagi yang berminat memesan jala di Desa Gunung Tua Julu ini bisa menghubungi Upin di nomor 081351909795 atau Sukban di nomor 082162707226.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bamus DPRD Madina Gagal Lagi

    Bamus DPRD Madina Gagal Lagi

    • calendar_month Senin, 13 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Madina gagal lagi, Senin (13/8) untuk menetapkan jadwal agenda pembahasan Perhitungan APBD 2011. Ini gagal kali kedua setelah pada Jum’at (10/8) gagal rapat akibat tak mencukupi quorum. Kegagalan kali kedua ini juga akibat jumlah anggota yang hadir tidak mencukupi quorum. Dari 23 total jumlah anggota Bamus plus […]

  • Tak Berkategori

    Harga Cabe Merah Tembus 40 Ribu/Kg

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam empat hari terakhir harga cabe merah di Mandailing Natal (Madina) terus mengalami kenaikan. Penjualan pada Jum’at (17/5/2013) menembus 40.000 rupiah dari sebelumnya 30.000 rupiah per kilo gram. Pengakuan para pedagang, kenaikan harga cabe merah akibat pasokan dari petani sedang turun, sehingga harga cendrung naik. “Pasokan cabe merah kita terima dari […]

  • Pj Bupati Madina Gelar Pertandingan Futsal

    Pj Bupati Madina Gelar Pertandingan Futsal

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN, Dalam upaya mempererat hubungan silaturahmi serta menghilangan kejenuhan karena rutinitas keseharaian dalam menjalan tugas, wartawan yang tergabung dalam Asosiasi Wartawan Independent Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (18/11) menggelar pertadingan Futsal yang akan berhadapan dengan Clup Futtsall SKPD Kab. Madina. Bupati Madina Ir Aspan Sopian Batubara,MM mengatakan kepada Wartawan, pertandingan persahabatan yang digelar adalah pertandingan persahabatan […]

  • Strategi Pembangunan Sosial Partisipatif Mewujudkan Madina Bersyukur dan Berbenah di Kabupaten Mandailing Natal

    Strategi Pembangunan Sosial Partisipatif Mewujudkan Madina Bersyukur dan Berbenah di Kabupaten Mandailing Natal

    • calendar_month Senin, 27 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ir. Ali Mutiara Rangkuti, MM Staf Ahli Bupati Madina Bidang Sosial Politik Pendahuluan Kabupaten Mandailing Natal yang disahkan berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998, dengan luas wilayah 6.620.70 Km2. Artinya hingga saat ini telah berusia 25 Tahun, sebuah usia dewasa dalam kehidupan manusia, sebuah usia yang menjadi fase peralihan dari remaja menjadi dewasa […]

  • SUKA No 1, Dahwin No 2, Sofwat-Beir No 3

    SUKA No 1, Dahwin No 2, Sofwat-Beir No 3

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KPU Madina hari ini, Kamis (24/9/2020) menyelenggarakan rapat pleno pencabutan dan penetapan nomor urut pasangan calon bupati/wakil bupati Mandailing Natal (Madina) yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna, Panyabungan. Hasil pencabutan nomor sebagai berikut : Pasangan HM Jakfar Sukhairi Naaution-Atika Azmi Utammi Nasution, App.BFin atau lebih populer disebut pasangan SUKA memperoleh nomor urut 1. Pasangan Dahlan […]

  • Ketua Pansus DPRD Madina Tekan Wartawan Portibi

    Ketua Pansus DPRD Madina Tekan Wartawan Portibi

    • calendar_month Selasa, 11 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Wartawan Harian Portibi DNP, terbitan Medan, Maradotang Pulungan mendapat tekanan dari Ketua Pansus Palmaris DPRD Mandailing Natal (Madina) Bakhri Efendi Hasibuan, Senin (10/9). Tekanan ini diduga akibat berita yang dilansir Harian Portibi pada edisi pekan lalu tentang pernyataan warga Kecamatan Batahan yang menuduh DPRD Madina penghianat. Tuduhan warga Batahan ini terkait mandegnya […]

expand_less