Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Pemkab Paluta Beres-beres Dapur, Kunjungan Kemenkes Sepi Publikasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Ada suasana yang berbeda di Pemkab Paluta belakangan ini.

Geraknya ada.
Agendanya padat.
Pejabat datang dan pergi.
Birokrasi dirapikan.
Tetapi semuanya berjalan dengan nada rendah — tidak terlalu gaduh di ruang publik.

Termasuk saat tamu dari Kementerian Kesehatan RI datang ke Paluta.

Aneh memang.

Untuk ukuran daerah, kunjungan kementerian biasanya menjadi momentum besar. Spanduk dipasang. Media lokal bergerak. Dokumentasi dibanjirkan ke media sosial. Narasi kedekatan dengan pusat dibangun sedemikian rupa.

Tetapi kali ini berbeda.

Kunjungannya ada, seremoni berlangsung, pejabat lokal menyambut. Namun publikasinya terasa tipis. Informasi beredar setengah-setengah. Tidak banyak media yang mengangkat. Bahkan di ruang digital lokal, gaungnya nyaris tenggelam.

Sayup-sayup.

Dan justru karena terlalu pelan, publik mulai bertanya:
apa sebenarnya yang sedang dibereskan di Paluta?

 

Mengapa Sayup-sayup?

Sebab jika diperhatikan, beberapa bulan terakhir Pemkab Paluta memang tampak sedang melakukan konsolidasi cukup serius.

Ada mutasi dan penataan pejabat.
Ada penguatan aparatur PPPK.
Ada konsolidasi program sosial dan administrasi.
Ada pula upaya menjaga hubungan vertikal dengan pemerintah pusat.

Bahasa sederhananya:
pemerintahan sedang merapikan dapur.

Karena itu, kunjungan unsur Kemenkes tentu bukan sekadar agenda minum kopi dan foto bersama.

Biasanya, kehadiran kementerian berkaitan dengan:

  • evaluasi layanan,
  • pembahasan anggaran,
  • dukungan program,
  • pembangunan fasilitas,
  • atau penyesuaian kebijakan kesehatan daerah.

Tetapi justru di situlah kejanggalannya:
mengapa publik seperti hanya diberi kulit informasinya saja?

Padahal isu kesehatan menyangkut kebutuhan paling dasar rakyat.

Masyarakat Paluta tentu lebih ingin tahu:

  • apakah ada peningkatan layanan rumah sakit,
  • apakah ada tambahan fasilitas kesehatan,
  • apakah tenaga medis akan diperkuat,
  • atau apakah ada program baru dari pusat.

Bukan sekadar foto penyambutan formal.

 

Publik Menerka

Dalam politik daerah, ada satu pola lama yang sering berulang:
ketika birokrasi sedang membereskan sesuatu yang sensitif, komunikasi publik biasanya menjadi lebih hati-hati.

Kadang karena programnya belum matang.
Kadang karena masih tahap lobi.
Kadang pula karena hasil pembicaraan belum tentu sesuai harapan.

Maka yang muncul ke publik hanyalah serpihan-serpihan acara:
cukup untuk menunjukkan kegiatan berjalan,
tetapi belum cukup terang untuk dibaca arahnya.

Dan di titik itu, publik akhirnya hanya bisa menerka.

Apakah kunjungan Kemenkes itu pertanda baik bagi sektor kesehatan Paluta?

Atau justru bagian dari proses evaluasi diam-diam terhadap sesuatu yang belum beres?

Yang jelas, semakin sunyi sebuah agenda pemerintah, biasanya semakin besar rasa ingin tahu publik di belakangnya. ***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS Dapil 5 GERINDRA Madina

    DCS Dapil 5 GERINDRA Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari GERINDRA Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

  • Selisik Nilai Pancasila

    Selisik Nilai Pancasila

    • calendar_month Rabu, 1 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Azhar Nasution Pancasila sebagai dasar negara yang otentik terpatri dalam pembukaan UUD 1945. Substansi dari nilai-nilai Pancasila tersebut, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial. Sabtu 1 Juni kita melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila. Berdasarkan Keppres Nomor 24 Tahun 2016, tanggal 1 Juni adalah salah satu hari penting dalam kalender bangsa Indonesia. Pasalnya, di tanggal tersebut […]

  • Harga Kakao di Madina Bertahan

    Harga Kakao di Madina Bertahan

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Semenjak pemerintah menerapkan Bea Keluar (BK) kakao (coklat–red), harga komoditas ini pada tingkat petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tak lagi bisa menyentuh level Rp 20.000/kg seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Harganya kini hanya mampu bertahan pada level Rp 15.000 hingga Rp 17.000/kg. Menurut pemhakuan sejumlah petani, sebelum BK kakao diberlakukan, harga jual kakao […]

  • Camat dan Tokoh Masyarakat Dukung Renegosiasi
    Tak Berkategori

    Camat dan Tokoh Masyarakat Dukung Renegosiasi

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Selain Muspida, dukungan juga muncul dari sejumlah camat terhadap upaya renegosiasi kontrak karya PT.Sorikmas Mining bagi menyelesaikan perseteruan antara masyarakat Naga Juang dengan pihak perusahaan. Dalam dokumen deklarasi para camat dan tokoh masyarakat tertanggal 25 April 2013 itu,m pertama, menyatalkan bahwa para tokoh masyarakat dan camat mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan […]

  • Moral Penduduk Madina Kian Merosot

    Moral Penduduk Madina Kian Merosot

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Saat ini kondisi pengamalan keagamaan di Mandailing Natal (Madina) cukup memprihatinkan. Akhlak dan moral manusianya sudah jauh dari ajaran Islam yang haikiki. Ini terlihat dari minimnya warga yang memakmurkan masjid, pengajian pengajian yang dilaksanakan warga sudah jauh berkurang. Rasa persaudaraan dan silaturrahmi sudah mulai pupus dan maraknya pelanggaran agama baik yang […]

  • Dita Risky Saputri Hasibuan, dari Madina untuk DPRD Sumut

    Dita Risky Saputri Hasibuan, dari Madina untuk DPRD Sumut

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tidak banyak figur perempuan Mandailing Natal (Madina) yang memutuskan mencalonkan diri untuk DPRD Sumut pada setiap even Pemilu. Bahkan hingga Pemilu 2019 ini terlihat tetap minim. Bisa jadi, ini gambaran minimnya kaum perempuan Madina yang berkecimpung di dunia politik masa kini. Ada memang bermunculan figur-figur perempuan di daftar calon legislatif DPRD Kabupaten maupun DPRD Provinsi, […]

expand_less