Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Pemkab Paluta Beres-beres Dapur, Kunjungan Kemenkes Sepi Publikasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Ada suasana yang berbeda di Pemkab Paluta belakangan ini.

Geraknya ada.
Agendanya padat.
Pejabat datang dan pergi.
Birokrasi dirapikan.
Tetapi semuanya berjalan dengan nada rendah — tidak terlalu gaduh di ruang publik.

Termasuk saat tamu dari Kementerian Kesehatan RI datang ke Paluta.

Aneh memang.

Untuk ukuran daerah, kunjungan kementerian biasanya menjadi momentum besar. Spanduk dipasang. Media lokal bergerak. Dokumentasi dibanjirkan ke media sosial. Narasi kedekatan dengan pusat dibangun sedemikian rupa.

Tetapi kali ini berbeda.

Kunjungannya ada, seremoni berlangsung, pejabat lokal menyambut. Namun publikasinya terasa tipis. Informasi beredar setengah-setengah. Tidak banyak media yang mengangkat. Bahkan di ruang digital lokal, gaungnya nyaris tenggelam.

Sayup-sayup.

Dan justru karena terlalu pelan, publik mulai bertanya:
apa sebenarnya yang sedang dibereskan di Paluta?

 

Mengapa Sayup-sayup?

Sebab jika diperhatikan, beberapa bulan terakhir Pemkab Paluta memang tampak sedang melakukan konsolidasi cukup serius.

Ada mutasi dan penataan pejabat.
Ada penguatan aparatur PPPK.
Ada konsolidasi program sosial dan administrasi.
Ada pula upaya menjaga hubungan vertikal dengan pemerintah pusat.

Bahasa sederhananya:
pemerintahan sedang merapikan dapur.

Karena itu, kunjungan unsur Kemenkes tentu bukan sekadar agenda minum kopi dan foto bersama.

Biasanya, kehadiran kementerian berkaitan dengan:

  • evaluasi layanan,
  • pembahasan anggaran,
  • dukungan program,
  • pembangunan fasilitas,
  • atau penyesuaian kebijakan kesehatan daerah.

Tetapi justru di situlah kejanggalannya:
mengapa publik seperti hanya diberi kulit informasinya saja?

Padahal isu kesehatan menyangkut kebutuhan paling dasar rakyat.

Masyarakat Paluta tentu lebih ingin tahu:

  • apakah ada peningkatan layanan rumah sakit,
  • apakah ada tambahan fasilitas kesehatan,
  • apakah tenaga medis akan diperkuat,
  • atau apakah ada program baru dari pusat.

Bukan sekadar foto penyambutan formal.

 

Publik Menerka

Dalam politik daerah, ada satu pola lama yang sering berulang:
ketika birokrasi sedang membereskan sesuatu yang sensitif, komunikasi publik biasanya menjadi lebih hati-hati.

Kadang karena programnya belum matang.
Kadang karena masih tahap lobi.
Kadang pula karena hasil pembicaraan belum tentu sesuai harapan.

Maka yang muncul ke publik hanyalah serpihan-serpihan acara:
cukup untuk menunjukkan kegiatan berjalan,
tetapi belum cukup terang untuk dibaca arahnya.

Dan di titik itu, publik akhirnya hanya bisa menerka.

Apakah kunjungan Kemenkes itu pertanda baik bagi sektor kesehatan Paluta?

Atau justru bagian dari proses evaluasi diam-diam terhadap sesuatu yang belum beres?

Yang jelas, semakin sunyi sebuah agenda pemerintah, biasanya semakin besar rasa ingin tahu publik di belakangnya. ***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • RI Berpeluang Masuk 10 Negara Ekonomi Terbesar

    RI Berpeluang Masuk 10 Negara Ekonomi Terbesar

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PIDATO KENEGARAAN : Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Bersama DPR/DPD memperingati HUT Ke-66 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (16/8). Presiden Yudhoyono memaknai kemerdekaan sebagai sebuah jembatan untuk mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang lebih adil, makmur, unggul, dan bermartabat. FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma/ed/pd/11 Jakarta : Presiden RI, […]

  • BKKBN Sumut Jangan Bikin Resah di Madina

    BKKBN Sumut Jangan Bikin Resah di Madina

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak BKKBN Sumut diminta memeriksa kembali data mereka tentang angka stunting di Mandailing Natal (Madina). Hal itu sangat penting agar data BKKBN tidak menimbulkan keresahan di Madina. Pasalnya angka 47,7 persen yang dirilis BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Sumut jauh panggang dari api. Sebab, justru data ril di Madina […]

  • DPP IMA Madina awasi ketat kinerja Panwaslu

    DPP IMA Madina awasi ketat kinerja Panwaslu

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – DPP IMA Madina akan mengawasi ketat kinerja Panwaslukada Madina menjelang coblos ulang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Madina pada 24 April 2011. Karenanya, IMA Madina memintak Panwaslu melaksanakan tugasnya dengan baik demi terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan tidak ada kecurangan. Demikian disampaikan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Ahmad Irwandi […]

  • Terisolir, Kaum Ibu Desa Batahan Hanya Dua kali Setahun Melihat Pasar

    Terisolir, Kaum Ibu Desa Batahan Hanya Dua kali Setahun Melihat Pasar

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Berkunjung ke pasar Kotanopan bagi kaum ibu di Desa Batahan Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) adalah kesempatan langka. Pasalnya angkutan umum hanya sekali dalam seminggu mesuk ke desa ini kaibat parahnya infrastruktur jalan. Perongkosan pun sangat mahal, 50.000 rupiah per orang. Ditengah kemiskinan, uang 50.000 adalah nilai yang sangat mahal sehingga […]

  • Rumah Penjual Kerupuk Habis Terbakar

    Rumah Penjual Kerupuk Habis Terbakar

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu unit rumah milik penjual kerupuk di Panyabungan, Mandailing Natal, hangus terbakar. Rumah jenis dinding papan di Lingkungan 5, Gang Batang Gadis 6, Kelurahan Sipolu-Polu itu terbakar sekira pukul 10.35 WIB, Senin (22/2). Berdasar ketarangan beberapa warga, api tiba-tiba muncul di rumah itu, pemiliknya Asrin seorang penjual kerupuk sedang berjualan ke […]

  • Kasus Seleksi KPID: Somasi Kedua untuk Ketua Komisi A DPRD Sumut

    Kasus Seleksi KPID: Somasi Kedua untuk Ketua Komisi A DPRD Sumut

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Mengenai kasus seleksi calon anggota KPID Sumut yang menuai kontroversi, delapan calon komisioner KPID Sumut periode 2021-2024 kembali mengajukan somasi untuk Ketua Komisi A DPRD melalui Kuasa Hukum Ranto Sibarani, SH. Ketua Komisi A Hendro Susanto diminta memberikan klarifikasi tentang mekanisme rapat pleno dengan memutuskan tujuh nama dalam rapat yang berlangsung […]

expand_less