Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pemkab Paluta Beres-beres Dapur, Kunjungan Kemenkes Sepi Publikasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Ada suasana yang berbeda di Pemkab Paluta belakangan ini.

Geraknya ada.
Agendanya padat.
Pejabat datang dan pergi.
Birokrasi dirapikan.
Tetapi semuanya berjalan dengan nada rendah — tidak terlalu gaduh di ruang publik.

Termasuk saat tamu dari Kementerian Kesehatan RI datang ke Paluta.

Aneh memang.

Untuk ukuran daerah, kunjungan kementerian biasanya menjadi momentum besar. Spanduk dipasang. Media lokal bergerak. Dokumentasi dibanjirkan ke media sosial. Narasi kedekatan dengan pusat dibangun sedemikian rupa.

Tetapi kali ini berbeda.

Kunjungannya ada, seremoni berlangsung, pejabat lokal menyambut. Namun publikasinya terasa tipis. Informasi beredar setengah-setengah. Tidak banyak media yang mengangkat. Bahkan di ruang digital lokal, gaungnya nyaris tenggelam.

Sayup-sayup.

Dan justru karena terlalu pelan, publik mulai bertanya:
apa sebenarnya yang sedang dibereskan di Paluta?

 

Mengapa Sayup-sayup?

Sebab jika diperhatikan, beberapa bulan terakhir Pemkab Paluta memang tampak sedang melakukan konsolidasi cukup serius.

Ada mutasi dan penataan pejabat.
Ada penguatan aparatur PPPK.
Ada konsolidasi program sosial dan administrasi.
Ada pula upaya menjaga hubungan vertikal dengan pemerintah pusat.

Bahasa sederhananya:
pemerintahan sedang merapikan dapur.

Karena itu, kunjungan unsur Kemenkes tentu bukan sekadar agenda minum kopi dan foto bersama.

Biasanya, kehadiran kementerian berkaitan dengan:

  • evaluasi layanan,
  • pembahasan anggaran,
  • dukungan program,
  • pembangunan fasilitas,
  • atau penyesuaian kebijakan kesehatan daerah.

Tetapi justru di situlah kejanggalannya:
mengapa publik seperti hanya diberi kulit informasinya saja?

Padahal isu kesehatan menyangkut kebutuhan paling dasar rakyat.

Masyarakat Paluta tentu lebih ingin tahu:

  • apakah ada peningkatan layanan rumah sakit,
  • apakah ada tambahan fasilitas kesehatan,
  • apakah tenaga medis akan diperkuat,
  • atau apakah ada program baru dari pusat.

Bukan sekadar foto penyambutan formal.

 

Publik Menerka

Dalam politik daerah, ada satu pola lama yang sering berulang:
ketika birokrasi sedang membereskan sesuatu yang sensitif, komunikasi publik biasanya menjadi lebih hati-hati.

Kadang karena programnya belum matang.
Kadang karena masih tahap lobi.
Kadang pula karena hasil pembicaraan belum tentu sesuai harapan.

Maka yang muncul ke publik hanyalah serpihan-serpihan acara:
cukup untuk menunjukkan kegiatan berjalan,
tetapi belum cukup terang untuk dibaca arahnya.

Dan di titik itu, publik akhirnya hanya bisa menerka.

Apakah kunjungan Kemenkes itu pertanda baik bagi sektor kesehatan Paluta?

Atau justru bagian dari proses evaluasi diam-diam terhadap sesuatu yang belum beres?

Yang jelas, semakin sunyi sebuah agenda pemerintah, biasanya semakin besar rasa ingin tahu publik di belakangnya. ***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persoalan Pendidikan Tanggung Jawab Bersama

    Persoalan Pendidikan Tanggung Jawab Bersama

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persoalan yang muncul dalam pengelolaan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Mandailing Natal (Madina) Miswaruddin Daulay menjawab Mandailing Online terkait adanya pungutan pengambilan SK guru honor TKS. “Pada hakikinya ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Pendidikan ini harus kita awasi bersama,” ujarnya. Dewan Pendidikan, jelas Miswar, […]

  • Puluhan Sopir Anatra Trayek 03 Panyabungan-Kotanopan Mogok

    Puluhan Sopir Anatra Trayek 03 Panyabungan-Kotanopan Mogok

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Puluhan sopir angkutan pedesaan Anatra trayek 03 jurusan Panyabungan-Kotanopan-Muara Sipongi, melakukan aksi mogok, Selasa (16/10). Aksi mogon ini menyebabkan ratusan penumpang yang mempergunakan angkutan pedesaan, terlantar Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi mogok ini di picu adanya pungutan liar yang di lakukan oleh para agen penumpang diluar pungutan resmi di terminal […]

  • MUI Madina Serukan Isi Hutbah Jum’at Hari Ini Seputar Perjuangan Baitul Maqdis

    MUI Madina Serukan Isi Hutbah Jum’at Hari Ini Seputar Perjuangan Baitul Maqdis

    • calendar_month Jumat, 13 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Hari ini Jum’at 13/10/2023, masjid di Mandailing Natal ( Madina ) disarankan mengisi tema hutbah jum’at seputar Masjid Al Aqsa dan Palestina. saran ini dikeluarkan oleh Ketua Majelis Ulama (MUI) Madina H.M. Nasir, Lc, SPd.I lewat surat terbuka kepada khatib ju’mat. Dalam penjelasan Ketua MUI itu mengatakan, langkah mengisi tema […]

  • Komisi 1 : Pembangunan Lapangan Anggora Butuh Lanjutan

    Komisi 1 : Pembangunan Lapangan Anggora Butuh Lanjutan

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online)- Komisi 1 DPRD Madina memandang lapangan Anggora di Kotanopan harus mampu menjadi pendorong pengembangan dunia olahraga di Mandailing Julu. Oleh karena itu, lanjutan pembangunannya harus menjadi perhatian ke depan. Berdasar itu, Komisi 1 DPRD Madina meninjau lapangan olahraga Anggora di Kotanopan, Kamis(14/11/2019). Peninjauan yang dipimpin langsung Ketua Komisi 1 Sobir Lubis, […]

  • Manjalaki Flim India

    Manjalaki Flim India

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Nanisuratkon : Edi Saputra “Ketale mardalan-dalan tu pasar,” ning si Bejik tu si Besteng. “Sakalian maligi-ligi kaset CD daripada suntuk ita ison bo,” ningia. Ke mada alai langsung tu pasar. Dung sampe tu pasar, ke ma alai tu parjagal kaset VCD i. Parjagal           : Biado…? Maligi kaset aha lana? Bejik                : Kaset […]

expand_less