Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Harga Kakao di Madina Bertahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 25 Okt 2010
  • print Cetak

Panyabungan. Semenjak pemerintah menerapkan Bea Keluar (BK) kakao (coklat–red), harga komoditas ini pada tingkat petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tak lagi bisa menyentuh level Rp 20.000/kg seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Harganya kini hanya mampu bertahan pada level Rp 15.000 hingga Rp 17.000/kg.
Menurut pemhakuan sejumlah petani, sebelum BK kakao diberlakukan, harga jual kakao di tingkat petani paling rendah berkisar Rp 20.000/kg. Bahkan harganya pernah mencapai Rp 27.000/kg.

Sehingga, turunnya harga kakao saat ini dan tak lagi pernah beranjak naik tentunya sangat dikeluhkan petani. Petani menduga, BK kakao adalah biang keladinya, sebab pabrik pengolahan kakao dan juga para eksportir telah membebankan penerapan tariff BK kakao itu pada petani dengan menekan harga pembelian kakao dari petani.

Seperti diungkapkan Ali Arhan (35), petani kakao di Panyabungan, Madina. Kepada MedanBisnis, Minggu (24/10) ia mengatakan, sejak Juli 2010 kemarin, harga kakao ditingkat petani yang awalnya sekitar Rp 22.000/kg terus turun setiap bulannya.

“Harga kakao kering saat ini paling mahal hanya Rp 17.000/kg, itupun dengan kualitas yang bagus. Kalau kurang bagus paling dihargai Rp 15.000/kg. Sementara kalau kita kalkulasikan dengan biaya yang dikeluarkan dari memetik buah, mengupas sampai menjemur hingga kering, harga itu sangat tidak sepadan, bahkan bisa merugi” jelasnya.

Pengakuan senada juga disampaikan Nasruddin Matondang (42). Menurutnya, karena merosotnya harga kakao membuat ia tak lagi dapat melakukan perawatan kebun secara intensif. “Jadi mau tak mau kita mengurangi perawatan sampai 75% dari sewaktu harga kakao masih Rp 24.000/kg.

Saya tidak tahu kenapa harga kakao terus menurun seperti ini, sementara harga karet terus membaik. Kami para petani ini hanya bias berharap agar pemerintah bias membuat kebijakan yang berpihak pada petani, supaya harga kakao bias membaik kembali seperti harga sebelumnya karena dari sinilah sumber penghidupan kami,” harapnya.

Sebelumnya, Ali Mutiara Rangkuti anggota DPRD Madina kepada MedanBisnis, mengatakan, pemerintah harus bisa mencari solusi atas masalah harga kakao yang terus merosot saat ini. “BK kakao itu yang nanggung seharusnya kan para eksportir, tapi kenyataannya yang menanggungnya adalah para petani. Jadi dengan adanya kebijakan ini yang dirugikan itu malah petani, bukan para eksportir,” ujarnya. (zamharir rangkuti)
sumber:medanbisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Dilindungi Mafia Tambang. Aktifitas Tambang Emas Ilegal di Desa Sipogu Bebas Beroperasi

    Diduga Dilindungi Mafia Tambang. Aktifitas Tambang Emas Ilegal di Desa Sipogu Bebas Beroperasi

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Sepertinya peringatan dan himbauan yang dibuat oleh Camat dan Polisi tidak lagi mempan bagi para pelaku tambang emas ilegal di Mandailing Natal ( Madina ). Di Kecamatan Batang Natal tepatnya di desa sipogu. Aktifitas pertambangan emas ilegal menggunakan alat berat terus beroperasi. Tambang itu kabarnya dimodali oleh oknum warga muara […]

  • Dugaan Korupsi Di Disbun Madina

    Dugaan Korupsi Di Disbun Madina

    • calendar_month Kamis, 26 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Bau korupsi tercium di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dana yang diduga ditilep adalah anggaran Pembukaan Jalan Produksi senilai 500 Juta rupiah dan dana Perluasan Lahan Karet (PLA) seluas 66 Ha bernilai 4 juta rupiah per hektar. Masing-masing program ini di tahun2010, era Pj. Bupati Madina Aspan Sopian Batubara. […]

  • Lagi, 3 Hektar Ladang Ganja Ditemukan

    Lagi, 3 Hektar Ladang Ganja Ditemukan

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga hektar ladang ganja kembali ditemukan di perbukitajn Panyabungan Timur, Mandailing Natal. Ladang itu ditemukan tim gabungan TNI dan Polres Madina dan FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI Polri), Kamis (2/6/2016). Sehari sebelumnya, 37,5 hektar ladang ganja ditemukan di kawawan perbukitan Tor Sihite dan Tor Antarsa oleh pihak TNI yang […]

  • Perekaman e-KTP di Asahan Baru Capai 56%

    Perekaman e-KTP di Asahan Baru Capai 56%

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kisaran. Sebelum Kementerian Dalam Negeri memperpanjang pelaksanaan pelayanan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di 197 kabupaten/kota di Indonesia, Kabupaten Asahan telah melakukan perekaman 56% e-KTP. Dengan demikian, masih akan dilakukan perekaan terhadap 44% wajib e-KTP bagi seluruh warga Asahan. “ Karena pelayanan masal e-KTP diperpanjng hingga 30 April 2012, maka Asahan hanya mengejar ketinggalan 44% […]

  • Izin Tambang Rakyat di Madina Masih Dihadang UU Minerba

    Izin Tambang Rakyat di Madina Masih Dihadang UU Minerba

    • calendar_month Selasa, 29 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harapan rakyat untuk bisa menambang emas secara legal nampaknya masih jauh untuk tercapai. Pasalnya, upaya Pemkab Mandailing Natal (Madina), Sumut memperoleh Izin Pertambangan Rakyat (IPR) masih berat. Meski pemerintah Indonesia beberapa bulan lalu telah menerbitkan 8 titik Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Madina, namun untuk menjadikannya menjadi IPR tidak semudah […]

  • RITME GORDANG SAMBILAN

    RITME GORDANG SAMBILAN

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GORDANG SAMBILAN – Penabuh jangat tengah menarikan sejenis gerakan moncak mangikuti hentakan-hentakan ritme gordang sambilan di pagelaran seni budaya Mandailing, panggung pasar baru Panyabungan, Mandailing Natal, baru-baru ini. Kesenian gordang sambilan merupakan sebuah kesenian rakyat Mandailing serta kekayaan budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan kelembagaan kesenian tradisional sebagai salah satu upaya mempertahankan […]

expand_less