Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode

Harga Kakao di Madina Bertahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 25 Okt 2010
  • print Cetak

Panyabungan. Semenjak pemerintah menerapkan Bea Keluar (BK) kakao (coklat–red), harga komoditas ini pada tingkat petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tak lagi bisa menyentuh level Rp 20.000/kg seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Harganya kini hanya mampu bertahan pada level Rp 15.000 hingga Rp 17.000/kg.
Menurut pemhakuan sejumlah petani, sebelum BK kakao diberlakukan, harga jual kakao di tingkat petani paling rendah berkisar Rp 20.000/kg. Bahkan harganya pernah mencapai Rp 27.000/kg.

Sehingga, turunnya harga kakao saat ini dan tak lagi pernah beranjak naik tentunya sangat dikeluhkan petani. Petani menduga, BK kakao adalah biang keladinya, sebab pabrik pengolahan kakao dan juga para eksportir telah membebankan penerapan tariff BK kakao itu pada petani dengan menekan harga pembelian kakao dari petani.

Seperti diungkapkan Ali Arhan (35), petani kakao di Panyabungan, Madina. Kepada MedanBisnis, Minggu (24/10) ia mengatakan, sejak Juli 2010 kemarin, harga kakao ditingkat petani yang awalnya sekitar Rp 22.000/kg terus turun setiap bulannya.

“Harga kakao kering saat ini paling mahal hanya Rp 17.000/kg, itupun dengan kualitas yang bagus. Kalau kurang bagus paling dihargai Rp 15.000/kg. Sementara kalau kita kalkulasikan dengan biaya yang dikeluarkan dari memetik buah, mengupas sampai menjemur hingga kering, harga itu sangat tidak sepadan, bahkan bisa merugi” jelasnya.

Pengakuan senada juga disampaikan Nasruddin Matondang (42). Menurutnya, karena merosotnya harga kakao membuat ia tak lagi dapat melakukan perawatan kebun secara intensif. “Jadi mau tak mau kita mengurangi perawatan sampai 75% dari sewaktu harga kakao masih Rp 24.000/kg.

Saya tidak tahu kenapa harga kakao terus menurun seperti ini, sementara harga karet terus membaik. Kami para petani ini hanya bias berharap agar pemerintah bias membuat kebijakan yang berpihak pada petani, supaya harga kakao bias membaik kembali seperti harga sebelumnya karena dari sinilah sumber penghidupan kami,” harapnya.

Sebelumnya, Ali Mutiara Rangkuti anggota DPRD Madina kepada MedanBisnis, mengatakan, pemerintah harus bisa mencari solusi atas masalah harga kakao yang terus merosot saat ini. “BK kakao itu yang nanggung seharusnya kan para eksportir, tapi kenyataannya yang menanggungnya adalah para petani. Jadi dengan adanya kebijakan ini yang dirugikan itu malah petani, bukan para eksportir,” ujarnya. (zamharir rangkuti)
sumber:medanbisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalur Kereta Trans Sumatera Dibangun 2014

    Jalur Kereta Trans Sumatera Dibangun 2014

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memulai pembangunan proyek kereta api Trans Sumatera (Trans Sumatera Railways) tahun 2014. Jalur akan dibangun sepanjang sekitar 2.168 kilometer (km). Rencananya proyek senilai Rp 64 triliun tersebut akan mulai dibangun dari kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangke di Sumatera Utara yang saat ini sedang dilakukan pembangunan. “Pembangunan proyek ini […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang I. (Sesi I) Hari :  Sabtu, Pukul : 08.00 s/d 10.00 wib Tanggal : 13 Desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 52132000454 Dini Azizah Nur 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB […]

  • Senin Besok, PUPR Madina Tangani Darurat Irigasi Batang Gadis

    Senin Besok, PUPR Madina Tangani Darurat Irigasi Batang Gadis

    • calendar_month Sabtu, 5 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Petani di seberbagai Desa di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina), Sumatera Utara ( Sumut ) yang 2 tahun terakhir tidak bisa menanam padi akibat irigasi untuk mengairi sawah mereka tak mengalir mulai bernafas lega. Pemkab Mandailing Natal melalui Dinas PUPR beberapa hari ini akan menangani masalah darurat irigasi batang gadis […]

  • Jamsu Minta Poldasu Usut Idris Batubara

    Jamsu Minta Poldasu Usut Idris Batubara

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Terkait Rekomendasi Pindah Palsu Panyabungan(MO)-Kasus dugaan penipuan tandatangan bupati Labura oleh Sekcam Panyabungan, Kabupaten Madina, Drs.Mhd.Idris Batubara, makin panas. Jaringan Aktivis Mahasiswa Sumatera Utara (Jamsu) meminta Poldasu segera memprosesnya secara hukum. Jamsu juga mendesak Bupati Madina, Hidayat Batubara mengambil tindakan tegas agar kasus ini tak memalukan Madina serta agar publik tak menilai tindakan Idris Batubara […]

  • Pemkab Madina Bentuk Tim Pemulihan Kerusakan Lingkungan

    Pemkab Madina Bentuk Tim Pemulihan Kerusakan Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membentuk Tim Pemulihan Lingkungan Hidup guna mengatasi kerusakan lingkungan hidup yang selama ini terjadi di kabupaten ini. Tim yang melibatkan semua stakeholder ini bertugas memulihkan lingkungan dan memberi sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Tim tersebut dibentuk dalam rapat yang digelar di Kantor Bupati […]

  • Kasus Penyerangan Lapas Cebongan Segera Disidangkan

    Kasus Penyerangan Lapas Cebongan Segera Disidangkan

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JOGJA – Oditurat Militer (Otmil) II-11 Yogyakarta telah menyerahkan berkas perkara kasus Lapas Cebongan, Sleman, ke Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Senin (10/6/2013). Namun jadwal persidangan militer belum ditetapkan. “Iya, sudah ada empat berkas (diserahkan). Sekarang sedang dipelajari,” terang Kepala Tata Usaha Urusan Dalam (Kataud) Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Kapten (Sus) Aulisa Dandel, Senin (10/6/2013). Ia […]

expand_less