Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Siswi SMAN 1 Matauli Pandan Raih Beasiswa ke Jerman

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
  • print Cetak

PandanDua siswi terbaik dari SMA Negeri 1 Matauli Pandan berhasil meraih beasiswa untuk belajar di Jerman. Di Jerman, mereka akan mendapatkan pendalaman kemampuan bahasa Jerman, serta tukar menukar budaya. "Dari hasil seleksi yang dilaksanakan koordinator PASCH-Goethe Institute Jerman, Ekadewi Indrawijaya, tanggal 30-31 Maret 2015 lalu, dari 20 siswa peserta seleksi sertifikat A-2 se Sumatera Utara, 2 siswi SMAN 1 Matauli Pandan berhasil meraih nilai tertinggi. Kedua siswi tersebut bernama Nur Hizzah Pulungan, kelas XI IPA-1 dan Trifena Oktavia Hutagaol, kelas XI IPA-2," kata Kepala SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Murdianto SPd MM saat upacara bendera di lapangan upacara SMAN 1 Matauli Pandan, Senin (6/4).

Dia mengatakan, salah satu program dari Goethe Institute adalah menyelenggarakan seleksi sertifikat A-2 bagi para siswa untuk menguji kemampuan berbahasa Jerman.

"Dari hasil seleksi tersebut, dua siswi kami, Nur Hizzah dan Trifena berhasil meraih nilai tertinggi dari standar yang ditentukan pihak Goethe. Hampir setiap tahun, siswa kami berhasil untuk mendapatkan kesempatan ke Jerman," katanya.

Dikatakannya, tidak semua sekolah mendapatkan kesempatan kerjasama dengan PASCH-Goethe Institute Jerman ini. Di Sumatera saja, hanya SMA Negeri 1 Matauli dan sekolah binaan Provinsi Aceh yang mendapat bantuan dari Jerman, itupun akibat Aceh dilanda bencana tsunami tahun 2006 silam.

"Kami bersyukur atas kesempatan ini, dan tidak lupa juga ucapan terima kasih kepada pihak Dinas Pendidikan dan Pemkab Tapteng yang terus-menerus mensupport program ini," katanya.

Soal kesiapan para siswa dalam menghadapi seleksi ini, ungkapnya, pihak sekolah telah menyelenggarakan program intensif bahasa Jerman yang dibimbing oleh guru-guru bahasa Jerman.

"Kami menyelenggarakan program intensif ini dalam rangka untuk memperdalam kemampuan berbahasa Jerman para siswa setiap minggunya," kata Deru Praja Wibawa S Pd, salah satu guru pembimbing Bahasa Jerman yang ikut mendampingi Murdianto.

Diterangkannya kemudian, kedua siswa tersebut akan diberangkatkan ke Jerman pada bulan Agustus-September 2015, dengan semua pembiayaan ditanggung oleh pihak PASCH Goethe Institute Jerman.

Sementara itu, Nur Hizzah Pulungan saat ditanya tentang perasaan mereka setelah berhasil meraih beasiswa dan akan segera berangkat ke Jerman, mengaku amat gembira serta tidak sabar untuk segera memijak negeri asal klub sepakbola Bayer Munchen itu.

"Saya sangat gembira dan bersyukur karena ini hasil dari belajar keras saya untuk mendapatkan beasiswa ini," kata Nur Hizzah merupakan putri asli Kelurahan Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Tapteng yang mengaku pekerjaan orangtuanya hanya sebagai petani coklat dan ibu sebagai guru SD itu.

Begitu juga tanggapan dari Trifena Oktavia Hutagaol, siswi asal Pematang Siantar juga mengaku gembira, apalagi telah membuat bangga kedua orangtuanya yang berprofesi sebagai guru SMA di Siantar itu.

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Kelangkaan Pupuk, Ternyata Akibat Pengurangan Kuota

    Soal Kelangkaan Pupuk, Ternyata Akibat Pengurangan Kuota

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengakui kebenaran kelangkaan pupuk bersubsidi di daerah ini. Penyebabnya, terjadi pengurangan kuota oleh pemerintah. Kepala Bdang Agribisnis Dinas Pertanian Peternakan Madina, Latifa Hannum menjawab wartawan, Jum’at (25/10/2013) mengungkapkan jenis kuota pupuk yang dikurangi adalah ZA, Ponska dan SP36. Penyebab kekurangan pupuk subsidi ini akibat kelengahan kelompok […]

  • Madina Harus Fokus ke Padi

    Madina Harus Fokus ke Padi

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    foto areal sawah PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menyikapi gejala dan fakta terkini tentang potensi daerah berupa lahan pertanian, pengamat pertanian Mandailing Natal (Madina), Adip Nasution mengatakan sebaiknya masyarakat dan Pemkab Madina condong pada pilihan penggunaan lahan untuk pertanian padi. Bahkan, Adip Nasution memberikan pilihan agar Pemkab tidak lagi memberikan izin untuk perkebunan sawit. Dia mengungkapkan […]

  • Panyabungan Dicemari Galundung, Pemkab Mandul Atasi Tambang Liar

    Panyabungan Dicemari Galundung, Pemkab Mandul Atasi Tambang Liar

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih mandul mengatasi persoalan tambang emas liar di berbagai kawasan di Madina. Sementara itu kota Panyabungan sudah dikepung oleh banyaknya unit-unit galundung (gelondongan batu emas) yang berdampak makin berbahayanya keselamatan warga kota dari pencemaran mercury. Disisi lain, korban nyawa melayang juga sudah banyak terjadi di lobang-lobang […]

  • Kasus Maga, Pencabutan Izin PT.SMGP Ternyata Belum Redakan Konflik

    Kasus Maga, Pencabutan Izin PT.SMGP Ternyata Belum Redakan Konflik

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Terkait kasus pengeroyokan di Desa Maga Lombang, Kecamatan Lembah Sorik Marapi Selasa (20/1) yang menyebabkan Ispara Sakti Nasution alias 'Adek' (50) meninggal dunia, Bupati Madina Dahlan Hasan menyatakan akan mengupayakan tidak akan terjadi lagi konflik. “Kita akan mengupayakan agar kedua kubu tidak lagi terjadi konflik-konflik berikutnya. Negara kita adalah negara hukum,” […]

  • 1 Positif, 27 OTG di Madina

    1 Positif, 27 OTG di Madina

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 27 orang ditetapkan dalam status OTG di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut. Perkembangan itu menyusul seorang pria berinisial ARL (usia 55 tahun) asal Desa Padang Bulan Muara Soro, Kotanopan, Mandailing Natal terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Pria itu kini dalam perawatan di RS Martha Friska Medan. ARL ditetapkan positif berdasar hasil swab […]

  • Jiwa Yang Terpenjara

    Jiwa Yang Terpenjara

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Esai : Lastriana Limbong, S.Ds   Pernah nggak sih kalian merasa kalau hidup tuh gitu-gitu aja. Rasanya rutinitas harian kian membosankan. Bangun tidur, mandi, makan, kerja, makan lagi, mandi lagi, makan lagi, tidur lagi. Siklusnya konstan, berputar bagai lingkaran bianglala. Hidupmu bagai penjara, resah, tidak ada bahagia yang paripurna. Kamu mendamba kehidupan penuh gairah seperti […]

expand_less