Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

1,3 Juta Guru Sasaran Pelatihan Kurikulum Baru

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 30 Des 2013
  • print Cetak

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal semakin gencar menjalankan implementasi Kurikulum 2013 tahun depan. Pada tahun kedua pelaksanaan kurikulum anyar itu, Kemendikbud siap melatih 1,3 juta guru di seluruh Indonesia. Supaya tidak kedodoran, mereka melibatkan sejumlah organisasi pendidikan.

Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan bahwa organisasi pendidikan yang mereka libatkan bukan sembarang organisasi. Tetapi mereka pilih organisasi yang cenderung dekat dengan pelaksanaan teknis pendidikan. “Misalnya organisasi pendidikan yang memiliki atau menaungi langsung sekolah-sekolah,” katanya.

Menteri asal Surabaya itu mencontohkan organisasi pendidikan yang bakal diajak bergabung adalah dibawah bendera Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Seperti diketahui dua ormas Islam itu memiliki badan otonom yang khusus mengelola pendidikan dari tingkat dasar hingga tinggi.

Organisasi pendidikan lain yang akan dilibatkan adalah Persatuan Guru Republik Indonesia yang juga memiliki unit pengelola sekolah. Kemudian organisasi pendidikan seperti Majelis Pendidikan Kristen, Majelis Pendidikan Konghucu, Hundu, dan Budha. “Implementasi kurikulum baru ini adalah kebutuhan bersama,” kata Nuh.

Nuh menegaskan bahwa realitas di lapangan guru yang mengajar kurikulum baru tidak hanya yang berstatus sebagai PNS. Tetapi sebagian lagi juga ada guru swasta. Dia mengatakan Majelis Pendidikan Kristen bisa memberikan pelatihan kepada guru-guru yang berada di provinsi Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara teknis pelatihan kurikulum baru ini berjalan selama 52 jam dan dilaksanakan selama satu minggu.

Meskipun melibatkan banyak pihak, Nuh mengatakan Kemendikbud tetap berwenang memberikan standar pelatihan, penyiapan instruktur nasional, dan pembiayaan. Dia mengatakan Kemendikbud akan menyiapkan pola laporan pelaksanaan pelatihan guru untuk implementasi kurikulum baru yang dilaksanakan sejumlah organisasi pendidikan.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo mengatakan, implementasi kurikulum 2013 bakal digenjot habis-habisan tahun depan. Untuk itu dia meminta Kemendikbud benar-benar mempersiapkan dengan matang. “Jika tidak, Kurikulum 2013 terlihat gagah padahal di dalamnya bolong-bolong,” katanya.

Sejumlah aspek dalam perubahan kurikulum ini disorot PGRI. Mulai dari kondisi kekurangan guru di sejumlah daerah. Kemudian perubahan paradigma penilaian siswa untuk jenjang SD dan sederajat. “Bagaimana guru bisa melakukan penilaian yang menyeluruh, jika rombongan belajarnya gemuk,” ujarnya. Di sejumlah daerah, Sulistyo mengatakan ada rombongan belajar yang berisi hingga 60 siswa.

PGRI juga menyoroti kesiapan pelatihan guru karena sampai saat ini data pokok pendidikan (dapodik) masih belum beres. Dia menyebutkan Kemendikbud mengklaim guru-guru yang direkrut dalam pelatihan itu sudah siap karena disaring dari dapodik. Tetapi nyatanya saat pelatihan banyak guru yang bingung karena disaring dengan cara “asal tunjuk”. “Pelatihan guru tahun depan harus lebih baik,” pungkasnya. (jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Carut Marut Negeri Akibat Sombong Kepada PenciptaNya

    Carut Marut Negeri Akibat Sombong Kepada PenciptaNya

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Essay : Siti Khadijah Sihombing   Tidakkah kamu merasakan kerusakan negeri ini? Taukah kamu bahwa negeri ini telah rusak? Sudah tampak jelas duhai saudara semuanya, kerusakan ini telah nampak di depan mata, baik di kota sampai pelosok desa. Tak ada kesejahteraan dan kebahagiaan lagi yang dirasakan umat. Umat hari ini dipaksa untuk tunduk dan patuh […]

  • Program Wisata Religi di Madina Disukai Kaum Ibu

    Program Wisata Religi di Madina Disukai Kaum Ibu

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wisata religi merupakan salah satu program yang digagas pemerintahan Sukahairi-Atika (SUKA). Program ini sudah berjalan mulai tahun 2022 hingga sekarang. Sejak program ini dimulai, ada puluhan pengajian kaum ibu di Mandailing Natal (Madina) yang mengikuti wisata religi. Wisata religi diartikan sebagai destinasi wisata yang berhubungan dengan sejarah hingga tempat ibadah. Wisata […]

  • Bawaslu Tak Tegas, MK Diminta Diskualifikasi Dahlan-Aswin

    Bawaslu Tak Tegas, MK Diminta Diskualifikasi Dahlan-Aswin

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Mahkamah Konstitusi diminta untuk mendiskualifikasi pasangan calon kepala daerah nomor urut 02 Dahlan-Aswin yang juga merupakan bupati petahana karena melakukan pelanggaran dan kecurangan pilkada. “Terhadap semua pelanggaran dan kecurangan sejak proses pilkada hingga hari ini, layak dan beralasan hukum bagi Mahkamah untuk mendiskualifikasi paslon 02 Dahlan-Aswin sebagai paslon dalam Pilkada Kabupaten […]

  • Derita Palestina, Derita Kita

    Derita Palestina, Derita Kita

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Suci Hati, S.M Aktivis Dakwah Kota Medan Berita tentang seorang jurnalis yang mengalami tindak kejahatan yang dialami jurnalis Fatima tewas beserta tujuh anggota keluarganya telah menjadi target sasaran serangan brutal tentara Israel karena foto-foto yang menjadi hasil karya dokumentasi beliau terhadap warga Gaza (19/04). Mengingat tentang kondisi saudara kita yang ada di Palestina penderitaan […]

  • Warga Bandar Panjang Adukan Kepdes

    Warga Bandar Panjang Adukan Kepdes

    • calendar_month Selasa, 9 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Bandar Panjang, Muarasipogi, Mandailing Natal, Sumut, meminta camat memproses pengaduan mereka. Pengaduan itu tertanggal 20 Juni 2022 ditujukan kepada camat. Surat pengaduan yang diteken sebanyak 157 warga itu berisi 9 poin tentang kinerja kepala desa yang dinilai tidak transparan dalam menjalankan program-program yang bersumber dana dari Dana Desa. Dari […]

  • Madina Sudah Memperoleh Wilayah Tambang

    Madina Sudah Memperoleh Wilayah Tambang

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akhirnya memiliki kawasan Wilayah Tambang (WP). Dilema tambang rakyat di Madina selama ini terkait belum adanya penghunjukan WP yang diperlukan bagi tahapan awal bagi proses legalitas usaha tambang mineral maupun logam di suatu kawasan. Tambang rakyat yang banyak tersebar di Madina masih berstatus tambang liar berdampak pada […]

expand_less