Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Pekan Depan Data Honorer K2 Diverifikasi

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 3 Mar 2014
  • print Cetak

MEDAN – Memeriksa keabsahan berkas peserta yang lulus seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari tenaga honorer kategori dua (K2) bukanlah pekerjaan yang mudah.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan, Lahum Lubis mengakui hal tersebut. Menurutnya, yang menjadi persoalan dalam berkas honorer K2 yakni surat keterangan (SK) pengangkatan.

“Tenaga honorer K2 itu mayoritas dari guru, serta SK pengangkatan sebagai honorer  dibuat oleh kepala sekolah di tempat bertugas, dan itu terlalu mudah untuk dimanipulasi,” ujar Lahum kepada Sumut Pos (Grup JPNN).

Namun, pihaknya mengaku tetap optimis dapat melakukan pekerjaan dengan maksimal karena akan dibantu beberapa instansi terkait seperti Dinas Pendidikan serta Inspektorat yang tergabung dalam tim terpadu.

Tim terpadu, kata dia, yang  akan melakukan pemeriksaan masih sedang dalam tahapan pembahasan SK sebagai dasar hukum untuk bekerja. ” Minggu kedua bulan Maret kemungkinan besar tim sudah bisa bekerja, ” tegasnya.

Mantan Kadispenda Kota Medan ini mengeluhkan sikap honorer K2 yang melayangkan protes. Pasalnya, nama tenaga honorer K2 yang akan mengikuti ujian sudah pernah diuji publik.

“Sewaktu uji publik tidak ada yang mempermasalahkan, setelah diumumkan baru gejolak muncul,” sesalnya.

Lahum juga membantah jika pihaknya dituding lambat dalam melakukan verifikasi data tenaga honorer K2. Dia mengaku hasil resmi tenaga honorer K2 yang lulus CPNS baru diberikan secara resmi pada pekan kemarin.

“Nama-nama yang diumumkan kemarin didapat melalui website resmi dari BKN,  itu tidak bisa kita jadikan pegangan,” bilangnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, nama-nama peserta yang lulus diakuinya tidak memiliki rangking sehingga ketika ada beberapa tenaga honorer yang bermasalah BKD Kota Medan tidak dapat berbuat apa-apa karena harus direkomendasikan kepada BKN untuk diambil keputusan.

“Yang mengeluarkan nama peserta ujian dan mengumumkannya BKN, BKD Kota Medan tidak pernah dilibatkan apapun kecuali pemberkasan. Ketika BKD menyurati BKN terkait 26 nama peserta ujian K2 dari Dinas Pertamanan yang sebelumnya sudah pernah dinyatakan Tidak Memenuhi Kriteria (TMK), BKN tidak pernah membalas surat tersebut atau memberikan tanggapan apapun,” cetusnya. (Jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpinan Daerah se-Tabagsel Bahas Potensi Penerbangan Dua Bandara

    Pimpinan Daerah se-Tabagsel Bahas Potensi Penerbangan Dua Bandara

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PADANGDISIMPUAN (Mandailing Online) – Kepala daerah se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) bertemu di Kota Padangsidimpuan, Jumat (22/5/ 2026) membahas pengembangan konektivitas dan peningkatan layanan transportasi udara di kawasan itu. Diskusi yang juga melibatkan para ketua DPRD itu merupakan inisiasi Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution. Tempat pertemuan ditetapkan di Padangsidimpuan yang dipandang sebagai titik […]

  • Pencuri Lari ke Tapian Adaboru, Dibalbal Warga Dekat Lopo

    Pencuri Lari ke Tapian Adaboru, Dibalbal Warga Dekat Lopo

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang residivis babak belur dihajar warga Kayujati, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut. Beruntung polisi cepat datang, sehingga nyawa lelaki berbadan kecil itu bisa diselamatkan. Residivis ini juga target operasi (TO) pihak kepolisian selama ini. Kejadian ini terjadi di Lingkungan 6, Kelurahan Kayujati, Senin (25/11), sekitar pukul 05.30. Belum jelas […]

  • Kabut Asap Kian Tebal

    Kabut Asap Kian Tebal

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga saat ini kabut asap belum ada tanda-tanda berkurang, malah semakin hari semakin tebal. Ini mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat Kabupaten mandailing Natal (Madina). Pantauan Rabu (12/3/2014) di sepanjang jalan Willem Iskander ketebalan asap sangat tinggi dan jarak pandang berkisar 300 Meter. Sejauh ini Dinas Kesehatan Madina belum terdengar pernyataanya seputar […]

  • Songon Gogat Doma Boto Angkang  Boi Nibayoi

    Songon Gogat Doma Boto Angkang Boi Nibayoi

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sinabiarna nagiot ona rampingkoni marpenong-penong jabat songon aruting nahona tuba, martingkat-tingkat boi nai songon gogat bulusoma, arana inda piga pokennaibe napalaluon ni amantai ma ningna caritona nagiot perampingani, pala namaramping mantong ibarat ni suping nanyiak dei boto, manyarira songon bugang nailasiakan doihot lasiak cino, ning Jatulillama markombur laos mangaregep karupuk jangek. Baen kopi paeti Jabulele […]

  • Jalan Panyabungan – Adian Jior Kupak Kapik

    Jalan Panyabungan – Adian Jior Kupak Kapik

    • calendar_month Senin, 6 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Badan jalan sepanjuang sekitar 1 km yang menghubungkan Kecamatan Panyabungan dengan Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal (Madina), persisnya titik Desa Hutalombang Lubis hingga Desa Adian Jior kondisinya kupak kapik, banyak terdapat lubang ditengah jalan. Para pengendara pun mengeluh, selain sulit dilewati, orderdil kenderaan pun sering sering rusak dan sering masuk bengkel. “Hampir […]

  • Batang Angkola Surplus Beras 70,14 Ton

    Batang Angkola Surplus Beras 70,14 Ton

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bupati : Mari Tanam Serentak TAPSEL-Bupati Tapsel, H Syahrul M Pasaribu mengajak seluruh petani sawah untuk kembali menerapkan pola tanam serentak. Dengan sistem ini dapat meningkatkan hasil panen dan menghindarkan tanaman padi dari serangan hama. “Musuh utama petani di Batang Angkola ini adalah hama tikus. Minimal sekali dua minggu masyarakat bergotong-royong memburu tikus. Tapi yakinlah, […]

expand_less